Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Datang Ancaman


__ADS_3

" Kamu tidak apa-apa sayang? " tanya Dina. Bahkan Dina masih memeluk erat tubuh Via.


" Gak papa,Mi... Terimakasih, " kata Via mengeratkan pelukannya.


" Kamu putri Mami,tidak akan Mami biarkan orang mengusik kebahagiaan keluarga kita " jelas Dina membuat hati Via semakin menghangat.


" Sekali lagi,terima kasih,Mi.. " kata Via tulus " Tapi apa mereka tidak akan melakukan apa-apa pada keluarga, Mami? " ucap Via membuat Dina melonggarkan pelukannya.


Dina memegang bahu Via lembut, sambil memandang retina Via " Mami tidak akan biarkan mereka menghancurkan keluarga kita. Karna Mami sendiri yang akan mencegah mereka, sebelum mereka melakukan hal buruk itu pada keluarga kita " jelas Dina membuat Via mengembangkan senyum.


Setelah berbicara,Dina mengajak Via untuk menikmati secangkir teh dan kue brownies bawa Via yang sempat terjatuh tadi di taman belakang kediaman William.


Sedangkan di kantor,Reza sedang memeriksa berbagai berkas yang Bagas serahkan.


" Maaf,Tuan. Ada seseorang yang sedang membuat keributan di lobby kantor " kata Bagas masuk ke ruangan Reza dengan terburu buru.


Tadi dia mendapat kabar dari resepsionis bahwa seorang wanita sedang mengamuk di lobby kantor RBW Grup.


Untuk sesaat Reza menghentikan kegiatannya lalu memandang wajah khawatir Bagas.


" Siapa dia? " tanya Reza dingin.


" Dia seorang wanita,dan dia mengaku calon istri anda,Tuan " jawab Bagas ragu ragu..


" Cari MATI " gumam Reza.


" Ayok kita temui dia " kata Reza berdiri dan berlalu meninggalkan setumpuk berkas.


Reza berjalan menuju lift di ikuti Bagas, yang akan membawanya ke lantai bawah. Reza tidak mengerti,siapa yang berani mengganggu seorang Reza bahkan sampai mengaku bahwa dia calon istrinya.


Setelah lift terbuka.Di lihatnya seorang wanita cantik dan sexy yang sedang memarahi semua pegawai Reza dengan kata kata kasar yang terlontar dari mulutnya.


" Siapa dia? " tanya Reza pada Bagas.


" Dia nona Grace,Tuan. Anaknya Pak Putra dan Ibu Salma. Pemilik perusahaan Adijaya Grup " jelas Bagas membuat Reza tersenyum menyeringai.


" Cari tahu semua informasi tentang perusahaan Adijaya " kata Reza yang di angguki Bagas. " Rupanya ada yang datang dan ingin menjadi mainanku secara gratis " lanjut Reza.


" Lepaskan... aku ini calon istri dari CEO perusahaan ini. Kalian tidak berhak berbuat seperti ini padaku " teriak Grace berulang ulang.

__ADS_1


Sepulang dari kediaman William,Grace meminta Salma untuk pulang terlebih dahulu. Dalam hatinya dia bertekad akan menemui Reza dan memintanya menikahi Grace. Dia tidak peduli jika harus menjadi istri kedua. Dia juga tidak peduli jika Dina tidak menginginkan dirinya jadi menantu. Yang jelas,rasa cinta yang setahun dia rasakan,kini berubah menjadi sebuah obsesi untuk mendapatkan Reza. Hingga berbuat keonaran di lobby kantor Reza.


" Lepaskan dia " kata Reza dingin. Bahkan wajahnya kini telah berubah lebih menyeramkan.


Dalam hati Grace merasa senang,bahwa Reza terlihat menerimanya. Dan itu membuat Grace jadi besar kepala.


" Sayang.... kamu masih ingat aku kan?. Aku Grace " katanya sambil berlari dan hendak memeluk Reza. Namun sebelum itu terjadi,Reza lebih dulu menghindar. Dan terjadilah Grace yang kini memeluk Bagas.


Semua karyawan yang menatap Grace tengah memeluk Bagas,mereka terkikik geli. Mana mungkin seorang Reza mau di peluk wanita murahan seperti Grace ,pikir mereka.


Sedangkan Bagas sendiri sudah mengeraskan rahangnya. Dia benar-benar jijik bercampur marah.Reza sendiri melebarkan sebelah sudut bibirnya. Dia menatap Grace dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Sayang? " ucap Grace,lalu dia mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya Grace di saat dia menyadari bahwa bukan Reza yang kini berada di pelukannya. " Kenapa jadi kamu? " sentak Grace sambil menjauhkan badannya.


Dia berbalik dan mendekati Reza.


" Mas,Grace kangen banget sama,Mas " katanya sambil merangkul lengan Reza.


Semua orang menatap jijik pada Grace atas kelakuannya. Bahkan ada sebagian orang yang mencibirnya.


" Lepaskan tangan mu,Nona " ucap Reza dingan.


" Maaf,tapi aku tidak mengenalmu " ucap Reza,seketika itu pula Reza membanting tangan Grace sampai mundur beberapa langkah.


Grace diam terpaku. Rencana dia ingin membuat Reza jatuh dalam pesonanya kini terasa gagal total. Tapi bukan Grace namanya kalau tidak ada cara lain untuk mendapatkan Reza.


" Baiklah,Mas. Jika kamu belum bisa menerimaku untuk saat ini,tetapi untuk ke depannya kan ku buat kau bertekuk lutut di hadapanku " kata Grace." Bahkan aku gak akan sungkan untuk menyingkirkan wanita kampungan yang berstatus istrimu itu " lanjut Grace menekan kata-katanya.


Semua karyawan Reza terlonjak kaget mendengar kata kata Grace.


Sungguh wanita tidak tahu malu...


Menjijikan...


Dasar wanita murahan...


Terdengar para karyawan mulai bergosip ria mendengar perkataan Grace yang tidak tahu malu.


" Apa kamu sedang bermain main denganku,Nona? " tanya Reza geram.

__ADS_1


Dia tidak kenal dengan wanita ini. Tapi kenapa dia harus berhubungan dengan wanita seperti ini? Sungguh membuat amarah Reza kian meledak.


" Untuk apa aku bermain dengan lelaki yang akan menjadi ayah dari anak anakku? " ucap Grace tersenyum, membuat amarah Reza kian tak terkendali.


Bagas yang menyadari perubahan pada tuannya,dengan susah payah menelan salivanya. Dia tahu,bahwa Reza tengah menahan amarahnya.


" Baiklah.. " kata Reza manggut manggut.


" Mimpimu mungkin sangat jauh,Nona hingga kau tidak tahu malu begini. Suami orang kau sebut calon suamimu. Bahkan dengan tidak tahu malunya kau mengucapkan akan menyingkirkan wanita yang sangat ku cintai " ucap Reza menohok hati Grace.


" Dengar,Nona. Sampai mati pun aku akan melindungi istriku sebelum kau mampu menyentuhnya " ucap Reza melangkah meninggalkan Grace yang diam menahan amarah.


" Segitu cintanya kamu sama wanita sialan itu,Mas. Hingga kecantikan ku pun kau tak melihatnya " ucap Grace dalam hatinya.


" Bubar... " teriak Bagas " Lanjutkan pekerjaan kalian. Dan satu hal lagi bawa wanita gila ini pergi,dan jangan biarkan dia menginjakkan kaki di kantor ini lagi " lanjut Bagas sebelum dirinya berlalu mengikuti Reza yang sudah masuk ke dalam lift.


Reza termenung memikirkan kata kata Grace. Apa dia benar benar akan mencelakai wanitanya?. Dia harus memperketat lagi penjagaan pada istrinya sebelum adanya bukti ditangan Reza.


Bukan dia tidak mau melawan Grace,namun dia belum menemukan keburukan keluarga Putra Adijaya.


' Tunggulah waktu itu tiba,Mas. Maka kamu akan jadi milikku seutuhnya ' Batin Grace berjanji.


" Lepas,aku bisa pergi sendiri " bentak Grace kepada dua satpam yang memegang kedua tangan Grace.


" Pergilah,dan jangan kembali lagi,Nona. Kalau kamu masih sayang akan hidupmu " kata Satpam membuat Grace menatap satpam itu dengan tatapan menusuk.


Sementara Reza menyuruh Bagas mengikuti Reza sampai ke ruangannya.


" Gas,tambah orang untuk menjaga Nona mudamu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan dia " perintah Bagas " Dan ku harap informasi mengenai Perusahaan Adijaya segera kau kumpulkan dan beritahukan kepadaku " lanjutnya membuat Bagas menganggukkan kepalanya. Setelah itu berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Reza.


' Aku tidak akan membiarkan wanita sepertimu dapat menyakiti istriku, walau seujung kuku pun '


◇◇◇◇


Jangan lupa klik ❤ dan Like serta Vote juga Saran nya.


Makasih🙏🙏🙏


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2