
Hari semakin malam dan acara Resepsi itu masih berlanjut.
" Apa kamu lelah? " tanya Reza ketika melihat istri mungilnya murung.
" Tidak,Mas... " jawab Via sambil memperhatikan tamu yang semakin lama semakin banyak.
" Kalau lelah. Bilang,Mas " ujar Reza kemudian.
Ada apa dengannya? Kenapa terlihat murung ucap Reza dalam hatinya.
" Nak,kalian makanlah dulu. Biar Mami dan Papi yang urus para tamu " ucap Dina pada anak dan menantunya.
" Iya,Mi " jawab Reza dan Via serempak.
Akhirnya mereka berdua meninggalkan acara tersebut untuk mengisi perut mereka yang menangis minta di isi.
Reza dan Via duduk tepat berhadapan.
" Kenapa kamu terlihat murung,hm ?" tanya Reza ketika Via mengambil nasi dan lauk untuk Reza.
" Tidak apa apa,Mas " sangkal Via dan menampakkan senyum manisnya.
Namun senyum Via dapat di mengerti oleh Reza.
Tahan kesedihanmu sayang... batin Reza.
Belum sempat Reza memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Terdengar suara gaduh dari luar rumah keluarga William. Via pun ikut menghentikan suapannya.
" Sialan kalian. Kami di anggap apa,sehingga kalian menggelar Resepsi tanpa kami? " teriak Baron membuat para tamu bertanya tanya.
Siapa orang tak tahu malu itu?
Orang gila dari mana teriak teriak begitu,memalukan...
Kenapa orang itu berteriak ? Sungguh cari mati...
Ucapan para tamu undangan mulai memenuhi telinga Baron. Membuat amarah Baron semakin membuncah.
" Ada apa ribut ribut? " teriak Dion.
" Ini tuan.. Ada orang gila minta masuk ke dalam rumah " ucap seorang Satpam yang bertugas di luar sambil memegang kedua tangan Baron yang sudah di tekuk ke belakang.
" Mau apa kamu? " tanya Dion.
" Aku mau bertemu dengan Tuanmu " jawab Baron emosi " Berani beraninya dia membuat acara yang melibatkan anakku,tanpa memberi tahuku " lanjutnya.
" Untuk Apa? " tanya Dion santai.
__ADS_1
" Aku akan memberi pelajaran padanya " teriak Baron lagi.
Dion hanya tersenyum menyeringai menanggapi ocehan Baron.
Flashback on...
Tepat pukul dua siang, Baron terbangun dari tidur nyenyaknya. Rasa sakit di kepala Baron memunculkan memori kelakuan nya sedari kemarin siang.
" Apa yang ku lakukan " ucap Baron frustasi.
Dengan cepat Baron memunguti pakaiannya, lalu memakainya kembali dan hendak mencari Lita serta Agnes. Dia akan meminta penjelasan ke dua wanita tersebut.Namun betapa terkejutnya Baron di saat melihat Agnes menonton acara Resepsi adiknya.
" Itu kan si Silvia,acara apa itu? " gumam Baron.
Selama beberapa menit Baron terdiam menatap layar televisi. Sesaat setelah tersadar akan undangan yang di kirim beberapa waktu lalu,dia benar benar meninggalkan urat malunya dan membuat keributan dalam acara yang keluarga William selenggarakan.
Tak peduli dengan istri yang marah padanya. Tak peduli dengan putri yang sedang menahan kekesalannya. Dia berangkat sendiri dan berteriak seperti orang gila.
.....On......
William sekeluarga dengan cepat keluar rumah. Mereka tak ingin para tamu yang hadir membicarakan masalah yang akan membuat citra baik keluarga William hancur.
Ketika Via melihat siapa yang tengah membuat keributan. Dia menjadi diam terpaku. Seorang lelaki yang sangat Via kenal ,berpenampilan berantakan bahkan rambutnya pun terlihat kusut. Ada rasa benci dalam hati Via ketika berhadapan lagi dengan Baron.
Reza yang tahu akan ketakutan istrinya mencoba menenangkan dengan menggenggam tangan kiri Via.
" Sialan kamu. Kenapa kamu memutuskan untuk menggelar acara ini tanpa aku,Ayah dari istri anakmu yang buta itu " teriak Baron sambil tersenyum mengejek.
" Cukup!!!,Ayah. Suamiku tidak buta " teriak Via.
" Tidak buta kamu bilang? Semua orang pun tahu bahwa suamimu itu adalah laki laki buta tak berguna " sentak Baron menambah rasa sakit di hati Via.
" Hentikan Tuan Baron. Mohon jaga batasanmu " ucap William tegas." Apakah kamu lupa dengan berkas yang telah kamu tanda tangani? " lanjutnya menyadarkan Baron.
Akh iya berkas. Kenapa aku sampai lupa. batin Baron bergumam.
Untuk sesaat mereka terdiam. Bahkan kini yang mereka lihat ialah wajah cemas Baron.
" Apa yang telah Ayah janjikan dalam berkas itu? " teriak Via sambil menangis.
Bahkan genggaman tangan Reza membuatnya merasa kesakitan akibat remasan kuat tangan Via.
William yang sudah tidak tahan dengan sandiwara yang di lakukan Baron akhirnya meminta Dion membagikan salinan kesepakatan tertulis itu kepada wartawan dan sebagian tamu undangan.
" Dion,bagikan salinan kertas itu " perintah William. Dia menyuruh Dion membagikan salinan kertas yang sempat Baron tanda tangani tanpa sepengetahuannya.
Semua orang menatap tak percaya pada Baron,setelah mereka menemukan fakta mengejutkan yang tertulis dalam kertas tersebut. Bahkan kini Baron di buat bingung oleh tingkah mereka.
__ADS_1
" Pergilah... " pinta Reza pada Baron dengan tatapan tajam. " Kita masuk saja, Baby " Ajak Reza ke Via. " Jangan perdulikan orang tak tahu diri itu " lanjutnya
" Aku gak nyangka,mereka sekejam itu padaku " ucap Via lirih. Dan hanya terdengar oleh telinga Reza.
" Sttt...ada aku. Ada keluargaku,kita sangat menyayangimu,Baby " ucap Reza sambil menggiring Via masuk ke dalam rumah lagi,di ikuti para tamu di belakangnya.
Sementara Baron terdiam dan mengingat setiap perjanjian yang mereka buat.
Empat bulan yang lalu,sebelum pernikahan Silvia dan Reza di lakukan..
Baron memasang iklan untuk memperjual belikan Silvia dalam sebuah situs prostitusi online. Namun,hal yang paling mengejutkan,bahwa iklan tersebut di ketahui langsung oleh William.
William yang sejak lama memantau keadaan Via baik dan buruknya,menjadi sangat marah. Bahkan ingin rasanya William melenyapkan Baron saat itu juga. Tetapi berkat saran Dion,William akhirnya memutuskan untuk membeli Via dengan harga dua kali lipat yang ditawarkan Baron yang tertera di situs online tersebut.
Namun dengan berbagai persyaratan yang di ajukan oleh William termasuk menjauhi Via dan memutuskan ikatan antara anak dan ayah.
William memang egois,tetapi william hanya ingin memastikan bahwa kedepannya Silvia tidak lagi di peralat oleh keluarga Baron.
Sementara di dalam rumah,para tamu mulai berpamitan pulang satu persatu.
Zaskia yang sedari tadi diam dan menyaksikan drama yang terjadi di acara hari ini hanya menghela napas berat.
" Inilah yang aku takutkan. Pada akhirnya Via lah yang menanggung rasa sakitnya " gumam Kia.
Sedangkan untuk Baron sendiri,dia kini amat merasa malu dan marah. Dia berjanji akan menghancurkan keluarga William sebelum dirinya berlalu pergi.
" Kalian terlalu mencampuri urusan kami,maka bersiap siaplah dengan pembalasanku " teriak Baron sambil berlalu.
William pun berlalu masuk ke dalam rumah di ikuti Dina dan Dion.
◇◇◇◇
Setengah jam berlalu...
Acara yang menghebohkan publik pun selesai. Namun ada satu keluarga yang masih berdiam diri di kediaman William selain keluarga Samuel.
" Tuan,berita hari ini sungguh mengejutkan publik, kenapa tuan menyembunyikan kebenaran ini pada dunia? " tanya salah satu lelaki paruh baya memandang heran William.
" Aku hanya ingin melindungi keluargaku dari hinaan dan gosip murahan,karena sejujurnya kami mempunyai putra yang buta dan baru kemarin melakukan operasi. Kami tidak ingin dirinya semakin tertekan dengan pemberitaan tentang dirinya di karenakan setatusku" ucap William.
" Anda sangat hebat tuan. Demi keharmonisan keluarga,anda rela untuk menyembunyikan status keluarga kaya selama ini "
" Anda terlalu memuji, Tuan " ucap William ramah.
Perbincangan antara ketiga lelaki paruh baya tersebut berlangsung lama,hingga waktu berlalu sampai akhirnya mereka berlalu pulang setelah berpamitan pada William.
◇◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung....