
" Lalu tante apa kabarnya?" tanya Via di saat Susan berhenti menangis,dan seketika membuat Susan tertunduk dengan pertanyaan Via.
" Dia pergi dari seminggu yang lalu,dan aku gak tahu kabar dia " ucap Susan sedih.
" Kamu yang sabar ya... " kata Via dan Susan mengangguk sambil memaksakan senyumnya.
Mereka berdua berbincang dan bercanda untuk melepas rasa rindu di hati keduanya.
drreet...dreeet..
( Suara ponsel Via berdering )
" Ya,Sayang... " jawab Via di saat panggilan itu tersambung.
" Masih di taman? Mas jemput ya... " Ucap Reza di seberang sana.
" Iya,Mas... " katanya, sebelum sambungan itu berakhir.
" Siapa? Suami kamu,Vi? " tanya Susan.
" Iya,dia mau jemput katanya" ujar Via sambil menyimpan kembali ponselnya.
" Aku bahagia,akhirnya kebahagiaan itu datang juga padamu" ucap Susan.
Via hanya tersenyum sambil mengajak Susan berbincang kembali.
" Sayang.... " panggil Reza membuat kedua wanita itu menoleh.
Via tersenyum menyambut kedatangan Reza.
" Mau pulang sekarang? " tanya Reza
" San,mau ikut pulang bareng? " tanya Via.
Susan menggeleng," kayaknya gak deh, Vi..."ucap Susan." Aku mau pergi ke suatu tempat dulu " lanjutnya.
" Ya Sudah kalau gitu,kami pulang duluan ya.. " kata Via dan Reza serempak.
Susan mengangguk,sedangkan Via dan Reza berlalu pergi meninggalkan Susan yang masih tersenyum melihat kepergian teman serta suaminya itu.
Semoga tidak ada yang mengusik kebahagiaan mereka. batin Susan.
^
Setelah sampai di rumah,Via menyuruh Reza membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan Via sendiri memilih untuk mempersiapkan makan malam mereka.
" Mas mandi lah dulu,aku akan masak makan malam untuk kita " ucap Via.
" Baiklah " ujar Reza.
Tiga puluh menit berlalu,Reza telah bersiap dengan pakaian santai nya. Dia menuruni tangga dan hendak menemui istrinya.
__ADS_1
Reza tersenyum melihat Via yang sedang menyiapkan makan malam mereka,dengan keringat yang sesekali di usap dengan tangannya.
" Capek ya... " ucapnya di saat Reza mendekat dan tanpa permisi mengelap dahi Via yang penuh dengan keringat.
Via tersenyum lalu menggelengkan kepalanya." Gak kok.. " jawabnya.
" Sini,Mas bantu " ucap Reza sambil mengambil sepiring ikan asam manis dari tangan Via.
" Makasih,Mas... " kata Via.
Setelah semua terhidang di atas meja makan,Reza dan Via memulai makan malam mereka dengan hening. Hanya dentingan sendok dan piring yang memenuhi telinga sepasang suami istri tersebut.
" Mas,bolehkah Via melanjutkan kuliah Via? " izin Via tiba tiba, di saat mereka telah selesai makan malam.
Untuk sesaat Reza terdiam sambil menatap netra istrinya." Kuliah di mana? " tanya Reza.
" Kalau, Mas membolehkan. Via mau melanjutkan kuliah di universitas XX " ucapnya.
" Baiklah. Tapi kamu harus di antar jemput oleh sopir kepercayaanku " kata Reza.
Via terdiam,setelah itu mengangguk.
" Iya,Mas " katanya.
Via tahu jika Reza tidak akan mengijinkan dia untuk berangkat sendiri tanpa pengawasannya. Apalagi untuk berangkat kuliah yang menghabiskan waktu lumayan banyak di luar rumah.
" Sekarang istirahatlah. Mas mau memeriksa beberapa dokumen untuk besok meeting di kantor " ucap Reza.
" Baiklah " ucap Via.
Karena merasa belum mengantuk,Via mengambil sebuah Novel lalu membacanya. Hingga beberapa lembar Via baca sampai dia tidak sanggup untuk sekedar membuka matanya.
Sedangkan Reza sendiri baru selesai memeriksa beberapa dokumen. Dia bangkit dan sedikit meregangkan ototnya. Setelah itu berlalu masuk ke kamar nya bersama Via.
Ketika masuk ke dalam kamar,Reza memusatkan tatapannya pada satu titik di mana Via tertidur dengan posisi masih menyandarkan sebagian tubuhnya di senderan tempat tidur.
" Apa kamu sangat lelah,Sayang " ucapnya pelan sambil mengangkat tubuh Via lalu membenarkan tidurnya.
Setelah itu Reza mengambil buku yang sempat ia baca lalu menyimpannya di meja samping tempat tidur.
Untuk sesaat Reza memandang wajah polos Via di saat menyelimutinya. Tak lupa ciuman lembut mendarat di kening Via sebelum Reza merebahkan tubuhnya di samping Via.
" Selamat tidur,Sayang " ucapnya.
Sesudah itu menyusul istrinya tertidur sambil mendekap tubuh mungil sang istri yang kini menjadi kebiasaannya.
*
Pagi-pagi Reza terbangun lalu membersihkan tubuhnya. Hari ini di kantor akan di adakan meeting pagi dan mengharuskan Reza untuk mengikutinya.
" Sayang... Bangunlah " kata Reza mencoba membangunkan istrinya.
__ADS_1
" emm..." lenguhnya..." Mas kok udah rapi? " kaget Via di saat ia membuka matanya dan mendapati Reza telah selesai bersiap.
" Mas harus ke kantor. Ada meeting pagi di kantor,dan Mas harus berangkat sekarang " ucapnya membuat Via termenung sesaat.
" Tapi,Mas belum sarapan. Dan Via baru bangun " kata Via merasa bersalah.
" Mas sarapan di kantor saja,Kamu jangan lupa sarapannya. Nanti siang akan ada seseorang untuk membantu pekerjaan kamu di rumah " ucapnya membuat Via mengerutkan keningnya.
" Siapa,Mas? " tanya Via.
" Pembantu rumah tangga yang Mami kirim buat bantu kamu dan temani kamu selagi Mas bekerja " ucap Reza,
" Baiklah " kata Via pasrah.
Kalau sudah menyangkut ibu mertuanya,Via bisa apa?. Dia tidak mau membuat ibu mertuanya sakit hati kerena penolakan Via. Meskipun Via tidak terlalu suka jika pekerjaan rumahnya orang lain yang mengerjakan. Tapi sebisa mungkin Via menerima seseorang itu.
" Mas,berangkat. Hati hati di rumah. Jaga diri baik baik,dan jangan lupa sarapannya. Besok Mas antar ke kampus yang kamu inginkan " katanya setelah mencium kening Via dan mencuri kecupan ringan di bibir Via.
" Iya,Mas..."
Setelah Reza berlalu,Via kembali masuk ke dalam rumah untuk membersihkan tubuhnya sebelum membuat sarapan dan makan siang untuk Reza.
Sedangkan Reza sendiri telah sampai di kantor RBW Grup setelah melakukan perjalanan selama 25 menit.
" Pagi,Tuan " sapa Bagas.
" Pagi.. gimana? " tanya Reza.
" Mereka sudah berkumpul di ruang rapat,Tuan " ujar Bagas.
" Baiklah " kata Reza sambil berlalu di ikuti Bagas menuju ruang rapat.
Di ruang rapat...
" Selamat pagi,Pak " ucap mereka serempak di saat Reza masuk.
" Pagi,duduklah " katanya.
" Kalian pasti sudah tahu apa yang akan kita bahas dalam pertemuan kali ini " lanjut Reza
" Sudah tuan " ucap 8 orang yang ikut menghadiri rapat tersebut.
" Baiklah. Apa kalian sudah menemukan solusi untuk pembangunan resort yang sempat Direktur Utama bicarakan? " ucap Reza.
" Kami masih belum menemukan lahan yang tepat untuk pembangunan resort tersebut,Pak " ucap salah satu dari mereka.
" Bagaimana kalau lahan Buk Sukma yang terletak di kota B? ,tapi menurut informasi,selama enam bulan lebih ini tidak ada yang tahu di mana keadaan Buk Sukma sekarang " jawab salah satu dari mereka lagi.
" Buk Sukma? " pikir Reza
" Apa Buk Sukma yang mereka maksud itu nenek Via,istriku " lanjutnya.
__ADS_1
◇◇◇◇
Bersambung...