Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Jagoan


__ADS_3

Hari sudah semakin sore,dan dari siang tadi Via merasakan sedikit sakit pada bagian perutnya. Tetapi rasa sakit itu hilang untuk beberapa waktu dan datang lagi di lain waktu.


Apa aku akan melahirkan sekarang? Bukankah kata bidan Zee aku akan melahirkan minggu depan. Mungkin ini hanya kontraksi palsu.. Iya... Kontraksi palsu. Pikir Via.


Reza memperhatikan gerak gerik Via. Dia menyerngitkan dahi melihat Via yang selalu menahan sesuatu ketika sedang tidur di sofa kantornya.


Kenapa dia? batin Reza.


Reza berdiri meninggalkan setumpuk berkas lalu mendekati Via,di ucapnya kening Via yang bercucuran keringat di dahinya.


" Sayang... Yang.. Kamu kenapa...Hey... " panggil Reza.


Dia sangat cemas ketika melihat kondisi Via yang semakin lama semakin gelisah.


" sakit... perutku sakit... " jawab Via parau.


" Astaga.. apa kamu mau melahirkan sayang? " tanya Reza.


Bukannya Reza memanggil orang lain dia kini berdiri lalu mondar mandir tak karuan di pinggir meja.


" Yang.. " panggil Via membuat Reza mendekat kembali " panggil orang " perintahnya.


" Iya... Iya... Sayang " ucapnya.


Reza benar benar takut dan sangat gugup. Baru pertama kali dia melihat wanita yang akan melahirkan. Dan selama ini Reza sangat tidak tahu tentang hal tersebut sama sekali.


Setelah mendengar perintah Via,barulah Reza memanggil Bagas lewat ponselnya.


" Sekarang siapakan mobil. Istriku mau melahirkan " ujar Reza membuat Bagas dengan cepat berlari menuju tempat parkir mobil.


Sementara Reza sendiri pun,kini menggendong Via dan segera berlari menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai bawah.


Di sana semua karyawan Reza pun di buat heboh oleh kepanikan Reza. Karena baru pertama bos besar mereka menggendong istrinya bahkan sampai berlari.


" Ada apa ya... " Tanya salah satu dari mereka.


" Mungkin Bu Via akan melahirkan "


" Iya,semoga ibu dan bayinya selamat "


Sedangkan Reza masuk ke dalam mobil masih menggendong Via dan meletakkan Via di pangkuannya.


" Cepetan Bagas... " ujar Reza.

__ADS_1


" Sakit... Ini sakit sekali " racau Via.


" Iya,Sayang sabar. Kita akan segera sampai " jawab Reza.


Bagas hanya mampu menahan ngeri melihat Via yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya.


" Bisa cepet tidak ? " kata Reza membuat Bagas semakin gugup.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit.Barulah mereka sampai di depan Rumah sakit. Di sana sudah terlihat Dokter Zee yang sedang menunggu mereka.


Tadi sebelum turun ke bawah,Bagas menyempatkan waktunya untuk menelpon dokter Zee dan mengabarkan untuk segera mempersiapkan ruangan khusus untuk melahirkan istri bosnya itu. Tak lupa Bagas juga menelpon Dina dan William yang jauh di sana negara sana. Membuat calon kakek dan nenek di ujung sana tersenyum lega.


" Baik Pak,mari bawa ke sini " Pinta Dokter Zee pada Reza yang masih menggendong tubuh Via.


Sewaktu para Suster menyuruh Reza agar meletakkan tubuh Via di atas brankar tempat tidur. Reza dengan halus menolak perintah tersebut dan bersikeras ingin menggendong Via.


" Sayang... Jangan bikin Mommy sakit dong,Nak " ucap Reza pada janin yang sebentar lagi akan melihat betapa indahnya dunia.


" Mas.. sakit.. perutku sakit.. " racau Via dengan lirih.


" Bentar lagi ya bu.. " jawab Zee


Setelah masuk di dalam ruang bersalin. Reza meminta untuk tetap menemani Via di dalam. Dia tidak ingin melewatkan di mana Via berjuang demi anak mereka. Bahkan air mata Reza pun ikut mengalir ketika melihat Via menjerit menahan rasa sakit.


Sementara Bagas,dia menelpon keluarga Via dan istrinya untuk ke Rumah sakit tempat Via melahirkan.


Via hanya mengangguk sambil menahan rasa sakit. " Sabar sayang " ujar Reza tak henti hentinya memberikan semangat pada Via.


Sedangkan di luar ruangan,Cerrie dan Robert sudah tiba lebih awal. Mereka sangat cemas mendengar anak perempuan mereka akan segera melahirkan. Bagaimana pun Via sudah mereka anggap seperti anak kandung sendiri.


" Bagaimana keadaan dia? " tanya Robert pada Bagas.


" Tuan dan Nona masih di dalam,Tuan " jawab Bagas menunduk.


" Ya Tuhan,selamatkan bayi anak kami " ujar Cerrie.


Mereka memilih menunggu di kursi depan ruangan bersalin Via.


^


" Yang... " rengak Via.


" Tahan sayang.. kamu pasti kuat,demi anak kita.."

__ADS_1


" Aaah.... " teriak Via sesekali mengejan.


Dengan sigap Dokter Zee memeriksa kembali keadaan Via.


" Sekarang sudah pembukaan sempurna,Bu. Ibu mengejan dengan sekuat kuatnya ya bu.."


Aaakkkhhh * Dengan beberapa kali mengenal akhirnya Via melahirkan. Melihat itu air mata Reza semakin jatuh membasahi pipinya.


owek...owek...owek...


Seorang bayi mungil berjenis kelamin laki laki kini telah hadir di keluarga Via dan Reza. Reza tersenyum haru melihat bayi yang masih berwarna merah dengan sedikit darah yang tertinggal di kepala sang bayi.


" Makasih sayang.. Anak kita jagoan. Dan kamu hebat " ucap Reza membuat Via tersenyum senang.


Rasa sakit yang Via rasakan kini tergantikan dengan kebahagiaan yang tiada duanya buat mereka.


^


Mendengar tangisan bayi dari dalam ruangan membuat Cerrie,Robert dan Bagas dapat bernapas lega. Mereka sangat bahagia,akhirnya ada anggota baru di dalam keluarga mereka.


" Syukurlah.. cucu kita telah lahir " ujar Cerrie.


Robert tersenyum dan mengangguk. Dia juga sangat bahagia,karena dia pun ikut menantikan kelahiran dari anak adiknya tersebut.


" Bagaimana keadaan Via? " tanya Susan tiba-tiba.


" Sayang..


" Bagaimana keadaan Via dan bayinya,,Mas " tanya Susan.


" Kami juga belum mengetahui kabar mereka " jawab Cerrie.


Namun sebelum melanjutkan pembicaraan mereka,seorang perempuan berjas putih ke luar dari ruangan tersebut di ikuti Reza yang tengah menggendong bayi mungilnya.


Sedari tadi di dalam ruangan,ketika bayi dan Via beres di bersihkan sedangkan Via sudah sangat kelelahan. Reza dengan sigap membantu menggendong bayi laki lakinya.


Meskipun dia harus segera berpisah dengan bayi mungilnya. Tapi dia tidak akan menyia nyiakan waktu untuk menggendong putranya.


" cowok atau cewek,Za? " tanya Robert.


" Cowok,Om.


" Akhirnya Om punya jagoan "

__ADS_1


^


Bersambung..


__ADS_2