Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Jadi Gembel


__ADS_3

Selang beberapa saat, Vega berdiri dan berjalan menghampiri Reza, lalu menarik tangannya. Dia tidak rela, Reza terus memeluk erat Via. Membuat hati Vega bagai di tikam ribuan belati. Panas dan sesak karena cemburu yang membara.


Vega juga tidak terima keluarganya di permalukan oleh Reza.Namun sebelum tangan itu menarik tangan Reza,sebuah tangan menepis dan melayang di pipi Vega. Membuat semua orang berdiri dan menatap orang itu.


Plaakkk...


" Berhenti di situ " ucapnya dingin dan tegas.


Vega diam mematung di tempat sambil memegang pipi sebelah kanan nya. Mata Vega menatap tajam pada orang yang telah menamparnya. Dia tidak mengira,orang seperti " DIA " akan menamparnya. Reza pun ikut terkejut,menatap tak percaya orang di hadapannya. Bahkan bukan hanya mereka,tetapi orang yang sedang berkunjung di sana pun ikut melihat adegan yang membuat mereka menganga.


" Berhenti, bermimpi mendapatkan suamiku. Aku sudah muak dengan wanita sepertimu " teriak Via menekan setiap kata katanya " Aku gak akan biarkan kamu merusak kebahagiaan antara kami. Ingat itu... " lanjutnya membuat Reza tersenyum bahagia. Setelah itu berlalu meninggalkan Vega sambil menarik tangan Reza,mendekati kedua mertuanya.


Akhirnya aku bisa melihat betapa besar kamu mencintaiku,Sayang..


Batin Reza senang.


William dan Dina pun tersenyum senang. Mereka akhirnya dapat melihat cinta dan ketulusan di antara keduanya.



Beberapa menit yang lalu,Via masih berada dalam dekapan Reza. Ia sangat bahagia bahwa Reza mengkhawatirkannya. Dia juga bersyukur,dapat selamat dan tepat waktu. Sampai akhirnya Via tahu,kejutan apa yang di maksud suaminya.


Di saat dunianya terbang entah kemana,Via di kagetkan dengan suara langkah Vega. Via sedikit memicingkan matanya,di saat Vega ingin menarik tangan Reza,di situlah Via menepis tangan Vega dan langsung menamparnya.


Memberikan blush on gratis cap lima jari di pipi Vega. Membuat Vega menatap tak percaya apa yang di lakukan Via.



Keluarga William kini berpindah tempat duduk. Setelah Via menampar pipi Vega,William berdiri di ikuti Dina untuk menyambut menantu kesayangannya. Pergi meninggalkan Mulyadi yang kini sedang di tangani polisi atas kasus pembunuhan.


Sedangkan Vega dan Desi menangis meraung raung. Meminta polisi untuk tidak menahan Mulyadi.


Sedari tadi tautan tangan Via dan Reza tak pernah terlepas. Bahkan ke khawatiran Reza kini tergantikan dengan rasa bahagianya.


" Sebenarnya apa yang sempat terjadi dengan mu,sayang? . Sampai telat datang ke sini " tanya Reza di saat mereka selesai makan malam.


" Iya,ceritakan pada kami. Jangan membuat kami khawatir,Nak " timpal William yang dia angguki Dina.


Dengan mata terpejam,Via membuka suara.

__ADS_1


" Sebenarnya,sedari rumah sampai sini ada beberapa motor yang mengikuti kami. Awalnya kami tidak menyadari bahwa kami di ikuti,tetapi di pertengahan jalan Pak Bagas menyadari kehadiran mereka " Ucap Via menghela napas " Salah satu dari mereka,menghadang kami. Namun sebelum Pak Bagas keluar dan menanyakan maksud mereka,ada beberapa pria berjas hitam turun dari mobil. Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil belakang dan berbicara padaku. Kata dia ' Jangan memikirkan situasi di sini,Nona lanjutkan saja perjalanannya. Biar kami urus mereka ' katanya padaku " ujar Via menjelaskan setiap detail kejadian yang menimpanya.


" Lalu siapa mereka? " ucap Reza bingung.


Sebenarnya Reza pun sudah menyiapkan beberapa orang untuk keamanan istrinya itu. Akan tetapi mereka tidak memakai jas dan hanya berpakaian biasa layaknya masyarakat biasa.


" Apa mereka tidak memberi tahu siapa mereka,Nak? " Dina sangat penasaran,siapa yang telah membantu menantunya itu.


" Aku tanya juga gak di jawab,Mi. Dia hanya tersenyum saja " ucap Via.


William yang sedari tadi mendengar cerita Via sedikit takut. Apakah dia telah menemukan mantuku? batin William.


" Papi kenapa? Bengong terus? " tanya Dina di saat melirik suaminya mematung dengan wajah sedikit pucat.


" Akh... Papi tidak apa apa kok,Mi " kata William gugup. " Papi rasa,Papi agak kurang enak badan " lanjutnya tersenyum canggung.


( Jangan sampai mereka mengetahui siapa Via saat ini pikir William )


" Ya Sudah. Papi pulang lah. Aku juga mau pulang,besok hari wisuda istriku " ucap Reza menyadarkan Via.


" Kenapa aku bisa lupa " gumam Via.


Sebenarnya ada apa dengan Papi ? Apa ada yang Papi sembunyikan ? " batin Reza menerka nerka.


◇◇◇◇


Sedangkan di suatu rumah mewah bernuansa Eropa.


Sepasang suami istri sedang tersenyum sumringah karena mereka telah berhasil menemukan kembali dan sempat melindungi orang yang mereka sayangi.


" Apakah benar dia baik baik saja? " tanya wanita cantik nan anggun dengan balutan blouse berwarna merah maroon tersebut.


" Benar Nyonya. Karena saya sendiri yang sudah menyuruh Nona pergi terlebih dahulu " ucap pria berjas hitam yang terlihat garang itu.


" Terus ikuti pergerakan dia. Jangan sampai wanita ular itu kembali ingin mencelakainya " perintah lelaki gagah dengan balutan jas putih dan kemeja hitam itu.


" Siap laksanakan,Tuan " ucap pria berjas hitam lagi.


" Ku harap kita tidak kehilangan jejaknya lagi " ucap wanita itu penuh harap dan dengan cepat di angguki lelaki di sampingnya sambil tersenyum.

__ADS_1


◇◇◇


Sementara satu dari kedua wanita yang ingin mencelakai Via berteriak marah. Mereka sangat marah ketika orang yang mereka bayar untuk melenyapkan Via, menghubungi kedua wanita itu dengan teriakan kesakitan.


" Kenapa dia sangat beruntung,Bun?. Bahkan mereka tidak mampu menyentuh seujung kuku ,Via sedikit pun " teriak wanita itu.


" Bunda juga tidak tahu,Nak. Entah siapa lagi yang mencoba melindunginya selain suaminya itu. Bahkan kini Bunda sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi " ucap Lita.


Lita merasa bingung dengan keberuntungan yang selalu mengikuti Via. Bahkan kini Lita merasa sangat terpuruk setelah tahu bahwa orang yang mereka bayar untuk membunuh Via itu gagal total.


" Kenapa bunda bicara begitu? Bukankah kita selalu punya cara untuk menyiksa Via? " tanya Agnes yang sudah di selimuti amarah.


" Mau menyiksa dengan cara apa lagi Agnes? Bunda sudah tidak mempunyai uang lagi untuk menyewa pembunuh bayaran yang akan membunuh Via. Bahkan untuk makan besok pun bunda tidak tahu harus dapat uang dari mana " beber Lita membuat Agnes diam mematung.


Agnes terkejut dengan penjelasan Lita. Dia tidak pernah bermimpi akan jatuh, sejatuh jatuhnya. Bahkan harta yang mereka banggakan kini lenyap seketika.


" Apa kini kita jadi gembel,Bun? " tanya Agnes dengan tubuh gemetar hebat.


" Mungkin ini karma dari masa lalu kita yang telah menyia nyiakan adikmu " kata Lita sambil berderai air mata.


Agnes berlari memeluk tubuh Lita. Takdirnya kini berbanding terbalik kepada mereka . Penderitaan yang Via alami selama tinggal dengan mereka,kini di bayar lunas tanpa turut campur tangan dari Via.


Bahkan rumah yang mereka tempati kini, tidak pantas di sebut rumah. Bahkan lebih pantas di sebut gubuk.


Bukankah setiap perbuatan jahat akan ada konsekuensinya?


◇◇◇◇◇◇


Sebelumnya aku mau minta ma'af pada readers semua. Jika banyak typo yang masih berkeliaran di beberapa chapter 😁😁😁


Dan terima kasih banyak bagi yang sudah memberikan Vote nya untuk novel ini.


Jangan lupa Like dan Sarannya...


Happy Reading...


◇◇◇◇


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2