
Dua hari setelah kejadian di mana Baron dan Anton bertemu dan membuka luka lama di antara mereka. Kini mereka di siapkan dengan kemarahan Miko yang baru sadar setelah tidak sadarkan diri selama dua hari.
" Cari dia !!! Kemana pun lelaki itu pergi,cari dia!!! " teriak Miko di saat dia terbangun dan tak menemukan keberadaan Anton.
Sementara Baron dan Anton,kini mereka telah berjaga jaga, memantau keadaan rumah Reza di seberang rumahnya. Mereka berdua berjanji akan selalu menjaga putri mereka. Meskipun semua itu sangat terlambat mereka sadari.
" Apa masih belum ada pergerakan? tanya Baron.
" Kayaknya,belum. Tapi ku yakin,bentar lagi pasti dia akan datang ke.... " ucap Anton terpotong " Mereka tiba " teriaknya.
Dan benar saja,belum sempat Anton menyelesaikan ucapannya. Sekelompok bawahan Miko telah bersiap di depan rumah Reza.
Mereka mendobrak bahkan melempar rumah tersebut dengan obat bius yang telah mereka rakit sedemikian rupa dan telah mereka siapkan. Membuat sebagian penjaga tumbang sebelum melawan.
Sementara di dalam rumah Reza sendiri,Via dan Susan telah menangis ketakutan. Mereka bersembunyi di kamar Via dan saling berpelukan.
" Bagaimana ini,San? " tanya Via gemetar.
" Telpon Tuan Reza dan Mas Bagas " ucap Susan ketakutan.
Dengan cepat Via dan Susan menekan nomor telpon Reza dan Bagas. Di saat sambungan tersambung,Reza dan Bagas sangat terkejut mendengar tangis ketakutan dari kedua wanita tersebut.
" Ada apa? " tanya Reza cemas.
" A...a..ada..Mi..Miko " kata Via tergagap.
" Apa? Jangan tutup telpon ini sampai kami berdua datang " ucap Reza cemas.Kini Reza sedang bersama Bagas menuju kediaman Reza. Mereka berjalan dengan terburu buru,bahkan mereka mengacuhkan para karyawan yang menatap mereka.
Sungguh,mereka sangat takut hal buruk terjadi pada dua wanita yang spesial di hati mereka.
" Telpon,Om Robert. Katakan,mereka sudah mulai pergerakan " kata Reza pada Bagas,cemas.
Dengan cepat Bagas menelpon Robert, dia meminta Robert menyiapkan sesuatu yang sudah mereka rencanakan.
" Baiklah. Kalian tenang dulu. Om sudah di perjalanan " kata Robert.
Setelah itu,Robert pun mengabari Elfredo agar dia cepat bergerak. Bagaimana pun orang seperti Miko itu,harus mereka kasih pelajaran yang setimpal.
__ADS_1
^
Di halaman rumah Reza.
Semua anak buah Reza dan Robert yang telah mereka tugaskan telah terkapar tak berdaya akibat obat bius yang mereka hirup saat mereka akan melawan. Begitu pun dengan sopir,satpam dan pembantu di rumah Reza.
" Berhenti kalian " teriak Anton.
Miko tersenyum menyeringai, dia sudah sangat kesal dengan kelakuan Anton. Dan kini Anton membuat Miko bertambah kesal.
Tanpa ba bi bu,anak buah Miko maju dan melawan Anton serta Baron.Kedua lelaki yang tak muda lagi itu sekuat tenaga melawan mereka semua.
" Jangan harap kalian bisa mendekati putri kami " ucap Baron di sela-sela perkelahiannya.
Namun di saat Baron akan melawan pria kekar yang kini telah tersungkur dengan luka di sekujur tubuhnya. Miko berjalan dan menendang kaki Baron sekuat tenaga hingga bunyi retakan dari tubuh Baron, sangat jelas mereka dengar.
" BAARONNN " teriak Anton.
Di saat itu pula mereka memanfaatkan Anton dan mengepung Anton. Karena jumlah yang tidak seimbang,membuat Anton tersungkur dan tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di beberapa luka yang menganga.
Sedangkan di lantai atas,tubuh Via dan Susan menegang. Mereka sangat syok di saat kedua wanita itu mendengar teriakan Anton pada Baron di depan halaman rumahnya.
jangan..jangan Ayah.batin Via.
Deg..
Hati Via mendadak sesak. Dia sangat khawatir dengan seseorang yang memanggil nama orang yang sangat Via rindukan.
Kalau benar?pikir Via.
Dengan langkah perlahan,kedua wanita tersebut mencoba mengintip dari balik kaca . Benar dugaan mereka,bahwa apa yang mereka dengar itu sama dengan apa yang mereka lihat.
" AYAAAHHHH " teriak Via dan Susan.
Via dan Susan sangat terpukul,melihat keadaan Baron dan Anton yang terkapar tak berdaya di bawah kaki Miko. Dengan langkah terseok-seok mereka berdua menuruni tangga perlahan. Namun sebelum mereka berdua sampai di depan pintu utama. Suara tembakan terdengar nyaring di telinga Via dan Susan. Membuat langkah ke duanya terhenti.
" Apa jangan-jangan.... " gumam Via.
__ADS_1
Bayangan sosok ayah yang dia sayangi kini dalam bahaya, terlintas begitu saja di dalam ingatan Via dan Susan. Dan dengan kondisi Via saat ini telah mengandung,hal itu membuat dia terpukul dan tak sadarkan diri di pelukan Susan.
" Vi.. bangun Vi.. Ayah.. Vi .. bangun " racau Susan mengerang frustasi.
Sementara di depan rumah Reza,El yang datang terlebih dulu dengan beberapa anggotanya di buat terkejut di saat mereka melihat betapa banyak orang yang terkapar di depan Miko. Namun yang menjadi pusat perhatian El adalah di mana terdapat dua tubuh lelaki yang sangat mengenaskan tertidur di bawah kaki Miko.
" Lepaskan mereka" ucap El dingin.
" Siapa kamu,berani memerintahku " balas Miko tak kalah tajam.
"Kami dari aparat kepolisian. Hentikan semua ini " ujar El santai " Dan tangkap mereka!! " kata El yang di angguki para bawahan yang terlatih.
Miko kalang kabut di saat El maju dan memerintahkan anak buahnya yang tanpa ampun melawan anak buah Miko. Bagimana pun mereka tidak akan pernah sebanding dengan pria dan bawahan di depannya.
" Berhenti. Jangan mendekat " ucap Miko cemas. Dia sangat takut El menarik pelatuk pistol yang dia arahkan tepat di kepalanya.
Namun pergerakan Miko terkunci oleh anak buah El. Sehingga membuat Miko tertangkap oleh ulahnya sendiri. Dia di bekuk dan di bawa ke kantor polisi dengan pantauan aparat kepolisian.
Reza berlari dengan tergesa gesa. Dia sangat terkejut dengan kekacauan yang dia lihat. Fikirannya tertuju pada Via,dia sangat takut. Apa lagi ketika lihat dua orang yang sangat Reza ketahui,terkapar penuh darah.
" Bagaimana keadaan mereka? " tanya Reza dengan muka yang sudah pucat.
" Mereka akan kami bawa ke rumah sakit. Kamu temuilah Via,Dia pasti sudah mengetahui semua nya.Dan ku harap dia baik-baik saja bersama kandungannya " ucap El menyadarkan Reza.
Reza berlari dan masuk ke dalam rumah. Dia sangat terpukul melihat Via yang sedang tak sadarkan diri lagi di pangkuan Susan. Wanita itu terlihat sama kacaunya dengan Via. Dia juga menangis sambil tertunduk dengan tatapan menatap kosong ke lantai.
" Sayang " kata Reza.
Susan mendongak dan sedikit menunduk di saat Reza mengambil Via ke dalam gendongannya.
kamu harus kuat yang...demi anak kita.Batin Reza menatap nanar istri yang ada di pangkuannya itu.
" Bangunlah... Kita harus ke rumah sakit " ucap Reza pada Susan. Setelah itu dia menggendong Via dan membawanya ke rumah sakit.
Bagas berlari sambil merengkuh badan Susan. Dia sangat tahu bahwa Susan sangat terluka.
" Kita harus temui ayah di rumah sakit " ucap Bagas dan Susan mengangguk pasrah.
__ADS_1
Dengan pelan,Bagas menuntun Susan yang sedang menangis,masuk ke dalam mobil dan berlalu menuju rumah sakit bersama Via dan Reza.