Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Drama Pagi Hari


__ADS_3

Malam telah berganti,matahari pun kini bersinar memasuki celah gorden salah satu kamar. Membuat sepasang mata mengerjap terbuka dan merasakan tubuh mungilnya tertimpa sesuatu yang membuatnya sulit bergerak.


Di lirik samping tempat tidur olehnya,dia melihat Reza memeluk dirinya posesif sampai setengah tubuhnya menimpa tubuh Via.


Namun Via merasa janggal karena kulit tubuh Reza langsung menyentuh kulit tubuhnya. Sesaat Via teringat dengan kejadian tadi malam. Wajahnya bersemu merah meradakan malu.


" Pagi,Sayang... " sapa Reza mengejutkan Via.


Cupp....


Kini wajah Via bertambah merah karena Reza mengecup bibir Via.


" Morning kiss,Baby " ucapnya sambil tersenyum.


Belum sempat Via bicara,Reza kembali menindih tubuh Via.


" Mau lagi... Boleh " bisik Reza tepat di telinga Via.


Melihat wajah Via yang sedikit cemas membuat Reza menyerngitkan dahinya.


" Bagaimana? " bisiknya lagi


" Tapi gak sakit lagi kan... " tanya Via polos membuat Reza tersenyum.


" Mungkin sedikit,tapi aku akan lakukan perlahan " ucapnya dengan napas berat. Terlihat Reza menahan birahinya.


Setelah menimbang beberapa detik,akhirnya Via mengangguk mengijinkan Reza untuk menjamah tubuhnya ke dua kalinya.


Dan terjadilah lagi, pagi yang panas untuk pasangan suami istri tersebut.


" Semoga mereka tumbuh dengan cepat di dalam sini " ucap Reza sambil mengelus perut naked Via lalu menciumnya.


Via tersenyum geli mendengar ucapan Reza. Dia merasa bahagia karena Via telah menjadi istri yang sesungguhnya. Bahkan dia tidak merasa menyesal menyerahkan segalanya untuk Reza.


◇◇◇◇◇


Sedangkan di kediaman Baron...


Baron meminta Lita dan Agnes untuk berkumpul di ruang keluarga mereka. Baron sengaja menghidupkan televisi yang salurannya tentang Resepsi dan Pertunangan putra putri pemilik utama RWB Grup.


Lita yang sedari kemarin tak melihat acara yang di datangkan di beberapa chanel televisi,mendadak terkejut.


" Bukankah itu Via, Agnes? " tanya Lita dengan mata melotot menatap televisi.


" Benar,Bun. Dan ternyata,Tuan William itu adalah pemilik perusahaan RWB Grup yang selama ini misterius itu " jawab Agnes menahan rasa kesal.

__ADS_1


Sedangkan Lita sendiri lebih terkejut dengan fakta yang sangat mengejutkan masyarakat seluruh tanah air itu.


Ya Tuhan..... Kenapa jadi seperti ini " lemas Lita sambil menyadarkan tubuhnya di sofa.


" Sebentar... bukankah itu Ayah,Bun? " tanya Agnes ketika saluran televisi menayangkan aksi Baron yang sedang ngamuk di depan rumah keluarga William.


" Akhirnya berita itu muncul juga " ucap Baron tiba tiba.


" Kenapa Ayah mempermalukan diri sendiri? " teriak Lita.


" Apa kalian tidak sadar,bukan hanya aku. Tapi kalian pun melakukan hal yang sangat memalukan untuk keluarga ini " sentak Baron.


" Berhenti merendahkan kami " sentak balik Lita " Apa kamu lupa dengan kelakuanmu kemarin malam? Bukankah itu itu lebih merendahkan daripada kami? " lanjutnya.


Agnes yang tidak tahu apa apa hanya menonton pertengkaran antara Baron dan Lita.


Baron diam tak membantah. Memang benar kelakuan nya tadi malam sangat menjijikan. Bahkan Baron sendiri pun mengakuinya. Tetapi egonya seakan membelenggu diri Baron. Dia tetap tidak terima dengan kelakuan Agnes yang telah menjual tubuhnya dengan sepengetahuan Lita. Namun dirinya sendiri seakan di bodohi oleh ke dua wanita tersebut.


" Aku harap,mulai sekarang kalian pergilah dari rumah ku. Bagaimanapun kelakuanku kemarin malam,itu karena kelakuan kalian. Jangan pernah menyalahkanku " pinta Baron dengan tegas.


" Maksud Ayah apa? " tanya Agnes tak mengerti.


" Pergilah dari sini. Aku lelah menghadapi kalian berdua " pinta Baron lagi.


" Anggaplah begitu. Karena aku tak sudi harus serumah dengan wanita licik dan jalang sepertimu "


Setelah mengucapkan kata terakhir,Baron pergi meninggalkan Lita dan Agnes yang masih mencerna setiap kata kata yang keluar dari mulut Baron.


◇◇◇◇◇


Sedangkan di kediaman William...


Mereka sedang menikmati sarapan tanpa Reza dan Via. Bahkan Zaskia yang tadi malam memilih tidur setelah mengantar tunangannya, terlihat sarapan bersama.


" Reza belum turun,Mi? " tanya Kia di saat dia tiba dan duduk.


" Belum. Biarkan saja,jangan mengganggu adik dan adik iparmu. Mungkin mereka kelelahan setelah acara kemarin " jawab Dina.


" Kamu kapan nyusul,Kia? " tanya Widya mengalihkan pandangan Kia. " Jangan lama lama,kamu itu bukan gadis remaja lagi. Bahkan adik mu saja sudah menikah " lanjutnya.


" Rencana sih,Nek. Mungkin empat bulan lagi " jawab Kia sambil mengambil sepotong sandwich.


Widya hanya mengangguk menanggapi ucapan Kia. Setelah itu mereka diam dan menikmati sarapan.


Sedangkan di kamar Reza...

__ADS_1


Via bangun dari tidurnya,ia berniat ingin membersihkan tubuhnya dari keringat. Namun saat dirinya akan berdiri,Via mendesis merasakan sakit antara kedua kakinya. Membuat Reza terbangun dan membantu Via.


" Baby, kamu gak apa apa? " tanya Reza


" Sakit " ucapnya membuat Reza tersenyum mengerti.


" Biar ku bantu " ucap Reza sambil mengangkat tubuh Via lalu menggendongnya ala bridal style.


aaakkkhhh..


Via berteriak di saat Reza mengangkat tubuhnya. Dengan cepat Via mengalungkan kedua tangannya pada leher Reza.


Reza membaringkan tubuh Via di dalam bathup. Setelah itu Reza mengisi bathup tersebut dengan air dan membiarkan Via membersihkan tubuhnya sendiri.


Setelah beberapa menit Via selesai dengan acara mandinya. Reza pun telah selesai membereskan tempat tidur yang tadinya berantakan akibat pergulatan ia dan istri mungilnya.


Untuk sesaat Reza tersenyum kala mengingat noda darah di atas sprei yang Reza beres kan tadi.Terima kasih sayang... " Ucap Reza dalam hatinya.


" Kenapa Mas membereskan itu? " tanya Via ketika dia keluar dari kamar mandi.


" Memang kenapa? " tanya Reza heran.


" Padahal,biarkan saja. Biar Via yang ganti dan beres kan " ucap Via.


Reza tersenyum,lalu berjalan mendekati Via. Setelah itu memeluk pinggang Via agar lebih dekat lagi dengannya.


" Biarkan aku membantumu,Baby. Selagi ada waktu,dan aku bisa " katanya membuat hati Via semakin menghangat.


" Terima kasih,Mas "


" Untuk " goda Reza sambil menaikkan kedua alisnya.


" Semua kebahagiaan yang telah Mas berikan untukku. Aku bahagia memiliki suami seperti,Mas " ucap Via memandang netra Reza.


" Sudah kewajibanku,membuat istri mungilku ini bahagia " ucap Reza dan Via tersenyum bahagia.


" Ngomong ngomong,Mas mandi lah " kata Via.


" Baiklah " ucap Reza sambil melepaskan pelukannya di pinggang Via. Namun sebelum itu Reza mencuri kecupan di bibir Via dan berlari,masuk ke kamar mandi.


Via tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya sebelum keluar kamar untuk sarapan, lebih tepatnya makan siang dirinya dan Reza.


◇◇◇◇◇


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2