
Pagi pagi ini suasana kediaman William mulai rame. Pesta pernikahan Zaskia dan keberangkatan Reza serta William ke Amerika jadi kesibukan tersendiri untuk mereka. Apalagi untuk Via,sedari tadi dia tidak mau lepas dari tubuh Reza. Ketakutannya akan di tinggal beberapa bulan kembali,membuat Via jauh lebih posesif terhadap Reza. Sehingga membuat Reza sendiri menjadi gemas di buatnya.
Berbeda dengan William,Dina dan Susan. Mereka tertawa geli melihat tingkah Via yang semakin kekanakan akibat hormon kehamilannya yang tidak seimbang.
" Sayang.. gimana Mas berangkat kalau sayangnya Mas masih nempel gini "
Perkataan Reza sukses membuat Via memberenggut kesal. Dia langsung melepaskan pegangannya pada tangan Reza,lalu berbalik membelakanginya.
" Ya Sudah. Berangkat sana " ketusnya,membuat Reza kelabakan.
Salah aku,apa lagi ?
gini banget ya kalau istri lagi hamil muda.
" Kan Mas sudah bilang,hanya dua hari kok,Sayang " ujar Reza. " Setelah itu Mas pulang bersama kak Kia " lanjutnya.
Tanpa menjawab,Via berjalan menghiraukan Reza yang semakin kelabakan dengan tingkah istrinya.
" Kamu yang sabar,Za. Istrimu itu lagi hamil muda,terkadang hormonnya tidak seimbang. Lebih baik kalian berangkat sana. Nanti keluarga Nathan menunggu lama di bandara sana " ucap Dina.
" Tapi... Istriku? " kata Reza.
Terlihat kebingungan di wajah Reza,membuat Dina menghela napas panjang.
" Biar ibu dan Susan yang tenangin dia "
" Benar,Tuan. Biar saya mencoba membujuk Via " tutur Susan.
" Baiklah. Kalau gitu Papi berangkat. Jaga diri Mami,Kamu dan Mantu Papi juga kandungannya " ucap William pada Dina dan Susan.
" Tentu " balas nya.
" Mi,titip Via ya Mi... titip calon anak Reza juga " pamit Reza murung.
" Tanpa kalian minta,Mami sendiri yang akan menjaga mantu serta calon cucu Mami " ucap Dina pada dua lelaki yang kini telah berjalan memasuki mobil yang di kemudikan Dion.
^
Sedangkan di kamar,Via sedang asyik telponan dengan Elfredo. Setelah di buat kesal oleh Reza,Via menelpon El dan meminta dia untuk mengunjunginya.
" Se'enggaknya pada hari H pernikahan kakak iparku " rengek Via manja.
" Baiklah..baiklah.. Kakak akan usahakan ke situ " balas El yang tersenyum geli melihat adik kecilnya merajuk.
" Yeyy.. Harus pokoknya. Biar bisa elus ponakan kakak " ucap Via membuat El diam untuk mencerna perkataan adiknya.
" Apa kamu lagi hamil ? " tanya El yang di balas anggukan cepat oleh Via.
__ADS_1
" Okelah " balas El sumringah. " kakak akan usahakan mengunjungi kamu dan calon ponakan kakak " lanjutnya.
Ketika Via sedang asyik mengobrol,Susan masuk tanpa mengetuk pintu.
" Vi..apa kamu baik baik saja " ucap Susan mengagetkan Via.
" Aku baik baik saja kok,San.. " balas Via.
" Syukurlah "
" Siapa itu? " tanya Susan.
Via tersadar,sambungan telpon itu masih tersambung dan memperlihatkan wajah penasaran El di seberang sana.
" Kenalkan. Dia Kakakku,San. Namanya Elfredo,dan ini temanku Kak,namanya Susan " kata Via memperkenalkan keduanya lewat layar ponsel.
Susan tersenyum canggung di saat melihat wajah El,begitupun dengan El. Dia diam mematung memperhatikan teman dari adik kecilnya itu.
cantik, batin el
kenapa harus se tampan ini? batin Susan
Ada rasa getaran di hati ke duanya,namun mereka hanya tersenyum,lalu meyebutkan nama masing-masing.
" Susan "
Setelah itu,El kembali berbincang dengan Via. Dia tidak mau membuat hatinya bertambah berdetak di saat mendengar suara Susan. Dia juga mencoba menetralkan kembali detak jantungnya agar terlihat biasa di mata Via dan Susan.
Tunggu,dia kakak Via dari mana?
Bukankah kakak Via itu si Agnes ya...
pikir Susan yang baru sadar setelah perbincangan mereka sejak tadi.
" Ya Sudah. Kakak tutup telponnya ya.. Sampai ketemu di sana " ucap El di balik layar ponsel Via.
" Baiklah. Vi tunggu " ujar Via.
Setelah itu,sambungan telepon mereka terputus. Menyisakan Via yang sedang tersenyum melihat tingkah Susan dan El.
Sebenarnya sedari tadi Via menyadari kecanggungan di antara ke duanya. Terlihat dari tatapan El yang selalu gugup ketika melihat wajah Susan. Begitupun dengan Susan yang selalu diam-diam melirik El meski berakhir dengan membuang muka karena malu.
" Apa kakak ku setampan itu? " tanya Via tiba tiba mengejutkan Susan.
" Eh " kagetnya.
" Em.. gak ..eh..i..iya.. " gugup Susan membuat Via tertawa terbahak.
__ADS_1
" hahaha Kamu tuh lucu banget... Gimana sama cintanya kamu sama kak Miko " tanya Via membuat Susan berubah dingin.
" Aku menyesal pernah memiliki rasa pada lelaki brengsek seperti dia " ucap Susan tertunduk.
" Dia itu sangat mencintaimu.. Tapi kalau kamu memilih mencintai kakak ku,itu lebih baik. Nanti ku kenalkan kamu padanya " kata Via membuat Susan salah tingkah.
" Kamu apa apa'an, aku tidak menyukainya kok " sangkal Susan.
Namun dalam hatinya,Susan sangat tertarik pada El. Bahkan sekarang,ketika mendengar nama El dari mulut Via,hatinya bergetar hebat. Sungguh pesona bule yang di pancarkan dari wajah El membuat hati Susan seakan di porak porandakan.
Apakah aku sudah jatuh cinta pada kakak sahabatku sendiri. Tidak,itu tidak boleh. Aku mana mungkin bersanding dengan kakak Via. Ngomong-ngomong,kakak Via..?
pikir Susan
" Ngomong-ngomong kak El itu kakak dari mana? Apa itu kakaknya tuan Reza? " tanya Susan membuat Via menghela napas panjang.
" Dia kakak dari pihak ibuku " ucap Via pelan.
Setelah itu Via menceritakan semua kenyataan tentang dirinya. Membuat Susan ternganga tidak percaya.
" Jadi,Kamu cucu...." Susan tidak mampu melanjutkan ucapannya.
" Iya,akulah cucu pemilik perusahaan J.K Moto Chase yang terkenal itu.." jawab Via seakan tahu pikiran Susan.
Hati Susan semakin menciut. Hatinya menolak halus perasaannya pada kakak Via yang baru saja mengembang.
" Aku tidak boleh mencintainya. Lagian mana mungkin lelaki setampan dia masih jomblo. Aku harus mengubur perasaan ini. Apa lagi mereka itu dari keluarga terhormat. Mana mungkin nenerima wanita dengan hubungan orang tua yang berantakan" batin Susan.
" Aku gak tahu harus ngomong apa,Vi. Yang jelas,aku gak nyangka bahwa kamu itu cucu dari orang terkemuka di dunia " ucap Susan.
" Bukan hanya kamu,tapi akupun sama " balas Via.
Mereka mengobrol menghabiskan waktu sebelum memulai kuliah online yang kini menjadi kegiatan tambahan Via.
^
Sedangkan Reza merasa gelisah di dalam pesawatnya. Dia teringat istri cantiknya yang sedang kesal pada dirinya.
Sesungguhnya Reza tidak ingin meninggalkan Via. Tetapi pekerjaan dia yang tidak bisa di gantikan orang lain membuatnya harus tega meninggalkan Via. Meskipun resikonya di diamkan kembali oleh istrinya itu.
" Semoga kekesalannya tidak berlanjut " gumam Reza.
Setelah itu dia memejamkan matanya ,berharap rasa bersalah dan ingatan pada istrinya sedikit berkurang.
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1