
" Selamat Silvia " ucap wanita itu dengan tatapan tajam. Tak lupa dirinya mengulurkan tangan meminta Via bersalaman dengannya.
" Mau apa kamu? " bentak Susan pada wanita itu sambil menepis uluran tangan dia.
" Ini urusan aku dan dia " ucapnya sambil menunjuk wajah Via dengan tangan yang tadi sempat terulur.
" Dan sayangnya...itu juga menjadi urusanku " balas Susan.
" Sudah,San " Via menenangkan Susan.
" Kamu jangan lemah,Vi. Jangan sampai kamu di hina lagi oleh mereka bertiga " ucap Susan memandang Via kesal.
Dia merasa kesal,kenapa sahabatnya itu baik banget. Padahal dia sudah di hina dan di perlakukan sedemikian buruknya oleh Cleo dan kedua temannya.
" San... " peringat Via sekali lagi.
" Ciih..." Cleo meludah " Dasar cewek murahan. Sok polos lo.Puas lo udah bikin keluarga gue hancur. Bahkan ke dua keluarga mereka ikut hancur " teriak Cleo mengejutkan semua orang.
Via yang tidak pernah tahu tentang kebangkrutan keluarga Diajie menjadi bingung sendiri. Bahkan orang yang mendengar teriakan Cleo pun ikut bingung. Apa hubungan kehancuran keluarga Diajie dengan Via? pikir mereka.Berbeda dengan Susan yang menunjukkan senyum sinis.
" Itu balasan buat cewek stres yang udah bikin sahabat gue menderita " sentak Susan tersenyum puas.
" Diem lo " teriak Vini sahabat Cleo.
" Belum puas lo bikin keluarga kami hancur,Via?
Sebenarnya kami salah apa? " kini Sela yang bicara. Bahkan ia menangis walau tatapan tajam itu tidak berubah.
" Emang kalian kenapa? " tanya Via dengan tatapan bingung.
" Jangan sok gak tahu lo,keluarga kita hancur karna lo merayu suami lo buat hancurin keluarga kita, bukan? " ucap Cleo dengan tatapan tajam.
" Aku gak pernah merayu suamiku sendiri. Lagian untuk apa aku merayunya? " ujar Via yang kini mulai tersulut emosi.
" Untuk menghancurkan perusahaan ayah kami bertiga " kata Vini menggebu gebu.
Sedangkan Via terlonjak kaget,Via mematung seketika.
" Itu tidak mungkin... Mas Reza tidak mungkin membuat mereka jatuh miskin kan? " gumam Via.
Reza yang sedari tadi sedang menerima telpon di sebuah ruangan kosong, dari Bagas mengenai cliennya tidak tahu dengan pertengkaran yang terjadi di antara wanitanya dengan anak dari orang yang telah Reza hancurkan.
Plaakkk...
Suara tamparan itu mengembalikan lamunan Via. Dia kini menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
Begitupun dengan Susan dan ketiga wanita itu. Serta orang orang yang masih setia dengan tontonan gratis itu.Mereka melongo menatap wajah orang yang telah menampar salah satu dari mereka.
" Hentikan teriakanmu " ucapnya menatap tajam salah satu dari mereka berlima.
" Apa kamu tidak malu dengan kelakuanmu? Bunda tidak pernah mengajarkan hal begini kepadamu Cleo " ucap Sarah " Bunda kecewa kepadamu. Sudah cukup kamu membuat kami dalam kesusahan. Jangan biarkan kami hidup bertambah susah " ucapnya.
" Dan kamu Vini,Sela. Kalian sama saja dengan Cleo. Apa kalian tidak sadar dengan apa yang kalian telah lakukan?. Pantas kalau suami nona Via marah,karena aku pun akan marah jika aku berada di posisi suaminya " ucap Sarah kembali. " Seharusnya kamu jangan mengikuti langkah ayah mu Cleo,bunda malu memiliki putri sepertimu " lanjutnya lagi dengan suara lirih sambil berderai air mata.
Beberapa menit yang lalu,Sarah tiba terlebih dahulu di aula sekolah. Awalnya dia merasa aneh dengan keheningan di tempat itu. Karena tak ada suara selain musik yang sedang mereka putar di salah satu DVD yang terhubung dengan speaker pasif.
Saat Sarah melangkah,betapa terkejutnya dia ketika melihat Cleo menunjuk wajah Via dengan telunjuknya dan membentak Via. Sedangkan Via sendiri terlihat jelas kebingungan yang dia rasakan. Di situlah amarah Sarah memuncak. Bagi Sarah,Cleo benar - benar tidak belajar dari kesalahan yang telah di perbuatnya. Sehingga dia murka dan menampar Cleo.
☆ Karena setiap ibu yang baik pasti menginginkan kebaikan untuk anak anaknya☆
◇◇◇◇
Via termenung di salah satu kursi yang kini dia duduki.Mengabaikan acara yang sedang berlansung. Pikirannya kembali ke beberapa menit yang lalu di saat Cleo dan kedua temannya, mengatakan bahwa Reza menghancurkan perusahaan ayah mereka. Apa itu benar Mas Reza pelakunya? batin Via.
" Vi...? haii Vi... " Susan mengguncang tangan Via membuat Via menatap tajam Susan.
" Apa? " tanyanya ketus.
" Kamu kenapa?,Ini hari kebahagiaan kita loh "
" Maksudnya? " kata Susan bingung.
" Perkataan Cleo tadi... " Ucap Via lirih.
" Ya,Ampun Vi... Kamu itu mikirin mereka? " Via mengangguk " Vi,denger,Ok. Suami kamu itu sayang banget sama kamu,makanya dia berbuat seperti itu pada keluarga mereka. Lagian kebangkrutan mereka karena ada alasannya. Bukan karena suami kamu,walau mungkin jalannya sih, iya. Suami kamu yang beberkan " kata Susan membuat pikiran Via terpecahkan.
" Tahu dari mana kamu? " tanya Via sambil memicingkan matanya.
" Internet lah... Di medsos pada heboh berita ini itu. Kamu kemana aja? " heran Susan.
" Aku gak ada waktu buat liat internet " ucap Via membuat Susan menghela nafas berat.
" Ya deh,yang gak da waktu buka internet,tapi ada waktu buat bermesraan " ejek Susan membuat Via memukul pelan tangan Susan.
Membuat mereka tertawa bersama.
" Sayang..." panggil Reza setelah selesai menerima telpon. Lalu dia duduk di samping Via.
" Dari mana aja kamu,Mas? " tanya Via ketus tatapannya pun kini penuh kecurigaan membuat Reza gugup dan membuat Susan tersenyum geli.
" Bagas tadi nelpon,ada sedikit masalah di kantor. Mau pulang sekarang atau tunggu acaranya selesai? " tanya Reza dengan senyum mengembang.
__ADS_1
" Pulang aja deh,aku udah gak mood nunggu acara sampai selesai " kata Via membuat heran Reza. Kenapa dia? fikir Reza.
" Baiklah. Tapi temen kamu gimana? " tanya Reza melirik Susan.
" Ga papa tuan. Aku mau lihat acara ini sampai selesai. Lagian aku juga mau menemui kedua orang tuaku " ucap Susan mengerti.
" Baiklah. Terimakasih sudah menjaga istriku dan sampai bertemu kembali " ujar Reza ramah.
" Aku pulang,San... " kata Via lemas.
" He em.. jangan lupa hubungi aku kalau kalian sudah sampai di rumah " ucap Susan tersenyum.
" Okey " balas Via sambil berdiri di ikuti Reza dan berlalu meninggalkan Susan yang masih tersenyum melihat sahabat beserta suaminya itu.
Reza merasa ada yang aneh dengan istri mungilnya itu. Sedari tadi Via diam dan terlihat murung.
Apa dia marah karna aku meninggalkan dia bersama sahabatnya tadi? pikir Reza.
Bahkan tak biasanya Via mengabaikan Reza.
" Kenapa,Sayang?. Aku minta maaf deh udah ninggalin kamu terima telpon " ucap Reza membuka percakapan.
" Iya " balas Via pelan.
Sungguh,dalam hati Via masih bertanya tanya. Apa benar yang membuat perusahaan keluarga Cleo bangkrut adalah suaminya?
Di saat mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing masing,seseorang memanggil Reza dan membuat mereka berdua menoleh.
" Pak Reza... "
◇◇◇◇
Nih Author up 2 part ya...
Buat yang pada minta up nya lebih satu part. Tapi Author hanya bisa sesekali,karena Author juga punya kehidupan di dunia nyata yang kadang menyita waktu Author sendiri. Mohon bersabar ya...😊😊😊
Kalau ada waktu lebih lagi,Author usahain up lebih dari satu part lagi..
😘😘😘
Selamat Membaca.
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1