Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Selamat Pagi..


__ADS_3

Mereka sampai pada saat malam menjelang subuh. Bagaimana tidak,perjalanan yang mereka tempuh juga keadaan yang mereka hadapi membuat waktu mereka sedikit tersita.


Namun,walau bagaimana pun mereka tetap bahagia,karena sahabat dari orang yang mereka sayangi masih bisa di selamatkan.


" Mas.... Mana Susan ? " teriak Via.


Reza mendekat lalu tersenyum. Dia sangat gemas dengan tingkah Via yang berubah manja lagi padanya.


" Dia baik baik saja,Sayang " ucapnya.


Tepat saat itu,Susan tersenyum menatap dua orang yang kini sedang bermesraan di depannya.


" Susan.. Kamu gak papa kan? " tanya Via.


Via hendak berdiri,namun Susan dengan cepat mencegahnya. Dia tidak mau jikalau Via terlalu banyak bergerak disaat Via tengah mengandung calon keponakannya itu.


Tadi sewaktu di perjalanan Susan sempat bertanya pada Reza. Pasalnya dia sangat penasaran di saat Reza mengatakan jaga anak mereka yang masih kecil. Di situlah Reza dan William memberi tahu Susan perihal kehamilan Via. Dan kabar itu membuat Susan melupakan masalahnya untuk sementara.


" Syukurlah. Akhirnya kamu selamat. Mukamu banyak lebamnya,San. Kejam banget sih si Miko itu " kata Via membuat orang di sekitarnya tersenyum


" Aku gak papa kok,Vi. Makasih banyak sudah menolong aku,di saat orangtuaku saja tidak dapat menolongku " kata Susan menangis pilu.


Dina yang melihat menantu serta gadis itu berpelukan bersama,hatinya jadi terenyuh. Di dekatinya mereka berdua lalu Dina memeluk mereka tanpa sungkan.


" Anggap Mami ini Mami kamu, Nak " ucap Dina pada Susan.


Susan tersenyum lalu memeluk Dina sayang.


Bagi Susan,ini pertama kalinya dia memeluk wanita berstatus ibu untuknya.


" Kalian istirahatlah. Kamu juga,Sayang. Sekarang istirahatlah. Kasihan cucu Mami yang kamu ajak begadang itu " ucap Dina sambil tersenyum.


Via pun mengangguk dan dengan cepat Reza mendekat dan membantu Via berdiri,sedangkan Susan sudah berlalu terlebih dahulu bersama Dina menuju kamar tamu mereka.


^


" Sayang... Maafkan Mas.." ucap Reza di saat dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh istrinya. " Mas pergi ke Amerika itu hanya dua hari,di sana perusahaan Bunda juga perusahaan Papi lagi ada masalah secara bersamaan. Jadi mau tidak mau,Mas dan Papi harus pergi ke sana. Sekalian kami pulang menjemput kak Kia yang sebentar lagi akan menikah " ucap Reza.


Via terdiam dan masih menunggu Reza melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


" Mas gak akan ninggalin kamu sampai berbulan bulan lagi seperti waktu itu. Walau dalam mimpi pun Mas gak akan ninggalin kamu,apalagi ada calon anak Daddy yang masih kecil di perut Mommy " ujar Reza membuat Via tersenyum.


" Baiklah,tapi hanya dua hari. Terus,mulai besok,aku akan memulai kuliah online dari rumah. Karena aku gak akan membuang waktuku lagi " izin Via yang dibalas iya oleh Reza.


" Baguslah. Mas sangat mendukung keinginanmu itu " balas Reza sambil memeluk tubuh Via. Via pun menaruh kepala nya di dada bidang Reza. Mencari kenyamanan agar tidurnya terasa nyenyak.


" Sekarang tidurlah " kata Reza.


Setelah perbincangan kecil itu,mereka pun tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


*


Sedangkan di kantor polosi,Miko sedang di tangani. Mereka memanggil orang tua Miko untuk mendatangi Miko di kantor polisi.


Namun yang datang hanya ibu Miko dan ayah Susan yang kini menjadi selingkuhan Ibu Miko.


" Kenapa bisa seperti ini " teriak Ayah Susan ketika masuk dan mendengar perkataan Dion mengenai calon putra tirinya pada putri kandungnya.


" Mas,maafkan kesalahan anakku " pinta Ibu Miko dengan manja.


" Tapi dia itu mau memperkosa anakku,Apa aku harus diam saja di saat putriku di celakai anakmu? " ucap Ayah Susan penuh penekanan.


Ayah Susan pun terdiam. Akhirnya dia sadar,bahwa keegoisannya untuk memiliki Ibu Miko itu dapat menyakiti anak anak mereka. Bahkan Miko pun tak segan mencelakai putrinya,meski dia tahu bahwa dirinya menjalin hubungan dengan Ibunya sendiri.


" Aku mencintai Susan,dan akan seperti itu seterusnya. " Ucap Miko sebelum dirinya berdiri dan meninggalkan Ibunya serta Ayah Susan yang diam mematung.


*


Pagi pagi sekali,Via terbangun lagi dari tidurnya. Rasa pusing dan mual pada tubuhnya kini Via rasakan kembali.


Dengan langkah cepat Via berlari menuju wastafel yang ada di kamar mandinya. Dia mencoba memuntahkan isi perutnya, namun hanya cairan kuning yang berakhir pahit yang Via rasakan yang keluar dari mulut mungilnya itu.


Reza terbangun di saat mendengar Via muntah di kamar mandi. Dia sangat khawatir dan merasa takut kalau kejadian yang terjadi di restoran terulang kembali. Membuat istrinya jatuh pingsan dan berakhir di rawat di rumah sakit.


" Sayang " ucap Reza,hatinya sangat sakit melihat Via jatuh di pelukannya dengan kondisi badan yang lemah.


Dengan cepat Reza mengangkat tubuh Via,lalu menggendongnya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur mereka.


" Mas bikin teh anget dulu ya.. Biar mualnya berkurang " pamit Reza yang di angguki Via.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Reza keluar dan membuat teh hangat untuk istrinya minum.


" Loh,kenapa Tuan ada di sini? " tanya Minah.


" Biar saya saja tuan " kali ini Murti yang bicara.


" Tak apa,Mbok. Biar saya saja. Lagian ini hanya sekedar teh hangat saja " ucap Reza membuat ke dua asisten rumah tangganya terdiam dan meninggalkan majikannya melakukan keinginannya.


Sepuluh menit berlalu,teh buatan Reza telah siap dan bisa di nikmati.


Reza tiba di kamar dan melihat Via yang sedang tertidur. Wajah pucat dan sedikit berkeringat membuat Reza tidak tahan melihat penderitaan istrinya yang sering orang bilang Morning sickness.


" Sayang,jangan buat Mommy menderita begini. Daddy gak sanggup melihat wajah pucat Mommy kamu " bisik Reza,tepat di atas perut Via.


Sesekali ia mengusap bahkan mencium perut datar Via,terkadang membuat Via melenguh kegelian dengan tingkah Reza.


^


Tepat pukul 10 pagi,Via terbangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling,mencari suami yang tidak terlihat oleh pandangannya.


Namun suara gemercik air membuat Via tahu,bahwa Reza sedang membersihkan tubuhnya.


Apa Mas Reza tidak berangkat ke kantor? pikir Via


Biasanya jam segini,Reza sudah pergi ke kantor,bahkan sudah mengerjakan tugas yang setiap saat menantinya.


Di saat pintu kamar mandi terbuka,Via memusatkan pandangannya pada lelaki yang keluar dari kamar mandi dengan air yang masih menetes dari ujung rambutnya, dan hanya memakai handuk untuk menutupi daerah privasinya.


Via tertunduk malu melihat pemandangan di depannya. Sedangkan Reza sendiri hanya tersenyum sambil mendekat ke arah Via.


Dia mengangkat dagu Via lalu mencium bibirnya. " Morning kiss,Sayang " lalu berpindah mengecup perut istrinya. " Selamat pagi,Sayang. Jangan nakal,jaga Mommy. Anak Daddy,kuat " bisiknya.


Via tersenyum,lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Reza.


" Selamat pagi,Daddy. Aku tidak akan nakal,tapi Daddy juga jangan nakal " ucap Via menirukan suara anak kecil. Membuat mereka berdua tersenyum bahagia.


◇◇◇◇


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2