
Setelah pulang dari Rumah sakit bersama keluarga William dan Moto. Via bersama baby Ax melewati hari-hari mereka di rumah keluarga Reza. Sementara Reza sendiri kembali memegang perusahaan Via di bantu Elfredo serta sekretaris yang kini menjadi istri sah Elfredo.
Mereka sama-sama menjalankan perusahaan dengan skill dan kepintaran mereka masing-masing. Terkadang Robert mau pun William ikut membantu di saat mereka berkunjung ke rumah Via.
Dan sekarang umur Ax sudah berjalan satu setengah tahun. Tetapi anak kecil itu tidak pernah berhenti membuat orang tertawa bahagia. Termasuk semua orang yang berada di sekelilingnya.
Sementara Baron,dia lebih menikmati hidupnya sekarang. Tinggal bersama anak serta cucu yang sedang lucu-lucunya membuat kebahagiaan Baron sangat besar.
" Opa Bayon, cucu " pintanya,namun Baron hanya tersenyum sambil melirik William yang kini sedang duduk bersama.
" Iya sayang.. Mommy lagi bikin. Tunggu sebentar " jawab Baron yang masih duduk di atas kursi roda.
" Opa.. Ax cucu..." pinta Axton kecil pada William.
Kali ini William sedang berkunjung ke rumah Reza membawa Kia,Lionel serta bayi perempuannya.
" adek Ax mau susu? "tanya William sambil menggendong Ax di pengakuannya.
" Yes,Opa. I like milk " ujar Ax.
" Is it true? "
" Yes... "
William tersenyum bahagia. Nyatanya cucu pertamanya sangat pintar menandingi kepintaran kedua orang tuanya.
" Anak Aunty pintarnya.. " ujar Kia.
Tadi dia ingin membuat susu untuk baby Gea Inaya Putri anaknya Kia. Namun langkahnya terhenti hingga melihat pemandangan yang membuat dia tersenyum seketika.
" Aunty...Ax punya lobot dali opa Wiyam " ujar Ax.
Kia tersenyum lalu menghampiri baby Ax.
" Umurmu baru satu setengah tahun,tapi pintarnya melebihi umur tiga tahun " ucap Kia sambil mencium pipi Ax gemas.
__ADS_1
" jan cium aku Aunty.. Nanti Opa gak jadi beli cucu Ax "
" Gimana kalau Aunty aja yang beli? "
" Gak mau... mau Opa Wiyam aja yang beli "
" Kamu memang anak pintar. Aunty iri sama kedua orang tua mu. Mereka mempunyai malaikat sepintar dirimu "
" Dan kamu sebagai Aunty juga harus bangga,mempunyai keponakan lucu dan pintar seperti Ax,semoga Gea pun sama pintanya seperti Ax.." ujar William.
Sebagai seorang kakek tak ada yang lebih membahagiakan selain mempunyai anak serta cucu yang membahagiakannya.
Sementara di tempat yang berbeda, Susan pun telah melahirkan seorang bayi laki laki yang di beri nama Marvin Xton.. Bayi laki laki tersebut baru berumur 5 bulan.
Setiap hari Susan selalu main ke rumah Via. Rencana tinggal di tanah air mereka urungkan setelah Anton memutuskan menyetujui pernikahan antara dia dan Lita atas permintaan Susan. Setelah Susan mengetahui yang sebenarnya langsung dari mulut Anton.
Dan saat itu tiada lagi yang Susan pinta setelah mengetahui semua kebenarannya selain pernikahan antara Anton dan Lita. Serta menerima Agnes sebagai anak kandung dari pasangan tersebut. Juga sebagai kakak untuk Susan sendiri.
Awalnya Agnes menolak mempercayai semua kebenaran tersebut,hingga Anton memutuskan untuk melakukan tes DNA dan menunjukkan bahwa hasil darah mereka sama. Sehingga dengan sangat terpaksa,Agnes pun menerima kebenaran tersebut dengan sedikit paksaan..
" Jangan biarkan prasangka buruk terus menyelimuti hatimu San. Biar bagaimana pun,kak Agnes tetap kakak kamu dan aku. Kita sebagai adik harus membuat dia nyaman serta menerima kita dan ayah Anton. Meskipun itu hal yang sangat sulit " ucap Via pada Susan.
" Benar kamu Vi.. Makasih yaa "
^
" Apa anak Mommy membuat kesalahan? " tanya Via ketika Via telah selesai membuat susu untuk Ax.
Via tersenyum ketika melihat baby Ax yang sedang merajuk pada Kia.
" No,Mommy. Ax selalu benal " ujarnya sambil mengambil susu dari tangan Via lalu meminumnya.
" Maaf,kak,Pi.. anakku nakal yaa... "
" Dia sama sekali tidak nakal,Nak.. "
__ADS_1
" Iya. Dia itu justru sangat pintar Vi " ucap Kia membuat Via tersenyum lega.
" Sayang, susu Gea nya mana? " ucap Leonil tiba tiba sambil menggendong baby Gea.
" Sebentar,aku buat dulu " ucap Kia.
Setelah Kia pergi,Ax mendekati Gea lalu mencium pipi bayi mungil dan menggemaskan tersebut. Membuat semua orang yang hadir ikut tersenyum.
Terlihat juga di ujung pintu dapur,Reza dan Dina sedang memandang keluarga kecil mereka.
Mereka sangat bahagia,bahwa semua masa sulit yang mereka hadapi kini telah berakhir..
" Mami sangat bahagia " ujar Dina membuat Reza menoleh.
Reza tersenyum lalu mendekat dan memeluk tubuh Dina. Dalam hati kecilnya,Reza pun sangat bahagia dapat melihat semua hal yang sama sekali sangat ia hindari,dulu. Namun sangat indah untuk ia lewatkan sekarang.
" Terimakasih telah menjadi orang tua untukku,istri serta anakku. Dari kami kecil hingga memiliki malaikat kecil. Hanya kalian yang selalu menjaga kami. Jangan pernah lelah untuk menjadi penerang dalam kehidupan kami Mi.. "
" Tentu "
Senyum terpatri jelas membingkai kebahagiaan keluarga kecil mereka. Setelah melewati banyaknya rintangan yang berliku. Akhirnya kebahagiaan dengan jelas terpancar dengan sendirinya. Menghampiri sepasang suami istri yang kini sedang menikmati kebahagiaannya.
\=\=/// TAMAT\=\=\=
Buat para pembaca setia novel Si Mungil Kesayangan. Ini adalah bagian akhir dari cerita Via dan Reza.
Bener bener tamat loh yaa..
tapi jangan berkecil hati,karena aku akan lanjutin ke novel berikutnya. Novel buat anak Via dan Reza di buku yang berbeda. Nanti di sana gak akan melow lagi. Nangis paling sesekaliπππ
Juga aku mau mengucapkan banyak terima kasih buat kalian semua yang udah sempat membaca karya tak seberapa aku ini.
Mohon maaf juga karena novelnya Tamat dengan kurang mengesankan. Tidak seperti pandangan yang ada dalam pikiran kalian masing masing..
Terimakasih dan see you..πππ
__ADS_1
ππ