
Deg...
Tangan yang halus...batin Reza.
Setelah itu Reza mencium kening Via. Via tak menolak,karena dia sadar bahwa dia sudah menjadi seorang istri.
Sehingga membuat debaran di hati kedua pasutri muda ini seketika berdetak kencang.
Ada apa dengan jantungku?. Oh tidak...apa aku ada riwayat penyakit jantung fikir Via.
Sementara di sisi lain,Agnes memandang Reza dengan tatapan memuja tanpa berkedip. Rasa ketertarikan di hatinya muncul begitu saja.
" Pria setampan dia seharusnya menjadi milikku "isi hati Agnes berdengung.
Hingga senyuman licik timbul di wajah Agnes.
" Maaf Pak Baron dan Buk Lita,sepertinya kami tidak bisa lama-lama di sini. Dan kami juga meminta izin langsung membawa Silvia bersama kami "pinta pak William tanpa bisa di ganggu gugat.
" Padahal kami masih menginginkan tuan William ada di sini. Tapi...kalau sudah begitu keputusannya. Kami dengan senang hati mengizinkan " jawab Baron dengan senyuman di wajahnya. Dia sadar,bahwa saat ini William sedang mengingatkan kesepakatan diantara mereka.
Berbeda dengan Agnes,saat itu wajahnya langsung muram mendengar keputusan sepihak dari William. Dalam hati kecilnya,ia ingin memandang suami dari Via lebih lama lagi.
Bahkan kini menatap Via dengan tatapan membunuh.
Via yang menyadari perubahan dalam wajah Agnes langsung tersenyum menyeringai. Ia sudah bertekad akan membalas semua kekejaman keluarganya suatu saat nanti. Di hitung dari hari ini,dan seterusnya.
" Iya,Tuan. Apakah tidak bisa lebih lama lagi sedikit " pinta Agnes hati-hati dengan nada lembut " Karena bagaimanapun, setelah hari ini saya tidak akan melihat wajah adik tersayang saya di rumah ini " lanjutnya mengherankan Baron dan Lita.
' Bohong !!!, Kamu hanya bohong Agnes. Apa yang akan kamu lakukan sekarang dengan berpura-pura baik di hadapanku, takkan membuat orang yang tidak sadar buta mata. Kamu sungguh wanita menjijikan,sama menjijikannya dengan kedua orangtuamu ' batin Via mengejek.
Pasti ada yang di sembunyikan Angel. Batin Lita menebak fikiran Angel.
" Maaf,karena setelah ini kami masih ada keperluan lain " Dina menjawab dengan tegas. " Ayok,Kia. Bantu adikmu... " lanjutnya.
Dina tahu apa yang di inginkan Agnes,karena sedari tadi Dina selalu memperhatikan Agnes dengan kedua orang tuanya. Dia sangat geram dengan kelakuan Agnes hari ini. Tatapan Agnes pada putranya,menyulut emosi Dina.
Jijik !
Itulah yang Dina rasakan. Tanpa berpamitan pada besannya,Dina menggandeng tangan Silvia,dan Zaskia menggandeng tangan Reza.
Sedangkan para tamu inti dari keluarga William pun dengan segera berpamitan dan undur diri setelah keluarnya Dina.
William yang masih ada di dalam rumah tersenyum sinis menatap Baron dan Lita yang menampilkan kebahagiaan penuh di wajah mereka.
" Perjanjian kita berlaku mulai saat ini " ucap William.
" Tentu,Tuan William " balas Baron dan Lita serempak.
" Selamat dan Permisi " ucap William melangkah keluar di ikuti Dion.
•••••¤
Setelah kepergian keluarga William, Baron dan Lita merasa bahagia. Bagaimanapun kini putri tersayang mereka akan semakin sukses dan Via sudah keluar dari rumah mereka.
Tetapi kebahagiaan Baron dan Lita terganggu dengan perubahan yang Agnes perlihatkan.
" Kamu kenapa,Sayang ? " tanya Lita
__ADS_1
" Kenapa ayah dan Bunda gak beritahu Agnes,kalau si Reza itu ternyata tampan juga berkarisma? " kesel Agnes.
" Emang untuk apa,Sayang?. Walau tampan dan berkarisma tapi dia itu buta sejak lahir. Dan kata berita yang beredar,bahwa dia gak bisa melihat selamanya " balas Lita.
" Lagian juga untuk apa kamu mau sama lelaki buta dari keluarga biasa? " ucap Baron. " Seharusnya kamu itu berjodoh dengan anak pemilik perusahaan nomor satu. Perusahaan RBW Grup " lanjutnya.
" Benar kata ayah kamu " Lita menimpali. " Sebaiknya kamu istirahat,bukankah nanti akan ada pertemuan dengan atasanmu? " Lita sengaja mengalihkan pembicaraan.
Walaupun masih kesal dengan orang tuanya,tetapi Agnes menuruti usulan mereka. Dia berdiri lalu berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Baron dan Lita. Dalam hatinya dia berjanji akan memikat pewaris dari perusahaan RBW Grup yang misterius itu. Sesuai dengan kemauan orang tuanya. Karna bagi keluarga mereka,harta adalah segalanya.
♡♡♡
Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam akhirnya keluarga William tiba di depan bangunan megah bercat putih. Selain itu, di depan rumahnya tampak beberapa pohon berjajar rapi. Menambah kesejukan serta kenyamanan penghuninya.
Via yang sempat tertidur saat di perjalanan,kini terbangun kala mobil yang di tumpangi berhenti. Matanya di kucek berkali kali.
Reza yang se-jok dengan Via berniat membangunkannya. Di angkatnya tangan kanan untuk mengelus rambutnya. Dengan ragu-ragu Reza mengulurkan tangannya. Dan hal itu tak luput dari perhatian Via dan keluarga Reza.
Kamu tampan mas,semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk mas,walaupun aku belum mencintai mas, batin Via.
" Mas " panggil nya menghentikan gerakan tangan Reza. Dan benar saja,Reza dengan cepat menarik kembali tangannya.
" Hmm mari,kita telah sampai " ucapnya.
Dan tadi apa? Mas?. Sungguh Reza bahagia dengan panggilan sayang dari Via. Senyuman di bibirnya muncul. Bahkan keluarga Reza menatap pasangan yang baru menikah beberapa jam itu dengan senyum merekah. William dan Dina sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari diri Reza.
Ekhmmm....
Suara batuk William menyadarkan mereka semua,bahwa mereka telah sampai dan lebih parahnya masih di dalam mobil setelah beberapa menit berlalu.
" Baiklah,Ayo turun " ucap William.
" Bagus banget " ucapnya dalam hati.
Zaskia yang melihat reaksi Via tersenyum lebar. Lalu dia mendekati Via yang masih melihat bangunan di depannya.
" Hai,Adik ipar " katanya.
Via pun menoleh,lalu tersenyum.
" Kita belum berkenalan,aku kakak suamimu. Zaskia Aurora William. " sambil memeluk Via "Aku senang,akhirnya kamu menjadi adik iparku " lanjutnya penuh ketulusan.
Via pun membalas pelukan Kia.
" Terimakasih kak "
Kia melepas pelukannya,namun tangannya memegang bahu Via.
" No,no,no ( sambil menggeleng kepala)... Dalam keluarga tidak ada kata terimakasih. Ok!! " ucap Kia sambil tersenyum.
" I..iya Kak "
Baik banget ya kak Kia,beda banget sama kak Agnes, fikir Via.
" Ayok,eh... kita ketinggalan ini... " ajak Kia sambil terkekeh berjalan menyusul orang tuanya.
*****
__ADS_1
Setelah acara penyambutan kedatangan Via dan acara makan malam keluarga, yang di adakan oleh keluarga William,kini mereka semua memasuki kamar untuk beristirahat.
Via lebih dahulu di antar ke kamar Reza untuk berganti pakaian serta membersihkan badan. Lagi dan lagi Via terkagum. Kamar dengan warna abu itu terlihat luas dan bersih. Walaupun Reza tidak melihat,tetapi sangat rapi dan bersih menggambarkan dia suka dengan kebersihan.
" Nona,kalau begitu si Mbok permisi undur diri. Selamat beristirahat " ucap mbok Minah.
" Terimakasih,Mbok... "
" Minah,Non "
" akh,iya... sekali lagi terimakasih,Mbok Minah " balas Via dengan senyuman.
non Via ternyata sangat baik. Anaknya pun sangat sopan dan terlihat berwibawa.Tuan Reza sangat beruntung. Semoga kini dan seterusnya Tuan Reza bahagia. kata Minah dalam hati.
*****
Di dalam kamar Reza,Via segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 20 menit pun berlalu. Setelah selesai dia memakai kimono tidur yang sudah di sediakan Minah di atas ranjang.
Via menunggu kedatangan Reza dengan gelisah,pasalnya malam ini adalah malam pertama bagi mereka. Sejujurnya Via belum siap untuk melakukan itu. Apalagi dia masih berstatus pelajar kelas 3 sekolah menengah atas.
Apa yang harus aku lakukan?.
Pertanyaan demi pertanyaan di kepala Via semakin membuat Via ketakutan.
Tok...tok...tok...
" Via,ini mami mengantarkan Reza " teriak Dina di depan daun pintu kamar Reza.
" I..iya..mi.., se..sebentar " jawab Via terbata bata karna gugup.
Saat pintu terbuka...
" Ya sudah,sekarang kamu sama istri kamu za " kata Dina.
" Terimakasih,Mami " kata Reza tulus.
" Mari Via bantu,Mas " sambil mengambil tangan Reza.
" Mami,titip anak mami ya.. Nak " kata Dina sambil tersenyum.
" Hust,Mami ini. Eza bukan anak kecil lagi mami " protes Reza.
" Ya udah,Mami. Via sama mas Reza masuk dulu " pamit Via yang di angguki Dina.
Kini suasana di kamar pengantin itu tampak sunyi. Rasa canggung di kedua mahluk itu menjadikan mereka sama-sama terdiam,tenggelam dalam fikiran mereka.
" Tidurlah " kata Reza memecah keheningan.
Nyeeepp...
Kini rasa lega di hati Via menyerangnya. Namun tergantikan dengan rasa bersalah.
" Tapi ,Mas... "
" Aku gak akan meminta hak ku. Jadi tidurlah,gak usah merasa bersalah " potong Reza sambil merebahkan badan di bantu Via.
Malam ini gak ada malam pertama buat pengantin baru ini,hanya tidur menunggu hari esok tiba.
__ADS_1
****
Happy Reading....