Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Sebuah Keinginan


__ADS_3

Reza di buat bingung dengan tingkah Via. Semenjak kedatangannya ke kantor yang menghebohkan seluruh karyawan RBW Grup. Via termenung sambil cemberut di sofa ruangan Reza dan tak menghiraukan Reza. Bahkan di saat Reza telah selesai memakan makanan yang di bawa Via.


Apa dia masih kesal dengan dua resepsionis tadi? terus kenapa gak biasanya bersikap begini?


batin Reza


Menurut Reza,Via yang sekarang seakan mempunyai kekuatan untuk memarahi setiap orang,biasanya dia akan bersikap manja padanya, atau bahkan bijaksana dalam menghadapi setiap masalah. Namun ada bagusnya juga,sekarang istrinya lebih tegas dari yang sebelum sebelumnya. Dan mampu menekan orang yang akan menindasnya.


" Sebenarnya kenapa hm,cemberut terus kayak bebek gitu? " tanya Reza sambil mendekat dan hendak mengelus pipi Via sayang.


" Apa kata,Mas? Aku kayak bebek?. Tega kamu,Mas " ucapnya sambil menepis tangan Reza.


kenapa lagi ni istriku. Sensitive amat deh...


pikir Reza


" Kamu kenapa? Gak biasanya marah begini.. "ucap Reza lembut, mencoba mengelus pipi Via kembali.


" Aku kesel sama,Mas. Kenapa juga punya karyawan gak punya sopan santun kaya mereka " tegasnya membuat Reza tersenyum


" Sayang,bukan mereka tidak sopan,tetapi mereka itu mencoba profesional dalam bekerja. Karena sebelumnya memang pernah ada kejadian begini " kata Reza tanpa sengaja membuat Via bertambah kesal.


" Maksudnya? " tanya Via dingin,Reza yang menyadari kesalahannya yang sudah memberi tahu pernah ada kejadian serupa jadi bingung sendiri.


" Ma...Makk..Sud,Mas...itu...emh...anu... " kata Reza tergagap.


Kenapa aku jadi bodoh begini...batin Reza


" Apa? Katakan? Maksudnya apa? " tanya Via dingin membuat Reza semakin kelabakan.


" Grace,anak tante Salma pernah membuat keributan di sini. Dia mengaku calon istri mas di depan semua karyawan " ucap Reza pelan.


Deggg!!


' Wanita gila itu lagi. Gak tahu malu,udah di usir Mami juga tetap aja masih gatel. Atau jangan jangan..? ' batin Via


Kini Via menatap tajam netra Reza,sehingga Reza di buat salah tingkah oleh Via meskipun sekedar dari tatapan Via.


" Kamu ada hubungan dengan dia,Mas? " tanya Via penuh curiga.


Dengan cepat Reza menggelengkan kepalanya. " Mana mau,Mas sama wanita genit dan kegatelan kaya dia " ucap Reza.


" Awas aja kalau sampai terbukti tergoda dengan wanita begitu,Mas gak aku kasih jatah selama sebulan " ancam Via membuat Reza diam dengan napas yang terasa sesak.


' Mati.. untung gak sampai tergoda ' batin Reza.


" Mana bisa sebulan. Sekarang aja Mas lagi ingin " ucapnya dengan senyum menggoda.

__ADS_1


" Kerja,Mas. Ini kantor " kata Via ketus.


" Aku bos nya kok,jadi bebas kan? " ucap Reza tak mau kalah.


" Aish,aku pulang aja lah kalau gitu " kata Via dan hendak berdiri,namun dengan cepat Reza mengukung tubuh Via di atas sofa.


" Gak semudah itu,Sayang.. " katanya


" Mas,ikh...Lepasin..." teriak Via.


Dengan cepat Reza menyatukan bibirnya dengan bibir Via,membuat Via terdiam dengan perlakuan Reza yang tiba tiba.Dan kini tangan Reza pun tak tinggal diam,ia meraba punggung Via dan hendak mengangkat dres yang Via kenakan.


tok..tok...tok...


( pintu ruangan Reza di ketuk )


Via terperanjat kaget dan mendorong tubuh Reza hingga terjatuh.


Aww....


ringisnya.


" Ma..mas... aduh...Maaf,I..itu pintunya ada yang ketuk " kata Via tergagap di saat melihat Reza meringis kesakitan.


" Kamu tuh,yang... Sakit ini pinggangku " ucapnya..


" Masuk " teriak Reza dengan nada kesal.


Siapa yang berani menggangguku? Awas aja kalau bukan urusan penting,ku cincang dia ' batin Reza.


" Maaf,Tuan,mengganggu. Lima menit lagi akan ada rapat dengan perusahaan F.A Company untuk membahas kerja sama antar perusahaan kita " kata Bagas sambil tertunduk.


" Ada lagi? " tanya Reza dingin


ukh si bos kenapa lagi...


ketus amat...


batin Bagas.


" Tidak ada bos.. " katanya.


" Keluarlah,nanti aku menyusul " ucapnya.


Dengan cepat Bagas keluar dari ruangan Reza. Dia tidak mau jadi pelampiasan amarah majikannya yang terlihat seperti menahan amarah.


Kini Reza berbalik menatap Via yang sedang tertunduk di sampingnya. Ada rasa bersalah di hatinya ketika melihat istri mungilnya itu ketakutan.

__ADS_1


" Mas,gak papa kok. Kamu tunggu mas di sini ya,Mas mau meeting dulu dengan client. Nanti kita lanjutkan acara kita " ucapnya membuat pipi Via merah merona.


" Mas tinggal dulu ya.." katanya


Setelah itu mencium kening Via dan tak lupa mengangkat dagu Via dan mendaratkan kecupan lembut di bibir Via. Setelah itu mengambil berkas yang ada di meja lalu berlalu meninggalkan Via sendiri di ruang kerjanya.


" Urus segala sesuatu yang istriku perlukan di saat aku meeting " ucap Reza pada Bagas,dan dengan cepat Bagas mengangguk.


Sedangkan setelah Reza meninggalkan ruangannya, ponsel Via berdering. Di sana bertuliskan nama Zaskia sang kakak ipar yang kini menelponnya..


" Hallo,Kak " ucapnya di saat sambungan itu terhubung.


" Apa kabar,Dek? " tanya Kia.


" Aku baik,Kak. Kakak apa kabar?. Kapan pulang ? " tanya Via membuat Kia terkekeh.


" Kakak,baik.Seminggu lagi kakak pulang,kamu mau oleh-oleh apa dari kakak? " taya Kia..


" Gak ada,Via gak mau apa-apa " ucap Via.


" Baiklah. Kalau kamu gak mau apa-apa,tapi kakak tetap akan bawain kamu sesuatu " ucap Kia.


" Hmm,terserah kakak saja " pasrah Via.


Sekitar sepuluh menit mereka menghabiskan waktu untuk sekedar bertukar kabar dan bercanda bersama. Membuat Via maupun Kia terlihat layaknya kakak beradik yang saling menyayangi.


^


" Baiklah Pak Reza. Semoga dengan adanya kesepakatan kerja sama ini membuat perusahaan kita semakin melonjak lagi " ucap Pak Fadly pada Reza.


Dia berdiri di ikuti Reza,lalu mereka berjabat tangan.


" Terimakasih,Pak. Itu harapan kita " kata Reza tersenyum ramah.


Setelah itu Pak Fadly undur diri dan Reza pun dengan cepat kembali ke ruangan nya.


Sementara Via sedang termenung sambil membaca majalah bisnis yang tergeletak di atas meja kerja Reza. Di sana ia menemukan fakta mengejutkan bahwa perusahaan milik kakeknya itu adalah perusahaan terbesar ke tiga di dunia.


Memanglah selama ini Via belum mengetahui dengan detail tentang keluarga dari ibu kandungnya. Dan mereka pun tidak pernah membicarakan sekaya apa keluarga dari ibunya itu. Bahkan Reza atau William sendiri pun belum pernah menceritakan sekaya apa keluarga dari ibu kandung Via.


' Jadi,bunda Vera itu anak kedua dari pemilik J.K Moto Chase juga pemilik perusahaan terbesar ke enam. Oh ya ampun,apa aku mimpi. Apa sekaya itu mereka? Pantas saja aku selalu di suruh untuk kuliah ' batin Via.


Dia baru menyadari bahwa dia itu termasuk anak seorang bilionere juga cucu seorang yang lebih dari sebutan bilionere.


' Kalau memang seperti itu,maka aku harus lebih pintar dan tegas lagi. Demi masa depan anak juga diriku sendiri. Aku harus memulai ini dari awal dan mempertahankan apa yang menjadi milik Bundaku. Aku tidak mau menjadi wanita lemah lagi ' janji Via dalam hatinya.


◇◇◇◇

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2