
Beberapa bulan kemudian.....
Kandungan Via kini telah memasuki bulan ke sembilan. Setiap hari dia selalu menemani Reza pergi ke kantor. Entah itu ke kantor milik keluarga William yang kini jatuh ke tangan Reza,ataupun itu dari keluarga Via. Untuk masalah kuliah,Via memutuskan untuk menunda sampai dia melahirkan.
Dan seperti biasanya,hari ini Via merengek meminta Reza agar mengijinkan dia ikut ke kantor miliknya. Alasannya cuma satu,Via tidak suka dengan seorang wanita yang selalu memandang Reza dengan tatapan memuja.
" Aku ikut... ya sayang.. " rengeknya.
" Tapi yang,kasihan dede bayi nya. Nanti dia kelelahan. Terus kamu juga pasti capek " ujar Reza.
" Ayo lah... aku gak akan sampai ke capekan kok,Sayang " balas Via manja. " Nanti aku tiduran aja di kamar kantor kamu " lanjutnya.
Reza menghela napas panjang. Sejujurnya dia sangat gemas melihat ibu negara yang sedang merajuk padanya. Entahlah,kalau di pikir-pikir lucu rasanya melihat wanita telah hamil besar sedang menunjukkan sikap ke kanak-kanakkan padanya. Kalau saja bukan istrinya,Reza sudah pasti meninggalkan wanita di depannya karena kesal.
" Baiklah. Tapi jangan sampai kecapekkan " ucapnya pasrah.
Dengan wajah sumringah Via mengangguk. Dia hanya ingin suaminya tetap bersamanya. Namun berbeda dengan Reza yang tampak cemas mengingat kehamilan Via tinggal menunggu beberapa hari untuk melahirkan.
Setelah perdebatan antara Reza dan Via yang di menangkan oleh Via. Akhirnya Reza berangkat ke kantor bersama Via. Namun sebelum berangkat,Via menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Baron.
" Ayah,apa kabar hari ini? " tanya Via pada Baron yang sedang berbaring di tempat tidur.
Baron tersenyum senang " Ayah baik-baik saja,Nak. Tidak ada yang perlu di khawatirkan " ujarnya. " Ngomong-ngomong kamu mau kemana sudah rapi begitu? ke kantor lagi? " tanya Baron dan Via mengangguk..
" Iya.. Mau ikut Mas Reza lagi " ujar Via, " Apa ayah sudah makan? "
" Sudah. Ngomong -ngomong bagaimana kabar calon cucu Ayah? " tanya Baron.
" Dia sangat baik ayah,namun akhir-akhir ini tidak ada gerakan dari nya " ucap Via
Baron tersenyum,namun sebelum dia berkata,Reza masuk ke dalam kamar Baron untuk menjemput Via.
" Mau jadi ikutnya yank? " tanya Reza.
" Iya jadi,Sayang. Ya udah kalau gitu,Vi berangkat dulu yah. " pamitnya sambil mencium tangan Baron.
Setelah itu dia berdiri dan berjalan mendekati Reza. Mereka berlalu pergi ke kantor dengan mobil yang di kemudikan Reza.
__ADS_1
" Yank.. nanti mampir ke toko dessert di jalan Z dulu yaa " Pinta Via ketika mereka sedang berada di perjalanan.
" Baiklah,Istriku ku " balas Reza sambil tersenyum.
Reza menepikan mobilnya di toko kue keinginan Via. Dia segera turun bersama Via sambil bergandengan tangan. Dan tak jauh dari sana seseorang sedang memperhatikan mereka dengan pandangan yang penuh arti.
" Nata? " panggilnya sedikit berteriak.
Via menoleh untuk mencari orang yang telah memanggilnya. Dan di saat dia menemukan orang tersebut,Via tersenyum sambil melepas pungutan tangannya dengan tangan Reza. Membuat Reza merasa kesal seketika.
" Kak,El... " ujar Via sambil mendekat lalu memeluk tubuh El. Tetapi karena perutnya yang sudah membesar membuat El dan Via hanya saling memeluk dari samping.
Huh..kembali di cuekin udah..batin Reza.
Sudah beberapa bulan El tidak mengunjungi Via karena tugas yang selalu menantinya. Hingga pertemuan kali ini membuat El maupun Via merasa sangat beruntung dan sangat senang.
" Bagaimana kabar mu dan dia? Hm ? " tanya Elfredo sambil menunjuk perut Via yang membesar.
" Baik kak. Bahkan mungkin sebentar lagi dia akan ke luar " ucap Via tersenyum.
Reza mendekat sambil mengulurkan tangan pada El. " Apa kabar kakak ipar? " tanya Reza tersenyum.
" Baik. Bagaimana kabar mu? " tanya El pada Reza.
" Yah..seperti yang kakak lihat "
" Kakak sedang apa di sini? " tanya Via tiba membuat El merasa gugup.
" Tadi ada pertemuan dengan beberapa client di kafe sana " ucapnya sambil menunjuk salah satu kafe di sana dan Via hanya ber Oh ria.
" Kamu gak kerja,Za? " tanya El pada Reza.
" Ini mau berangkat kerja,tapi adik kesayangan kakak mau dessert di toko sana " ucap Reza membuat El terkikik geli. Namun berbeda dengan Via yang langsung memberenggut kesal.
" Kamu itu,Nat. Ya udah kakak duluan ya..
Za,duluan ya.." pamit El,setelah itu dia berlalu meninggalkan Via dan Reza.
__ADS_1
Setelah kepergian Elfredo,Reza dan Via melanjutkan membeli dessert. Via sangat antusias melihat jejeran dessert yang tersedia di toko tersebut.
Dari sekian banyak dessert yang Via lihat dan tersedia,hanya carrot cake,banana foster dan pican pie yang Via pilih. Sementara Reza hanya tersenyum melihat ke antusiasan istrinya.
" Sudah? " tanya Reza.
" Emh,ya.. ini sudah " balas Via tersenyum.
" Apa kamu yakin,yang. Itu gak terlalu kebanyakan? " tanya Reza hati-hati.
" Jadi aku gak boleh ambil ini semua, gitu maksud kamu? " kata Via sedikit ketus.
Reza menghela napas panjang. Kayaknya dia salah bicara pikir Reza.
" Gak kok,Sayang.. kalau masih kurang juga kamu bisa tambah " ucap Reza.
Daripada perang ke tiga,lebih baik aku mengalah saja. Batin Reza.
Setelah selesai memilih,Reza pun membayar dessert tersebut. Sesudah itu dia pergi bersama Via menuju kantor Reza yang tidak jauh dari sana.
Selama di dalam perjalanan,Via tak henti hentinya memakan dessert tersebut. Membuat Reza menggeleng gelengkan kepalanya. Merasa ngeri dengan tingkah Via saat makan.
" Apa seenak itu? " tanya Reza.
Via hanya tersenyum sambil mengangguk. Namun pandangan matanya tetap pada kotak di depannya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit,Reza dan Via tiba di kantor Reza. Sebelum keluar,Reza mengambil tissue di jok belakang dan mengambilnya satu untuk membersihkan bibir Via yang kotor.
" Kamu itu seperti anak kecil saja "
" Enak,yank.. "
Setelah bersih barulah mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor perusahaan Reza. Semua karyawan yang telah mengenal Reza dan Via menunduk hormat di saat mereka berpapasan dengan Via dan Reza. Sementara pasangan suami istri tersebut hanya tersenyum ramah menanggapi semua karyawan yang menunduk pada mereka.
" Aku iri melihat bos sama istrinya. Mereka sungguh terlihat serasi,dan selalu bersikap romantis " ucap Karyawan 1 yang sempat berpapasan dengan Reza dan Via.
" Iya,andai suami kita seperti Bos. aku adalah wanita paling bahagia di dunia ini " ucap karyawan satu lagi.
__ADS_1
" Iya,melihat begitu perhatian nya pak Reza pada ibu Via yang telah hamil tua membuat aku ingin menggantikan posisi buk Via. "
" Hanya di mimpimu "