
Selama seminggu Dina membiarkan William,tak mengajak William bicara bahkan tidur pun terpisah. Dia masih sangat kesal dengan keputusan William yang mengambil keputusan sendiri tanpa memikirkan akibatnya.
" Mi... Jangan diemin papi terus dong.. " pintanya memelas di saat mereka sedang sarapan bersama.
Dina hanya melirik sekilas tanpa ingin berbicara.
" Sudah seminggu,Mi... " kata William mencoba memperbaiki hubungan mereka.
" Kenapa? " tanya Dina dingin.
" Papi benar benar minta maaf,itu semua terjadi ketika Via berumur 6 tahun. Di saat Reza dan Via bertemu untuk pertama kalinya " ucap William menarik perhatian Dina.
" Terus? " tanya Dina menyandarkan badan nya di sandaran kursi. Tatapannya kini tertuju pada netra William
Kemudian William menceritakan persyaratan yang di ajukan Robert padanya. Dia benar benar merasa bersalah terhadap Dina. Karena selama ini William telah menyembunyikan semuanya dari Dina.
" Maafkan Papi... " ujar William.
Dina mengangguk,dia juga merasa bersalah telah membiarkan William selama seminggu ini.
" Maafin mami juga Pi... " Ucap Dina.
" Kita sama sama bersalah,biarkan masalah ini menjadi pembelajaran buat rumah tangga kita " kata William berdiri lalu mendekap Dina dalam pelukannya.
◇◇◇◇
Sementara di rumah Reza,Via mendapat telpon dari Susan.
" Apa kabar,Vivi? " teriak Susan di seberang sana ketika telepon mereka tersambung.
" Aku baik,kamu gimana? " tanya Via balik.
" Aku,emh..ba..baik juga kok... "ucap Susan tergagap.
" Kenapa lagi? " tanya Via seakan tahu apa yang sahabatnya alami.
" Aku gak apa apa kok,benar gak apa apa " katanya.
" Jujur padaku San,jangan berbohong... Aku tahu kamu... " Ucap Via tak percaya.
Susan Andriyani,seorang gadis yang selalu ceria. Dia tak berbeda jauh dari nasib Via. Orang tua yang selalu bertengkar dan hidupnya di abaikan.
Sedari kecil kedua orang tuanya tak pernah memikirkan keadaan Susan. Bagaimana pun keadaan Susan,mereka hanya akan memberi Susan uang dan menyuruh Susan agar lebih mandiri lagi. Mengerjakan semua serba sendiri atau di bantu asisten rumah tangganya yang bernama Sari.
" Aku gak apa apa kok... " kali ini Susan berbicara dengan lirih.
__ADS_1
" Jangan berbohong. Apa paman dan bibi bertengkar lagi? " tebak Via tepat sasaran.
Tanpa menjawab,Susan terisak.
" Vi,apa kita bisa bertemu. Aku mau ketemu kamu " ucap Susan.
" Baiklah. Di mana ? " tanya Via.
" Bagaimana kalau di taman kota? " jawab Susan " Tapi suami kamu? " lanjutnya.
" Aku akan ijin padanya. Tenang lah " ucapnya.
" Baiklah " katanya, setelah itu Susan pamit dan mematikan sambungan ponselnya.
Setelah panggilan berakhir,Via mengirim massage pada Reza. Dia meminta izin ingin bertemu dengan sahabatnya.
Mas,Via mau minta izin ketemu Susan di taman kota,boleh?
Baiklah,tapi tetap hubungi Mas,slalu.
Baiklah,Sayang
😘😘
Reza tersenyum melihat balasan dari istrinya. Setelah sekian lama,akhirnya Via memanggilnya sayang,dan itu membuat Reza sangat bahagia.
Sepuluh menit pun berlalu,Via tiba lalu turun setelah membayar ongkos pada supir taxy tersebut. Matanya menyapu setiap kursi yang ada di taman,sampai akhirnya Via menemukan wanita berambut pendek sedang bertengkar dengan seorang lelaki yang sangat jelas Via ketahui.
" Itukan kak Miko? Kenapa bisa bareng Susan dan kelihatannya mereka sedang bertengkar " gumam Via.
Via diam mematung sambil melihat dua makhluk yang berbeda kelamin yang sedang bertengkar hebat. Dia tidak mengerti,masalah apa yang sebenarnya telah terjadi di antara mereka. Yang jelas Via belum tahu apa yang jadi masalah antara ke duanya.
" Kenapa kamu selalu menolakku,San. Aku ini mencintai kamu " teriak Miko.
" Tapi aku gak bisa kak. Aku tidak mencintai kamu " katanya terisak.
" Jangan bohong padaku,San. Aku tahu kamu cinta aku juga kan? " ucap Miko mantap.
" Tidak,aku tidak mencintai kakak. Tolong lepaskan,Kak. Aku ini tidak pantas untuk kakak " jawab Susan.
Hah...kak Miko suka sama Susan? Bukankah ibunya kak Miko selingkuhan paman Steve? batin Via.
Karena bukan hanya sekedar berita saja,jika ibunya Miko berselingkuh dengan ayahnya Susan. Tapi mereka sudah pernah melihat fakta itu. Dan hal itu membuat Susan menolak mentah mentah Miko,walau hatinya menginginkan Miko.
" Aku tidak akan melepaskan kamu,San. Kau itu separuh jiwaku. Dan aku tidak akan melepaskanmu. Ingat itu!! " ujar Miko sambil berlalu meninggalkan Susan yang tengah menangis sambil tertunduk di bangku taman itu.
__ADS_1
" San.... " panggil Via.
" Vivi... " kaget Susan.
Dengan cepat Susan memeluk tubuh Via yang kini masih berdiri di hadapan Susan. Rasa sesak di dada Susan sudah tidak dapat terbendung lagi.
" Kalau kamu memang mancintai kak,Miko. Maka terimalah dia. " ucap Via membuat Susan menghentikan tangisnya.
" Aku tahu,kamu juga suka sama kak Miko sudah lama,bahkan bukan hanya setahun dua tahun kamu suka padanya " kata Via membuat jantung Susan berdetak lebih cepat. Bahkan pelukannya pun Susan lepaskan.
" Sejak kapan kamu tahu,Vi? " tanya Susan.
" Sejak kita berteman baik. Walau kamu tidak pernah membicarakan itu padaku,tapi aku tahu bahwa hatimu dan tatapanmu pada Kak Miko sangat berbeda " kata Via membuat air mata Susan bertambah deras keluar dari pelupuk matanya.
" Iya,aku mencintai dia,Vi. Tapi bagaimana dengan papa ku yang juga menjalin hubungan dengan ibunya? " ucap Susan.
" Jodoh itu tidak ada yang tahu,San. Contohnya aku... Aku sama Mas Reza bertemu ketika kami masih kecil,tapi takdir mempertemukan dan membuat kita bersatu sampai sekarang " kata Via membuat Susan dengan cepat menghapus ujung matanya kasar.
Kini Susan lebih tertarik dengan kisah cinta sahabatnya itu. Baginya, kisah cinta Via dan Reza itu adalah sebuah cinta yang tak semua orang dapat memilikinya.
" Ceritakan padaku kisah kalian " pinta Susan berbinar membuat Via tersenyum melihat tingkah susan.
" Lain kali,pasti ku ceritakan. Namun untuk sekarang ini,mantapkanlah hatimu. Pilih jalan yang terbaik. Jangan terburu buru mengambil keputusan,apalagi masalah hati. Aku hanya tidak ingin kamu memilih jalan yang salah dan akan menyakiti hatimu juga orang lain " kata Via bijak,membuat Susan tersenyum lalu menarik Via dalam pelukannya.
" Aku bahagia punya sahabat seperti kamu,Vi. Pantas suamimu sangat mencintai kamu. Dia tidak salah memilih istri yang begitu mengagumkan seperti kamu " kata Susan tulus,setelah mereka melepas pelukannya.
" Jangan terlalu melebihkan " pinta Via yang di balas senyuman Susan.
" Itulah faktanya " kata Susan..
" Lalu tante,apa kabarnya? " ucap Via membuat Susan tertunduk.
" Dia... "
◇◇◇◇
Author cuma mau kasih tahu,buat yang penasaran dengan Visual Via dan Reza,udah bisa di lihat di episode 1 " Perkenalan "
Kalau kalian punya imajinasi sendiri,boleh kok berimajinasi seperti yang ada dalam imajinasi kalian.
Jangan lupa Like dan Sarannya.
Selamat Membaca.
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung....