Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Kehancuran Diajie


__ADS_3

Beberapa koper telah berjajar rapi.


Sore ini Via dan Reza telah memutuskan untuk pergi meninggalkan kediaman William.


Ada rasa sedih dalam hati Reza,dia sebenarnya tidak tega,kalau harus pergi meninggalkan ke dua orang tuanya. Apalagi kakaknya ( Zaskia ) juga akan segera menikah dan pergi meninggalkan William dan Dina.


" Apa semuanya sudah beres? " tanya Reza di saat Via merebahkan tubuhnya.


" Sudah,Mas. Aku lelah " jawab Via.


" Ya sudah,istirahatlah " ucap Reza." Aku ke luar dulu " lanjutnya


" Hmm,baiklah "


Setelah itu Reza keluar dari kamarnya,meninggalkan istri mungilnya yang tertidur akibat kelelahan.


◇◇◇◇


Sedangkan di keluarga Baron...


Setelah pengusiran yang Baron lakukan kepada Lita dan Agnes,kini mereka telah bersiap meninggalkan rumah keluarga Kurnia.


" Apa kita benar benar harus pergi meninggalkan rumah ini,Bun? " tanya Agnes.


" Tinggal di sini pun hanya makan hati, lebih baik kita pergi " ujarnya.


" Kenapa Ayah setega ini... " lanjutnya di saat Agnes duduk di jok belakang kemudi taksi di ikuti Lita.


" Ayah mu itu lelaki serakah,lebih serakah daripada kita. Biarkan saja " kesal Lita.


" Tapi ini tidak adil,Bun " protes Agnes.


" Sudah. Diamlah. Walau kamu protes bagaimanapun,Ayahmu tidak akan mengubah keputusannya " ucap Lita. " Jalan,Pak... " ujarnya kemudian,pada sopir taxy yang akan membawa mereka ke suatu tempat yang pernah mereka tempati dahulu.


Ada rasa menyesal dalam hati Lita. Ketika mengingat semua yang telah ia lalui dengan Baron.


' Ternyata begini,rasanya terusir dari rumah sendiri. Mas Baron sungguh keterlaluan ' batin Lita.


◇◇◇◇


Begitu pula di keluarga Diajie...


Hendri menampar Cleo,hingga sudut bibir Cleo sedikit mengeluarkan darah.


" Anak kurang ajar " teriak Hendri menggelegar.


" Apa yang Ayah lakukan? " teriak Sarah di saat Hendri menyeret bahkan menampar wajah anak kandungnya.


" Lihat anak ini. Gara gara dia,perusahaanku sekarang bangkrut,gara gara dia sumber uang ku hilang,gara gara kecerobohannya sekarang kita jatuh miskin " sentak Hendri mengejutkan Sarah.


" Apa salahku,Ayah " tanya Cleo menangis ketakutan. Bahkan tubuhnya pun gemetar.

__ADS_1


" Kamu masih tanya apa salah kamu?. Baiklah,...( ucap Hendri terhenti ) Agus " teriaknya.


" Iya, Tuan " jawab Agus ( asisten Hendri )


" Ambil kaset yang ada di atas meja kerjaku,dan berikan pada anak tak tahu diri itu " ucap Hendri.


" Baik,Tuan " kata Agus sambil berlalu menuruti perintah majikannya.


" Sebenarnya,ada apa? " tanya Sarah penasaran. Tak lupa,nada bicara Sarah lembut.


Dia sebenarnya tak tega melihat Cleo yang sedang menangis ketakutan. Tetapi Sarah juga tak bisa menghentikan kemarahan Hendri,karena dia tahu bahwa Hendri tidak akan marah kalau Cleo tidak berbuat kesalahan.


" Anakmu yang tidak tahu diri ini pernah memperlakukan menantu tuan William dengan sangat tidak baik,bahkan dia telah memprovokasi siswa siswi di sekolahnya agar membenci menantu kesayangan Tuan William " ucap Hendri tegas.


Sarah menutup mulut yang menganga dengan kedua tangannya. Sungguh,Sarah tidak menduga bahwa putri kesayangannya telah membuat masalah yang begitu rumit untuk keluarga mereka.


Cleo pun terkejut,wajahnya mendadak pucat.


Mampus,yang gue takutkan akhirnya menjadi kenyataan. batin Cleo bergumam.


" Ini...Tuan " ucap Agus ketika dirinya kembali membawa kaset dan segera menyerahkan kaset itu pada Hendri.


" Lihatlah " ucap Hendri pada Sarah dan Cleo.


Cleo segera bangun dan duduk di sofa sambil menunggu Hendri memutar isi video tersebut. Begitupun dengan Sarah,dia sangat penasaran dengan apa yang anak gadisnya lakukan.


Setelah melihat isi video itu,terlihat wajah Cleo tambah pucat. Sedangkan Sarah menangis histeris dalam pelukan Hendri.


Cleo tak mampu berbicara lagi. Semua yang ia lihat benar benar membuatnya serasa mimpi. Kesombongan serta ke angkutan nya sirna dengan jatuhnya keluarga Diajie.


Reza benar benar membalaskan dendam istrinya sampai jatuh ke titik paling rendah.


◇◇◇◇


Sedangkan di kediaman Baron...


Baron termenung memikirkan jalan hidup mereka setelah kepergian Via ke keluarga William.


Kesenangan yang mereka nikmati dari hasil keserakahan mereka hanya bertahan tiga bulan tidak lebih.


Apakah ini karma untukku? batin Baron.


Harta serta keluarga mereka hancur seketika. Berita tentang keluarganya bagaikan air yang di pasak di atas kompor gas. Makin lama makin panas bahkan mendidih.


Entah sampai kapan berita itu akan mereda. Semakin hari semakin menjadi,membuat Baron sendiri susah untuk sekedar bergerak keluar rumah.


◇◇◇◇


Berbeda dengan kediaman Kurnia, kediaman William sedang menunggu saat saat pasangan suami istri yang sebentar lagi akan pergi untuk meninggalkan rumah keluarga William.


Dina sebagai seorang ibu sangat bersedih,ketika kebahagiaan yang mereka rasakan harus di hilang kembali.

__ADS_1


Belum sempat Dina merasakan kebahagiaan atas kesembuhan Reza,dia harus melepaskan putranya kembali.


" Mami sedih di tinggal kamu lagi,Za " kata Dina dengan wajah sendu.


" Aku gak akan ninggalin,Mami kok. Lagian rumah Reza juga deket dari sini. Cuma lima belas menit " ucap Reza menenangkan kegundahan Dina.


" Mami kira,kamu akan tinggal lebih lama lagi,seenggaknya sampai kakak kamu nikah.. " ujar Dina.


" Sudahlah,Mi.. Biarkan anak kita belajar mandiri " selah William.


" Baiklah, Tapi sering sering ajak mantu Mami ke sini " pintanya kemudian.


" Siap komandan " ucap Reza tegas membuat Dina tersenyum bahagia. " Reza mau bangunin istri Reza dulu,Mi " ucapnya kemudian.


" Pergilah.. "


Setelah itu Reza pergi meninggalkan Dina dan William yang sedang bersantai di taman halaman belakang.


" Jangan bersedih " ucap William di saat melihat Dina yang masih murung.


" Ternyata sesedih ini di tinggal anak dan mantu pindah rumah " kata Dina sedih.


" Namanya juga kehidupan. Kita sebagai orang tua gak boleh egois. Dulu pun kita sama seperti Reza dan Via. Harus belajar membangun rumah tangga kita sendiri " ujar William mencoba memberi pengertian pada istrinya.


" Hmm,... Papi benar juga. Mungkin dengan begitu kita bisa cepat dapet cucu " ucap Dina dengan mata yang berbinar.


Tentu saja ucapan Dina menjadi harapan untuk mereka. William pun tersenyum membenarkan ucapan Dina.


" Sayang... bangunlah... " kata Reza sambil mencium kening Via.


Via yang merasakan benda kenyal nan lembut di keningnya sedikit terusik dari tidur cantiknya. Dia menggeliat,mengumpulkan nyawa yang sempat ngontrak di alam mimpinya.


" Mas.... " panggilnya.


" Bangunlah,Baby " ulang Reza.


" Maaf,aku ketiduran " katanya sambil tersenyum.


" Hm... Sekarang bersiaplah " ucap Reza " Kita berangkat sebentar lagi " lanjutnya.


" Baiklah. Tapi aku mau mandi dulu " kata Via.


" Mandi bareng " goda Reza sambil tersenyum nakal.


" Gak akh. Nanti lama " jawab Via cemberut.


" Janji,gak akan ngapa ngapain,jadi gak akan lama "


" Terserahlah.. " jawab Via malas. Membuat Reza tersenyum senang.


◇◇◇◇

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2