Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Ciuman untuk perpisahan


__ADS_3

Via tersadar dari tidurnya. Semalam setelah dia menangis di pelukan lelaki yang berstatus suaminya,dia tertidur karna merasa lelah. Matanya kini bahkan bengkak.


Di lihatnya seorang lelaki yang masih tertidur di sebelahnya. Wajah yang tampan,hidung yang mancung dan bibir seksi itu menggoda Via untuk menyentuhnya.


Fix!! kali ini Via yakin,dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada suaminya ini. Jantung yang berdebar lebih kencang,namun saat teringat bawa Reza akan pergi tanpa dirinya. Dia kembali menangis,dadanya sakit,sesak bahkan serasa tersayat.


Kenapa mas melakukan ini sama Via mas?


Apa Via tak pantas bahagia ya Allah? batin Via berperang.


Ada sedikit pergerakan dari Reza karena tangisan Via. Dengan cepat Via membekap mulutnya sendiri.


" Baby,sudah bangunkah? " tanya Reza kala membuka mata.


" Baru bangun,Mas " jawab Via dengan suara serak.


" Kamu kenapa? Hm ? "


" Tidak,Mas. Via baik baik saja ( baik untuk saat ini tapi tidak untuk setengah jam ke depan ucap Via dalam hatinya) Mas jangan khawatir" katanya meyakinkan Reza.


" Bisakah memenuhi janji padaku, baby? "


" Aku janji,Mas... " Via menghembuskan napas " Aku janji akan menjaga hatiku,namun aku juga minta maaf,belum bisa menjadi istri yang sesungguhnya. Maafkan Via,Mas... Bahkan Via belum mampu membuat mas nyaman dalam tiga hari ini " lanjutnya dengan air mata yang semakin deras.


" Stttt...udah jangan bicara begitu,jangan nangis lagi. Mata kamu nanti segede gunung " Ucap Reza mencoba menghentikan tangisan Via lagi.


Via tak tahu,mantra apa yang Reza kasih pada Via,sehingga Via merasa amat sangat di sayangi dari pria buta di depannya. Kini dia bahkan tersenyum mendengar kata Reza. Mata segede gunung gimana,kalau bengkak iya batin Via terkekeh.


" udah nangisnya? " ucap Reza dengan tangan terulur menyentuh wajah istri nya. Mengulang kembali sentuhan yang ia rasakan di wajah istri nya. Matanya terpejam,tangannya ia usap dari dahi,turun ke hidung dan berhenti tepat di bibir Via.


Via sangat menikmati sentuhan itu,dia pun ikut memejamkan matanya. Bahkan saat Reza mendekatkan wajahnya,Via tak menyadari.


Cupp.....


Untuk pertama kalinya Reza mencium tepat di bibir istrinya. Dia juga tak tahu,hasratnya seakan menuntun Reza untuk mengecup bibir mungil istrinya. Sekiranya itu yang di rasakan Reza.


Via yang merasakan benda kenyal dan nafas yang sangat dekat tepat menyentuh bibirnya, kini dia menegang hebat. Jantungnya pun berdetak lebih cepat dari ritme sebelumnya. Matanya terbelalak kaget. Ini ciuman pertama Via,juga sebaliknya. Ciuman pertama untuk Reza.


Sadar dengan yang di lakukan nya,Reza mendiamkan bibirnya,tidak ada pergerakan di sana. Kecupan yang lama tanpa melumat itu seakan menjadi hadiah untuk kepergian Reza,artinya salam perpisahan mereka.


Semalam Reza sudah mendapat tiket yang ia inginkan dari William. Tepat 1 jam mendatang,dia resmi meninggalkan tanah air bersama dengan Kia dan Bagas. Meninggalkan separuh hatinya serta ke dua orang tua yang amat sangat Reza sayangi.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian,kecupan itu terlepas.


" Aku akan menikmati semua milikku ini di saat aku sudah bisa melihatmu " bisik Reza tepat di hadapan Via. " Dan meminta hakku sebagai suami mu. Tunggu Aku, Okey " lanjutnya.


Via tersenyum dengan pipi merona sambil mengangguk. Dia bahagia,sekarang dia berjanji benar benar akan menjaga hatinya. Dia juga sangat bersyukur,bahwa Reza tidak melakukan itu di saat dia belum siap,walau pengorbanannya dia harus jauh dengan Reza.


******


Setelah selesai mandi dan bersiap,Reza kini terlihat lebih tampan. Dengan kaos oblong jaket jeans dan di padu padankan dengan celana panjang jeans juga. Sedangkan Via telah siap dengan seragam sekolahnya. Mereka berdua keluar,dengan Reza di bantu Via. Tongkat saktinya pun tak lupa Reza gunakan untuk menuntun dia.


Barang barang yang akan di bawa Reza dan Kia kini telah tertata rapi dalam beberapa koper yang sedang di angkut dan di letakkan di bagasi mobil.


" Apa tidak bisa tinggal lebih lama lagi,nak ? " tanya Dina. " Kasihan istri kamu nak " lanjutnya.


Via hanya tertunduk, air matanya bahkan sudah mengenang di ujung mata. Kia yang baru turun dan telah bersiap,dia menyerngit menatap Via. Dia paham bagaimana rasanya sebagai pengantin baru yang di tinggal pergi suaminya tepat 3 hari setelah pernikahannya.


" Via, " panggil Kia,Via pun menoleh. Di peluknya tubuh adik ipar oleh Kia. " Kamu harus kuat,Eza emang keras kepala. Dia akan melakukan apa yang ia ingin lakukan. Tapi percayalah. Kakak akan selalu mengawasi suamimu " ucap Kia.


" Terima kasih kak " ucap Via tulus,walau hatinya sesak. Kia berjalan setelah melepas pelukannya. Beralih memeluk Dina dan William.


William yang menyadari perubahan menantunya itu segera berbisik pada istrinya agar menenangkan sang menantu.


" Nak,suamimu akan berangkat sekarang ke bandara " Dina memberi tahu.


Dengan ragu Via mengambil tangan kanan Reza lalu menciumnya. Reza pun membalas dengan kecupan lama di kening Via sambil memeluk pinggang Via. William dan yang lain hanya tersenyum mengerti.


" jaga diri kamu baik baik. Ingat janji kita. Dan jangan menangis. " ucapnya.


" Iya,Mas...Mas juga harus jaga kesehatan. Jangan lupa hubungi Via" pintanya.


Dengan mantap Reza mengangguk dan melepas pelukan nya.


Setelah itu,Kia juga memeluk adik iparnya sayang. Dia berjanji akan selalu mengawasi Reza.


Setelah kepergian Reza ke bandara. Kini giliran Via berangkat sekolah.


Mood Via sangat jelek untuk saat ini,bahkan teriakan dari seseorang yang selalu mengerti kondisinya. Ia hiraukan.


" Vi...Via..." teriaknya. Via menghentikan langkahnya lalu berbalik.


" Ada apa San? " tanyanya pada Susan.

__ADS_1


" Kamu kemana,dua hari kemarin gak masuk ? " tanya Susan.


" Aku ada sedikit urusan "


" Bukan di siksa sama si mak Erot itu lagi kan? " selidiknya.


" Siapa mak erot ?


Via heran kenapa Susan nyebut mak Erot,siapa dia batin Via bertanya.


" Ema sama kakak kamu " ucapnya.


Via kini terkikik " Kamu bisa aja julukin mereka berdua !! " ucapnya " Tapi bukan karena mereka.... " kini wajah Via lebih sendu lagi.


" Terus,kenapa ? " Susan kepo.


" Nanti kalau sudah saat nya aku akan cerita.."


" Baiklah,mungkin kamu memang butuh waktu. Namun akan ku tunggu jika memang kamu berubah fikiran dan ingin membagi denganku. " kata Susan tulus.


" Okey... "


Di seberang sana ada seseorang yang tersenyum misterius melihat Via yang nampak tak bersemangat hari ini.


****


Sedangkan di Bandara Internasional...


Reza sudah masuk ke dalam pesawat,dia menggenggam erat tangan Kia,seakan tak ingin di tinggalkan oleh kakak tercintanya.


Kia sadar,adiknya saat ini lagi menutupi rasa bersalah,rindu serta keinginan yang secara bersamaan.


Maklum ya pengantin baru,bisanya nempel terus. Namun Reza memilih menjaga mahkota istrinya sebelum istri remajanya siap dan dia sendiri bisa melihat lagi, dengan meninggalkan dia dan akan mengambilnya kembali.


Ekstrim memang cara Reza ini.


Namun terbayar dengan kebahagiaan yang menanti di masa depan.


°°°°°°


Author up 2 part dulu.

__ADS_1


Besok,kalau ada waktu di usahakan up lagi..


__ADS_2