
Angin malam menerpa seorang gadis yang berdiri menatap langit dengan sejuta bintang, di balkon kamarnya. Sesekali gadis itu menghela napas kasar,bahkan tak jarang butiran kristal di ujung matanya jatuh bersamaan rasa sakit yang kini sedang ia rasakan.
" Sudah malam,kamu tidurlah " ucap seorang pria yang sedang diam mematung menatap gadis yang sangat ia cintai menangis dalam kesendirian.
" Apa aku wanita buruk,sehingga Ayahku memanfaatkan aku? " ucap gadis tersebut.
" Tidak. Bahkan kamu itu sangat terbaik. Apa lagi di dalam hatiku,Susan " ucap Bagas.
Susan menoleh sambil tersenyum getir.
" Apa artinya aku di dalam hatimu itu? " tanya Susan.
Sungguh Susan sangat lelah dan ingin mengakhiri semuanya. Dia ingin memiliki orang yang dapat menjadi sandaran untuknya. Dapat melindunginya juga menyayanginya.
" Kamu bagiku bagai bulan di tengah para bintang. Kamu itu sangat spesial untukku,Susan. Karena aku mencintaimu " kata Bagas menatap dalam netra Susan.
Susan menangis tersedu sambil menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.
" Aku tidak pantas untuk kamu cintai,Bagas. Aku hanya anak yang tidak di inginkan kedua orangtuaku. Dan aku tidak mau mengecewakanmu " kata Susan,pilu.
Bagas segera menarik tubuh Susan ke dalam dekapannya. Bahkan Bagas juga ikut menangis,merasakan sakit yang di alami Susan sekarang. Dia bahkan sempat teringat ucapan seseorang yang membuat dia berani melindungi Susan dan menjaganya.
" Jangan pernah berkata seperti itu. Karena bagiku,kamu yang terbaik " kata Bagas.
Bagas bahkan tidak ragu mengusap punggung Susan yang kini berada di dalam dekapannya. Pikirannya terlintas pada beberapa minggu ke belakang di saat dia menghadiri pernikahan Kia dan Leonil.
" Aku mencintainya. Tapi aku tak bisa menjaganya " kata pria itu ketika mereka keluar dari kamar dan meminta Bagas mengikutinya.
" Lalu,untuk apa Tuan El memanggilku ke sini. Hanya untuk mengucapkan hal itu? " tanya Bagas.
" Tidak,Bagas. Aku mau titip cinta aku padamu. Aku tahu,bahwa kamu juga sangat mencintai,Susan. Tapi kita berdua tidak akan memiliki dia bersama. Jadi biarkan aku yang mundur,dan aku minta sama kamu. Jaga dia,jaga cinta aku untuk dia " kata Elfredo.
Bagas tertunduk. Sebenarnya dia juga masih ragu dengan perasaannya. Karena baru kali ini Bagas merasakan rasa yang aneh dalam hatinya.
" Tapi...
__ADS_1
" Dengar Bagas. Mungkin kamu belum menyadari perasaanmu. Tapi aku tahu,bahwa cintamu untuk dia lebih besar dari pada cintaku untuknya. Dan satu hal lagi,dia akan sangat membutuhkanmu. Dan di saat itu,aku tidak tidak bisa membantunya. Hanya kamu. Jadi jaga dia untukku " potong El sebelum dia beranjak pergi.
Perkataan El yang di ucapkan padanya hari itu membuat Bagas mengerti. Ternyata cinta El sangat besar di bandingkan dengan rasa cintanya pada Susan. Namun El memilih mundur karena tidak bisa melindungi Susan tiap saat di saat seseorang yang akan mencelakai Susan bertindak seperti kejadian tadi siang.
Di saat Bagas ingin melepas pelukannya,di saat itu Susan menahannya.
" Jadilah sandaran untukku. Dan jagalah aku,lindungi dan sayangi aku " kata Susan di dalam dekapan Bagas. Membuat Bagas diam mematung.
Namun setelah itu,Bagas tersenyum senang.
" Aku janji akan menjagamu,dan menjadi sandaran untukmu " ucap Bagas.
Akhirnya malam ini menjadi malam yang sangat spesial untuk Susan dan Bagas. Meski ini hanya awal dari kejutan besar yang menanti di masa depan. Mereka tetap menikmatinya untuk rasa yang mulai tumbuh dan mulai merekah di hati keduanya.
^
Sementara di kota B.
Via berdiri di pinggir kaca besar yang memperlihatkan ombak malam di pantai yang sedang menari memperlihatkan gelombang yang sangat indah menurut pandangan matanya.
Reza tersenyum menyeringai di saat melihat Via yang masih asyik dengan dunianya. Dia mendekat lalu memeluk tubuh Via dari belakang. Sesekali ia kecup pelan leher Via. Bahkan ia juga tak sungkan menjilat telinga Via membuat Via menggeliat geli.
" Mas,jangan nakal " kata Via pelan.
" Mas,gak nakal kok sayang " bisik Reza.
Bahkan kini Reza semakin semangat menggoda istrinya.
" Mas..ah... " ucap Via.
" Kenapa? hm " goda Reza.
Via semakin kesal dengan tingkah Reza. Dengan sekali gerakan,sikut Via mendarat di perut polos Reza, membuat Reza mengaduh kesakitan.
" RASAIN " ujar Via dingin dan langsung meninggalkan Reza yang masih memegang perutnya sambil tergelak tawa.
__ADS_1
Sebenarnya Reza tidak merasakan sakit sama sekali. Dia hanya ingin melihat tingkah istrinya yang sedang kesal karena godaannya. Karena di saat itu,ada yang berbeda di dalam diri istrinya.
Setelah selesai memakai baju santai nya. Reza mendekati Via yang sedang memainkan ponsel sambil membelakangi Reza. Hati Via masih merasa kesal pada Reza. Dia tidak mengerti,kenapa setelah Via hamil Reza semakin sering menggodanya.
" Sayang..." panggil Reza
" hm..
" Sayang... " panggilnya lagi.
" Ekhem "
" Sayang..ish,balik sini dong. Mas kangen " kata Reza membuat Via menghentikan kegiatannya dan menyimpan ponselnya.
Via berbalik dan menatap tajam Reza. Dia memasang muka garang ala emak - emak penagih hutang di kontrakan. Membuat nyali Reza sedikit menciut. Takut - takut kalau kucing betina itu mencakar wajahnya.
" Apa? " ketus Via.
" Jangan marah,Mas hanya bercanda,Sayang " kata Reza.
Kini tangan Reza terangkat,lalu mengelus pelan pipi Via. Via pun menajamkan matanya,menikmati setiap sentuhan yang Reza berikan. Lama kelamaan sentuhan itu berubah menjadi sentuhan nakal. Membuat Via terbuai dan Reza dengan senang hati melanjutkan aksinya.
Reza mendekat lalu mencium lembut bibir Via. Menyalurkan semua rasa sayang yang semakin hari semakin berkembang. Tangan nakalnya pun semakin lama semakin agresif. Membuka semua yang melekat pada tubuh mereka tanpa meninggalkan jejak. Lama melakukan elus sana elus sini. Akhirnya malam itu mereka melakukannya.
Reza membanting tubuhnya di sebelah Via. Setelah permainan yang mereka lakukan selesai,meninggalkan napas yang masih belum stabil serta detak jantung yang masih berpacu membuat mereka mengistirahatkan tubuh mereka untuk sesaat.
" Makasih,Sayang " kata Reza sambil mencium kening Via,setelah itu beralih pada perut Via yang kini sedikit membuncit " Sehat terus sayang. Jaga Mommy terus,dan jangan nakal " ucap Reza membuat Via tersenyum geli.
" Iya,Daddy. Aku akan jaga Mommy,dan aku juga tidak akan nakal " jawab Via menirukan suara anak kecil.
Mendengar ucapan Via membuat Reza tergelak tawa. Ada-ada saja tingkah unik istrinya itu. Selalu membuat bahagia dirinya serta membuat senyum Reza selalu merekah.
Reza menarik Via ke dalam pelukannya. Mendekap tubuh Via sampai Via merasa nyaman dan tertidur dalam pelukan Reza.
" Aku tidak akan membuat kamu sedih lagi. Sampai kapanpun, hanya ada kebahagiaan saja dalam rumah tangga kita,bersama anak yang akan menghiasi hari-hari kita. Aku usahakan janjiku terpenuhi " batin Reza.
__ADS_1
Akhirnya,bukan hanya Bagas dan Susan yang merasa bahagia,tetapi Reza dan Via pun semakin merasakan kebahagiaan yang berlimpah dalam kehidupan rumah tangganya.