
Hari yang di nantikan oleh keluarga William dan Samuel Barack pun tiba. Di mana putra dan putri mereka akan melangsungkan pernikahan.
Via yang sedari tadi belum bersiap pun membuat Reza menahan kekesalannya. Sedangkan keluarga yang lain,sudah bersiap sedari tadi. Hanya tinggal menunggu Kia yang sedang menyelesaikan riasannya,dan di bantu oleh Indra MUA langganan keluarga mereka.
" Sudah dong,yank. Mau pakai baju yang gimana lagi?. Itu,kan udah di disiapin " tanya Reza di saat Via memilih beberapa pakaian yang akan dia kenakan.
" Aku gak mau pakai pakaian yang itu,Mas.. " ucapnya membuat Reza bertambah frustasi.
" Sayang,kasihan kak Kia yang udah bawain kamu baju itu jauh - jauh dari Amerika " kata Reza mencoba merayu Via.
" Baiklah, aku akan memakainya " balas Via membuat Reza tersenyum.
Setelah Via selesai memakai pakaian yang ia pilih,mereka keluar dari kamar dan segera turun menemui para keluarga mereka yang sudah menunggu kehadiran mereka berdua. Untuk menyaksikan pernikahan Kia dan Leon.
Acara pernikahan Kia pun berlangsung khidmat sampai kata SAH dari para saksi memenuhi pendengaran semua orang. Terlihat kebahagiaan di antara kedua keluarga. Di tambah keluarga Moto yang kini ikut menghadiri akad nikah tersebut,menambah kebahagiaan di antara keluarga William dan Samuel.
Setelah acara tersebut,Kia kembali di bawa ke kamarnya oleh Dina beserta Leonil . Mereka akan berganti baju dan akan melakukan acara Resepsi pernikahan yang telah mereka sediakan di halaman belakang keluarga William.
Sedangkan Via sendiri lebih memilih duduk di antara keluarganya. Berbeda dengan Reza yang kini sedang menerima para tamu dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan mereka. Begitu pun dengan William dan Robert yang mengikuti jejak Reza.
" Selamat Datang,silahkan " ucap Reza pada salah satu lelaki yang memakai jas berwarna navy dengan rambut yang sedikit menutupi salah satu matanya.
Kayaknya aku pernah lihat dia...
Batin Reza.
Sedangkan lelaki tersebut tersenyum menyeringai setelah melewati Reza.
Tunggu permainan itu tiba.
Batin lelaki itu.
Reza meneruskan sambutannya pada yang lain. Dia juga tidak sungkan untuk berjabat tangan dengan mereka.
" Pa kabar Tuan Reza? " ucap seorang lelaki berkacamata yang tidak Reza ketahui.
" Baik. Anda...Siapa? " tanya Reza menajamkan matanya.
Dan lelaki itu terbahak dengan pertanyaan Reza.
" Dia anak Tuan Haidar,Nak " ucap William.
" Kamu,Zain? " tanya Reza.
Dan lelaki itu tersenyum sambil mengangguk.
" Akhirnya kamu mengingatku,sobat " jawab Zain Haidar.
" Bagaimana aku bisa melupakan orang yang selalu berbuat konyol di saat aku masih buta " jawab Reza membuat Zain tambah tertawa.
" Ku dengar kamu sudah menikah? Di mana istrimu itu? " tanya Zain.
Zain sangat penasaran,siapa sebenarnya yang telah membuat hati seorang Reza tunduk jatuh se jatuh- jatuhnya.
" Ajaklah dia menemui istrimu " ucap William yang di angguki Reza.
Mereka pun berjalan menemui Via yang sedang mengobrol dengan Widya,Astrid,Cerrie dan Dina.
" Sayang.. " panggil Reza.
Via menoleh sambil tersenyum,namun detik berikutnya dia tertunduk. Berbeda dengan Zain yang menatap Via dengan tatapan tidak percaya.
" Apa dia istri kamu,Za ? " tanya Zain memberanikan diri.
" Iya,kenalkan. Dia istriku,Via. Dan ini teman masa kecilku,,Sayang. Namanya Zain Haidar " jelas Reza.
Via mau pun Zain tidak ada yang mengulurkan tangan ataupun berbicara di antara mereka. Dan hal itu membuat Reza bingung.
" Apakah kalian saling mengenal? " tanya Reza.
" Tentu. Dia adalah adik dari mantan kekasihku,Agnes " jawab Zain.
__ADS_1
Reza melotot,dunia ini ternyata penuh rahasia dan sandiwara. Orang yang selama ini ada di dekatnya,ternyata mereka sama - sama terhubung satu sama lain.
Sedangkan di sudut ruangan,lelaki yang sempat tersenyum menyeringai tadi menajamkan matanya. Dia sedang menunggu kehadiran seseorang dan akan membawa orang itu pergi.
Kalian terlalu ikut campur dengan urusanku. Maka akan ku pastikan,apapun yang terjadi,aku akan membawa pujaanku. Meskipun harus mencelakai seseorang.
batin lelaki itu.
^
Kedua pengantin kini telah duduk manis di singgasana raja dan ratu seharinya. Mereka tersenyum,menampilkan kebahagiaan di wajah mereka.
Sementara Via,Reza dan Zain sedang duduk bertiga di meja yang ada di salah satu sudut ruangan lainnya.
" Bagaimana kabar orang tua serta kakakmu,Vi ? " tanya Zain.
Via tidak menjawab pertanyaan Zain. Dia hanya menunduk semakin dalam. Bagaimana dia akan tahu keadaan ke dua orang tua serta kakaknya,sedangkan Via sendiri sudah memutuskan untuk tidak ingin tahu keadaan mereka.
" Aku gak tahu " jawab Via pelan.
Reza yang ikut merasakan apa yang Via rasakan,lebih memilih memegang tangan Via yang kini terasa semakin dingin. Sementara Zain sendiri menyerngit heran. Pasti ada yang tidak beres " batin Zain
Sebelum Zain melanjutkan pertanyaannya. Seorang wanita menghampiri meja mereka sambil menatap heran mereka bertiga.
" Haii... " sapanya.
Mereka bertiga menoleh lalu kembali ke posisi semula kecuali Via.
Via tersenyum sumringah.
" Susan... " Ucap Via
" Boleh aku gabung " kata Susan.
" Tentu " jawab Via.
Zain menatap Susan yang kini sedang ngobrol bareng Via.Hingga akhirnya Reza mengajak Zain dan membiarkan mereka mengobrol berdua.
Lelaki yang sejak tadi menunggu kehadiran wanita yang ingin di milikinya, menjadi tersenyum sumringah di saat wanita itu terlihat oleh kedua matanya. Dalam hati lelaki itu,ingin sekali dirinya mendekat dan membawa wanita yang tak lain adalah Susan,untuk menjauh dan membawa Susan pergi.
Ya,..
Lelaki itu adalah Miko. Miko yang sedang menyamar menjadi tamu di pesta pernikahan Kia dan Leonil. Untuk mencari keberadaan Susan yang selama beberapa hari ini tidak bertemu dengannya.
Namun sebelum melangkah mendekati Susan dan Via,seorang lelaki bertubuh kekar dan berwajah bule mendekati kedua perempuan tersebut.
" Sayang... " sapa lelaki itu pada Via.
Via menoleh dan langsung memeluk tubuh lelaki itu. Sedangkan Susan,dia sudah tidak dapat menahan debaran jantungnya yang kini berubah menjadi semakin berdetak kencang.
" Kak El.. " kata Via.
" Iya,Sayang.. Bagaimana kabar mu,adik kecil ? Dan keponakanku ? " ucap El sambil mengelus perut Via.
" Baik,Kak... " jawab Via, sumringah.
Sedangkan Reza sendiri,dia menahan amarahnya sejak melihat kehadiran El di saat memeluk tubuh Via, bahkan tak segan mengelus perut istrinya itu.
" Keterlaluan " ucap Reza tiba - tiba. " Kak,dia itu istriku." ucap Reza menatap tajam El,lalu berpindah pada Via dan seketika menampilkan tatapan teduh. " Kenapa juga kamu peluk - peluk kak El sih, Yang " tanya Reza membuat ketiga orang di depannya melongo.
Bisa berubah gitu ya..
Tadi marah,sekarang manis...
Batin Susan dan Elfredo
" Dia itu adikku,Za. Cemburuan amat " sinis El pada Reza.
Namun bukan Reza namanya kalau dia akan menghiraukan ucapan sinis kakak dari istrinya itu. Dia malah mendekat dan menarik Via ke dalam pelukannya. Membuat Via memukul pelan dada bidang Reza.
" Sempat - sempatnya kamu cemburu sama kak El,Mas " ucap Via kesal.
__ADS_1
Sementara, diamnya antara Susan dan El,mereka berdua sempat mencuri tatapan masing - masing dari ke duanya. Karena tak ingin menjadi semakin salah tingkah,akhirnya El berpamitan pada mereka untuk bergabung dengan keluarga Moto.
" Kakak,ke sana dulu ya.. " pamitnya yang di angguki Susan seorang.
Miko yang melihat tatapan mata Susan pada El jadi semakin marah. Dia tidak pernah mengira,bahwa Susan akan bertingkah malu - malu di hadapan pria lain. Hatinya panas seakan terbakar karena cemburu.
Ketika Via dan Reza yang masih berdebat,serta orang - orang yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing.Miko melangkah maju dan mendekati Susan. Dia mengambil sapu tangan yang sudah di beri obat bius dalam kantong belakang celana panjangnya. Tanpa menunggu lama dia mengarahkan sapu tangan itu tepat di hidung Susan. Membuat pandangan Susan buram dan lama kelamaan membuat kesadaran Susan menghilang.
Ketika kejadian itu menimpa Susan. Kebetulan El lagi melirik Susan dan langsung berteriak. Begitu pula dengan Bagas yang sedari tadi memperhatikan pujaan hatinya.
" Susan... " teriak El dan Bagas bersamaan membuat keadaan yang begitu rame mendadak sepi.
Para tamu yang hadir termasuk keluarga William,Moto dan Samuel melirik El dan Bagas yang kini tengah berlari mendekati Susan. Sementara Via sendiri gemetar ketakutan di pelukan Reza yang memang posisi mereka bersebelahan.
" Jangan mendekat " ucap Miko dingin.
El dan Bagas diam seketika. Mereka tidak mau ambil resiko dengan nyawa Susan serta Via dan Reza sebagai taruhannya.
" Kak Miko " ucap Via pelan.
" Jangan pernah ikut campur dengan urusanku lagi,kalau tidak nyawa dia taruhannya " kata Miko sambil mengarahkan pisau kecil yang hendak menggoreskannya di leher Susan.
Sebagian dari para tamu berteriak ketakutan. Mereka tidak pernah melihat lelaki yang begitu terobsesi seperti Miko. Apalagi menggunakan senjata tajam untuk menggertak lawannya.
" Siapa mereka? " tanya Edward tiba - tiba.
" Iya,siapa lelaki itu " timpal Astrid.
" Cari tahu laki - laki itu,William. Jangan sampai berbuat keributan lagi di sini " pinta Widya
" Dia Miko,ibu. Anak dari wanita yang bernama Erie . Selingkuhan tuan Anton Lesmana,ayahnya Susan." kata William membulatkan mata Widya dan Dina.
" Astaga...jadi,anak lelaki itu ingin balas dendam dengan Susan ? " teriak Dina menghebohkan para tamu undangan.
" Tidak. Justru anak lelaki itu sangat mencintai Susan " ujar William menambah kaget Widya dan Dina.
Sedangkan, keluarga Moto hanya melihat kejadian itu. Mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" To..tolong..Lepaskan dia Kak,Miko " pinta Via terbata.
" Gak akan. Gak akan pernah ku lepaskan lagi,Via. Aku mencintainya " balas Miko dengan suara sedikit lemah.
" Tapi cara mencintai kakak itu salah " ujar Via membuat amarah Miko kembali memuncak.
" Apa pun itu,jangan pernah canpuri urusanku " katanya.
Reza tak bisa berbuat apa - apa,Bukan Reza tak ingin menolong Susan yang kini tepat di hadapannya. Tapi nyawa Via dan anaknya kini menjadi tanggung jawab Reza yang paling utama.
^
Acara pernikahan yang seharusnya menjadi acara membahagiakan kini berubah menjadi acara menegangkan. Sebagian para tamu memilih menonton siaran live di hadapan mereka ketimbang menyalami kedua pengantin dan memberikan selamat.
nekat sekali pemuda itu...
Iya,apa dia tidak punya urat malu hingga berbuat seperti itu dan menjadi tontonan kita...
Kasihan gadis yang pingsan itu,...
Iya..,kenapa juga mereka diam tanpa ada pergerakan.
Ucapan para tamu undangan itu membuat telinga El dan Bagas semakin panas. Tanpa menunggu lagi,Bagas mencoba memberi isyarat pada El lewat tatapan mereka.
Setelah itu mereka maju,yang satu memilih maju dari depan dan satu dari belakang.
" Berhenti " teriaknya pada El,yang maju dari posisi depan. Namun El tetap maju tak menghiraukan teriakan Miko.
Sedangkan Bagas sendiri,kini mendekati Miko,lalu memukul tengkuk leher Miko dari belakang,hingga Miko pingsan.
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1