
Beberapa jam tlah berlalu,dan operasi mata yang di jalani Reza pun sukses di lakukan. Namun Kia menunggu dengan harap harap cemas, pasalnya tingkat kesembuhannya masih fifty - fifty.
Dia takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada adiknya. Karna Kia tahu,Reza melakukan ini hanya untuk istrinya. Dan kalau sampai semua terjadi tidak sesuai dengan keinginan Reza, entah apa yang akan terjadi pada adik tersayangnya.
dreet...dreet...dreet
Nada dering ponsel Via berbunyi menampilkan nama pemanggil " Mami " di ponselnya.
" Iya, Mi ? "
" Apa sudah sampai di tempat,Kak ? Bagaimana keadaan Eza? " tanya Dina khawatir. Pasalnya William mengabari Dina ketika Dr. Chiko telah selesai melakukan operasi pada putra bungsunya.
" Iya,Mi... Reza masih belum sadarkan diri akibat pengaruh obat bius.Minta doanya aja buat Reza, mudah mudahan operasinya berhasil. "
" Tentu sayang. Tolong jaga adikmu untuk kami " ucap Dina tak mampu berkata kata lagi bahkan ia sudah menangis di ujung telpon sana.
" Pasti. Ya udah,Mi. Kia gak bisa lama lama,soalnya Kia harus menemani Reza " ucap Kia.
" Ok. Kabari Mami bagaimana perkembangan Reza "
" Siap, Mi "
Setelah memutuskan sambungan telpon,Kia masuk ke dalam salah satu ruang kamar rawat inap VVIP.
Di pandangnya wajah tampan adik kesayangannya,walau kedua matanya terbalut perban.
Kakak sungguh merasa kasihan. Bagaimana kamu menjalani hari mu dengan keadaan yang seperti ini. Hidup dalam kegelapan. Mungkin kalau bukan karena istrimu,kau takkan mau melakukan tindakan ini. Dan akan selalu menolak,walau kami membujuknya sedemikian rupa. Entah kami harus merasa bersyukur atau lebih dari itu,karena kehadiran adik ipar mampu meluluhkan hatimu,walau kau menanggung konsekuensi yang amat menyakitkan. Batin Kia menangis.
" Bangunlah segera. Dan nikmatilah kebahagiaanmu Za " gumam Kia sambil menatap wajah adiknya.
__ADS_1
♡♡♡♡
Sedangkan di kediaman William...
Seorang gadis beberapa kali menghela nafas panjang. Sudah dua malam dia benar benar susah tidur. Fikirannya tertuju pada pemuda yang telah menyandang status suami untuknya. Selama dia pergi,Via belum mendapatkan kabar sama sekali. Hingga membuat dirinya cemas dan khawatir.
Dina yang menyadari perubahan pada menantunya segera mendekat lalu memeluknya. Dia tahu,pasti sangat berat untuk gadis remaja ini. Menjalani kehidupan yang kejam setelah itu menikah dan di tinggalkan. Bukan hal kecil untuk di jalani seorang remaja sepertinya.
Via yang merasakan pelukan hangat dari mertuanya langsung menangis. Pelukan hangat yang ingin Via rasakan dari ibu kandung Via sendiri. Tetapi kini mereka membuang Via setelah mereka puas menyiksa Via selama tinggal dengan mereka.
" Sabar sayang... ada Mami di sini,nak. Anggap Mami ibu kandungmu, kita sekarang keluarga sayang..." ucap Dina menenangkan menantunya " Suami kamu sudah menjalani operasi matanya,sekarang kamu bantu doa supaya harapan kita terkabul " lanjut Dina.
" Benarkah,Mi? Mengapa cepat sekali? " mata Via berbinar setelah mendapat kabar Reza. Walau masih ada air mata di ujung matanya. Dia terkejut,pasalnya Via tahu,baru dua hari yang lalu Reza berangkat dan langsung mendapat kabar ia sudah selesai di operasi.
" Setelah sampai,suami mu langsung menuju rumah sakit dan melakukan operasi hari itu juga " jawab Dina. " Mami minta doanya sayang " sambungnya.
◇◇◇◇
Detik berganti menit,menit berganti jam,jam berganti hari...
Hari ini adalah hari di mana Reza akan membuka perban nya. Kia dan Bagas benar benar sangat cemas. Begitu pun keluarga William di seberang sana. Mereka mengharapkan yang terbaik untuk Reza.
Via sedari tadi sudah gelisah,di sekolahnya pun dia mendadak tidak fokus. Rasa ketakutan kini menyerang fikirannya. Bagaimana kalau nanti setelah bertemu dan bertatap langsung dengannya,Reza tidak menerimanya fikir Via.
Sedangkan untuk Reza sendiri,sejak dia siuman,dia meminta foto Via pada kakaknya. Dan foto itu tidak pernah lepas dari dekapannya. Keinginannya hanya satu, pas nanti dia membuka mata,maka hal yang ingin pertama di lihat Reza adakah wajah istri cantiknya.
" Bagaimana,apakah sudah siap?" ucap Dr.Chiko sambil tersenyum di kala masuk ruang rawat Reza di ikuti Ineke " Hari ini,sesuai dengan jadwal,kita akan buka perban nya sekarang " lanjutnya
" Saya siap dok,tapi pelan pelan " ucap Reza pelan. Hati Reza dag dig dug tak karuan. Tangannya mencengkram tangan Kia,
__ADS_1
" Ada kakak di sini,Za. Bagas juga selalu menemani kita " ucap Kia menenangkan.
" Sus,Gunting... " pinta Dr.Chiko pada Ineke.
Di guntinglah perban yang menghalangi ke dua mata Reza,setelah itu di bukanya perlahan perban itu menyisakan kapas pada bagian mata Reza. Setelah kapas di buka dan di minta membuka mata pelan pelan Reza pun menuruti.
" Matanya buka pelan pelan ya... " pinta Chiko.
Di bukanya perlahan mata Reza. Reza pun mengerjap beberapa kali. Pertama pandangan matanya tetap gelap,namun kedipan ke dua mulai ada cahaya masuk melalui retina nya. Dan kedipan ke tiga,terlihatlah ruangan yang bernuansa putih serta terang.
Tangan Reza meremas kuat jari Kia,air matanya bahkan ikut mengalir di pipinya, mereka yang melihat tingkah Reza di buat penasaran.
" Bagaimana? " tanya Chiko cemas.
Namun bukannya Reza menjawab pertanyaan Dr Chiko,dia malah mengangkat bingkai foto yang membingkai wajah istri kecilnya.
kamu cantik sayang...
" Kakak,dia sungguh cantik " ucap Reza,setelah itu dia menoleh ke samping. Kia tersenyum hangat sambil berderai air mata.
Bahagia,sangat Bahagia.
Itulah perasaan Kia,begitupun mereka yang merasa lega setelah operasi yang di lakukan sukses besar. Reza bisa melihat indahnya dunia mulai saat ini. Dan terbukti,foto keluarga beserta istrinya, kini tak pernah lepas dari penglihatan Reza.
*Kini aku dapat melihat betapa gagahnya Papi,dan Anggun nya Mami. Serta cantiknya kak Kia. Begitupun wajah garang bodyguard ku selama ini. Dan ini... Kamu terlihat sangat sangat cantik,sayang. Aku benar benar mencintaimu... Love you Silvia " batin Reza bergumam haru.
••••••○*
Bersambung...
__ADS_1