Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Bukan istriku yang dulu


__ADS_3

Sebulan berlalu...


Setelah kejadian tempo hari yang mengejutkan Reza dan Via atas kebenaran isi surat Sukma. Mereka semakin bahagia,hubungan mereka pun semakin terlihat harmonis. Meski pada awalnya,Via selalu menghindari tatapan mata Reza. Tapi kini dia memilih mencintai mata itu juga suaminya.


Tiap hari Reza selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah di saat makan siang dan jika sudah selesai maka ia akan berangkat kembali ke kantor. Begitu pula dengan Via,setiap hari dia akan mengerjakan tugas - tugas kuliahnya di tempat tidur.


Larangan dokter yang mengharuskan Via bed rest tidak membuat Via hanya berdiam saja. Dia memanfaatkan waktunya untuk mempelajari tugas yang di berikan dosen juga mempelajari berbagai dokumen perusahaan yang akan menuntun Via menjalankan perusahaan yang di tinggalkan Vera.


Sementara keluarga Moto pulang setelah pesta selesai tiga hari kemudian,mereka lebih memilih kembali setelah mereka memutuskan untuk liburan dahulu di salah satu pulau terindah di kota B.


^


Hari ini jadwal pemeriksaan kandungan Via yang akan di lakukan di rumah. Mereka telah memanggil Julie untuk memeriksa keadaan Via serta kondisi kandungannya.


" Bagaimana menantu serta cucuku? " tanyanya dina khawatir.


" Mereka baik - baik saja,Nyonya. Bahkan menantu anda sudah boleh beraktifitas seperti biasanya " ucap Dokter Julie.


Dina dan Via menghela napas lega,akhirnya selama sebulan,Via dapat merasakan layaknya orang normal kembali.


" Terimakasih,dok " ujar Via tersenyum lembut.


" Sama - sama,Nona. Tapi tetap,Nona harus menjaga kestabilan tubuh Nona. Karena tubuh Nona sangat lemah,sehingga membuat janin yang ada dalam kandungan Nona,menjadi tidak stabil "


" Baik,dokter "


" kalau begitu,saya pamit dulu. Dan ini resep Vitamin Nona Via " setelah itu dokter Julie berlalu keluar menyisakan Via dan Dina.


" Ingat,jangan sampai kecapean "


" Iya,Mi.. "


^


Sementara di lain tempat,Bagas menemui Anton di salah satu restoran ternama.


" Ada apa?. Kenapa mau bertemu saya seperti ini? "


Anton bertanya setelah mereka duduk dan memesan makanan.


" Aku ingin menikahi anak,anda "


kata Bagas to the point.


Anton tersenyum mengejek melihat Bagas yang kini meminta Susan untuk di jadikan istrinya.


" Punya apa kamu,mau menikahi anakku? Cih..hanya menjadi pembantu di keluarga William saja,sudah bermimpi jadi menantuku "


Bagas mengepalkan tangannya menahan amarah.

__ADS_1


" Tapi aku janji akan membahagiakannya,Om "


Bagas mencoba tenang dengan segala penghinaan yang sedang ia terima kini. Dia tidak mau menjadi seorang lelaki yang mudah terprovokasi.


" Bahagia ya... Mimpi "


Bagas berdiri,dia menatap dalam mata Anton yang kini berubah sedikit ada guratan di wajahnya.


" Semua orang berkeinginan itu berawal dari mimpi,tapi mimpi yang kini aku jalani,akan aku wujudkan. Tanpa harus bermimpi dan hanya berandai andai saja " kata Bagas.


Dia sungguh muak menghadapi lelaki yang kini.ada di depannya. Entah harus bagaimana dia bersikap. Yang pasti,Bagas sangat kecewa dengan jawaban Anton.


" Saya akan buktikan itu,namun anda harus menyerahkan putri anda untuk saya " kata Bagas sebelum dia berlalu pergi meninggalkan Anton setelah membayar makanan yang belum sempat Bagas sentuh.


huh,dasar miskin.


Sampai kapan pun,aku tidak akan membiarkan putriku menikahi pembantu seperti dia. batin Anton.


^


Sore hari,Reza pulang dengan terburu,dia


sudah sangat merindukan istrinya. Tadi siang, dia tidak sempat pulang ke rumah karena ada meeting dengan client yang tidak bisa di gantikan oleh orang lain.


Selain itu ada sedikit pekerjaan dari kantor Vera, yang harus Reza selesaikan secepatnya. Hingga membuat jadwal pulang hari ini menjadi berantakan.


" Nona Via sedang ada di kamarnya,tuan. Ibu juga lagi bersama Nona Via "


" Baiklah. Terimakasih,Mbok "


Reza menaiki tangga sambil menenteng tas kerjanya.


" Yang... Mas pulang "


" Za,bikin Mami keget saja "


" Maaf Mi, " kata Reza.


Dia menaruh tas itu di meja,lalu mendekati Via yang masih belum beranjak dari kasur mereka.


" Bagaimana hasil pemeriksaan tadi? " tanya Reza.


Dia mencium kening Via lalu turun ke perut Via. Sementara Dina hanya tersenyum senang melihat Via dan Reza romantis di depannya.


" Dia sehat Mas,aku juga sekarang sudah boleh bergerak layaknya orang normal seperti orang lain " kata Via tersenyum.


Reza ikut tersenyum, akhirnya dia bisa bernapas lega setelah tahu kondisi Via saat ini. Selama satu bulan ini,Reza sangat mengkhawatirkan Via serta kandungannya. Dia tidak ingin ada hal buruk terjadi pada mereka.


" Baiklah,kalau begitu Mami keluar dulu. Mau bantu si Mbok Minah sama Murti buat siapin makan malam untuk kita "

__ADS_1


" Iya,Mi terimakasih "


Sesudah itu,Dina pergi meninggalkan Via dan Reza di kamar mereka.


" Mas,mandi lah. Biar badannya tambah seger " kata Via.


" Baiklah. Mas mandi dulu kalau begitu "


Reza melepas dasi yang kini melingkar di lehernya,setelah itu dia melepas kemeja serta jas yang membalut tubuhnya. Menampakkan maha karya indah di depan mata Via. Sesudah selesai,Reza berjalan meninggalkan Via yang sedang tertunduk dengan pipi merah merona di atas kasur.


Aish,kenapa aku merasa selalu malu ketika melihat pemandangan indah dalam diri suamiku. Aku sungguh tidak bisa menolak itu semua.


Batin Via.


^


Tiga puluh menit pun berlalu...


Reza telah selesai membersihkan tubuhnya. Dia kini sedang membuka tas berisi dua lembar kertas di tangannya.


Sejak tadi keluar dari kamar mandi,Reza tidak menemukan istrinya. Namun dia yakin bahwa istrinya kini sedang membantu Dina. Walau pun pada akhirnya,istrinya akan tetap duduk sambil melihat mertua serta ke dua asisten rumah tangganya yang sedang sibuk memasak bersama.


' Apa ini keputusanku yang terbaik. Semoga janin yang ada di dalam kandungannya selalu sehat. Dan yang pasti kuat '.Pikir Reza.


Reza keluar dari kamarnya,dia hendak menemui Via,namun langkahnya terhenti ketika melihat William yang baru tiba serta mengajak Reza untuk mengobrol berdua dengannya.


" Ada apa,Pi ? "


" Apa kamu tahu,kalau mertuamu kini sedang ada di negara M?. Menurut informasi,dia sedang menjalin hubungan dengan seorang janda beranak satu " ucap William mengagetkan Reza.


" Kenapa kelakuannya tidak berubah? " geram Reza.


" Dia tidak akan pernah berubah,Nak. Karena dia itu pria haus **** dan uang. Namun Papi khawatir jika kepulangannya kali ini akan membuat masalah besar buat kalian "


" Maksud Papi? "


" Kalau dia tahu bahwa ibu Via dari kalangan orang berada,dan semua hartanya jatuh ke tangan Via. Papi takut kalau Baron akan memanfaatkan statusnya untuk menekan Via serta menyebarkan isu yang tidak- tidak pada masyarakat "


" Huhh..,Papi gak usah khawatir. Karena istriku yang sekarang bukan Via yang dulu. Papi harus percaya dan yakin itu "


Reza tidak khawatir dengan kedatangan Baron,karena Reza tahu bahwa Via tidak akan tinggal diam. Apa lagi,kini Via telah mendapatkan pelajaran serta bagaimana kita seharusnya bertindak.


Terbukti beberapa minggu lalu ,di saat Via menghubungi nomer ponsel suaminya yang sedang tergeletak di atas meja kerjanya. Yang secara tidak langsung di angkat salah satu karyawan wanita di kantornya,karena Reza sedang di kamar mandi. Dia dengan tegas membentak karyawan tidak sopan tersebut dengan lantang. Bahkan mengumpat kasar wanita tersebut hingga wanita tersebut sangat menyesal dan segera mengundurkan diri.


" Baiklah,Papi percaya padamu "


◇◇◇◇


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2