Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Tegang


__ADS_3

Miko di bawa ke rumah sakit oleh Dion atas perintah William,sedangkan Susan sendiri di bawa ke kamar tamu untuk di periksa Dr.Irwan.


Semua orang tanpa sibuk dengan kecemasan mereka. Kia dan Leonil tetap menerima tamu,mereka di minta untuk melanjutkan acara mereka. Tanpa mereka tahu apa yang Via alami di dekapan Reza.


Wajah Via pucat,tubuh Via pun masih gemetar dan ada sedikit darah yang mengalir dari sela - sela kakinya. Akibat syok berat yang Via alami akibat kejadian yang mengerikan di depan matanya, menyebabkan rasa trauma yang berlebih. Sementara Reza sendiri tidak sadar dengan yang terjadi pada Via. Meskipun Via masih berada dalam dekapan Reza.


Sampai akhirnya,Via tak sadarkan diri dalam dekapan Reza.


" Sayang... bangun yang... " teriak Reza sambil menepuk pelan pipi Via.


Dengan cepat dia membawa Via ke kamarnya. Menggendong Via sambil berteriak meminta bantuan. Dina yang melihat kejadian itu bertambah panik. Bahkan keluarga Moto pun berteriak, panik melihat salah satu anggota yang mereka sayangi tidak sadarkan diri.


Belum sembuh rasa cemas mereka,kini bertambah cemas dengan ketidak sadaran Via akibat menahan sakit akibat kram yang dia rasakan sejak kejadian tadi masih berlangsung.


Di saat Reza merebahkan tubuh Via di atas kasur,di saat itulah Reza menyadari ada darah yang tertinggal di tangannya. Membuat Reza mengerjapkan matanya berkali kali. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Mam...Istriku... " ucap Reza pelan dengan wajah yang berubah pucat seketika.


" Via kenapa,Nak? " tanya Dina dan yang lainnya serempak. Mereka masih belum menyadari yang kini sedang Via alami.


" Darah... " kata Reza pelan namun membuat mereka dengan cepat mengarahkan pandangan matanya pada Via.


^


Susan terbangun setelah tiga puluh menit tidak sadarkan diri. Dia membuka mata perlahan sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Di sana El dan Bagas serta Widya sedang menunggu Susan bangun sejak tadi.


" Bagaimana,apa kamu tidak apa - apa? " tanya Widya,


Kini Widya sedang duduk di pinggir ranjang yang Susan tempati.


" Aku baik,Nek " jawab Susan.


" Syukurlah. Istirahatlah " ucap Widya.


Sedangkan, Bagas dan El tidak ada yang berbicara di antara keduanya. Mereka masih diam dengan pikiran yang entah kemana.


" Kenapa kalian masih diam di sini. Cepat lihat acara di depan sana. Takut ada yang berbuat tidak baik lagi " ucap Widya pada El dan Bagas.


Dengan berat hati,mereka berdua keluar tanpa ada sepatah kata keluar dari mulut mereka setelah berpamitan pada Widya. Membuat Widya tersenyum penuh arti menatap mereka berdua.

__ADS_1


Sedangkan Susan sendiri hanya mampu mengatur detak jantungnya yang kini berdetak lebih cepat dari biasanya.


Apa kamu tidak merasakan cintaku ini ?


batin Susan.


^


Via di periksa dengan teliti oleh Dokter Irwan. Sementara Reza sendiri kini sedang menangis di pelukan Dina. Walau pun Reza sudah menjadi kepala keluarga dan sebentar lagi akan mendapatkan gelar ayah. Tetapi dia masih membutuhkan pelukan seorang ibu untuk menegarkan hatinya yang sedang kalut.


" Bagaimana keadaan cucuku,Dokter? " tanya Edward.


Untuk sesaat dokter Irwan terdiam sambil menghela napas panjang. Dia sangat bingung,harus mulai dari mana dia menjelaskan semuanya pada mereka?


" Katakan,Dokter. Kami ingin tahu keadaan cucuku serta calon cicit kami " timpal Astrid.


" Sebelumnya,saya minta maaf,Tuan,Nyonya " ucap Dokter Irwan membuat raut wajah Reza semakin tertekuk.


" Nona Via tidak baik - baik saja untuk saat ini. Dia mengalami pendarahan ringan akibat syok dan tubuh nona Via yang lemah. Namun anda tidak perlu khawatir,janin yang ada dalam kandungan Nona Via masih bisa di selamatkan " ucap Dokter Irwan membuat beban Reza seakan terangkat meskipun sedikit.


" Terus bagaimana keadaan,cucuku " kini Astrid yang bertanya.


Sedangkan Reza,dia melepas pelukannya dan berjalan menghampiri Via dengan tergopoh gopoh. Hatinya sakit ketika melihat istrinya harus berjuang mempertahankan anak yang ada dalam kandungannya.


" Kamu harus kuat,Sayang " ucap Reza lirih.


" Dia pasti kuat. Dia akan kuat seperti ibunya " kata Robert.


" Aku percaya,Om. Dia bukan wanita lemah " ujar Reza kemudian.


" Baiklah. Kalau begitu saya pamit dahulu. Dan ini resep obat yang harus Tuan beli " ucap Dokter Irwan.


Dengan cepat Robert mengambil selembar kertas yang di berikan padanya. Untuk sesaat dia memandang keponakannya yang masih terbaring tidak sadarkan diri di atas kasur king size nya.


" Cepat sehat kembali " gumam Robert sangat pelan.


Setelah itu dia keluar dan pergi mencari William agar anak buah William bisa mencarikan obat yang menantunya perlukan.


Sedangkan di pesta pernikahan Kia dan Leonil yang masih berlangsung,para tamu mulai pulang menyisakan beberapa orang yang terakhir datang memberi selamat kepada kedua mempelai.

__ADS_1


" Ada apa,Nat?. Bagaimana menantuku dan sahabatnya itu? " tanya William


" Sahabat Nata baik baik saja,namun Nata sendiri tidak baik baik saja,Will " kata Robert membuat William tertunduk lemas.


" Apa yang sebenarnya terjadi pada menantuku? " tanya William.


Bagaimana pun sikap biasa yang selalu William perlihatkan pada semua orang,tetapi kalau menyangkut keluarganya, maka William akan berbuat berlebihan.


" Dia harus bed rest selama satu bulan. Nata juga tidak boleh banyak berpikir yang tidak - tidak " kata Robert membuat William diam mematung.


" Separah itu? " kata Wiliam tak percaya.


Kia yang tidak jauh dari mereka dan masih memakai gaun resepsi pernikahannya,sangat terkejut ketika mendengar perkataan Robert pada William. Begitu pula dengan Leonil. Mereka berdua tidak mengira bahwa Via akan mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan dalam kisah hidupnya.


" Apa yang,Om katakan itu benar? " tanya Kia tidak percaya.


Robert hanya menganggukkan kepalanya,tanda bahwa yang ia ceritakan itu benar adanya.


Kia berbalik lalu berlari menuju kamar Via. Dia sama sekali tidak menghiraukan Leonil yang kini telah sah menjadi suaminya.


Kamu harus baik baik saja, Via. Kamu harus baik baik saja,karena hanya kamu sumber kebahagiaan keluarga kami,terlebih Reza.


Batin Kia.


^


Sedangkan di dalam kamar,semua orang tampak berkumpul sambil menunggu kesadaran Via.


Kecemasan mereka masih belum selesai sampai di sini. Seperti halnya Reza yang sedang menggenggam tangan Via erat. Bahkan jari jemari Via pun di tautkan dengan jari jari Reza.


Reza sangat takut,bahkan trauma. Kalau saja tidak langsung di periksa,mungkin mereka akan kehilangan buah hati mereka yang bahkan belum sempat melihat betapa indahnya dunia ini. Begitu pun dengan istrinya,yang kini belum sadarkan diri.


◇◇◇


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini. Novel ini tidak akan ada artinya tanpa kalian para pembaca semua.😉😉😉


Jangan lupa like,komen dan Vote nya.🙏🙏🙏


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2