
Di sebuah ruangan bernuansa biru putih itu,semua orang memandang dekorasi rumah William dengan tatapan kagum. Di sana juga terlihat dua lelaki yang berbeda usia sedang menerima tamu yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarganya.
" Selamat Datang, calon besan " ucap William pada calon mertua Zaskia, lalu mereka berjabat tangan.
" Terima kasih,.. " jawab Samuel ( Ayah Leonil )
" Apa kabar Papi ? " tanya Leonil pada William dan mencium tangan calon mertuanya.
" Papi sangat baik,Nak " jawab William.
Untuk sesaat Leonil melirik lelaki samping calon mertuanya itu. " Kamu Reza kan? " lanjutnya dan Reza hanya tersenyum sambil mengangguk.
" Ini anak kamu,Will? " tanya Samuel sambil melirik Reza dan tersenyum.
" Iya,dia Reza anakku " jawab William
" Saya Reza,Om. Adik kak Kia " ujarnya sambil mencium tangan Samuel.
Perlu di ketahui,Leonil Barack adalah anak tunggal Samuel Barack,ibunya meninggal ketika melahirkan Leonil dan sejak saat itu,Samuel memutuskan tidak menikah kembali. Dan lebih memilih mengurus putra tunggalnya sendiri,sebagai ayah sekaligus ibu untuk Leonil.
Setelah itu,mereka berjalan dan berbaur dengan para tamu yang telah hadir memenuhi rumah kediaman William.
Semua orang merasa penasaran. Kenapa seorang Dion Martadinata mengadakan pesta yang begitu meriah untuk keluarga William. Apakah Dion dan William saudara kandung yang saling menyayangi? pikir mereka semua.
" Permisi, mohon perhatiannya untuk semua " ucap Dion di atas pelaminan sambil memegang mic dan membuat semua orang beralih menatap Dion " Pertama saya sangat berterimakasih atas kedatangan bapak dan ibu yang terhormat. Hari ini saya ingin menyampaikan beberapa acara yang akan di selenggarakan dalam acara yang kami selenggarakan. Seperti yang kalian ketahui,bahwa acara ini adalah acara Resepsi Pernikahan Tuan Muda Reza Briaguna William dan Nona Muda Silvia Kurnia Dewi sekaligus acara Pertunangan Nona Zaskia Aurora William dan Tuan Muda Leonil Barack " ucap Dion membuat semua orang menatap bingung.
...Dan untuk mempersingkat acara,maka hari ini kita akan langsungkan acara yang pertama yaitu pertunangan Nona dari keluarga William dan putra tunggal keluarga Samuel. Untuk dua orang yang akan melangsungkan acara Pertunangan ini,di harap untuk naik ke atas pelaminan sekarang " pinta Dion yang masih menutupi siapa sebenarnya sosok William.
Dengan langkah mantap Leonil menaiki pelaminan yang telah di tercantik sedemikian rupa.
Sedangkan dari lantai atas,turunlah seorang wanita cantik menuruni tangga di gandeng wanita paruh baya. Semua yang menatap wanita itu dengan tatapan takjub.
" Ternyata putri William sangat cantik " ucap salah satu kolega bisnis RWB Grup.
" Iya, benar benar cantik " ucap satunya lagi.
Dengan langkah pasti Kia mendekati Leonil yang tersenyum padanya. Tanpa menunggu lama,kedua pasangan kekasih itu saling menyematkan cincin yang mereka pilih untuk mengikat satu sama lain sebelum ikatan pernikahan yang sebentar lagi akan mereka hadapi.
" Untuk acara selanjutnya,sebelum acara Resepsi pasangan yang menghebohkan publik akhir akhir ini,saya ingin mengumumkan sesuatu hal yang sangat penting dan pastinya akan lebih mengejutkan kalian " ucap tegas Dion membuat orang orang semakin menatap Dion dengan sejuta pertanyaan mereka.
__ADS_1
Tepat di saat Dion berkata seperti itu,Keluarga Hendri dan kedua keluarga sahabat anaknya, Cleo. Mereka baru tiba di kediaman William. Untuk sesaat ketiga keluarga itu tertegun. Mereka terpana dengan dekorasi yang sangat mewah yang baru pertama kali mereka lihat.
Sedangkan di keluarga Baron, Agnes sedang menyaksikan setiap detail acara yang terselenggara di kediaman William. Tak ada satupun chanel televisi yang melewatkan acara menghebohkan tersebut.
Dan itu membuat Agnes semakin marah. Karena tepat hari kemarin di saat dia mendapat kabar dari orang kepercayaannya,bahwa orang yang menyebarkan aibnya itu,tak lain dan tak bukan adalah adik iparnya sendiri.
" Sialan kamu Reza. Dengan sengaja kamu menyebarkan aibku. Lalu dengan tidak tahu dirinya,kalian bersenang senang di atas penderitaan keluargaku " geram Agnes dengan kilatan amarah di matanya.
Kembali ke acara di keluarga William.
Dion menarik napas dalam untuk sesaat.
" Saya akan mengatakan suatu rahasia yang selama ini kami rahasiakan dari kalian dan publik di luar semua " semua orang tak ada yang bersuara,mereka menunggu Dion melanjutkan ucapannya " Pemilik utama RWB Grup yang selama ini saya kendalikan itu adalah pemilik tuan William Simone. Dan tepat hari ini,perusahaan itu pula akan di serahkan kepada putra bungsunya tuan Muda Reza Briaguna William. " Ucap tegas Dion mengagetkan seluruh tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut lewat televisi.
Mereka tak mengira,bahwa bilionere terkaya se- Asia yang selama ini sangat misterius itu adalah William yang selama ini hanya terkenal mempunyai perusahaan kecil.
Seberang sana Agnes ternganga,matanya melotot tak percaya mengetahui fakta mengejutkan itu. Dia sungguh tidak percaya,bahwa suami Silvia yang buta itu adalah anak pemilik RWB Grup yang selama ini tertutupi.
" Ini tidak mungkin... " Ucap Agnes " Seharusnya aku yang ada di sana,dan menjadi menantu keluarga William " lanjutnya dengan lirih.
◇◇◇◇
Dion yang seakan mengerti akan tatapan majikannya,dengan cepat mempersilahkan Reza naik dan duduk di atas kursi pelaminan.
" Acara yang selanjutnya,adalah acara inti dari semua acara " ucap Dion kembali " Silahkan Tuan William, Nyonya Dina, Tuan Reza dan untuk Nona Silvia,kami menunggu kehadiranmu saat ini " lanjutnya. Setelah itu turun dan duduk di kursi khusus untuk para bodyguard keluarga William.
Dengan langkah anggun Dina lebih dahulu menduduki kursi khusus kedua orang tua di atas pelaminan tersebut,di ikuti William dan Reza yang masih berdiri menunggu kehadiran istri mungilnya.
Untuk menutupi ketidak hadiran Baron sekeluarga,William meminta Wira dan Meli untuk menjadi perwakilan dari pihak keluarga Silvia.
Semua acara terekam jelas dalam saluran televisi. Sehingga semua yang terjadi terlihat jelas oleh masyarakat.
Ketika semua perhatian mereka pusatkan pada orang terkaya misterius di depannya,dari lantai atas kembali turun wanita sangat cantik di dampingi wanita paruh baya dan wanita cantik seumuran Dina. Mereka adalah Via yang di dampingi Widya dan Meli.
Tatapan Reza dan kedua orang tuanya fokus pada wanita yang berada di tengah tengah keluarga mereka.
" Akhirnya aku melihat mu,Baby.... Kamu sangat cantik Sayang.. " Ucap Reza dalam hatinya.
Bahkan senyuman dan tatapan mendamba Reza kini menjadi pusat perhatian orang yang lansung mengikuti arah pandangannya.
__ADS_1
*Wah...siapa itu? Sungguh wanita cantik...
Bagai bidadari turun dari langit,cantiknya...
Akh,sungguh aku baru pertama kali melihat wanita secantik dirinya*...
Ucapan itu jelas terdengar oleh Reza. Dan membuat Reza merasa kesal. Ingin rasanya dia menarik mulut orang yang mengagumi istrinya itu. Karena sudah tak sanggup mendengar ucapan mereka yang lebih mendamba,dia turun dan dengan segera menyambut Via dengan mengulurkan tangan kanannya.
Via yang sedari tadi menjadi pusat perhatian merasa gugup. Bahkan tangannya berubah dingin.
" Apa kamu gugup? " tanya Meli berbisik.
" Iya,tante... Rasanya mereka seperti akan menerkamku hidup hidup " ucap polos Via membuat Widya dan Meli terkikik.
Cleo dan kedua temannya menatap tak percaya. Bahwa wanita yang selama ini mereka bully adalah menantu kesayangan keluarga terkaya se Asia.
" Mampus " kata Vini tiba tiba.
" Bagaimana nasib kita,Cleo? " tanya Sela.
" Aku gak tahu " jawab Cleo bingung.
Berbeda dengan Susan yang sangat senang melihat sahabatnya kini dapat merasakan arti kebahagiaan.
" Aku merindukan mu,Baby. Dan kamu sangat cantik " bisik Reza di saat Via menyambut uluran tangan Reza.
" Mas,... " Ucap Via menunduk malu.
" Apa,sayang? " goda Reza.
" Sudahlah, malu. Kita sekarang jadi pusat perhatian orang orang " jawab Via.
" Kita suami istri,jadi gak ada kata malu. Toh kita sah di mata hukum dan agama " ucap Reza.
Via yang tahu sisi keras kepala Reza memilih diam dan duduk di kursi pengantin setelah Reza membantunya duduk.
◇◇◇◇
Sesuai kata Author kemarin,hari ini Author mengirim naskah siang.
__ADS_1
Happy Reading