Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Gelisah


__ADS_3

Dua hari berlalu,sesuai perkataan Reza,hari ini dia akan pulang setelah menjemput Kia dan William ke LA. Selama dua hari itu juga Reza terlihat murung.


Istri mungil yang selama dua hari tidak dapat terlihat oleh pandangan matanya,selama dua hari juga dia tidak dapat Reza hubungi. Bahkan saat Reza menelpon Dina pun,Via selalu menolak berbicara dengan Reza. Membuat Reza frustasi dengan tingkah Via.


" Apa yang harus ku lakukan " gumamnya.


Perjalanan dari New York ke Los Angeles serasa lama dalam pikiran Reza. Dia ingin segera sampai dan langsung terbang ke tanah air untuk menemui istri yang lagi merajuk padanya.


Sedangkan Via sendiri,selama dua hari ini selalu sibuk dengan tugas kuliah,apa lagi dengan tubuhnya yang lemah juga sedang mengandung membuat dia menjadi lebih cepat lelah.


Sejak kemarin,Susan juga sudah menyewa sebuah apartemen di pusat kota yang lebih dekat dengan perusahaan keluarga William. Dia meminta izin pada Dina,bahkan sampai memohon agar mengijinkan dirinya tinggal sendiri. Dina pun tak mampu menolak keinginan Susan. Dengan berat hati dia mengijinkan Susan untuk menyewa apartemen tersebut.


Hari sudah semakin malam, di tempat Kia,Kia, Reza dan William sedang berkumpul menunggu kedatangan keluarga Moto. Mereka akan berangkat bersama menggunakan pesawat milik keluarga Moto dari Los Angeles.


" Kamu kenapa,Za? Murung terus begitu? " tanya Kia,


Reza pun menoleh lalu menundukkan kepalanya.


" Istri Reza, tidak mau bicara sama Reza " ucapnya pelan.


Kia mendekat lalu mengeluarkan ponselnya. Dia mencari nama adik iparnya lalu menekan nama " Via " di ponselnya. Setelah sambungan tersambung,Kia pun memberikan ponselnya pada Reza. Dan meninggalkan Reza untuk memberi waktu berbicara dengan istrinya.


" Hallo,kak " suara Via dari sebrang sana.


" Hallo,Sayang.. Ini Mas,Sayang " ucap Reza.


Via menekan tombol merah untuk mematikan sambungan ponselnya. Dia masih kesal dan merasa takut ketika berbicara dengan Reza. Dia tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan nya keluar dari mulut suaminya. Setelah itu Via menangis tersedu sedu sambil memeluk ponsel yang kini dia letakkan di dadanya.


Sedangkan Reza pun mengerang frustasi ketika sambungan itu terputus. Sungguh Reza sangat rindu pada istrinya. Tapi dia pun tak bisa berbuat apa - apa selain menunggu kepulangannya ke tanah air. Untuk menemui istrinya dan membujuk istrinya.


Memang ini salahnya,pernah meninggalkan Via hingga berbulan bulan lamanya. Tapi kali ini dia hanya meninggalkan Via selama dua hari saja. Dan kepergiannya kali ini menjadi pelajaran untuk Reza sendiri agar tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.


" Bagaimana? " tanya Kia setelah kembali.

__ADS_1


" Dia memutuskan panggilannya. Entahlah,Kak. Aku itu sangat merindukan dia,bahkan aku sangat mengkhawatirkan dia dan kandungannya, " ucap Reza membuat Kia ikut merasakan kesedihan adiknya.


" Kamu yang sabar ya.. Inilah yang kami takutkan dulu di saat pertama kali kalian berpisah setelah tiga hari kalian menikah, " ucap Kia " Mungkin di saat itu,cinta di antara kalian sudah tumbuh dan berkembang. Sehingga istrimu merasa takut hanya sekedar berpisah sebentar saja dari mu " lanjutnya.


Reza termenung, " Aku tidak tahu jika yang ku lakukan itu membuat dia trauma dan tidak ingin ku tinggalkan " ucap Reza.


" Yang sabar saja,kakak yakin kok jika istri kamu juga merindukan mu. Apa lagi dia sedang hamil muda,dia pasti ingin kamu selalu di sampingnya, " ujar Kia mencoba meringankan kegelisahan adiknya.


Reza mengangguk. Namun sebelum mereka melanjutkan percakapan mereka berdua ,William tiba dan langsung memberi tahu kedua anaknya jika keluarga Moto sudah tiba dan akan melanjutkan perjalanan panjang mereka.


" Kemarilah,cucu mantuku. Kakek merindukan mu " ucap Edward di saat melihat Reza memasuki mobil mereka yang akan membawa mereka ke bandara.


Dengan cepat Reza mendekat,lalu mencium tangan satu persatu anggota keluarga Moto selain Elfredo yang tidak nampak kehadirannya.


" Kakek,nenek,paman dan bibi,apa kabar? " tanya Reza.


" Kami baik,Nak. Cepatlah... Bukankah kamu sudah tak sabar ingin menemui keponakanku ? " kata Robert membuat semua orang tersenyum.


Selama dalam perjalanan,mereka mengobrol bersama. Menanyakan masalah bisnis dan kehamilan Via yang menghebohkan kedua keluarga sampai mereka tiba di bandara.


" Kenapa lagi,Sayang " ucap Dina mencoba mengerti kegelisahan menantunya.


" Aku..aku sangat bersalah pada suamiku,Mi. Dia pasti merasa bersalah dan gelisah,tapi aku tidak bisa mengontrol semua emosiku,Mi " ucap Via di sela - sela tangisannya.


" Sudahlah. Dia pasti mengerti dengan keadaan kamu. Jangan banyak pikiran lagi. Kasihan cucu Mami " kata Dina sambil menarik menantunya ke dalam pelukannya.


Sebagai seorang wanita,Dina mengerti dengan semua ketakutan Via. Namun sebagai ibu,dia juga merasa tidak tega dengan anak bungsunya.


*


Sedangkan dalam pesawat yang kini di tumpangi keluarga Moto serta William dan kedua anaknya. Mereka tertidur untuk mengisi tenaga,untuk esok hari.


Setelah melalui penerbangan kurang lebih 18 jam di udara,mereka tiba di bandara tanah air. Dengan segera Dion,Bagas dan Bimo menemui majikan mereka dan membantu membawa semua koper yang segera mereka masukkan ke dalam bagasi mobil.

__ADS_1


Sementara Reza sendiri sudah berlari terlebih dahulu dan mengambil alih mobil yang di kendarai oleh Bimo,sedangkan untuk Bimo,Reza menyuruh Lucy untuk mengajak Bimo semobil dengannya.


Reza menancap gas mobil yang di kendarainya. Dia sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan istri yang tengah mengandung buah hati mereka.


" tunggu aku sayang... Dan tunggu Daddy,Nak " batin Reza.


Mobil yang di kendarai Reza terparkir rapi di halaman kediaman William. Dengan cepat Reza berlari memasuki rumah orang tuanya setelah keluar dari mobil tersebut.


" Mi... , Nek..." panggil nya.


Membuat wanita paruh baya itu menoleh di ikuti wanita yang tidak muda di sampingnya.


" Nak,mana Papi dan yang lainnya? " tanya Dina celingukan mencari seseorang yang di rindukannya.


" Kok kamu pulang sendiri,Za? " timpal Widya yang sejak kemarin sudah berada di rumah Dina.


" Mereka masih di perjalanan " jawab Reza sambil mendekat.


" Lalu kamu pulang sama siapa? Apa kalian mengambil penerbangan yang berbeda? " tanya Dina penasaran.


Setelah mencium tangan Widya dan Dina,bukannya menjawab pertanyaan mereka,Reza malah melangkah sambil mencari istri mungilnya. Membuat Widya dan Dina menggelengkan kepalanya.


" Anak kamu itu,Din " ujar Widya membuat Dina tertunduk malu.


" Di mana istri Reza,Mi ? " tanya Reza.


" Di kamarnya " balas Dina.


Dengan cepat Reza berlari menaiki tangga dan berjalan menuju pintu kamar mereka.Setelah itu membuka pintu kamarnya.


" Sayang.... "


◇◇◇◇

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2