
Reza masuk tanpa menyapa semua orang yang sedang saling bicara di ruang keluarganya.
Hatinya masih terasa sesak di saat keluarga istrinya meminta istrinya meninggalkan tanah air dan mengikuti keinginan pamannya.
" Mas... " sapa Via di saat Reza akan menaiki tangga.
Namun Reza hanya menatap Via sekilas tanpa menjawab dan berlalu pergi. Via tertunduk sedih melihat tingkah Reza.
" Temuilah suamimu,jelaskan semua yang telah terjadi dan semua keputusanmu " Ucap Astrid.
" Benar,Nak...Jangan biarkan dia salah paham dengan kami lagi " timpal Edward tersenyum.
" Pergilah,Sayang. Bibi rasa kamu dapat menanganinya " tambah Cerrie.
" Kalau dia masih mau meneruskan egonya,biar kita pergi berdua tanpa keluarga yang rumit ini " ucap El membuat mereka melotot serempak ke arah El.
Sedangkan El sendiri hanya tertawa di ikuti Via yang kini mengembangkan senyumnya.
" Bisa di pertimbangkan,Kak " balas Via tersenyum sambil berbalik mengikuti langkah Reza.
" Kamu itu,El... sudah berani menggoda adikmu ternyata " kata Robert.
" Dia itu adikku,jadi aku bebas dong menggoda dia " jawab El cengengesan.
" Eitsz,gak semudah itu. Karna dia juga putriku,bukan hanya adikmu " kata Dina membuat mereka tertawa bahagia.
Sementara di kamar,Reza berdiri di balkon sambil menikmati pemandangan sore yang menyejukkan.
Via tersenyum di saat netranya menemukan sosok Reza. Tanpa menunggu lama,Via berjalan lalu memeluk Reza dari belakang.
" Mas,.. Jangan marah lagi " ucapnya pelan.
Reza berbalik lalu memegang pundak Via dengan lembut. Matanya menatap dalam netra Via.
" Mas gak mungkin bisa marah jika sama kamu,Sayang " katanya,lalu menarik Via dalam pelukannya." Jangan tinggalin,Mas. Mas mohon. Demi pernikahan kita." ucapnya lagi sambil sesekali mencium puncak kepala Via. " Mas gak akan sanggup jika kita harus berpisah lagi,Sayang. Sudah cukup tiga bulan kita berpisah setelah menikah. Dan jangan lagi mengulang hal itu,Mas tidak sanggup,Sayang " lanjutnya.
Via mendongakkan kepalanya.
" Gak akan. Via akan tetap di sini bersama mas, Via juga gak mau berpisah kembali dengan ,Mas. Kita bangun rumah tangga yang harmonis lagi dari awal." katanya membuat Reza tak kuat menahan hasrat untuk tidak mengecup bibir Via karena terlalu bahagia.
" Apa kamu tidak bercanda,Sayang? " katanya dengan mata berbinar " Lalu,paman..." tanya Reza khawatir
__ADS_1
" Aku udah memutuskan untuk tinggal di sini bersamamu. Kalau masalah perusahaan aku memutuskan untuk memantaunya saja. Dan ingin meminta suamiku untuk menjalankan perusahaan Bunda, selagi aku meneruskan kuliah. Bagaimana? " pintanya membuat Reza tersenyum.
" Aku bahagia,karena kamu memilih bersamaku. Tidak meninggalkanku,kalau itu terjadi.." kata Reza tersenyum penuh arti.
" Mau apa? " tanya Via menaikkan sebelah alisnya.
" Mas,akan kurung kamu selamanya " ucap Reza membuat Via melotot.
" Mas mencintaimu,Sayang.." katanya sambil memeluk Via kembali dengan erat.
" Via,juga cinta,Mas " balas nya membuat Reza diam dengan tersenyum yang lebih lebar lagi.
Reza tidak percaya bahwa Via memutuskan untuk bertahan dengan dia. Bahkan dia tidak ragu untuk mempercayakan perusahaan mendiang ibunya pada Reza.
Sore itu menjadi hari yang paling bersejarah dalam rumah tangga Via. Menjadi pelajaran dalam rumah tangga mereka,sehingga hubungan mereka semakin erat lagi.
ββββ
Malam hari,setelah acara makan malam yang di hadiri dua keluarga. Keluarga Moto langsung kembali ke negara asal mereka. Meninggalkan seseorang yang mereka sayangi.
" Jaga cucuku dengan baik. Jangan pernah membuat dia terluka,karna kalau sampai itu terjadi maka kami akan membawa istrimu pergi bersama kami " peringat Edward pada Reza.
Membuat Reza tersenyum sambil menelan salivanya dengan susah payah.
" Sayang... " ujar Carrie lalu memeluk Via sayang sambil menangis. " Jaga diri kamu dengan baik. Kunjungilah kami sesekali " pinta Cerrie yang kemudian di angguki Via.
" Sebelum nenek menutup mata,temuilah nenek di tanah kelahiran Bundamu " pinta Astrid yang sedari tadi tidak dapat menahan tangisannya.
" Tentu,Nek " ucap Via memeluk erat Astrid setelah melepas pelukannya dengan Cerrie.
" Jaga dirimu,Sayang. Paman menyayangimu " katanya bergilir memeluk Via.
" Kakek akan menunggu mu di Islandia. Jaga diri baik baik " kata Edward.
" Dik... Kakak hanya ingin satu darimu. Buatkan kakak keponakan yang lucu sebelum berkunjung ke Islandia. Biar kakek dan nenek kerepotan " ucap El membuat Via merona menahan malu.
Sedangkan yang lain hanya tersenyum mendengar perkataan seorang Elfredo yang berpangkat Major General dan selalu tegas kini memperlihatkan kekonyolannya. Bahkan tidak sungkan menggoda adik perempuan yang baru di temui nya.
" Tolong jaga cucuku, aku percayakan dia padamu,Tuan William " kata Edward tegas " Dan tolong sayangi dia,Nyonya. Maka dengan itu kamu merasa lega meninggalkan putri kami dalam keluarga anda " lanjutnya
" Tentu,Mr.Edward " jawab William dan Dina serempak.
__ADS_1
" Brother,jaga adikku. Jangan pernah sakiti dia. Kalau kamu tidak ingin masuk ke dalam jeruji besi seumur hidupmu " ancam El pada Reza. " Jangan lupa,cepat buatkan aku ponakan. Okey " bisiknya. Membuat Reza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Akan ku usahakan, kak " jawabnya.
" Baiklah kami pamit, " ucap Robert berbalik sambil melangkah pergi.
Dada yang serasa sesak sedari tadi,dan air mata yang tertahan sedari tadi kini mengalir deras di pipi Robert. Semoga keputusan ini membuat kamu bahagia,Sayang. Harus bahagia ' batin Robert,sambil mengusap kasar ujung matanya.
" Kami pamit,Tuan dan Nyonya Simone. Sampai bertemu kembali di lain waktu " ucap Astrid.
" Kalau kalian tidak keberatan,berkunjunglah kemari sebulan lagi. Karena kami akan menggelar pernikahan putri kami " ujar Dina.
" Akan aku usahakan " jawab Astrid.
Setelah itu mereka berpelukan dan melambaikan tangan sebelum pergi meninggalkan keluarga William.
" Urusan kita belum selesai,Pi... " Ucap Dina sambil berlalu menarik Via dan Reza meninggalkan William.
" Habislah,aku... " gumam William pasrah.
Dia menerima akibat yang telah di perbuatnya. Meskipun hal itu membuat William sendiri sengsara.
" Mi,malam ini bolehkah kami menginap? " ucap Via
" Tentu boleh,Nak. Mami ikut bahagia dengan keputusanmu." kata Dina,lalu menoleh menatap Reza " Dan kamu,Za. Jaga kepercayaan keluarga Moto dan Via kepadamu. Jangan biarkan orangblain masuk dan menjadi penghancur di keluarga kalian " nasihat Dina membuat Reza dan Via memeluk Dina secara bersama.
" Terimakasih,Mami " ucap keduanya
" Tidak ada kata terimakasih untuk putra dan putriku. Sekarang kalian beristirahatlah " kata Dina.
Reza dan Via berjalan bersama. Seperti biasa,Reza melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Via.
Hari ini hampir membuat jantung Reza berhenti berdetak. Begitupun dengan Via. Tapi Via merasa bahagia,ternyata di balik ketegasan mereka, terdapat kebijaksanaan dalam menghadapi setiap masalah. Tak heran keluarga Via menjadi orang terpandang dalam dunia bisnis maupun dalam hal yang lainnya.
' Semoga kita selalu bisa menghadapi setiap masalah yang menimpa pernikahan kita.
Aku mencintaimu,Sangat '
π€Reza and Viaπ€
ββββ
__ADS_1
Bersambung...