
Di lain tempat,Susan terbangun di sebuah kamar yang sangat ia kenal. Dirinya mengerjapkan mata beberapa kali.
Kenapa aku bisa ada di rumah?
batin Susan.
" Kemana saja kamu? ,ibu dan ayah tidak ada di rumah dan kamu seenaknya keluyuran " ucap Anton membuat Susan menoleh.
" Mau jadi apa kamu? " tanyanya.
" Lalu ayah sendiri kemana?. Apakah ayah menemani Ibu hingga tidak ada waktu di rumah atau menemani selingkuhan ayah itu ? "
" Mulai kurang ajar kamu ya,ini urusan orang tua bukan anak kecil seperti kamu "
" Anak kecil? Siapa yang anak kecil? Bukankah cara mu membawa ku juga layaknya anak kecil? Kenapa gak temui aku secara baik - baik,bukan menculikku layaknya penculik! " kata Susan menahan amarahnya.
Anton terdiam," Aku hanya mau yang terbaik untukmu " jawabnya.
" Terbaik? Terbaik seperti apa? "
" Terbaik seperti kamu menjauhi keluarga William juga Miko " kata Anton membuat hati Susan seakan teremas kuat.
Susan terdiam dan mencoba mencerna baik - baik ucapan Anton.
" Bagaimana? "
" berarti kak El juga. Huh...kenapa ayah begitu jahat " batin Susan.
" Baiklah. Tapi ayah juga harus menjauhi ibu kak Miko juga " ucap Susan.
" Tidak kamu minta pun,ayah sudah tidak ada hubungan dengan dia " ujar Anton.
Susan terkejut,bagaimana pun hubungan ayahnya dan ibunya Miko itu sudah berlangsung lama. Namun kenapa dengan mudahnya,Anton mengatakan kalau mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi?
Ada yang aneh pikir Susan.
" Jangan berpikir yang tidak - tidak. Yang jelas,ayah tidak akan melakukan kesalahan yang sama " kata Anton. " Maafkan ayah " lanjutnya.
Dan perkataan Anton atas permintaan maaf darinya,semakin membuat Susan semakin heran.
" Kenapa? "
" Apanya? Apanya yang kenapa? "
" Kenapa hubungan ayah dan dia sampai berakhir? Bukan ada maksud lain kan? Atau hanya ingin membohongiku,untuk menyetujui keinginanmu? " tanya Susan penuh selidik.
" Tidak. Aku gak mau, sesuatu yang buruk terjadi padamu. Dan sudahlah,...aku ada perlu. Jangan keluar rumah lagi "
__ADS_1
Setelah itu Anton pergi meninggalkan Susan sendiri, di rumah mereka dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.
^
Sementara di rumah William,...
William,Dina ,dan Niken memasuki kamar Reza dan Via. Membuat sepasang suami istri itu terkejut dengan kehadiran mereka.
" Papi,Mami,.. Ada apa? " tanya Reza.
Mereka bertiga mendekat.
" Silahkan " kata William menambah kebingungan Reza dan Via.
" Maaf sebelumnya,saya ke sini ingin membahas surat wasiat yang buk Sukma tinggalkan untuk anda,Nona Via, " ucapnya sambil membuka tas berisi berlembar lembar surat.
" Maksudnya? " tanya Via.
" Buk Sukma meminta saya memberikan surat ini pada,anda " katanya sambil menyerahkan beberapa kertas pada Via.
Via mengambil kertas tersebut dan mulai membacanya. Betapa kagetnya dia saat membaca setiap kata yang Sukma tulis untuk Via.
11-Agustus 08.27
Cucuku tersayang,
*Hari ini mungkin hari di mana kamu akan mendapatkan surat ini setelah kepergian nenek. Setelah kepergian nenek,mungkin akan ada yang datang dan menemui mu selain keluarga nenek. Kalau kamu ingin,ikutlah dengan mereka.
Satu hal lagi ,kamu juga harus jadi istri yang terbaik buat suamimu kelak. Nenek tahu bahwa dia,Reza anak dari Nak William yang akan menjadi suamimu kelak.
Dia yang telah meminta kamu pada nenek,dan nenek merestui itu. Ada pun yang kamu juga harus tahu,bahwa setiap yang kamu lakukan di belakang,Nenek. Nenek akan mengetahui itu. Apalagi hal yang ada di depanmu.
Bilang pada suamimu, titip mata nenek agar dapat melihat semua orang yang akan menyakitimu. Agar dia dapat menjagamu menggantikan nenek.
Ada pula hal yang belum kamu ketahui,nenek mempunyai lahan kosong di kota B. Awalnya tanah itu akan nenek jadikan tempat pembangunan rumah untuk kita berdua,namun sepertinya semua akan sia- sia. Karena nenek harus pergi meninggalkan kamu selamanya.
Berikan tanah itu pada orang yang memang membutuhkan. Untuk apapun itu,nenek ikhlas jika kamu memberikan itu untuk kebaikan.
Berbahagialah,tolong jangan sampai ada lagi tangis kesedihan untukmu,Nak.
*
Via menangis sambil meremas dadanya yang terasa sesak. Bahkan sesekali dia juga menekan dadanya untuk meredakan rasa sesak itu.
Sementara Reza sendiri, yang ikut membaca surat tersebut menatap tak percaya isi surat itu.
" Katakan padaku,Pi. Apakah benar bahwa nenek Via yang telah mendonorkan matanya ini? " tanya Reza menatap dalam William.
__ADS_1
Dina yang tidak tahu apa - apa mendadak terkejut dengan pertanyaan Reza.
" Apa itu benar,Pi? " tanya Dina di saat William terdiam tak menjawab.
" Iya, " ucap William pelan.
Reza,Via dan Dina menangis sejadi jadinya. Mereka tidak pernah mengira bahwa Sukma menitipkan matanya untuk tetap menjaga serta melihat kebahagiaan yang sedang menanti Via lewat mata Reza.
" Maaf,karena selama ini Papi menyembunyikan ini. Ini atas permintaan nenekmu,Nak. Dia hanya ingin memberikan kebahagiaan untukmu " jelas William.
Kini mereka terdiam dengan pemikiran mereka masing - masing.
" Maaf,Nona.Ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani " ucap Niken tiba tiba, meredakan tangisan Via.
Niken mendekat dan memberikan kertas tersebut pada Via. Setelah itu Via menanda tangani berkas tersebut.
" Jika ada yang ingin anda pertanyakan lebih lanjut,anda dapat menghubungi saya " lanjut Niken.
Setelah itu dia pamit undur diri. Dia tidak mau jadi bagian dari drama keluarga yang rumit itu.
^
Reza keluar dari kamar setelah berpamitan pada Via, mengikuti langkah Niken. Dia hanya menginginkan waktu untuk dirinya sendiri. Dan kini Reza berada di halaman belakang keluarga William.
" Ada masalah apa lagi,Za? " tanya El.
Dia mendekat setelah melihat adik iparnya termenung sendiri sambil menatap kosong ke depan sejauh pandangan matanya memandang.
" Gak ada kak "
" Jangan bohong... Kamu bisa cerita padaku, kalau kamu tidak keberatan membicarakannya. Siapa tahu aku bisa bantu "
" Gak ada,cuma aku ini lagi termenung saja. Ternyata selama ini bukan hanya orang lain yang mempermainkan ku,Papi ku sendiri pun mempermainkanku. Bahkan dunia pun ikut mempermainkanku "
" Maksudnya? "
" Mata ini " sambil meraba matanya " Mata ini milik nenek Via. Dia menitipkannya padaku,agar aku bisa menjaga istriku "
Ucapan Reza membuat Elfredo terbelalak kaget.
" huh...bagus dong. Biar kamu juga bisa melihat indahnya dunia ini " jeda El. " Tapi aku heran.. kamu kan operasi mata di LA,bukan di sini? "
" Suster Ineke yang membawa itu atas perintah Papi " katanya.
El,manggut manggut. Dia akhirnya mengerti,kenapa bisa secepat itu Reza mendapat donor mata tanpa menunggu lama. Ternyata sudah ada calon yang cocok dengan dia sendiri.
Mungkin takdir mempermainkan mereka,Tapi takdir pula menuntun mereka membawa mereka ke dalam kebahagiaan yang sedang menanti di masa depan.
__ADS_1
◇◇◇◇
Bersambung...