
Ke esokan pagi..
Setelah Reza dan Via bangun,mereka kembali bersiap mengerjakan pekerjaan masing masing.
" Sayang...,nanti malam bersiaplah,sebelum Bagas datang menjemputmu " kata Reza di saat keduanya sedang menikmati sarapan.
" Memang mau kemana,Mas? " tanya Via penasaran.
" Mas mau kasih kejutan buat kamu,Sayang.. " balas Reza dengan senyum merekah.
" Baiklah " ucap Via pasrah.
Setelah makan,Reza berangkat ke kantor.
" Mas berangkat dulu. Jaga diri, dan hati hati di rumah. Jangan sampai kamu kelelahan " kata Reza memperingati.
" Iya,Mas.. "
Seperti biasa,Reza mencium kening Via dan Via mencium tangan Reza. Setelah itu berlalu meninggalkan Via sendiri.
◇◇◇◇
Setelah sampai di kantor,semua karyawan menyapa Reza sambil menunduk hormat. Namun seperti biasa,Reza hanya tersenyum menanggapi semua karyawannya.
" Apa saja jadwal hari ini,Gas? " tanya Reza pada Bagas.
" Hari ini,anda akan bertemu client dari kota C untuk membahas masalah kerja sama. Setelah itu tidak ada lagi, namun nanti malam anda harus menghadiri jamuan makan malam dengan Pak Mulyadi dari JM.Company beserta Tuan dan Nyonya " beber Bagas menjelaskan.
" Untuk urusan makan malam,kamu tolong sampaikan pada Papi " ucapnya " Dan tolong carikan satu gaun untuk Via,karena aku akan mengajaknya. Sekalian nanti kamu jemput dia di rumah, langsung bawa ke restoran " lanjutnya.
" Baik "
♡♡♡
Semua pekerjaan Reza berjalan lancar,hingga waktu berputar dan hari mulai malam.
Reza berdiri dan sedikit meregangkan tubuhnya akibat pegal yang menyerang. Seharian ini,Reza hanya duduk di depan setumpuk kertas yang membuat tenaganya sedikit terkuras.
' Badanku serasa remuk semua ' batin Reza.
Setelah di rasa enakan, dia berjalan dan membersihkan tubuhnya di kamar khusus yang ada di ruangan Reza.
Tiga puluh menit berlalu,Reza keluar menggunakan kemeja abu dengan celana panjang warna hitam. Berjalan keluar dan segera menjemput William dan Dina untuk bertemu Mulyadi.
" Pi,Reza bentar lagi nyampe. Papi tunggu Reza di depan gerbang ya.. " ucapnya di saat ponsel yang ia pegang tersambung.
" Baiklah " jawab William di ujung sana.
Tak perlu membutuhkan waktu lama,Reza tiba. Dan dengan segera William dan Dina masuk mobil yang di kemudikan Reza.
Dina celingukan seperti mencari sesuatu.
" Mami,cari apa? " tanya Reza.
" Istri kamu mana? " ucap Dina bertanya balik.
" Dia berangkat bareng Bagas. Aku sengaja gak bareng dia. Sebab Pak Mulyadi yang Papi kenal itu pasti sedang merencanakan sesuatu " jawab Reza.
" Tunggu !!! " selah Dina " Bukankah Pak Mulyadi itu direktur utama JM.Company? " tanya Dina dengan heran.
__ADS_1
" Iya,dia pemilik lahan yang sedang Papi incar untuk pembangunan Resort di kota B " jawab William santai.
" Tetapi kenapa harus ada persyaratan segala,Pi? " tanya Reza penasaran.
" Dia itu di kenal licik dan pandai menjilat. Persyaratan itu pasti menyusahkan kita. Kamu berhati hatilah. Apalagi istrimu juga akan hadir di sana " peringat William.
' Sebelum mereka melakukan itu,akulah yang akan memberikan kejutan indah untuk mereka ' batin Reza bergumam.
◇◇◇◇
Sedangkan di tempat lain,Bagas tiba sambil menenteng paper bag di tangan kanannya. Dia berjalan menghampiri rumah kediaman Reza.
tok...tok...tok..
( Pintu rumah itu Bagas ketuk )
" Sebentar " teriak seorang wanita dari dalam rumah.
ceklek..
" Pak Bagas,Silahkan masuk " perintahnya.
" Tidak perlu Nona,saya nunggu di kursi sini saja " katanya sambil menunjuk dua kursi sebelahnya " Dan ini titipan dari Tuan Muda " katanya lagi sambil menyerahkan paper bag isi pakaian Via.
" Ya Sudah,sebentar. Saya mau ganti baju dulu,setelah itu berangkat " ucap Via tersenyum ramah.
" Baik Nona Muda "
Via pun berbalik,dan masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian. Setelah selesai,dia kembali menghampiri Bagas yang masih menunggu sambil mainkan ponselnya.
" Mari,Pak " ucap Via menghentikan kegiatan Bagas,dia menoleh dan melihat Via.
" Iya,Mari Nona " katanya sambil berdiri dan berjalan terlebih dahulu. Lalu membukakan pintu mobil yang belakang. Setelah Via masuk,Bagas kembali menutupnya dan berlalu membuka pintu untuknya.
Dalam perjalanan tak ada yang berbicara. Via dan Bagas memilih untuk diam. Sampai Bagas sadar,bahwa mobil yang mereka kendarai di ikuti.
' Siapa mereka? ' pikir Bagas.
◇◇◇◇
Sedangkan Reza sudah sampai di restoran XX setelah mengendarai mobilnya selama 20 menit.
" Kita turun sekarang? " ucap Reza
" Gak nunggu istri kamu dulu? " tanya William.
" Iya,kasihan istri kamu nanti " timpal Dina
" Reza sudah bilang buat anterin Via sampai dalam kok,Mi. Pada Bagas " ucapnya
Mereka bertiga keluar dari mobilnya lalu berlalu memasuki restoran. Di sana sudah ada Mulyadi dan dua orang wanita berbeda usia.
" Selamat Datang,Tuan William " ucap Mulyadi ramah,bahkan ia berdiri untuk menyambut kehadiran William di ikuti dua wanita di sampingnya.
" Terima kasih " ucap William tersenyum ragu.
" Oh,iya. Kenalkan dia istri dan putriku " katanya memperkenalkan.
" Salam kenal tuan dan nyonya. Saya Desi istri Mas Mul,dan ini putri saya Vega " ucapnya sambil mengulurkan tangan. Dengan terpaksa Dina menyambut uluran tangan itu.
__ADS_1
" Vega tante " katanya mencium tangan kedua orang tua Reza, sambil melirik Reza yang sedang mencoba menghubungi Via. Bahkan senyuman menjijikan itu terlihat oleh Dina.
" Ekhem.. Bisakah kita duduk? " tanya Dina mengalihkan pandangan mendamba Vega.
" Silahkan,Nyonya. emh...ngomong ngomong pemuda tampan ini siapa? " tanya Desi basa basi.
" Putraku " ucap Dina ketus membuat Desi tersenyum masam.
Sedangkan,muka Reza kini di selimuti kekhawatiran. Dirinya benar benar merasa tidak enak hati. Apa yang sedang terjadi? Kenapa hatiku gak enak! " batin Reza.
Reza sangat mengkhawatirkan istrinya,karena sejak tadi,ponsel istrinya tidak dapat di hubungi. Begitu pun ponsel Bagas yang sedari tadi tidak mengangkat ponselnya.
Dina yang menyadari tingkah aneh Reza mencoba memegang tangannya. Mereka seakan berbicara lewat tatapan matanya.
" Terus syarat apa yang ingin anda ajukan pada kami? " tanya William tiba tiba.
" Begini... saya akan memberikan tanah itu seluas yang Pak William perlukan. Namun dengan syarat,putra anda harus menikahi putri saya " ucap Mulyadi mengagetkan William sekeluarga.
Namun berbeda dengan Vega yang mengembangkan senyuman terbaiknya. Dia amat sangat terpesona dengan wajah tampan Reza ketika dia melihatnya. Namun berbeda dengan Reza yang tersenyum misterius.
" Boleh. Bahkan aku sangat bahagia bisa mendapatkan calon istri secantik Nona Vega " ucap Reza santai,membuat amarah William dan Dina memuncak seketika dan membuat wajah keluarga Mulyadi berbinar.
" Tapi..... " kata Reza lagi menjeda. Kini mereka semua di buat bingung oleh Reza. Tapi apa? pikir William dan Dina.
" Tapi apa, Nak Reza? " tanya Mulyadi penasaran dan masih dengan wajah yang berbinar.
" Aku ingin kalian menerima hadiah dariku,sebelum kita meresmikan keinginan anda " ucap Reza sambil menyerahkan flashdisk di depan kedua keluarga tersebut.
Selang beberapa lama setelah mereka melihat apa yang ada dalam flashdisk tersebut,raut wajah keluarga Mulyadi mendadak pucat. Bersamaan dengan itu seseorang memanggil Reza.
" Mas.... " katanya dengan wajah yang sudah di penuhi air mata.
Via datang pas ketika Mulyadi mengutarakan maksudnya. Dia tercengang dengan apa yang ia dengar. Akankah suaminya benar benar akan meninggalkannya?
Namun setelah Via ikut menyaksikan isi flashdisk yang Reza berikan kepada keluarga Mulyadi,Via akhirnya tahu bahwa Reza tidak benar benar menerima persyaratan tersebut.
Isi flashdisk itu memperlihatkan video Vega yang sedang bermain kuda kudaan bersama dua orang pria.Bahkan di dalam flashdisk itu juga terdapat fakta bahwa Mulyadi membunuh saudaranya sendiri hanya untuk menguasai harta warisan keluarganya sendiri.
" Sayang..." ucap Reza,berdiri dan sedikit berlari menghampiri Via lalu menarik Via ke dalam pelukannya. " Dari mana kamu? Bikin Mas khawatir " lanjutnya Sambil mencium pucuk kepala Via berkali kali.
" Tadi ada seseorang yang mengikuti mobil kami,Tuan " ucap Bagas tiba tiba mengagetkan Reza,bahkan mata Reza melotot tak percaya.
" Siapa mereka? " teriak Reza,bahkan pelukan Reza terasa makin erat di rasa Via " Berani beraninya mereka ingin mencelakai istriku " geram Reza menekan setiap kata katanya.
Keluarga Mulyadi yang sedari tadi menyaksikan kelakuan Reza pada Via kini membuat mereka terlonjak kaget dengan perkataan Reza yang mengatakan " Istriku ". Dina yang sedari tadi menahan amarah seakan mendapat lampu hijau di saat melihat keluarga Mulyadi yang menginginkan Reza hanya dalam mimpi. Dina tersenyum sinis.
Keluarga Mulyadi memang tidak pernah mengetahui pernikahan antara Reza dan Via. Pas acara Resepsinya pun mereka masih di luar negri,sehingga belum sempat melihat kebenaran itu dari televisi ataupun media sosial.
" Istri? " teriak Vega " Apa apaan ini? " lanjutnya.
" Kenapa? Dia memanglah menantu di keluarga kami. Dan kami sangat menyayangi dia " sentak Dina membalas teriakan Vega.
" Jadi kalian jangan harap keinginan kalian akan terlaksana. Karena mulai saat ini,kerja sama ini tidak akan pernah terjadi " timpal William sambil di ikuti Dina yang mengembangkan senyum sinis.
Mulyadi sangat malu dan marah,dirinya tidak menduga akan seperti ini jadinya. Mimpi akan dirinya yang akan bertambah kaya,lenyap seketika.
◇◇◇◇
Bersambung...
__ADS_1