Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Kenyataan Mulai Terungkap


__ADS_3

" Sttt... Tenang Sayang..Kakak ada di sini " kata lelaki misterius itu.


Dia memakai seragam berpangkat Major General di badannya.


Via mendongakkan kepalanya,dia melihat lelaki yang kini memeluknya erat.


Siapa dia? Kenapa memanggil dirinya kakak?.


Batin Via.


" Siapa ka...kamu ? " ucap Via tergagap penuh ketakutan.


" Kamu akan tahu siapa aku,setelah kita pergi ke rumah mertuamu " ucapnya sambil melepas pelukan erat itu.


Dia tersenyum indah menatap netra Via. Nerta yang membuat dia mengingat seseorang di masa lalunya. Netra yang sangat ia rindukan. Yang slalu menyayangi dan memanjakannya.


Lelaki itu memutus pandangannya di saat ia sudah tak sanggup menatap netra itu.


" Kita harus ke rumah mertuamu. Ada hal yang harus kamu ketahui " katanya membuat Via terdiam beberapa saat.


Setelah itu Via mengangguk dan berlalu pergi ke kediaman William.


◇◇◇◇


Di kediaman William...


Setelah mendapat pesan dari orang yang selama ini sangat di takuti William,William mengajak Reza untuk pulang bersama ke kediaman William. Meski Reza sempat menolak tapi William tetap memaksa sehingga mau,tidak mau Reza mengikuti langkah William.


" Sebenarnya ada apa,Pi ? " tanya Reza penasaran.


" Nanti kamu juga tahu,Za " jawab William.


William menghela napas berat. Setelah William memberikan bukti untuk menjauhkan keluarga Putra,tadi Dina menghubungi nya dan mengabarkan bahwa lelaki yang bernama Robert dan istrinya yang bernama Cerrie berkunjung ke kediaman William. Serta pasangan paruh baya di belakangnya.


Dengan berat hati,William mencoba menekan gemuruh dalam hatinya. Akhirnya tiba juga waktunya. Semoga Via dapat membuat keputusan yang tepat untuknya dan Reza batin William.


Sedangkan Reza termenung menatap sepanjang jalan dari kaca mobil William. Hatinya mendadak tidak tenang,pikirannya mendadak tertuju pada Via. Apalagi setelah ia mendengar kabar dari bawahannya yang selama ini menjaga Via. Hatinya bertambah sesak dan merasa sangat takut kehilangan.


Dan lagi-lagi Reza di buat bingung,karena mereka juga melaporkan bahwa ada orang yang menolong Via selain mereka.


Siapa sebenarnya mereka? batin Reza bertanya tanya.


Setelah 40 menit perjalanan,Reza dan William tiba di rumah kediaman William. Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


Untuk sesaat,William menghela napas sambil memejamkan matanya.


" Papi kenapa? " tanya Reza.

__ADS_1


" Gak papa,ayok kita masuk " kata William.


Sesampainya di ruang keluarga,William yang sudah mengenal mereka sedikit tersenyum kecut. Berbeda dengan Reza yang kini di penuhi berbagai pertanyaan dalam pikirannya.


Siapa mereka?


" Apa kabar,Will? " sapanya berbasa basi.


" Baik,apa kabar Tuan, Nyonya? " tanya William pada sepasang suami istri tersebut.


" Baik,Mr. William " ucap lelaki paruh baya itu dengan tegas.


" Za...kemarilah..." pinta William dan Reza pun menurutinya " Kenalkan,dia Mr. Edward Drew Moto dan Mrs. Astrid Zilka. Sedangkan ini Yonathan Robert Moto dan istrinya Made Cerrie Indira " ucap William menyebutkan nama mereka.


Mr. Edward menatap tajam Reza. Membuat Reza gugup dan salah tingkah.


" Saya,Reza Mr and Mrs,Tuan dan Nyonya " ucap Reza sambil mencium tangan mereka satu persatu.


" Hm... Kemarilah. Apakah kamu suami Via? " tanya Edward.


Reza mendekat,


" Benar,Mr " ucap Reza.


" Peluklah kakek tua ini. Jangan biarkan kakek tua ini menahan rasa bersalah ini lagi " ucapnya membuat Reza bingung.


" Apa hanya kakek saja yang kamu peluk? " ucap Astrid pura pura merajuk.


Dengan senyum canggung Reza berpindah memeluk Astrid yang di sambut Astrid dengan tangisan bahagia.


" Tetap sayangi cucu kami,Nak " pinta Astrid di sela sela pelukannya.


Reza terlonjak kaget dan langsung melepaskan pelukan Astrid secara tiba tiba. Dia juga menatap ke empat orang itu dengan tatapan bingung,berbeda dengan William dan Dina yang kini sudah tertunduk nangis. Bahkan William sudah berkali kali mengusap air matanya.


" Kamu tidak perlu kaget,Nak Reza. Kita hanya perlu menunggu istrimu yang sedang di jemput anakku ke sini. Setelah itu,kamu akan tahu siapa kami sebenarnya " ucap Robert tegas " Duduklah " katanya lagi. Dan dengan ragu Reza menuruti perintah Robert.


Siapa sebenarnya mereka ini?


Reza melirik kedua orang tuanya yang kini sedang menunduk. Ada yang gak beres pikir Reza.


Sedangkan Via juga sama bingungnya. Dia menatap lelaki misterius itu dengan tatapan menyelidik. 'Sebenarnya ada apa ini ? Siapa dia? batin Via.


' Kamu sangat mirip tante,Dik. Kakak gak nyangka bahwa tante meninggalkan adik baik yang sangat cantik. Meskipun kakak baru mengetahui keberadaanmu seminggu yang lalu,tapi kakak bahagia. Akhirnya kakak punya adik juga. '


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit,Via dan lelaki itu tiba di kediaman William.


Dia melangkah di ikuti Via setelah mereka keluar dari mobil yang di kemudikan sendiri olehnya.

__ADS_1


" Selamat siang. Maaf kami terlambat " kata lelaki itu sambil menundukkan kepala nya. Tak lupa tangan kanannya ia taruh di dada sebelah kiri,setelah itu dia berdiri tegak kembali.


" Akhirnya kalian datang juga " ucap Robert " Duduklah " perintahnya. Dengan cepat lelaki itu duduk di antara kluarga Moto.


Via mematung tidak bergerak. Kenapa mereka menangis ? pikir Via. Ada apa ini? lanjutnya.


Reza berdiri lalu menarik Via untuk duduk di sebelahnya. Meski Via masih tidak mengerti namun dia mencoba untuk bersikap biasa saja dan menuruti keinginan Reza.


" Sebenarnya ada apa ini? " tanya Via tiba tiba.


Sungguh Via sangat penasaran dengan semua ini. Dia merasa ada yang mereka sembunyikan kepadanya.


" Sini,Sayang.. Peluk nenek,Nak " pinta Astrid pada Via.


" Peluklah dia,Nak " ucap Dina serak di saat dia membuka suara.


Dengan langkah ragu,Via berdiri dan menghampiri Astrid lalu memeluknya.


" Cucu nenek sangat cantik. Benarkan,Kek. Dia hampir mirip dengan Vera " katanya setelah melepas pelukannya.


Bahkan Astrid tidak segan mencium kening Via. " Peluklah mereka " perintah Astrid.


Via diam sambil menatap netra Astrid.


" Siapa kalian? Siapa Vera ?" tanya Via polos.


" Kami adalah keluargamu. Mereka adalah kakek dan nenekmu. Sedangkan kami adalah paman dan bibimu,lelaki ini adalah anak kami yang berarti kakak sepupu kamu " ucap Robert pelan namun mampu membuat Via dan Reza sama sama terlonjak kaget.


" Kakekmu Edward Drew Moto,nenekmu Astrid Zilka,bibimu Made Cerrie Indira, kakakmu Elfredo Jorrel Moto,dan aku sendiri pamanmu,Yonathan Robert Moto " lanjut Robert membuat Via terhuyung ke belakang.


" Kamu adalah anak dari adikku,ibumu bernama Veranika Dwi Moto. Dan nama aslimu bukanlah Silvia Kurnia Dewi melainkan Natavia Gloria Moto " ucapnya kemudian, membuat Via semakin syok dan terjatuh pingsan.


" Sayang...."


" Nak... "


" Via "


( teriak mereka serempak )


Reza berdiri dan langsung memeluk tubuh Via yang tergeletak. Begitupun dengan mereka yang melihat Via tidak sadarkan diri. Kini ikut mendekati Via. Bahkan Edward dan Astrid pun ikut menangis melihat Via yang jatuh pingsan karena syok mendengar pernyataan yang sangat mengejutkannya.


" Bangunlah... aku mohon.. " Ucap Reza mendekap tubuh Via.


◇◇◇◇


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2