
" Istrimu mana,Za? " tanya Dina.
Dina merasa heran,kenapa Reza turun hanya sendiri tanpa Via. Begitu pun dengan mereka yang kini berkumpul di ruang keluarga.
" Dia tidur,Mi " jawab Reza sambil duduk di antara kedua keluarganya. " Paman Wira dan Bibi Meli gak ke sini,Nek ? " tanya Reza pada Widya. Dia menanyakan Wira dan Meli.
" Dia masih ada urusan di luar negri,mungkin mereka gak bisa menghadiri pernikahan, Kia. Karena tadi mereka bilang masih belum selesai dengan urusannya " jawab Widya.
" Oh begitu "
Robert yang sejak tadi mendengar nama Wira,sedikit berfikir keras.
" Apakah yang kamu maksud itu,Wira adiknya William? " tanya Robert tiba-tiba.
" Benar,Om. Dia adik Papi " jawab Reza heran.
Berarti benar seperti dugaanku.
batin Robert.
" Memangnya,Om kenal sama paman Wira? " tanya Reza penasaran.
" Sangat kenal. Dia itu salah satu rekan kerja kami di perusahaan J.K Moto Chase " beber Robert membuat Reza menatap Robert tajam.
" Benarkah? "
" Tentu. Dan dia juga salah satu orang yang pantas di segani " ucap Robert mengembangkan senyum Reza.
Ekhem...
Suara batuk Dina membuat Robert dan Reza menoleh bersama.
" Bisakah kita makan malam sekarang saja,takutnya kalian ingin istirahat setelah makan karena melakukan perjalanan jauh yang kalian tempuh " ajak Dina pada semua orang.
Mereka pun berdiri mengikuti langkah Dina terkecuali Reza.
" Kenapa gak ikut makan malam bersama?, " tanya Widya tiba-tiba.
" Aku akan makan bareng istriku aja,Nek," jawab Reza yang di angguki Widya.
^
Di lain tempat,di sebuah apartemen...
Seorang gadis sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Dia mengejar waktu juga pelajaran yang sempat tertinggal.
Selama dia tinggal di apartemen,tak ada seorang pun yang menanyakan kabarnya. Bahkan ibu dan Ayahnya pun tak pernah menghubungi Susan. Kecuali Dina dan Via,terkadang juga Bagas yang memang di tugaskan menjaga dirinya.
" Selamat Malam,Nona Susan," ucap lelaki bertubuh tegap ketika Susan membuka pintu, sambil membawa sekantong makanan ringan yang sempat ia beli sebelum menemui Susan.
" Selamat Malam juga,Pak Bagas " ucapnya sambil tersenyum ramah." Ada apa? " tanyanya.
__ADS_1
" Saya mau mengantarkan makanan ini untuk anda. Dan titipan ini juga dari Nona Via " kata Bagas sambil memberikan selembar kartu undangan bertuliskan ' Pesta Pernikahan Zaskia Aurora William dan Leonil Barack ' di sampul kertas itu.
" Baiklah. Terimakasih,Pak " ujar Susan.
" Bagas saja,saya tidak setua itu " ucap Bagas sambil tersenyum, membuat Susan menganggukkan kepalanya.
" Baik "
Bagas pamit dan berlalu meninggalkan apartemen Susan.
Setiap hari,Bagas selalu datang membawa makanan untuk Susan. Dalam hati kecilnya dia mulai tertarik pada gadis yang kini sedang di jaga secara pribadi olehnya.
Apakah aku bisa mendapatkan hatinya?
batin Bagas.
Namun, Bagas sendiri belum mengetahui kalau Susan memiliki perasaan untuk lelaki lain,meski terkadang hati Susan pun sedikit menghangat ketika Bagas perhatian padanya.
Di lain tempat,Miko yang memang sudah keluar dengan jaminan,setiap hari memantau kediaman William dari kejauhan. Berharap dapat melihat dan bertemu kembali dengan Susan.
" Di mana mereka menyembunyikan Susan, " gumam Miko.
Namun sia-sia saja,karena tak ada Susan keluar dari rumah William. Dia hanya melihat beberapa orang yang sedang mondar mandir untuk mempersiapkan pesta pernikahan Kia yang akan di laksanakan hari esok.
Sial. Mereka begitu rapi menyembunyikan wanitaku. Aku harus lebih giat lagi mencarinya batin Miko.
^
" Sayang bangun " ucap Reza setelah dia menaruh nampan dan berjalan mendekati Via.
Di kecupnya berkali kali wajah polos istrinya itu. Istri yang sangat Reza sayangi. Istri yang membawa begitu banyak perubahan dalam hidupnya.
" Enngghht... " lenguh Via. " Mas...,jam berapa ini? " tanya Via dengan suara serak khas bangun tidur.
" Ini sudah jam delapan malam." ucap Reza," Sekarang kamu harus membersihkan tubuhmu,Sayang. Setelah itu kita makan bersama " ucap Reza.
Via bangun dari tidurnya, di bantu oleh Reza. Setelah itu dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi dengan selimut yang membungkus tubuh polosnya.
Sementara Reza hanya tersenyum sambil memperhatikan istrinya. Makin ke sini makin gemesin batin Reza.
Lima belas menit pun berlalu,Via keluar dengan handuk yang melilit di bagian tubuhnya,serta rambut basah yang terurai membuat tubuh Via semakin sexy dalam benak Reza.
" Sini,Mas bantu keringin rambutnya " ucap Reza sambil mendekat dan mengambil hair dryer.
Dengan telaten,Reza membantu Via mengeringkan rambutnya. Sesekali dia cium ujung rambut Via,membuat Via tersenyum dengan tingkah Reza.
" Sudah kering,yuk makan dulu " ajak Reza.
" Aku mau pakai baju dulu " jawab Via.
" Baiklah, "
__ADS_1
Setelah Via memakai kimono tidurnya,barulah Reza dan Via makan bersama. Sesekali Reza menyuapi Via yang sudah merengek meminta berhenti makan.
" Ini buat dedeknya. Bukan buat Mommy nya " tegas Reza membuat Via semakin pasrah.
Lama kelamaan makanan yang mereka makan akhirnya habis. Tak lupa Via juga menghabiskan susu hamil yang di buat khusus oleh Reza.
" Kakek,Nenek,Paman,Bibi serta Kak Kia sudah sampai " ucap Reza membuat Via menoleh sambil memegang perutnya yang terasa begah.
" Kapan Mas? " tanya Via.
Pasalnya dia belum mengetahui kehadiran keluarga serta kakak iparnya.
" Tadi. Bareng sama,Mas "
" Oh... kalau gitu,aku temui mereka dulu,Mas " ujar Via yang hendak berdiri.
" Jangan sekarang, mereka sudah istirahat sejak tadi " kata Reza membuat Via mengurungkan niatnya.
" Ya sudahlah.. " ucap Via kecewa.
Padahal aku kangen banget sama mereka.
Batin Via.
" Lebih baik,Sayang nya Mas, istirahat saja. Jangan sampai kamu kelelahan " kata Reza membuat Via cemberut.
Mau tidak mau,Via pun menuruti perintah Reza. Dia berjalan mendekati ranjang mereka. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya, yang di susul Reza ikut merebahkan tubuhnya di samping Via.
" Selamat tidur,Sayang.. "
Satu kecupan mendarat di kening Via.
" Selamat tidur juga,Nak. Daddy sayang kalian "
Kali ini kecupan Reza beralih di perut Via. Membuat Via tertawa geli.
" Hahaha.. Aku geli,Mas " ucap Via menghentikan kecupan Reza di perutnya.
" Baiklah,sekarang Mommy Natavia harus tidur " kata Reza.
Via tersenyum teduh mendengar suaminya memanggil nama Nata pada dirinya. Ada rasa tak biasa dari dalam hati Via ketika panggilan itu keluar dari mulut Reza.
" Aku suka nama Nata, merasa ibuku ada di dekatku " kata Via lirih.
" Maafin Mas, Sayang. Mas, gak bermaksud membuat kamu menangis " kata Reza yang sedang kalang kabut.
Reza sangat tahu kalau istrinya tidak ingin memakai kedua nama itu. Nama yang membuat dia berubah seketika. Nama yang mengandung banyak rahasia di masa lalu,dan itu sangat menyiksa Via.
◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1