Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Tidak akan ku biarkan


__ADS_3

Sementara di bandara kota B,pesawat yang Reza dan Via tumpangi telah mendarat sempurna dan kini mereka sedang menunggu kedatangan orang yang akan membawa mereka pergi ke tempat yang sudah Reza persiapkan.


" Maaf...Menunggu lama Tuan Reza " ucap lelaki paruh baya yang kini membungkuk menghadap Reza.


" Tidak masalah Pak Riki,kami juga baru sampai " ucap Reza.


Setelah itu mereka berdua berdiri,lalu mengikuti langkah Riki yang kini telah berganti menyeret koper Via dan Reza.


Selama dalam perjalanan,Via tidak pernah melepaskan genggaman tangan Reza. Bahkan ketika Via masih berada di dalam pesawat,dia dengan sengaja memejamkan matanya untuk meredakan rasa takut yang sedang menyerangnya.


" Kita ini sudah di mobil,Sayang. Dan kamu masih memejamkan matamu. Oh,Ayo lah.... Aku terlalu tampan dan sayang untuk kamu lihat " ucap Reza membuat Via membuka mata tiba-tiba sambil menatap tajam Reza.


" Mas, itu narsisnya kurangi,bisa? " tanya Via.


Reza tergelak,dia sangat senang menggoda istrinya. Dan semenjak hamil,baru kali ini Reza dapat menggoda Via kembali.


" Hahaha.. lagian kerjaannya merem terus. Kan merasa aku tuh sendiri di sini " ujar Reza.


" Maaf.. " ucap Via.


Reza tersenyum lalu menarik Via dalam pelukannya. Tak lupa dia juga mencium puncak kepala Via sesekali. Membuat Riki merasa sedikit kurang nyaman di antara makhluk yang sedang bermesraan itu.


Dua puluh menit berlalu,Reza tiba di sebuah vila yang telah ia persiapkan untuk babymoon mereka.


" Apa kamu suka? " tanya Reza.


Reza merasa heran karena sejak tadi Via hanya menatap villa tersebut tanpa berkedip dan bicara.


" Suka banget,Mas " ucap Via pelan.


Reza tersenyum,setelah itu dia mengulurkan tangannya pada Via. Mengajak sang istri turun bersamanya. Dan tentu saja,Via membalas uluran itu dengan hati yang sangat senang.


Sedangkan Riki sendiri,memilih pergi terlebih dahulu meninggalkan Via dan Reza yang masih menikmati pemandangan yang membuat pikiran serta matanya kembali segar.


Ini sungguh mengagumkan. pikir Via.


Dia tak henti hentinya menatap sekeliling. Rumah kayu dengan desain modern di tambah pohon serta bunga yang berjejer di pinggir jalan membuat Via enggan untuk pergi dari tempat tersebut. Bahkan hanya sekedar melangkahkan kakinya pun terasa sangat berat untuk Via.

__ADS_1


Namun rasa lelah dan pusing di kepalanya membuat Via lebih memilih masuk ke dalam villa tersebut dan beristirahat.


^


Di lain tempat,Miko sedang menahan amarahnya. Sejak dia mendengar bahwa ke empat anak buah yang di tugaskan olehnya untuk menjaga Susan dan Anton telah kalah oleh anak buah Bagas,membuat Miko ngamuk dan sempat mengurung diri di dalam kamarnya.


Baiklah,Bagas. Kalau kamu mau kehidupanmu semakin pendek. Aku akan mengabulkannya. Batin Miko.


Setelah itu dia kembali menelpon orang yang akan menjadi suruhannya kini.


" Ku harap,kamu bisa menemukannya kembali dengan cepat " kata Miko.


Setelah itu dia memutuskan sambungan telponnya. Jangan harap kamu bisa kabur dariku Susan. Dan untuk kamu,Bagas. Aku akan membuat perhitungan denganmu. batinnya.


Bagas dan Susan sendiri,mereka kini sedang berada di apartemen Bagas. Keputusan Bagas untuk membawa Susan pergi bersama dan tinggal bersamanya, membuat Susan merasakan kenyamanan tersendiri dari Bagas.


Apa aku sudah melupakan rasa sukaku pada kak El,kenapa aku selalu merasa nyaman ketika bersama dengannya. Meskipun ku tahu,dia melindungiku atas permintaan sahabatku,Via. pikir Susan.


Namun yang sebenarnya,semua itu atas inisiatif Bagas,tanpa perintah Via. Bahkan Via sendiri untuk saat ini menganggap Susan baik-baik saja. Karena di saat mereka menukar kabar,Susan sendiri selalu menutupi keadaan yang dia alami selama ini. Berhubung Susan tidak mau menambah beban fikiran Via yang kini tengah hamil muda dan akan mengakibatkan hal yang tidak di harapkan terjadi.


" Makanlah " kata Bagas mengembalikan dunia Susan.


" Aku sudah bilang,Bagas saja. Karena aku tidak setua itu " balas Bagas membuat Susan tertunduk.


" Baiklah " ujar Susan.


" Makanlah. Nanti makanannya keburu dingin " ucap Bagas mengulang kata katanya.


Dengan ragu Susan mengambil makanan yang telah di siapkan Bagas untuknya.


" Ini enak sekali " ucap Susan di saat satu suapan mendarat di dalam mulutnya.


" Benarkah " ujar Bagas antusias.


" Iya,... "


Setelah itu tidak ada percakapan kembali di antara mereka. Susan menikmati makannya,sementara Bagas menikmati pemandangan indah menurut pandangan matanya. Hingga sesekali pandangan mereka bertemu hingga saling menatap. Membuat jantung Susan berdetak lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


^


Sementara di villa,Via langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size yang terletak di kamar mereka. Dia merasa lelah,sementara Reza tersenyum menatap istrinya itu.


" Gak mandi dulu,yang.. Biar tidurnya nyenyak " ucap Reza.


" Aku capek,Mas " balas Via.


Setelah itu tidak ada balasan lagi dari Via. Dan Reza memilih membiarkan istrinya untuk tidur,sementara dia sendiri memilih membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia menyiapkan makan malam untuk mereka.


^


Hari semakin gelap,Via masih tertidur sedangkan Reza telah selesai memasak.


Reza memilih untuk duduk sambil memangku laptop di pahanya. Dia mengerjakan tugas kantor yang sempat Bagas berikan. Tak lupa semua informasi tentang Susan pun Bagas ceritakan pada majikannya itu. Dia tidak mau mengambil resiko di saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepadanya.


Dia juga mengatakan kalau Miko adalah orang yang selama ini mereka curigai. Orang yang telah membuat Susan resign dari kantor Reza secepat itu. Tak lupa,Bagas juga menceritakan tentang dua istri Miko yang kini berada di negara F atas perintah Miko.


" Miko..Miko... lelaki macam apa kamu. Cinta itu tidak harus semenyakitkan itu. Kamu memang lelaki paling bodoh " gumam Reza.


Menurut Reza,Miko hanya sedang menggali lubang kuburnya sendiri. Sebagai lelaki,dia juga sangat terkejut di saat mengetahui ada seorang lelaki yang mencintai wanita lain,sedangkan dia juga menikahi dua wanita lain untuk kesenangannya.


" Bodoh " ucapnya sambil menutup laptop di pengakuannya lalu menaruhnya di atas nakas.


Via terbangun di saat sebuah tangan mengelus lembut perutnya. Dia juga merasakan deru napas yang menyeruak di ceruk lehernya. Bahkan kecupan kecil dari bibir lembut itu pun Via rasakan.


" Mas... " panggilnya


" Tunggu sebentar saja,Mas rindu harum tubuhmu " ucap Reza.


Via tersenyum sambil membalikkan tubuhnya. Dia menatap mata Reza yang kini menatapnya.


" Kenapa berbalik? " tanya Reza


" Mas kenapa?. Apa ada masalah? " tanya Via.


" Tidak ada. Mandi sekarang,udah gitu kita makan " ucapnya.

__ADS_1


Via tersenyum lalu mengangguk,Reza pun melepas pelukannya dan membiarkan Via membersihkan tubuhnya sendiri.


" Kalau kamu tahu apa yang kini menimpa sahabatmu,kamu pasti tidak akan merasa tenang dan pasti hal itu akan berakibat pada kandunganmu.Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena seminggu ini,waktu mu hanya mikikku " batin Reza.


__ADS_2