Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Kedatangan Zaskia


__ADS_3

Ke esokan harinya, Via terbangun lebih awal. Dia memandang wajah tampan dan polos Reza. Sampai senyuman indah terbit dan membingkai wajah cantik Via.


" Apa istriku sangat terpesona dengan ketampananku? "


eh..


" Eng..enggak " kata Via sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Reza.


Reza tersenyum sambil memeluk erat badan Via. Untuk sesaat dia memejamkan matanya dan menikmati hangatnya tubuh Via.


" Kita harus bangun dan segera mandi " kata Via melepaskan pelukan Reza.


" Baiklah. Bagaimana kalau kita mandi bersama? " tanya Reza membuat wajah Via merah merona.


" Mas mandi duluan saja, aku mau beresin tempat tidur dulu " kata Via menolak halus ucapan Reza.


Reza tersenyum," Baiklah " katanya.


Dengan cepat Via mengerjakan pekerjaannya. Dan Reza pun berlalu membersihkan tubuhnya.


Setelah 30 menit berlalu,Reza telah selesai memakai baju santainya. Begitupun dengan Via. Dia telah selesai membersihkan tubuhnya.


" Kak Kia sudah datang,Mas? " tanya Via.


" Kayaknya belum,yang... " balas Reza.


" Oh,ku kira kakak udah datang " ucap Via sedikit kecewa.


Via memilih duduk di samping Reza yang kini sedang duduk sambil membaca koran. Melihat kedatangan sang istri,Reza menaruh koran tersebut dan lebih memilih mendekati Via.


" Kita sarapan sekarang? " tanya Reza.


Via terdiam,sebenarnya pagi ini rasa mual dari dalam perutnya mulai terasa lagi. Dan dia memilih diam dan tidak memberitahukan keadaannya pada Reza.


" Iya,Mas " ucap Via memberikan senyum terindahnya.


Mereka berjalan dengan tangan yang saling menggenggam. Seakan di antara mereka tidak ada yang ingin melepaskan satu sama lain.


Melihat hal itu membuat Dina meneteskan air matanya. Dia pasti akan sangat merindukan keharmonisan yang Reza dan Via perlihatkan.


Belum sempat Dina menghapus butiran kristal yang keluar dari ujung matanya. Seorang lelaki menghampiri Dina dengan dua lelaki lainnya di belakang lelaki tersebut.

__ADS_1


" Maaf,Nyonya. Di mana kalian menyembunyikan putriku? " tanya lelaki tersebut langsung pada inti.


Dina menoleh,lalu menatap lelaki tersebut dengan tatapan marah. Bagaimana pun lelaki tersebut telah membuat gadis yang di anggap putrinya merasakan penderitaan.


" Mau apa kamu mencarinya? " tanya Dina, sinis.


" Sepertinya ini bukan urusan Nyonya,yang perlu anda urus sekarang adalah mengatakan di mana anda menyembunyikan putri saya " kata Anton.


" Ya,anda benar. Ini bukan urusan kami. Jadi cari putri anda sendiri. Karna kami tidak akan ikut campur, yang bukan urusan kami. Satu hal lagi,kami juga tidak menyembunyikan putri anda " ucap Dina membuat Anton diam seketika dengan amarah yang kini seakan menguasainya. Guratan kemarahannya pun terlihat jelas di wajah Anton.


" Anda... " geram Anton.


Dina mengangkat sebelah alisnya. Walaupun dia seorang wanita,tetapi dia tidak pernah merasa takut sedikit pun dengan ancaman Anton.


" Saya minta,silahkan anda keluar dari rumah saya. Pintu keluarnya di sebelah sana tuan " ucap Dina menunjuk pintu utama.


Reza dan Via diam mematung melihat kedatangan Anton. Dia tidak ingin hal buruk terjadi pada Dina. Bagaimana pun Anton bukan orang yang berpikir panjang. Dia gak akan membiarkan orang lain mengaturnya.


" Baiklah. Aku akan mencarinya. Kalau terbukti kalian campur tangan. Aku gak akan biarkan keluarga kalian bahagia " ujar Anton menekan setiap perkataannya.


Wajah Dina sedikit memucat,entah apa yang dia pikirkan. Namun sebelum semua terbongkar,maka Susan harus segera meninggalkan tanah air,dan pergi menjauh ke ke tempat yang paling aman pikir Dina.


Anton kembali dengan dua orang lelaki di belakangnya dengan keadaan marah. Ingin rasanya Anton mencaci Dina. Tapi dia tahan karena di rumah itu bukan hanya mereka yang tinggal. Tetapi setiap sudut ruangan di rumah William memiliki mata yang tak bisa Anton lihat. Lebih baik mencari aman pikir Anton.


" Iya,Nak.. Ada apa? " jawab Dina tersenyum teduh.


" Apa Mami tidak apa-apa? " tanya Reza khawatir, sambil mendekati Dina.


" Mami gak apa-apa ,Sayang. Kalian mau sarapan? " tanya Dina mengalihkan pembicaraan dan beralih pada menantunya.


" Iya,Mi.. "


" Pergilah. Jangan lupa,minum susu hamilnya "


" Iya,Mi. Apa Mami gak sarapan bareng? " tanya Via.


" Mami udah tadi,bareng Papi " katanya.


" Oh. Kalau gitu kami tinggal dulu,Mi " ucap Reza.


" Iya,Sayang "

__ADS_1


Dina menatap Reza dan Via yang kini berjalan meninggalkan Dina. Setelah kepergian Via dan Reza. Dina menghubungi William untuk menyuruh Bagas membawa pergi Susan sejauh mungkin. Dia tidak akan membiarkan gadis yang sudah dia anggap putri baginya. Kembali di pakai alat untuk kesenangan Anton. Meskipun Anton ayah kandung Susan.


" Suruh dia pergi sekarang juga,Pi. Aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi pada mereka kembali " ucap Dina di balik ponselnya.


" Baiklah. Biar sekarang Papi suruh dia pergi lebih awal ke sana " ucap William.


" Iya,Mami setuju. Usahakan mereka tidak menemukan Bagas dan Susan untuk saat ini " kata Dina khawatir.


" Mami tenang dulu. Biar Papi usahakan " balas William lagi.


Setelah itu sambungan telepon mereka terputus. William segera memberitahu dan menyuruh Bagas pergi secepatnya . Dia juga tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Bagas.Dia sudah terlanjur menganggap pemuda yatim piatu itu sebagai anaknya.


Sesuai rencana mereka. Bagas pulang dan mencari Susan. Tanpa berkata dia menggenggam tangan Susan dan mengambil beberapa koper yang akan dia bawa. Tanpa Susan berkata dan bertanya,dia sudah tahu ke mana Bagas akan membawanya. Sampai mereka tiba di bandara dan dengan cepat mengambil penerbangan tercepat untuk penerbangan ke Amerika.


^


Reza mendapat telpon mendadak dari Dion. Dia mengabarkan bahwa Bagas dan Susan telah pergi lebih awal ke Amerika.


" Tidak apa-apa,itu lebih baik daripada tetap tinggal di sini " ucap Reza di balik sambungannya.


Setelah telpon terputus,Reza memberitahu Via. Via bernapas lega di saat dia tahu Susan telah aman.


" Terimakasih untuk semuanya " ucap Via pada Reza. " Kalian telah menyelamatkan kami berdua dari kekejaman yang di sebut orang tua " lanjutnya.


Sementara di lantai bawah rumah William,Zaskia dan Leonil baru tiba. Mereka menyeret beberapa koper di tangannya. Melihat itu,Dina tersenyum bahagia. Namun detik berikutnya senyuman itu berubah semakin kecut.


" Selamat Datang kembali di rumah,Nak " kata Dina.


" Terimakasih,Mi. Bagaimana kabar Mami " ujar Leonil sambil mendekat lalu mencium tangan Dina.


" Kami baik,Nak. Seperti yang kamu lihat " kata Dina.


Sementara Kia,dia langsung memeluk erat tubuh Dina. Ibu yang sangat di rindukannya.


" Mana Reza dan Via,Mi ? " tanya Kia saat pelukan itu terlepas.


" Mereka sedang di kamar. Mungkin sebentar lagi mereka turun " kata Dina.


" Aku sangat merindukan mereka " ujar Kia manja. Membuat Dina tersenyum bahagia.


Setelah itu Dina menajak Kia dan Leonil ke ruang tamu. Sebelum pergi,Dina menyuruh Minah untuk memanggil tuan muda dan nona mudanya untuk segera turun dan menemui Kia. Mereka mengobrol bersama sampai Reza dan Via datang dan bergantian memeluk Kia.

__ADS_1


◇◇◇◇


Bersambung...


__ADS_2