
" Pak Reza? " sapa seorang perempuan berambut panjang dengan senyum indahnya.
Reza menoleh lalu tersenyum,dia sedikit tersenyum di saat seseorang yang ia kenal ada di acara seperti ini. Berbeda dengan Via yang sudah memandang Reza dengan tatapan tajam seperti singa yang siap menerkam.
" Apa kabar,Pak Reza? " tanyanya sambil mendekat. Lalu mereka berjabat tangan.
" Aku baik Sus,..emh ngomong ngomong,kenapa bisa ada di acara ini? " tanya Reza heran.
" Jelas,saya di sini Pak. Adik saya sekolah di sini juga " jawabnya.
" Benarkah? " tanya Reza tidak percaya.
" Benar,ngomong ngomong apakah dia istri, Pak Reza ? " tanya perempuan tadi sambil tersenyum ramah.
Via yang sedari tadi hanya melihat interaksi suami dan wanita itu dengan kesal,kini tersenyum canggung. Ada rasa sesak di hati Via,di saat Reza malah asyik mengobrol tanpa mengenalkannya.
Siapa wanita ini,dia cantik sekali...
" Akh,Iya.... kenalkan Sayang,dia Suster Ineke. Dia suster yang menangani aku bersama Dr.Chiko di saat aku melakukan operasi mata di L.A " jelas Reza membuat Via mengulurkan tangannya pada Ineke.
" Silvia.Senang berkenalan dengan anda. Dan terima kasih " ucap Silvia di saat tangannya di sambut hangat oleh Ineke.
" Ineke,Senang juga berkenalan dengan anda " jawabnya ramah. " Kamu sangat cantik,pantas Pak Reza sangat mencintaimu " lanjutnya menggoda Via, membuat Via menunduk dengan wajah yang merah merona walau ada sedikit kerutan di keningnya.
" Tentu,aku sangat mencintainya,Suster " ucap Reza membuat wajah Via bertambah merah.
" Semoga pernikahan kalian utuh,sampai ajal memisahkan " kata Ineke tulus.
" Terima kasih " ujar Reza sambil menautkan jarinya di sela sela jari Via.
" Kalau begitu,saya permisi Pak Reza,nona Silvia " katanya tersenyum ramah " takut suami saya nyari'in " bisiknya sambil berlalu pergi meninggalkan Via dan Reza.
Untuk sesaat mereka terdiam. Reza memandang wajah Via dengan penuh kelembutan.
" Dia sudah bersuami,juga sudah mempunyai anak. Kami hanya kenal sebatas pasien dan suster nya. Tidak lebih dari itu kok,Sayang... " jelas kata Reza menenangkan Via. Bahkan Reza mencium punggung tangan Via tanpa melepas tautan tangan mereka. Setelah itu berlalu menuju tempat parkir,masuk mobil dan berlalu meninggalkan acara tersebut.
Reza seolah tahu akan perasaan takut dan cemburu yang sedang istrinya rasakan itu. Tidak ada sedikitpun niat Reza untuk berselingkuh dari istri cantiknya. Buat Reza,Via adalah wanita sempurnanya. Bukan hanya cantik parasnya saja,tetapi hatinya pun begitu baik.
Untuk apa mencari pasangan yang lebih baik, kalau kita mempunyai pasangan yang sempurna?.
Selama dalam perjalanan,Reza selalu menggoda Via,dia sangat senang membuat wanita itu bersemu karena malu.
" Mas, aku mau tanya? " ucap Via tiba tiba,di saat mereka mampir di salah satu restoran khas Jepang.
__ADS_1
" Nanya apa,Sayang? " ujar Reza dengan tangan sebelah kanan menggenggam tangan kanan Via.
" emm,... apa benar,perusahaan ayah Cleo dan kedua temannya,bangkrut karena,Mas? " tanya Via hati hati.
Reza menoleh lalu menghela nafas panjang.
" Mas,cuma menyebarkan bukti penggelapan dana yang di lakukan mereka, Mas juga mau kasih pelajaran buat anak mereka yang sudah menghina istri,Mas " kata Reza membuat Via memicingkan matanya.
" Untuk apa,Mas? Bukankah itu sangat keterlaluan? " ucap Via.
" Terus,penggelapan yang mereka lakukan bukan keterlaluan? " tanya Reza balik membuat Via diam membenarkan.
Reza tahu,bahwa Via itu wanita baik dan tidak ingin orang menderita karena nya,tapi Reza tidak akan biarkan orang membuat istrinya menderita.
" Jadi,Mas gak sepenuhnya salah,Sayang. Karena kesalahan merekalah yang membuat perusahaan mereka bangkrut " beber Reza,dan Via tersenyum mendengar penjelasan suaminya.
Reza benar,suaminya hanya ingin keadilan untuk semua orang. Mungkin caranya salah tetapi Via dapat memaklumi,karena Reza terlalu ingin melindunginya.
" Apa ini yang membuat istri,Mas cemberut? Hingga mendiamkan,Mas? " tanya Reza.
" Aku hanya takut aja,suamiku berbuat sesuatu yang salah. Aku gak mau merusak keluarga seseorang. Karna aku pernah merasakan hidup dalam keluarga yang merusak seseorang. Itu membuatku sakit,Mas " ujar Via " Aku hanya ingin hidup dalam keluarga yang damai,tanpa harus merugikan orang lain seperti orang tua serta kakak ku " lanjutnya lirih.
Reza terenyuh mendengar kata kata Via. Dia akhirnya mengerti,bahwa penderitaan Via selama ada di kediaman Kurnia begitu menyedihkan,bahkan lebih menyedihkan dari yang Reza pikirkan.
batin Reza berjanji.
Beberapa menit berlalu,setelah makan,mereka akhirnya tiba di rumah.
Keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. Seolah mereka takut kehilangan satu sama lain.
" Mas,Via mandi dulu ya... " ujar Via setelah mereka sampai di kamar.
" Mandi bareng.." goda Reza tersenyum mesum sambil menaik turunkan alisnya.
" Gak,aku kapok " jawab Via
" Gak boleh loh, nolak ajakan suami. Nanti pahalanya berkurang " kata Reza membuat Via semakin kesal.
" huhh...bawa-bawa pahala. ya udah, terserahlah... " jawab Via berlalu masuk kamar mandi.
Reza tersenyum senang,dia akhirnya menyusul Via yang sudah berendam dalam bathup.
Seperti biasa,mereka keluar setelah Reza menuntaskan keinginannya. Via hanya bisa merenggut kesal. Lagi-lagi suaminya itu membuat dia kedinginan.
__ADS_1
" Makasih sayang... Semoga di sini cepat hadir malaikat kecil kita " kata Reza sambil mengelus perut polos Via ketika Via sedang memakai pakaian dalam.
Via tersenyum,mendengar ucapan Reza.
" Segitu inginnya,Mas cepat punya baby " kata Via.
" Tentu,karena dia akan menjadi pengikat dalam rumah tangga kita " kata Reza lalu membalikkan badan Via ketika Via selesai memakai pakaian. Menariknya dalam pelukan tak lupa Reza mencium puncak kepala Via berkali kali.
◇◇◇◇
Sedangkan di kantor RBW Grup...
Seseorang hadir untuk menemui William. Dia sudah tidak sabar ingin meluruskan kesepakatan mereka tempo dulu.
" Apa kabar,Will? " sapanya di saat dia masuk ke dalam ruangan William.
Setelah itu dia duduk di kursi depan meja William.
" Baik,akhirnya kamu datang juga menemuiku " ucap William tersenyum sinis.
" Aku hanya ingin bertemu dengan dia. Apakah kamu bisa mengabulkannya? " ucap lelaki itu to the point.
" Sabar lah. Aku janji akan mempertemukan kamu dan dia. Tapi bukan dalam waktu dekat ini " kata William.
" Oh..Ayo lah... Aku udah gak sabar ingin menemuinya. Bahkan istriku sudah gak sabar ingin melihat dia dari dekat dan bertatap langsung " ucapnya lagi " Bukankah kesepakatan kita tempo dulu, kini telah di mulai " katanya lagi.
" Aku ingat,tetapi beri mereka waktu. Aku tidak ingin kehilangan menantuku secepat itu " ujar William.
" Lagian aku datang bukan untuk merebutnya. Hanya ingin bertemu secara biasa saja. Dia tetap menantu kesayanganmu dan istri dari anakmu " ucap pria itu.
" Aku tahu,maksudku...kehilangan dia dari pandanganku dan istriku.." katanya lagi.
" Tapi ini sudah kesepakatan kita. Apa kamu mau melanggarnya? " tanya lelaki itu dengan tatapan tajam.
" Tentu tidak. Aku akan melakukannya " ujar William mantap.
" Baiklah...ku tunggu hari itu tiba. Aku permisi... " ucapnya berlalu meninggalkan William yang sedang mematung penuh ketakutan.
' Akhirnya dia datang juga..., Semoga Reza dapat menerima keputusanku ' batin William bergetar..
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1