Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Kedatangan Via


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang mengenai pembangunan resort yang sempat tertunda,kini mereka memutuskan untuk mencari tahu pemilik tanah atas nama Sukma.


Benarkah itu nenek Via atau bukan? pikir Reza.


" Tuan,apa kita juga perlu mencari tahu siapa ibu Sukma yang mereka maksud? " tanya Bagas.


" Lakukan...Karena aku perlu informasi itu " jelas Reza sambil memijat pelipisnya yang sedikit terasa pusing.


Setelah mendapat perintah dari Reza,kini Bagas undur diri meninggalkan Reza yang masih termenung dengan fikiran yang entah terbang kemana.


Kalau benar itu pemilik Nenek,lalu siapa yang menjadi pewarisnya sekarang?batin Reza.


Sedangkan di Rumah Reza,seorang wanita paruh baya mengetuk pintu berkali kali,membuat Via segera turun dari kamarnya dan membuka pintu.


" Apakah ini rumah kediaman Tuan Reza dan Nona Silvia? " tanyanya.


" Benar,si mbok ini siapa ya? " tanya Via ramah.


" Saya Murti,Non. Pembantu rumah tangga yang di suruh nyonya Dina " jawabnya.


" Oh.. Mbok Murti,masuklah.... " kata Via.


Dengan segera Murti masuk mengikuti langkah Via.


" Mbok di sini kamar tidur buat Mbok " kata Via menunjukkan satu kamar yang tidak terlalu besar namun sangat bersih.


Murti mengangguk, ternyata nona ini sangat cantik,selain itu baik banget. batin Murti


" Makasih,Nona. Terus setelah ini,apa yang harus saya kerjakan,Nona? " tanya Murti hati hati.


" Mbok kan masih capek,bagaimana kalau mulai besok saja bekerjanya? Untuk sekarang,Mbok bisa gunakan untuk istirahat " ucap Via membuat Murti diam mematung.


Murti sangat kaget dengan sikap majikan barunya. Karena selama bertahun tahun Murti bekerja sebagai pembantu rumah tangga,baru kali ini dia mendapat perlakuan istimewa dari majikannya.


" Saya gak papa,Nona. Nona tidak perlu khawatir. Karena itu sudah tugas saya. " ucap Murti.


" Baiklah kalau begitu. Jika Mbok bersikeras,bisa tolong bantu saya menyiapkan makan siang untuk saya bawa ke kantor suami saya? " katanya yang di balas anggukan oleh Murti.


Sesudah itu Via berlalu pergi meninggalkan Murti yang sedang membereskan pakaian yang ia bawa dalam tas kecilnya.


^

__ADS_1


Kini Via dan Murti sedang menyiapkan beberapa jenis sayuran dan lauk yang akan mereka pasak.


Terlihat dari keduanya yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan masing masing. walau tak jarang Murti meminta Via membiarkan dia sendiri yang memasak karena tak enak hati dengan majikannya itu. Tapi seperti biasa,Via menolak secara halus yang mampu membuat Murti bungkam dan membiarkan majikannya melanjutkan pekerjaannya.


" Mbok tolong siapkan beberapa potong ayam dan sayuran itu ke dalam kotak nasi yang ada di sana ya... saya mau mandi dulu,setelah itu mau anterin makanan ini buat suami saya " ucap Via " Dan Mbok jangan sungkan,Mbok makanlah terlebih dulu jangan menunggu saya " lanjutnya.


" Baik,Non.. " ucapnya sambil tersenyum.


Dua puluh menit pun berlalu,Via telah selesai mandi dan memakai dres selutut berwarna cinnamon dengan rambut terurai bagian ujung yang di curly.


" Mbok... Saya berangkat sekarang " katanya pada Murti.


" Iya Non "


Sedangkan di kantor RBW Grup,Bagas sedang melaporkan siapa pemilik tanah yang mereka incar untuk pembangunan resort yang sempat tertunda karena adanya kasus yang Reza buat untuk keluarga Mulyadi.


" Dia ibu Sukma,neneknya Nona Muda " ucap Bagas.


" Lalu,siapa pemilik tanah itu sekarang? " tanya Reza,


" Untuk masalah itu,semua informasi seakan tertutup dan tidak ada yang tahu pemilik dari tanah itu sekarang,yang sebenarnya " jelas Bagas.


" Apa tanah itu jadi hak milik Ayah Baron?,kalau memang iya,bisa-bisa di persulit " gumam Reza.


Ternyata kantor Papi gede banget...


batin Via.


" Maaf kalau ruangan Mas Reza di mana ya.. " tanya Via pada salah satu dari dua resepsionis yang sedang bercanda ria.


" Maaf,sudah membuat janji? " tanya salah satu dari mereka sambil tersenyum sinis.


" Apakah saya perlu membuat janji terlebih dahulu dengan suami saya? " ucap Via dengan nada yang berubah tegas.


" Suami?. Apa adek lagi ngehalu? " tanya satunya lagi.


" Mana mungkin bos kami menikahi gadis kecil sepertimu " kata yang satunya lagi.


" Baiklah. Kalau kalian tidak mempercayaiku. Tapi jika terbukti jika aku ini istri bos kalian,maka kalian harus pergi dari sini dengan senang hati " ucap Via menekan setiap kata katanya membuat wajah ke dua wanita itu mendadak pucat.


Sedangkan para pegawai yang tanpa sengaja mendengar perkataan Via,mereka tersenyum sinis.

__ADS_1


Mana mungkin,gadis kecil seperti Via itu istri bos mereka? pikir mereka


Karena kesal dan merasa jengah,Via mengambil ponselnya lalu menekan nomor bertuliskan my hubby di kontak ponselnya. Setelah tersambung,Via dengan cepat meminta Reza menemuinya.


" Iya,Sayang. Ada apa,hm? Kangen,Mas ya... " Ucap Reza di baik ponsel Via.


Via memutar bola matanya malas,kenapa sekarang suaminya berubah sok tahu kayak emak emak kompleks yang suka ngerumpi sambil pilih sayuran. pikir Via.


" Bisa ke bawah,sekarang Mas. Dua wanita tak berguna ini menghalangiku bertemu denganmu " ucapnya membuat kedua resepsionis itu gemetar ketakutan.


Tanpa menunggu jawaban Reza,Via memutuskan sambungannya sepihak. Dia sangat kesal dan kini di tambah kesal dengan dua makhluk di depannya.


jangan jangan dia benar benar istri si Bos,batin mereka semua.


Sementara,Reza yang mendapat telpon dari Via langsung berdiri dan berlari menuju lift. Sebenarnya ada rasa tidak percaya dalam hati Reza di saat Via meminta dia turun dan memberi tahu bahwa dia sedang ada di kantornya.


ting..


( pintu lift terbuka )


Reza diam mematung sambil berdiri memandangi Via yang sedang berdiri di depan meja kedua resepsionis yang telah menghalangi dirinya.


" Sayang.... " gumam Reza sedikit keras membuat semua orang yang ada di sana melirik Via dengan tatapan tidak percaya.


Mampus..mereka tamat sekarang..


Jadi dia benar istri bos yang waktu itu?


Benar benar masalah buat Rika dan Vanya..


bisik bisik sebagian orang...


" Yang... " panggilnya,membuat Via menatap orang yang sedang di tunggunya. " Ada apa,hm. Kenapa ke kantor tanpa memberi tahuku dulu " lanjutnya sambil menarik Via dalam pelukannya.


Semua orang yang melihat tingkah Reza,ternganga tidak percaya. Bagaimana bisa seorang gadis kecil menaklukan lelaki pintar dan berkuasa seperti Reza.


" Aku mau anter makan siang buat,Mas. Tapi dua wanita ini mempersulit ku " ucapnya cemberut.


" Kalian berdua,setelah pulang temui Bagas di ruangannya " ucapnya.


Setelah itu Reza mengajak Via,pergi berlalu membawa Via menuju ruangan yang ada di kantornya.

__ADS_1


◇◇◇◇


Bersambung....


__ADS_2