
Reza tiba di depan rumahnya sambil membawa sekotak nasi komplit dengan lauk nya.
Tanpa menunggu lama,setelah keluar dari mobil, ia berlari masuk ke dalam rumah. Karena Reza tidak hati hati saat berlari, kakinya tersangkut dan membuat Reza jatuh tersungkur menabrak ember isi air bekas pel rumah yang belum sempat Via simpan.
Bruuukkk....
" Awww...pinggangku... " ringis Reza sambil memegang pinggangnya.
Via yang masih tertidur pulas pun sontak bangun dan terlonjak kaget. Dia berdiri dan melihat apa yang terjadi.
" Loh,Mas Reza ngapain tengkurep di situ? " tanya Via.
" Tolong Mas,Baby " pintanya.
Dengan cepat Via berjalan dan menghampiri Reza. Membantu Reza bangun dan berdiri. Via benar benar merasa bersalah melihat Reza. Karena kecerobohannya, Reza terkena masalah.
" Ma'afin Via,Mas " ucap Via tertunduk. Bahkan di sudut matanya sudah terlihat genangan air yang siap tumpah.
" Kenapa?,Mas gak apa apa kok " kata Reza sambil menggenggam tangan kanan Via, dan tangan satunya lagi mengusap sudut mata Via.
" Karena kecerobohan,Via. Mas terjatuh. Ma'afin Via " ucapnya serak.
" Harusnya,Mas yang harus minta ma'af. Karena,Mas belum bisa membuatmu bahagia " kata Reza masih menenangkan istri mungilnya.
Via menangis haru mendengar kata manis yang terlontar dari mulut suaminya itu. Dia tak pernah bermimpi akan menikahi laki laki yang amat sangat menyayanginya.
Bagi Via,menikahi Reza itu adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya.
" Sttt... sudah,jangan nangis lagi " ucap Reza " Oh,iya... Mas tadi bawa makanan. Kamu makanlah dulu,pasti kamu lapar,Mas mau mandi dulu " kata Reza,mengambil kotak makan tadi yang untungnya tidak tumpah.
" Terima Kasih,Mas "
◇◇◇◇
Beberapa saat pun berlalu. Setelah Reza mandi dan makan bareng Via,dirinya meninggalkan Via kembali. Berangkat kembali ke kantor dan mengerjakan tugas yang masih menumpuk.
tok...tok..tok..
( Pintu ruangan Reza di ketuk )
" Masuk..." teriak Reza tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar komputer.
" Ma'af Pak Reza,ada yang ingin bertemu " Bagas memberitahu.
Reza menghentikan kegiatannya lalu mengalihkan pandangan nya pada Bagas.
" Siapa? " tanya nya.
__ADS_1
" Pak Mulyadi ingin bertemu dengan anda " jawabnya.
" Pak Mulyadi... " Reza merasa heran karena dirinya tak mengenal siapa Mulyadi dan tidak merasa mempunyai janji dengan dirinya.
" Itu.. Direktur utama dari JM.Company ingin memastikan mengenai jual beli tanah yang akan kita jadikan tempat pembangunan resort di kota B " beber Bagas.
" Suruh dia masuk " perintahnya.
" Baik,Pak " ucap Bagas,setelah itu berlalu keluar dan mempersilahkan Mulyadi masuk.
" Selamat Sore,Pak Reza " katanya sambil mengulurkan tangan dan di sambut baik oleh Reza. Mereka pun berjabat tangan.
" Selamat Sore,Silahkan duduk " pinta Reza.
Setelah Mulyadi duduk,dia memperhatikan Reza sambil tersenyum misterius. Membuat Reza merasa tak nyaman. Namun ia mencoba sebisa mungkin untuk tersenyum ramah,walau dalam hatinya Reza ingin menonjok wajah Mulyadi.
" Bagaimana,Pak ? " tanya Reza memecah keheningan.
" Kemarin Tuan William menghubungi saya,katanya dia membutuhkan lahan yang ada di kota B? " ucapnya santai " Dia ingin membeli lahan yang ada di sana " lanjutnya.
" Benar,Tuan "
" Boleh,akan aku berikan semua lahan di sana kalau memang beliau menginginkannya,tapi dengan syarat " jelas Mulyadi membuat Reza bingung.
" Syarat apa yang ingin anda ajukan? " tanya Reza penasaran.
" Dan bagaimana kalau besok,anda ajak Tuan William untuk makan malam di restoran XX yang ada di pusat kota,sekalian memberi tahu syarat yang harus kalian penuhi " ucapnya lagi.
" Baiklah. Akan saya usahakan. Karena saya merasa sangat penasaran dengan persyaratan yang anda ajukan " balas Reza tenang.
" Tentu. Baiklah...Karena sudah tidak ada yang perlu di bicarakan,aku pamit pulang, Pak Reza " pamitnya kemudian.
Setelah itu pergi meninggalkan ruangan Reza.
Apa yang kamu rencanakan rubah tua? Akan ku pastikan apa yang kamu mau,aku gagalkan.
Ucap Reza dalam hatinya.
Reza sangat mengerti dengan tingkah dan sikaf Mulyadi yang sangat mencurigakan untuk dirinya.
" Bagas... " teriak Reza mengagetkan Bagas yang sedang fokus mengerjakan berbagai laporan yang masih menumpuk.
" Iya Tuan Muda " balas nya di saat tiba di dalam ruamgan Reza.
" Cari tahu informasi tentang keluarga Mulyadi,secepatnya " pinta Reza.
" Baik,Tuan Muda "
__ADS_1
Setelah itu,Bagas keluar dan dengan cepat mengerjakan perintah Reza.
' Akan ada badai lagi,rupanya ' batin Bagas merasa kasihan pada keluarga Mulyadi.
◇◇◇◇
Sedangkan di sebuah rumah sederhana,dua wanita berbeda usia sedang merencanakan pembalasan mereka untuk kehancuran yang selama ini mereka alami.
" Kamu terus ikuti pergerakan mereka. Aku mau kalian bawa gadis itu di saat suaminya lengah " perintah wanita itu di saat sambungan ponsel sedang berlansung.
" Baik " jawabnya.
Akan ku balas semua yang telah kalian lakukan. Hingga orang tuaku menderita seperti ini. batin wanita tersebut.
Sedangkan di lain tempat,sepasang suami istri sedang berkunjung di salah satu panti asuhan yang telah membuat mereka mengingat masa lalu.
" Kemana kita harus mencari dia. Aku sudah tak sanggup menahan rasa ini " ucapnya parau. Bahkan air mata istrinya sudah jatuh tak terbendung.
" Waktu kemarin orang ku sempat menemukannya,tetapi sudah beberapa hari ini mereka tak melihat keberadaannya " balas lelaki itu.
Tampak keduanya menangis. Mereka harus menahan rindu pada seseorang yang selama ini jadi pengawasan mereka. Menjadi harapan mereka.
Namun harapan itu mungkin harus tertahan. Karena yang mereka cari tidak mereka temukan.
" Aku harap kamu segera menemukannya. Agar kita bisa membalas dendam kita pada wanita hina itu " ucap istrinya tersedu sedu.
" Akan ku usahakan "
◇◇◇◇
Via terlihat sedang bersantai di ruang keluarga sambil menyaksikan drama terfavorit nya. Tak lupa dengan cemilan yang sempat ia beli dari supermarket tadi sore.
" Assalamualaikum,Baby " ucap Reza sambil membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 20.27 .
" Waalaikumsalam,Mas " balas Via sambil bangkit dan menghampiri Reza. Lalu mencium tangan Reza.
" Sudah makan? " tanya Reza.
" Aku nunggu,Mas. Kita makan bareng... " pinta Via manja.
Via sudah tidak merasa canggung lagi bermanja pada Reza. Bahkan tangannya kini sudah melingkar memegang tangan Reza. Melihat tingkah Via yang sudah mulai nyaman dengan kehadirannya,bahkan tak malu untuk bermanja pada Reza,membuat Reza amat senang. Hatinya menghangat,bahkan senyum indah pun terbingkai di wajah Reza.
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1