Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Menguak


__ADS_3

Dua minggu kemudian.....


Via dan Reza menjemput Baron di rumah sakit bersama dengan Dina dan William. Hari ini Baron sudah di perbolehkan untuk pulang,dan setelah itu dia akan tinggal bersama Via atas permintaan Via dan Reza.


Sementara Anton pun telah pulang bersama Susan dan Bagas dari satu minggu yang lalu. Mereka mengajak Anton tinggal di rumah Baron. Tentunya atas perintah Baron,meskipun awalnya mereka sempat menolak. Tapi dengan berbagai penjelasan dari Baron,barulah mereka menyerah dan bersedia menempati rumah Baron.


Dan di sinilah Via berada,dengan perut yang sudah sedikit terlihat buncit,dia sedang mengemas pakaian yang sempat mereka pakai di ruang rawat Baron.


Sedari tadi,air mata Baron tak pernah berhenti keluar. Di satu sisi dia merasa tidak pantas berada di antara mereka. Tapi di sisi lain,dia sangat bahagia karena Via telah memberinya kesempatan kedua.


Kamu telah menitipkan anak yang luar biasa padaku,Vera. Tapi betapa aku tidak pernah bersyukur dengan semua ini. Aku menyesal. Sungguh, inilah penyesalan terbesarku. Batin Baron.


" Apa semua susah siap? " tanya Dina di saat dia masuk dan melihat menantunya yang masih berkemas.


" Udah,Mi "


Tak lama setelah itu,Reza datang sambil tersenyum. Tadi dia sempat berbincang dahulu dengan Dokter mengenai keadaan Baron.


" Beres,yank? " tanya Reza.


" Udah Sayang.. " balas Via.


Reza mendekat lalu mencium kening Via.


" Lebih baik kamu istirahat,biar aku yang ngerjain " ucap Reza.


Via tersenyum dan mengiyakan. Belum sempat Via duduk di kursi dekat Dina. Seorang perawat membawa kursi roda dan membantu Baron duduk di sana. Setelah itu, perawat tersebut mengantarkan Baron hingga parkiran tempat Reza menyimpan mobilnya.


" Udah semua,Za? " tanya William yang sejak tadi menunggu di mobil.


" Udah,Pi " balas Reza.


William mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Mereka tak banyak berbicara hingga Baron berbicara untuk memecah keheningan.


" Terimakasih,Tuan dan Nyonya. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi mengucapkan kata terima kasih pada Tuan dan Nyonya " kata Baron. " Sejujurnya saya malu " ucapnya sambil menangis.


" Sungguh saya tidak pantas mendapatkan ini semua. Kasih sayang kalian,Nak. Dan kebaikan Tuan dan Nyonya. Saya merasa malu,apalagi dengan hidup saya yang seperti ini. Seharusnya,biarkan saya sendiri. Tinggalkan saya.. " racau Baron membuat tatapan Via berubah tajam.


" Cukup!!! "bentak Via.


" Jangan pernah bicara lagi " katanya.


" Kamu itu besan saya,Baron. Perjanjian kita yang dulu masih berlaku. Ku tahu bahwa semua yang kamu lakukan selalu memberi tahuku. Selain memutus hubungan antara kamu dan anakmu,tapi bukan hanya itu saja. Melainkan tentang semua kejadian yang kamu perbuat. Termasuk niat Lita yang menginginkan anakmu untuk menjadi wanita murahan " ucap William membuat Reza,Dina dan Via diam membeku.

__ADS_1


" Jadi,kasus prostitusi itu? " tanya Dina.


" Ya,itu ada hubungannya dengan kami. Bagaimana pun,aku tidak mau hidup anakku hancur. Jadi aku berbicara kepada Lita bahwa keluarga William hanya keluarga biasa saja. Dan aku mengatakan bahwa suami nyonya yang telah membeli Via. Tanpa memperkenalkan siapa sebenarnya kalian. Dan atas permintaanku pula,suami Nyonya tidak pernah memberi tahu status nya meski di depan publik sekalipun " ucap Baron.


" Terus,mulai kapan kalian merencanakan ini? " tanya Dina penasaran.


Karena setahu Dina,sewaktu kecil mereka sangat membenci Baron.


" Dua bulan sebelum ibu ( Sukma) meninggal " ucap Baron.


William hanya diam tak membalas pertanyaan mereka. Dia hanya membiarkan Baron untuk menjawab semuanya.


" Kenapa harus dengan cara seperti itu,yah? " tanya Via.


" Karena kebodohan ayah. Dan karena keserakahan Lita. Ibu tirimu "


Ya Tuhan,jadi selama ini,ayah sama menderitanya denganku. Terus tentang menjual aku di media online juga ternyata itu perbuatan Bunda Lita. Kenapa bunda Lita jahat sekali ? Pikir Via.


^


Semua kebenaran yang membuat mereka salah paham selama ini mulai terkuak. Dan semua di akibatkan hanya oleh seorang wanita.


Reza membantu Via turun dari mobil setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit dari rumah sakit. Sementara Baron di bantu Bagas yang sudah standby di depan rumah Reza sejak mereka mengabarkan akan pulang hari ini juga.


" Tuan,bisa berbicara sebentar? " ucap Bagas pada Reza di saat semua sedang berbincang di ruang keluarga.


" Perusahaan Nyonya Vera akan mengadakan rapat untuk para pemilik saham. Dan mereka menginginkan kehadiran Nona Via di sana " kata Bagas hati-hati.


" Tidak bisakah aku saja yang ke sana atau paman Robert mungkin? "


" Tidak Tuan. Karena Tuan Robert pun telah menyerahkan sepenuhnya kepada Nona Via " ucap Bagas.


" Baiklah. Terus jam berapa pertemuan itu di adakan? "


" Nanti siang pukul dua,Tuan "


" Oke,kalau begitu katakan pada mereka bahwa kami akan datang untuk menghadiri rapat tersebut "


" Baik. Tuan "


Setelah itu Bagas keluar meninggalkan Reza yang kini mulai membuka setiap Email yang masuk melalui layar komputer nya.


Ternyata semua semakin buruk saja. Semoga perusahaan Bunda baik-baik saja. Batin Reza.

__ADS_1


^


Via berjalan menaiki tangga sambil membawa secangkir teh hangat untuk Reza. Dia merasa bosan duduk sendiri di saat para orangtua membicarakan kisah masa lalu mereka.


" Sayang... " panggil Via.


Sejak di rumah sakit,Reza meminta Via untuk memanggilnya dengan panggilan yang romantis.


" Masuk,yank " balas Reza tanpa mengalihkan pandangannya. " Sini " panggilnya.


Dengan perlahan Via berjalan menghampiri Reza. Setelah dekat,Via di tarik ke dalam pelukannya dan di dudukannya di pangkuan Reza.


" Aku kangen...Kangen kamu dan baby " ucap Reza sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Via.


" Nanti siang temani ke kantor Bunda Vera ya,Yank " kata Reza.


" Tapi,bukankah aku hanya memantaunya saja? "


" Untuk kali ini,kamu harus datang sendiri ke sana "


Dengan malas,Via mengangguk. Dia juga merasa penasaran dengan kantor milik ibu kandungnya itu.


" Baiklah. Aku akan pergi ke sana "


" Hmm "


Cup


Reza mencium bibir Via lembut,sambil mengelus perut Via dari balik dress yang sedang Via kenakan. Setelah di rasa akan kehabisan napas,Reza menyudahi permainan di bibir mereka.


" Terimakasih " ucap Reza membuat pipi Via merah merona.


Tanpa berkata,Via turun dari pangkuan Reza dan berlalu ke luar untuk menemui keluarganya lagi di bawah. Reza hanya tersenyum menatap Via. Lucu sekali istriku itu pikir Reza.


^


Author :


Pertama aku mau berterimakasih banyak buat pembaca setia Si Mungil Kesayangan. Meskipun makin ke sini alurnya tidak seperti yang kalian harapkan.🙏🙏


Untuk selanjutnya,aku juga mau ngasih tahu,bahwa Si Mungil Kesayangan ini sebentar lagi akan tamat. Gak nyampe chapter 80 lebih loh..😊😊


Menurut kalian,apa aku lanjutin ceritanya untuk anak Via dan Reza atau bikin baru lagi?

__ADS_1


Minta sarannya ya..🙏🙏🙏


" Terimakasih "


__ADS_2