
Via keluar kamar mandi dengan wajah pucat dan bibir kebiru biruan. Selama satu jam di kamar mandi,apalagi kalau bukan melakukan kegiatan yang melelahkan untuk kedua makhluk beda kelamin tersebut.
Seolah janji Reza hanya angin lalu ketika melihat tubuh naked istri mungilnya. Dia begitu bergairah sampai lupa kalau Via sudah menggigil kedinginan.
" Maafkan,Mas udah bikin kamu kedinginan " ucap Reza di saat membantu membalut tubuh Via dengan handuk.
" Aku kapok mandi bareng,Mas. Dingin... " ujar Via sewot.
Reza hanya tersenyum menanggapi gerutuan istrinya. Setelah itu menggendong Via lalu menurunkannya di kasur,dan dengan segera memilihkan pakaian untuk di pakai istri mungilnya. Tak lupa ia juga memilih pakain untuk di pakai diri sendiri.
◇◇◇◇
Beberapa jam berlalu,makanan yang di hidangkan Minah telah tertata rapi di meja makan.
" Panggil Reza dan Via, suruh mereka turun dan makan sore bareng " perintah William yang di angguki Minah.
" Baik Tuan.. " ujarnya.
Di depan meja makan juga sudah terlihat Dina,Widya dan Kia. Mereka sama sama menunggu Via dan Reza untuk makan bersama yang terakhir kalinya.
" Loh,kok belum pada mulai makan? " kata Reza saat dirinya dan Via turun memenuhi perintah mertuanya.
" Nungguin kamu lah.. " jawab Kia.
" Ya sudah ayok makan... " Ajak Reza,lalu Reza dan Via duduk.
Mereka makan dengan suka dan duka. Bahkan sesekali Dina mengusap air matanya.
William hanya menggeleng kepala di saat melihat istri tercintanya terlalu berlebihan melepas Reza.
•••¤
Semua koper telah masuk bagasi mobil yang akan mengantar Reza dan Via.
" Kami pamit,Mi,Pi,Kak... " Ucap Via sambil mencium tangan kedua mertuanya dan memeluk kakak iparnya.
" Kalau kamu jenuh saat Reza di kantor,main lah ke sini " Pinta Dina.
" Iya,Mi. Via pasti main ke sini. Lagian Via hanya punya kalian yang Via sayangi " ujar Via tersenyum hangat.
" Jaga Via,Za. Jangan pernah sakiti hati mantu Mami " tegas Dina yang di angguki Reza.
Setelah itu mereka berdua meninggalkan kediaman William.
20 menit kemudian,Reza dan Via sampai di sebuah Rumah bernuansa abu abu merah. Di depan rumahnya terdapat beberapa jenis bunga bermekaran.
Reza dengan cepat menarik tangan Via ketika mereka turun dan keluar dari dalam mobil.
" Apa ini rumahnya? " tanya Via dengan mata berbinar menatap tak percaya.
" Iya,rumah kita " ujar Reza.
__ADS_1
Terlihat Via diam mematung dengan pandangan menyapu setiap sudut ruangan yang tampak mewah tersebut.
Reza tersenyum hangat melihat keterkejutan Via. Bahkan kini Reza mendekat dan memeluk pinggang Via dari belakang. Menyelusupkan kepala di leher jenjang Via.Menghisap setiap inci aroma yang membuat Reza kecanduan.
" Welcome, my wife " bisik Reza.
Via yang merasa geli di bagian telinganya segera berbalik.
" Geli,Mas... " Ucap Via polos.
" Tapi Mas suka aroma tubuh kamu,Baby. Bagai candu buat, Mas " ucap Reza.
" Mas,ini... seneng banget goda Via " manja Via.
" Terus kalau bukan goda istri mungil ,Mas. Mas godain siapa dong? " tanya Reza membuat mood Via berubah seketika.
" Tau akh... " kesal Via dengan wajah yang cemberut,tak lupa pelukan Reza ia lepas dan pergi meninggalkan Reza yang sedang tertawa terbahak.
Via berjalan menyusuri setiap inci rumah yang akan dia dan suaminya tempati. Di belakang rumah terdapat kolam renang dan beberapa pohon mangga. Membuat suasana rumah semakin sejuk.
Apalagi di bawah pohon mangga yang tinggi dan rindang itu terdapat meja bundar dan beberapa kursi. Sangat cocok untuk sekedar melepas penat di saat sedang merasa bosan.
' Ternyata Mas Reza pinter banget milih tempat dan buat rumah. Aku sudah merasa nyaman walau baru pertama kali ke sini ' batin Via.
◇◇◇◇
Keesokan pagi...
" Mas... tumben jam segini sudah bangun? " tanya Via ketika dia membuka mata.
" Hari ini Mas harus berangkat ke kantor,Baby " Reza mengingatkan.
" Ya..Tuhan... Via lupa. Ya udah,Via bikin sarapan dulu kalau begitu " ujar Via buru buru bangun dari tidurnya.
" Gak perlu,Baby...Kita sarapan pesan aja gimana? Lagian belum beli bahan bahan buat masak "
" Baiklah. Kalau gitu,Mas mandi lah. Via mau beresin tempat tidur dulu "
" Ya udah,Mas mandi duluan "
Setelah itu Reza berlalu meninggalkan Via yang mulai membereskan tempat tidur mereka. Di karena kan belum ada pembantu di rumah,jadi segala pekerjaan rumah, Via yang mengerjakan untuk sementara.
Tiga puluh menit pun berlalu. Setelah mandi dan sarapan bersama dengan memesan makanan di salah satu aplikasi yang sering orang gunakan. Reza kini bersiap dengan kemeja putih,celana hitam panjang, jas dan dasi dengan warna yang senada.
Sedangkan Via sendiri telah bersiap dengan baju santai nya.
ting..
( suara ponsel Via )
( Vivi... nanti hari Rabu kita wisuda... Aku kangen kamu Vi...Selamat juga,akhirnya kita semua lulus.)
__ADS_1
Susan..
Via tersenyum mendapatkan sms dari Susan. Akhirnya hari yang di tunggu Via datang juga. Dan setelah kelulusan itu,Via resmi akan menjadi seorang pengangguran. Karena dia belum membicarakan masalah keinginan Via untuk lanjut kuliah.
( Selamat juga untukmu,San.. Sampai bertemu hari Rabu )
Vivi ( Silvia )
" Kenapa senyum senyum begitu?. Pesan dari siapa sih? " curiga Reza memicingkan matanya menatap Via.
" Dari Susan,Mas. Dia ngasih tahu,Rabu besok hari wisuda " jawab Via tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel.
" Oh begitu. Nanti kita datang. Sekarang Mas berangkat dulu ya. Jaga diri baik baik. Hubungi Mas kalau ingin pergi keluar " ucap Reza sambil berjalan di ikuti Via yang sudah menaruh ponselnya di meja samping tempat tidur.
" Ingat. Hati hati di rumah. " ucap Reza.
Cupp..
Reza mencium kening Via,begitupun dengan Via. Dia mencium tangan Reza sebelum suaminya berlalu pergi bersama Bagas menuju kantornya.
◇◇◇◇
Ketika Reza sampai di depan gedung yang menjulang tinggi itu,sesaat dia menghela nafas untuk mengurangi kegugupannya.
" Gas,apa Papi ada di dalam juga " tanyanya pada Bagas.
" Iya Tuan,beliau sedang di dalam menunggu kehadiran anda "
" Baiklah. Aku masuk dulu "
Reza membuka pintu mobilnya. Terlihat orang orang di sana menatap kedatangan Reza. Setiap orang yang Reza lewati,semua menunduk hormat. Membuat Reza tak nyaman dengan perlakuan mereka.
" Selamat Pagi,Pak " sapa mereka serempak.
" Pagi " jawab Reza tersenyum ramah membuat para wanita menjerit histeris.
Si boss tampan banget..
( isi hati wanita 1 )
Akh,kalau bosnya seganteng ini,makin betah aku kerja di kantor.
( isi hati wanita 2)
Ganteng banget,baik lagi... aku harus dapatkan dia.
( isi hati wanita 3 )
dan pujian lainnya yang mampu membuat hati seseorang meradang. Namun dengan santai Reza hanya tersenyum mewati para wanita yang sedang ternganga memperhatikannya.
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung...