Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Cerita masa lalu


__ADS_3

Bagas lari tergopoh-gopoh menghampiri Reza. Dia membisikkan sesuatu yang mampu membuat amarah Reza memuncak. Bahkan tatapan tajam mampu menghunus jantung seseorang yang mengganggunya.


" Shit... Perketat penjagaan. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kita " ucap Reza menekan perkataannya, membuat Robert duduk tegap.


Robert seakan tertarik dengan perintah yang Reza berikan pada Bagas. Namun berbeda dengan Via yang nampak bingung.


Pasti ada sesuatu yang terjadi pikir Robert.


" Apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Robert.


Reza menoleh menatap Via. Dia sangat menghawatirkan keadaan wanita yang kini mengandung anaknya itu. Dia benar-benar takut sesuatu yang sedang di rencanakan seseorang akan terjadi pada salah satu wanita di rumahnya.


" Mereka mengikuti kami,Om.. " ucap Reza membuat wajah Via mendadak pucat.


" Biar Om yang urus. Kalian jangan khawatir " perkataan Robert mampu membuat Reza bernapas. " Om akan berusaha menjaga kalian " lanjut Robert.


Reza mengangguk sambil memeluk erat Via. Sementara Bagas dan Robert merencanakan apa yang akan mereka kerjakan untuk melindungi mereka.


" Bagas,ikut aku sebentar " ujar Robert yang di angguki Bagas.


Mereka berlalu ke luar meninggalkan Via yang masih merasa ketakutan di dalam dekapan Reza.


^


Sementara Anton dan Miko yang berhasil mengikuti Reza dan Via. Dan mendapatkan tempat dimana orang yang mereka cari, berada. Akhirnya mereka membuat rencana yang menurut mereka akan sangat berhasil.


Namun mereka tidak mengetahui,bahwa gerak gerik mereka sangat terbaca oleh orang yang berada di balik pintu dan mendengarkan percakapan mereka.


" Malam ini... Malam ini, kita akan bawa calon istriku ke sini. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup kali ini " ucap Miko.


Dia sangat marah ketika dia mendapat kabar dari Anton bahwa keluarga William mencoba menyembunyikan Susan dari mereka. Jadi mereka merencanakan untuk mengikuti ke mana pun salah satu dari keluarga William pergi. Hingga mereka mendapat informasi bahwa Reza dan Via akan melakukan penerbangan ke Amerika.


Dan di sinilah mereka sekarang. Dengan segala rencana licik yang sudah di ketahui. Membuat mereka melebarkan senyuman sebelum senyuman itu sirna dari bibir mereka.


" Terus Bos, apa rencana kita kali ini? " tanya salah satu bawahan Miko.


" Kita akan masuk ke rumah itu diam-diam dan membunuh mereka semua,kecuali calon istriku " ucapnya.


" Apa itu tidak keterlaluan,Miko? " tanya Anton.


Bagaimana pun kelakuan Anton,tapi kalau urusan membunuh,ia tidak pernah sekali pun melakukan hal tersebut. Dan perkataan Miko kali ini membuat Anton merinding.


Aku salah berurusan dengan dia. Lelaki sinting ini gak akan pernah menyerah buat dapetin Susan. Aku menyesal mengenal lelaki ini dan membuat perjanjian yang akan mencelakai banyak orang.

__ADS_1


Batin Anton.


" Dan kamu,calon ayah sekaligus calon ayah mertua. Aku akan menugaskan mu untuk membawa putri mu dan menyerahkan padaku " kata Miko membuat Anton menoleh dengan tatapan tajam.


Ini kesempatan untukku. Aku harus menyelamatkan nyawa mereka.


Raut wajah Anton berubah cerah,bagaimana pun dia tidak ingin membuat lelaki gila di depannya menaruh curiga.


Lebih baik aku kehilangan Erie dari pada aku harus kehilangan putriku. Aku gak akan membiarkan itu ,Miko.


Miko tersenyum menyeringai,sebentar lagi Susan-nya akan datang dan memeluknya erat. Itulah pikiran Miko yang di penuhi egonya,tanpa tahu bahwa orang terdekatnya sudah berubah haluan.


" Sebaiknya kita nikmati dulu malam ini. Sebelum semua bergerak dan memuluskan rencana kita " kata Miko.


Akhirnya mereka tenggelam dengan kebahagiaan semu,tanpa mereka tahu bahwa minuman yang mereka minum telah Anton campur dengan obat tidur berdosis tinggi.


Aku harus cepat pergi dari sini. Bagaimana pun mereka tidak akan mudah untuk di taklukan.


Dengan cepat Anton pergi dan berlalu ke rumah kediaman Reza. Ketika dia sampai,dia dapat melihat bahwa di sana terdapat banyak orang yang berjaga. Bahkan sangat sulit baginya untuk masuk ke dalam rumah itu.


Lelaki yang tak lagi muda mendekati Anton perlahan. Sejak kemarin dia selalu memperhatikan rumah yang ada di depan rumahnya itu. Dan tepat malam ini dia melihat ada orang yang memperhatikan rumah tetangganya tersebut.


" Anda sedang apa di sini? " tanya lelaki itu, membuat Anton terperanjat kaget.


Anton menoleh,lalu melirik orang yang tidak asing baginya.


" Anton?. Sedang apa kamu di sini? " tanya Baron heran.


" Aku... Aku harus menyelamatkan mereka.. Aku,aku..gak mau jadi pembunuh.. Aku gak mau " racau Anton frustasi.


Untuk sesaat Baron terdiam. Dia merasa kasihan pada Anton. Seharusnya Anton tidak mengikuti langkah dirinya yang telah menghancurkan kehidupannya sendiri.


Setelah menimbang, Baron membantu Anton berdiri dan membawa Anton ke dalam rumahnya. Rumah yang ia tempati setelah membuat onar di acara Resepsi pernikahan Via dan Reza.


" Sebenarnya ada apa? " tanya Baron.


Dia kini menyodorkan secangkir teh di hadapan Anton yang sedang duduk di sofa panjang rumah Baron.


Anton termenung,untuk sesaat dia melirik Baron dengan tatapan sayunya.


" Kita berhasil menghancurkan kehidupan putri dan rumah tangga kita.. " ucap Anton terjeda. Air matanya meluncur begitu saja.


" Ya,kita menang. Namun di sisi lain,kita lah yang kalah " kata Baron yang ikut menimpali.

__ADS_1


Tiga puluh tahun yang lalu.


" Ton,aku bahagia banget. Dua minggu kemarin aku ketemu sama wanita bule. Dia sangat cantik. Dan aku menginginkan dia untuk jadi kekasihku " ucapan Baron pada Anton.


Iya,Anton dan Baron adalah teman sedari kecil. Mereka sangat dekat dan tak pernah terpisahkan. Hingga pada akhirnya sesuatu yang Anton inginkan,Baron pun menginginkannya.


" Siapa? " tanya Anton penasaran.


" Namanya Veranika,aku ketemu dia kemarin pas waktu di liburan di kota B. Dia sangat cantik " ucap Baron membayangkan kecantikan Vera yang saat itu masih remaja.


" Lalu,apa kabar dengan Lita?. Bukankah kalian itu sudah sampai ke tahap tidur bareng?. Bagaimana kalau dia hamil?" tanya Anton.


Baron tertunduk, hati serta pikirannya mendadak bimbang.


" Aku gak tahu,yang pasti aku mencintai gadis bule itu,ton " kata Baron.


Setelah percakapan tersebut,kedua sahabat itu tidak pernah saling kontek. Tanpa di sadari Baron,ternyata di balik hubungannya dengan Lita. Anton dan Lita kerap tidur bareng. Hingga pernyataan hamil Lita dapati. Lita merasa malu,hingga dia harus melancarkan aksinya. Dia meminta pertanggung jawaban Baron atas kehamilan Lita. Dan hal itu membuat Baron melupakan cintanya kepada Vera.


Hari pernikahan itu tiba,Baron bertahan hingga hari kelahiran Agnes. Namun di saat Agnes terlahir,dia mempunyai kelainan yang mengharuskan bayi kecil itu mendapat transpusi darah.


Dan saat itulah,Baron mendapatkan kejutan yang paling mengejutkannya. Anak yang ia anggap anak kandung juga ia namakan Agnes itu ternyata tidak cocok dengan golongan darahnya. Dan tanpa berpikir panjang,Baron melakukan tes DNA. Lagi-lagi hasilnya mengejutkan Baron. Hasil tes tersebut mengatakan bahwa Anton adalah ayah biologis Agnes.


Mulai hari itu,bendera perang di antara kedua sahabat itu berkibar. Dengan keadaan frustasi,Baron membiarkan Lita bersama Agnes. Sampai suatu ketika,dia harus menemui client di Amerika dan mengharuskan dia untuk pergi ke sana.


Di sanalah awal kisah cinta Baron dan Vera di mulai. Tanpa Baron ketahui,Vera adalah client yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya.


Dengan keadaan yang putus asa,Baron pun melancarkan aksinya untuk menjalin hubungan dengan Vera. Cinta yang telah ia kubur kembali merekah di saat mendapat balasan. Baron menikah dengan Vera hingga membuat wanita bule itu hamil.


Di balik kebahagiaan Baron bersama Vera, Lita mengeram kesal karena selalu di acuhkan Baron. Hingga suatu ketika di saat Baron pulang dari Amerika dan membawa wanita bule yang telah hamil besar. Di saat itulah amarah Lita memuncak.


Dia berkali kali ingin membunuh Vera dan janin yang di kandungnya. Hingga Lita pun mengancam akan membunuh Sukma dan membuat Baron frustasi kembali.


Dengan sebuah perjanjian di antara mereka ( Baron dan Lita ) akhirnya Baron harus menulikan pendengaran serta membutakan penglihatannya. Dia telah berjanji pada Lita di saat mereka masih pacaran dahulu. Di saat pertama kali Lita menyerahkan segel miliknya pada Baron. Dia akan tetap mencintai serta mendukung wanita tersebut.


Sementara Anton sendiri pun harus merelakan rasa cintanya terhadap Erie,wanita yang telah membuat Anton jatuh cinta se-jatuh jatuhnya. Dan harus menikah dengan dengan wanita yang telah di jodohkan kedua orang tuanya yang bernama Vena Maheswari ( Ibu kandung Susan )


^


" Ironis bukan. Agnes putriku dan Susan adalah adiknya. Tapi aku tidak bisa memiliki keduanya " kata Anton.


" Bukan hanya kamu,aku pun harus membuat anak yang sangat aku sayangi membenciku. Demi melindungi mereka dari wanita yang pernah ada di dalam hidup kita " timpal Baron.


Sejak tadi,keduanya bercerita tentang masa lalu yang kelam itu. Sejujurnya,kedua lelaki itu sangat menyayangi putri mereka. Akan tetapi karena desakan,akhirnya mereka memilih menjadi lelaki pecundang untuk melindungi putri mereka.

__ADS_1


Baron yang harus rela di benci Vera dan Via dengan segala kata - kata kasarnya. Juga perlakuannya demi melindungi mereka. Begitupun dengan Anton,dia harus mendapat kebencian Susan atas apa yang pernah di lihat Susan. Bahkan status sebagai ayah biologis Agnes,dia pun tidak dapat melakukan apa-apa. Hanya terdiam dan membiarkan Agnes memilih Baron untuk Agnes anggap ayah biologisnya.


" Kita memang Bodoh,Pengecut "


__ADS_2