Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Memulai


__ADS_3

Mendengar keributan yang di lakukan Grace di kantor miliknya,William segera mendatangi ruangan Reza. Dia terkejut melihat tingkah anaknya kepada Grace yang terlalu ekstrim untuk menjauhkan Grace dengan segala rencana liciknya.


" REZA " kata William dingin. Ketika Bimo menyeret tubuh Grace.


" Papi? " kaget Reza " Ada apa,Pi ? " tanya Reza kemudian.


" Papi kecewa sama kamu,Za. Papi gak pernah mengajarkan kamu bertindak seperti ini. Kamu terlalu terobsesi dengan istrimu,dan melakukan segala cara yang menurutmu benar " ucap William membuat Reza mematung memikirkan kesalahannya. " Papi minta berikan Grace penawarnya. Jangan pernah membuat orang tersakiti dengan kelakuanmu. Kamu bisa melakukan cara lain yang tidak menyakiti tubuh orang lain " ucap William dengan kata kata lembut.


William mencoba menyadarkan Reza dari keburukan yang ia perbuat. Sebagai seorang ayah,William tidak ingin hal buruk menimpa Reza hingga ia harus kehilangan putra tercintanya.


" Baiklah,tapi apa ada jaminannya agar dia tidak mengganggu keluargaku,Pi? " tanya Reza.


Reza masih merasa takut dengan tingkah Grace yang terus menerus mendatangi Reza dan membuat keributan di kantornya.


" Papi ada cara. Bahkan dia maupun keluarganya akan pergi dari sini tanpa menyakiti tubuhnya " ucap William. " Berikan ini pada Grace dan kedua orang tuanya. Juga penawar obat itu. Papi harap kamu semakin dewasa dalam menyikapi setiap masalah. Bukan dengan jalan kekerasan seperti ini " kata William sambil berbalik dan pergi meninggalkan Reza yang sedang memegang lembaran kertas serta flashdisk yang isinya Reza tak tahu.


Ia,Reza sadar dia telah salah mengambil langkah. Beruntung dia mempunyai William yang selalu memberi nasihat serta arahan kepada Reza.


" Bimo,sebelum mengantar wanita gila itu ke rumahnya.Bawa dia ke markas. Biarkan Lucy memberikan penawarnya " kata Reza saat sambungan telpon itu tersambung.


Setelah itu Reza mematikan ponselnya sepihak dan memanggil Bagas ke ruangannya.


" Gas,tolong kirim ini ke kediaman Adijaya. Minta mereka pergi sejauh mungkin,dan tidak mengganggu keluargaku lagi,terutama niat buruk pada istriku " perintahnya yang di angguki Bagas.


" Baik,Tuan Muda "


Ada apa lagi ini..


◇◇◇◇


Sedangkan dalam perjalanan menuju markas,Grace selalu meracaukan nama Reza. tubuhnya merasa lemas dan tak mampu di gerakkan. Dalam hatinya Grace sangat menyesal telah membuat masalah dengan Reza hingga dia berakhir seperti ini.


" Turunkan dia " perintah Bimo pada bawahannya.


" Biarkan Lucy menyuntikkan penawarnya sesuai perintah Bos. Kalau sudah selesai bawa dia ke sini lagi. " kata Bimo lagi.


" Baik,Bos "


Setelah memberikan penawarnya yang di suntikan ke dalam tubuh Grace,Bimo membawa Grace kembali,untuk mengantarnya ke kediaman Adijaya.


Bimo mengerjap beberapa saat ketika mobil yang sangat ia kenal ada di parkiran rumah keluarga Adijaya.

__ADS_1


" Bos... " sapanya ketika melihat Bagas menyerahkan flashdisk dan beberapa kertas ke tangan Putra yang sedang di dampingi Salma.


" Tolong pergi sejauh mungkin,dan jangan mencoba mendekati keluarga William kembali. Kalau kalian tidak mau masuk ke dalam jeruji besi yang akan menahan kalian selamanya " ucap Bagas dingin membuat tubuh Putra gemetar ketakutan.


" Satu hal lagi. Urus putri kalian yang sedang mengandung anak orang lain itu,agar tidak mengganggu tuan Muda kami lagi " lanjutnya membuat Putra kehilangan kesadarannya. Setelah itu Bagas dan Bimo berlalu pergi.


Putra dan Salma sangat terkejut ketika Bagas mendatangi rumah mereka. Mereka mengira bahwa kedatangan Bagas akan mendatangkan kabar bahagia. Betapa terkejutnya mereka bahwa kedatangan Bagas untuk menyerahkan bukti penggelapan dana yang selama ini Putra tutupi.


Juga kelakuan Salma yang selalu bermain judi dan menghabiskan uang. Dan kelakuan Grace yang selalu berganti lelaki di kala dia ingin bermain hingga membuat dia hamil di luar nikah.


Rencana ingin menjebak Reza agar dapat menikahi juga membuat dia masuk ke dalam jejeran orang kaya,kini hanya sekedar memikirkannya pun sudah sangat ketakutan.


Grace berjalan dengan tubuh yang masih lemah,serta mata sembab. Dia sungguh sangat marah pada Reza saat ini. Dia tidak pernah mengira Reza akan mencoba berbuat kriminal pada tubuhnya.


Grace juga sangat menyesal dengan tingkahnya. Namun kembali,egonya tidak menerima kekalahan ini sehingga Grace menghubungi seseorang setelah dirinya masuk melewati Salma yang sedang menangis karena suami tercintanya pingsan.


" Bunuh istri Reza yang kini ada di rumahnya " ucapnya di balik ponsel.


" Baik " jawab orang itu.


Grace tersenyum menyeringai di saat panggilan itu telah di akhirnya.


Sementara Via di rumahnya kini sedang membersihkan rumput yang tumbuh di sela sela tembok depan rumahnya.Sesekali Via bersenandung untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


Di saat itu,datanglah beberapa orang menghampiri Via. Mereka tersenyum misterius di saat melihat Via dengan balutan celana jeans panjang dan kaos longgar untuk menutupi tubuhnya.


" Body nya boleh juga tuh.. " kata si B


" Lo jangan macem macem. Kita di suruh habisi dia. Setelah itu kita pergi dari sini " kata si C


" Tapi bener kata dia,bagaimana kalau kita nikmati tubuhnya dahulu setelah itu membunuhnya " kata si A


" Tidak buruk Juga " kata si B.


" Baiklah " pasrah si C


Di saat mereka akan menyentuh Via,sebuah tembakan terdengar nyaring begitu saja.


" Berhenti kalian... "ucap lelaki misterius itu


" Siapa kalian ? " tanya balik orang yang akan mencelakai Via.

__ADS_1


Via diam mematung dengan wajah pucat dan tubuh yang gemetar. Kenapa ada adegan menyeramkan di sini? batin Via


" Masuklah,Nona " perintah salah satu dari lima orang berseragam rapi.


" Ba...baik " ucap Via berdiri lalu berlari masuk ke dalam rumah.


Namun sialnya Via. Tangan Via di cekal oleh salah satu penjahat itu sehingga Via terhenti dan memutar tubuhnya.


" Lepaskan... " teriak Via.


Di saat yang bersamaan,anak buah Reza datang dan bergabung menyelamatkan Via.


" Lepaskan Nona kami " teriak mereka.


Para penjahat itu sedikit ciut melihat betapa banyak lelaki yang melindungi wanita kecil ini.


Tepat di saat itu,satu tembakan kembali terdengar dan tepat pada tangan penjahat yang sedang memegang tangan Via dengan erat. Membuat pegangan tangan itu melonggar dan terlepas. Tak lupa erangan yang keluar dari mulut lelaki bertubuh kekar itu juga terdengar. Membuat kedua teman yang bersamanya melotot karena terkejut.


" Urus mereka,jangan biarkan mereka lari seorang pun " katanya membuat mereka dengan cepat melaksanakan perintah lelaki itu.


Sedangkan anak buah Reza di suruh kembali dan tidak mencampuri urusan mereka.


Lelaki misterius itu terus mendekat sehingga makin dekat dengan tubuh Via lalu memeluknya. Menyalurkan kekuatan pada tubuh gemetar Via.


" Sttt...tenang Sayang..." ucapnya.


◇◇◇◇


eng ing eng....


Siapa yang selamatkan Via.


Reza kah atau Robert?


jawabannya di part selanjutnya Ok say...


Untuk para readers yang bilang Reza sadis,yup karena dia lagi kehilangan arah. Tapi bukan berarti William akan berdiam diri juga di saat mengetahui anaknya hilang arah.


Bukankah sebagai orang tua yang baik akan mengajarkan anaknya untuk melakukan perbuatan yang baik pula?


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2