
Sepanjang sekolah,Via terlihat murung. Bahkan beberapa kali termenung. Dia merasa hidupnya seakan di permainkan oleh takdir. Pernikahan dadakan, suami yang bahkan baru tiga hari sudah meninggalkannya. Apa ini karma dari masa lalu Via? Atau dosa orang tua Via yang tak seharusnya Via tanggung.
Semakin memikirkan itu,semakin sesak rasanya dada Via.
" Vi... sttt...Via... " panggil Susan. " kenapa lagi tu anak ? kenapa makin aneh sih!!! " gerutu Susan di kala jam pelajaran berlangsung.
Bahkan sampai pulang sekolah pun Via masih termenung. Dan membuat Susan semakin penasaran. Karna Susan yakin,pasti ada yang tidak beres. Apalagi nenek Via sekarang sudah tiada pikir Susan.
" Vi... " panggil Susan sambil mendekati Via. " Kamu kenapa sih ? " lanjutnya menepuk bahu Via lalu duduk di ujung meja sambil melipat kedua tangan di dada.
Via pun tersadar, " Maaf,kamu ngomong apa San ? " tanya Via.
Susan menghela napas panjang.
" kamu kenapa? Ada masalah apa lagi di rumahmu? " tanya Susan yang tidak tahu pernikahan Via.
" Gak ada masalah kok " bohong Via mencoba meminta pengertian Susan.
" Gak ada masalah tapi bengong terus, ngaku aja...lagi mikirin apa sih? " lanjutnya.
" Gak mikir apa apa,bener kok "
" Aku tahu kamu Via, kita berteman sudah lama. Dan kamu masih meragukan ku. Oh ayolah... "
Apa aku kasih tahu Susan aja ya... batin Via
" Aku udah nikah,San " jawab Via pelan.
" APA ? " teriaknya. " Serius Via, jangan bohong lo ? " kaget Susan.
" Aku serius San, tapi hari ini suamiku meninggalkanku.. " ucap Via lemas.
" APA? " teriaknya lagi. Kali ini Susan benar benar syok... " kok bisa ? " tanya Susan pelan.
" Suamiku buta,San. Dan dia akan menjalani operasi di L.A bersama kakaknya "
__ADS_1
" Ya Tuhan... apa pernikahan kamu sama lelaki buta itu ada kaitannya sama si mak Erot? " Via hanya tertunduk tak menjawab pertanyaan Susan. " Sudah ku duga... " lanjutnya.
" Tapi kenapa kamu sesedih ini? " Tanya Susan lagi.
" Aku juga gak tahu,San. Hatiku sakit kalau mengingat perkataan dan permintaan dari suamiku "
" Emang dia minta apa? "
" Dia minta jaga hati aku,dan kesetiaanku "
" Terus apa masalahnya? Bukankah itu hal wajar ya... "
" Ya, tapi bukan itu juga. Aku merasa jadi seorang istri yang tidak berguna,San. Baru tiga hari kami menikah tapi dia pergi ninggalin aku. Bahkan melarang semua orang untuk melihat proses operasi yang akan di jalaninya " Via menjeda ucapannya. " Aku kasihan ma dia,San " lanjut Via.
" Kamu yang sabar aja deh... Doain aja,moga suami kamu sembuh dan berhasil supaya bisa melihat indahnya dunia " hibur Susan yang kini memeluk Via.
" Kita pulang yuk... hapus air mata itu... risih gue " kata Susan. Dan Via hanya mampu tersenyum sambil menghapus air matanya.Berdiri dan berjalan meninggalkan kelas.
Susan memang terkenal akan bahasa lo dan gue,tapi bagi Via dia selalu mengutamakan bahasa. Tutur kata yang lembut dan sikap yang sopan membuat kaum adam berdecak kagum sama Via. Apalagi wajah Via yang seakan mendukung. Tambah ngiler deh.
Sedangkan di tempat yang jauh,terpisah oleh benua dan negara,seorang laki laki yang di bantu seorang perempuan sedang menaiki taksi menuju rumah sakit tempat dia akan melakukan operasi kedua matanya.
Seakan tiada kata lelah setelah perjalan panjang tadi, dia dengan senyuman mautnya terus menggenggam tangan sang kakak seakan tak ingin kehilangan.
Beberapa waktu berlalu, tibalah di salah satu rumah sakit ternama di L.A.
" Kamu yakin za, akan melakukan operasi sekarang? " tanya Kia meyakinkan.
" Aku yakin.. Sangat yakiin. Karena aku ingin cepat cepat melihat wajah istriku " jawabnya mantap.
" apa gak sebaiknya istirahat dulu. Kita baru nyampe loh... " tanya Kia.
" Aku gak capek. Jadi, tolong kak kali ini aja,Eza benar benar ingin sembuh " kekeh Reza.
" Baiklah. " ucap Kia pasrah,lagian akan sulit membujuk Reza kalau sudah menginginkan sesuatu. " Tolong bantu Kia,Gas " pintanya pada Bagas.
__ADS_1
Dengan cepat Bagas menyerahkan tongkat andalan Reza. Mereka masuk ke dalam rumah sakit,namun sebelum itu Kia mendaftar terlebih dahulu. Dan Reza di temani Bagas.
Suasana hati Reza benar benar tegang. Tapi dia bertekad akan melawan rasa takut yang selalu menghantui dirinya. Dia yakin pasti bisa.
" Maaf sus,kalau ruangan dokter Chiko Emerald ada di sebelah mana? " tanya Kia.
" Mari saya antar " ucap suster yang belakang di ketahui bernama Ineke.
Mereka pun mengikuti langkah Ineke. Tak berapa lama sampailah di ruangan bernuansa putih dengan seorang dokter paruh baya sedang duduk di depan kursi kebesarannya.
" Dok,ini pasien atas nama Tuan Reza Briaguna William " ucap Ineke
" Silahkan masuk " balasnya. " Apakah sudah siap ? " tanya Dr,Chiko sambil tersenyum di saat Reza masuk.
Dr Chiko sudah mengetahui kedatangan Reza, karena seminggu yang lalu William menghubunginya dan meminta Dr.Chiko untuk menyembuhkan Reza.
" Siap dok " balas Reza mantap.
" Kalau sudah siap,mari kita lakukan pemeriksaan dahulu " ucap dr.Chiko sambil mendekat dan mengarahkan lampu senter di kedua mata Reza bergantian.
Di amatinya kedua bola mata itu,setelah itu menyuruh Reza berganti pakaian karna akan di lakukan operasi mata hari ini juga. Sedangkan Bagas dengan cepat membayar semua biaya administrasinya.
-------++++
Dari dua hari yang lalu Author udah up 2 part, tapi masih belum di loloskan...
Ini juga Author gak tahu kapan akan di loloskan.
Maafkan author juga,belum bisa memberikan yang terbaik untuk para readers semua.
Namun sekali lagi terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk membaca karya author yang masih urakan banget...
jangan lupa tinggalkan jejak dan like nya.
terima kasih...😊😊😊
__ADS_1