
" Sayang... Mas pulang, " ucap Reza.
Reza membuka pintu kamarnya lalu mencari keberadaan Via. ' Kemana dia ' batin Reza.
Dia mencari cari keberadaan istrinya hingga terdengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.
Tanpa menunggu lagi,Reza membuka pakaiannya dan menyusul istrinya ke kamar mandi. Via yang sedang membilas tubuhnya yang penuh busa,mendadak menjerit di saat sebuah tangan melingkar di perut polos Via.
" Sttt,ini Mas " bisik Reza.
Via berusaha berbalik dan benar saja,Reza tengah tersenyum menatapnya.
" Mas,ini bener kamu? Kamu sudah pulang " tanya Via membuat Reza gemas seketika.
Via masih takut kalau Reza yang berdiri di depannya, hanya sebuah mimpi saja. Sehingga dia menanyakan pertanyaan konyol pada Reza.
Tanpa menjawab pertanyaan Via,Reza menarik tengkuk Via lalu mencium Via tepat di bibir Via,lama kelamaan Reza memperdalam ciumannya. Setelah di rasa istrinya akan kehabisan nafas,barulah Reza melepaskan pugutannya. Setelah itu menarik Via ke dalam pelukannya. Menenggelamkan kepala Via di dada bidangnya.
" Mas kangen kalian " ucap Reza pelan.
Via menangis terharu,ternyata suaminya benar - benar pulang dan kini memeluknya. Dia pun membalas pelukan Reza dengan erat.
" Aku juga kangen,Mas " balas nya pelan.
" Jangan tinggalin Via lagi,Vi gak mau " rengek Via.
Reza tersenyum,lalu mengangkat tubuh basah istrinya,tak lupa ia mematikan kran air sebelum menggendong tubuh istrinya. Setelah itu mengambil handuk untuk mengeringkan serta menutupi tubuh Via dan dirinya.
Di rebahkannya tubuh istrinya di kasur mereka. Tanpa menunggu,Reza naik dan mengukung tubuh Via. Via tersenyum melihat kelakuan Reza. Dia tahu apa yang di inginkan Reza pada dirinya saat ini.
" Boleh,Mas tengok dedek bayinya? " tanya Reza sambil mengelus perut istrinya itu.
Via tersenyum,lalu Via mengangguk membuat Reza tersenyum sumringah. Lalu Reza melakukan elus - elus manja setelah itu mereka pun melakukannya.
Bohong kalau Via marah dan tidak ingin menemui Reza,selama dua hari ini dia merindukan juga sangat menantikan kehadiran suaminya. Namun akibat kesibukan dan ketakutannya membuat dia egois dan tak memikirkan perasaan Reza juga mengabaikan perasaannya.
" Jangan pernah mengabaikan Mas lagi,Mas sangat khawatir " kata Reza ketika keduanya sedang berpelukan sehabis adegan panas mereka.
" Iya,maafin Via juga yang selalu egois dan tidak memikirkan,Mas," balas nya.
Reza tersenyum sambil mengangguk. Reza tahu bahwa istrinya merasa bersalah karena membuat dirinya terabaikan. Namun hal itu bukan masalah buat Reza,karena dia tahu itu semua akibat hormon kehamilan Via.
__ADS_1
" Ya sudah, Via mau turun dulu. Takut Mami nungguin " ucap Via mencoba melepas pelukan Reza.
Namun bukannya Reza melepas pelukan Via,dia malah semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Via memberenggut kesal.
" Mas... " rengek Via.
" Mas gak akan lepasin kamu. Ini hukuman untuk kamu karena sudah membuat Mas khawatir selama dua hari ini " kata Reza membuat Via semakin kesal.
" Tapi itu juga salah,Mas. Siapa suruh gak ngasih tahu dulu keberangkatan Mas ke sana dari jauh - jauh hari " ucap Via masih mencoba melepaskan pelukan Reza yang kini sudah berubah posisi mengukung tubuh Via kembali.
" Jadi salah,Mas? " tanya Reza " Terus selama dua hari di sana dan mendiamkan Mas, juga salah Mas? " tanya Reza yang kini menggelitik tubuh Via.
" Iya,ampun..Itu salah Via. Iya salah Via " ujar Via sambil tertawa kegelian.
Reza menghentikan tangannya,dia menatap netra Via dengan tatapan mendalam. Membuat Via salah tingkah dengan wajah yang merah merona.
" Mas,mau lagi " ucap Reza membuat Via melotot.
" Ya Ampun Mas,aku ini sedang hamil muda,Mas. Gak kasihan sama debaynya? " ujar Via.
" Aku akan pelan - pelan, Sayang " kata Reza.
Aku benar - benar bodoh. Kenapa juga aku harus mengabaikannya dua hari ini? Aku janji tidak akan mengulang kesalahan ini kembali. Batin Via.
^
Sementara itu, William dan keluarga Moto baru sampai di kediaman rumah William. Mereka semua di sambut hangat oleh Widya dan Dina.
" Apa kabar,Nak " tanya Astrid.
" Baik,ibu. Bagaimana kabar ibu? " tanya Dina setelah mereka cipiki cipiki.
" Baik,seperti yang kamu lihat. Nata,mana? " tanya Astrid mencoba mencari Via.
" Iya,kami sudah sangat merindukannya " timpal Edward.
Dina melirik Widya,bagaimana pun hanya mereka yang tahu apa yang sedang terjadi pada Via.
" Via lagi bersama Reza di kamar,Bu " jawab Dina.
" Anak nakal itu tidak membiarkan Nata bertemu dengan kami " ucap Robert tiba - tiba. " Padahal kami lebih merindukan Nata dari pada dia " lanjutnya.
__ADS_1
" Mas,Kamu kayak tidak pernah muda saja " tegur Cerrie membuat Robert diam seketika.
" aish... benar - benar... " ujar Robert,
" Kalian masuklah. Kita ngobrolnya di dalam saja. Sekalian kalian istirahat " kata William mempersilahkan para tamunya.
Berbeda dengan mereka,Kia memberenggut kesal karena Dina dan Widya tidak menyambutnya. Dia sangat merindukan Dina,tetapi dia juga harus mengalah demi para tamu mereka.
" Bagaimana keadaan kamu,Sayang " tanya Dina mendekati Kia.
Kia tersenyum lalu memeluk Dina dengan cepat, " Aku baik,Mi.. Kirain sudah lupa sama Kia? " ujar Kia merajuk.
" Mana mungkin Mami lupa sama anak Mami yang nakal ini " ucap Dina membuat bibir Kia manyun.
" Teganya,Mami "
Setelah Kia melepas pelukannya,dia mendekat lalu memeluk tubuh Widya. " Kia kangen,Nenek " rengek Kia manja.
Widya tersenyum, " Ayok masuk. Tidak baik membiarkan tamu menunggu " ujar Widya menggiring tubuh Kia masuk rumah di ikuti Dina.
Para lelaki mengobrol di ruang keluarga bersama Widya dan Astrid. Sedangkan Cerrie dan Dina sedang mempersiapkan makanan untuk makan malam mereka.
^
Di kamar,Reza terbangun dari tidurnya. Dia menatap wajah polos istrinya yang kini tertidur di bahunya. Ada senyuman indah yang membingkai wajah Reza.
Jangan pernah berubah. Tetap cintai aku seperti ini. Karena akupun akan tetap mencintaimu.
Tangan kekar itu membereskan rambut halus yang menutupi wajah Via. Menyelipkan beberapa rambut itu di telinga Via. Sesekali Reza pun mencium kening Via pelan. Dia tak ingin membangunkan istrinya yang sedang terlelap karena kelelahan akibat permainan panas mereka.
Dengan perlahan Reza mengangkat kepala istrinya dan menidurkannya di bantal. Setelah itu dia bangun lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Dua puluh menit berlalu,Reza telah selesai mandi dan kini dia memakai celana pendek serta kaos polos untuk pakaian santai nya. Untuk sesaat dia mendekati Via yang sedang tertidur dan membenarkan selimut yang membalut tubuh istrinya serta satu kecupan ringan mendarat di kening Via.
' Tidurlah,Mas keluar dulu ya.. ' bisiknya lalu berpindah mencium perut Via dari balik selimut.
Setelah itu Reza beranjak dan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu di mana semua orang kini berkumpul.
◇◇◇◇
Bersambung..
__ADS_1