Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Tiba di Amerika


__ADS_3

Pagi sekali Reza dan Via terbangun. Mereka menyiapkan keperluan mereka untuk pergi ke Amerika. Sesuai jadwal dan rencana. Mereka akan di antar oleh keluarga William untuk melepas kepergian Reza dan Via. Bahkan,sedari tadi Dina tak pernah menghentikan tangisannya.


Sepanjang perjalanan ke Bandara,Dina juga tidak pernah jauh dari Reza dan Via. Dia memeluk Reza dan Via terus. Membuat William tak mampu menahan tangisnya. Sebagai seorang ayah dan ayah mertua, William pun merasakan kesedihan di tinggal anak dan mantu mereka.


Begitu pun dengan Kia dan Leonil. Mereka merasa bersalah karena harus menukar tempat mereka dengan Reza dan Via.


Sesampainya di Bandara,mereka melepas kepergian Reza dan Via dengan suka cita.


" Jaga mantu dan calon cucu Mami,Za " ucap Dina di sela-sela tangisannya.


" Tentu,Reza akan jaga mereka. Bagaimana pun mereka itu adalah kebahagiaan Reza " kata Reza lirih.


Sementara Via sudah tidak mampu berbicara lagi. Dia hanya menangis sambil memeluk erat orang yang telah memberi kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Orang yang selama ini dia anggap pengganti ibu kandungnya. Orang yang selalu berperan sebagai orang yang paling mengerti semua perasaannya.


" Jaga calon cucu Mami,jaga kesehatan kamu,jangan terlalu memprioritaskan kuliah dan perusahaan " pinta Dina yang segera di angguki Via.


Setelah melepas pelukan dari Dina,Via dan Reza berganti mencium tangan William dan Leonil. Berbeda dengan Kia,Via memilih memeluk erat wanita yang selalu cerewet padanya itu.


" Jaga janin kamu dan kesehatan kamu " kata Kia yang di sambut anggukan Via.


" Jaga istri dan calon anakmu,Kakak titip mereka " ujar Kia lagi pada Reza. Dan Reza dengan cepat mengangguk.


Setelah itu Reza dan Via berlalu pergi meninggalkan semua kenangan di tanah air, dengan koper di tangan mereka.


^


Sementara ditempat yang sama, dua orang pria tersenyum menyeringai dan terus mengikuti langkah kaki Reza dan Via.


" Kita harus ikuti mereka,dan pastikan bahwa kalian harus terlihat biasa. Jangan sampai mereka mengetahui gerak gerik kita " ujar satu di antara dua lelaki tersebut.


" Baik,Bos " ucap mereka serempak.


Heh...mau main main denganku. Maka jangan harap melihat hari esok gumam lelaki tersebut..


Dengan langkah angkuhnya,mereka mengikuti pesawat yang Reza dan Via tumpangi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain,Dina melihat mereka dengan tatapan curiga. Namun dia mencoba berpikir positive dan menetralkan ketakutannya.


Mungkin aku salah lihat gumam Dina.


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih 18 jam. Via dan Reza tiba di bandara,di sana juga terlihat Bagas telah menunggu mereka berdua dengan tersenyum ramah. Tak hanya Bagas,Robert,Cerrie dan El pun datang menjemput Via dan Reza.


Terlihat kebahagiaan di mata mereka di saat mereka melihat kedatangan Via dan Reza. Bagaimana pun yang selama ini menjadi keinginan Robert,hari ini semuanya terwujud.


" Selamat Datang,Nak. Terimakasih,kalian sudah mau datang dan berencana menetap di sini " kata Robert. Reza dan Via mencium tangan Robert.


" Selamat Datang,Sayang... " ujar Carrie memeluk tubuh Via.


Setelah lepas dengan Cerrie,Via berganti memeluk El yang saat itu langsung mendapat tatapan tajam dari Reza. Sementara Bagas sendiri tersenyum teduh melihat pemandangan yang tidak pernah Bagas alami.


" Apa? " ketus El di saat tatapannya menangkap tatapan tajam Reza padanya.


" Dia itu adikku. Buang sifat pecemburumu. Geli aku liatnya " lanjut El membuat Cerrie dan Robert tersenyum sedangkan Via sendiri tepuk jidat melihat kelakuan kakak dan suaminya itu.


" Mulai lagi... " ujar Via kesal.


Cerrie menarik Via meninggalkan para lelaki dan memasuki mobil mereka.


" Gak ada yang perlu Bibi khawatirkan. Sekarang kandungan Via tidak serewel trimester pertama " kata Via.


Cerrie mengangguk, " Kenapa malah ninggalin Mas,Sayang? " tanya Reza.


" Kalian berdua ninggalin kami para lelaki. Keterlaluan " ucap Robert pura-pura marah.


Setelah semua memasuki mobil,termasuk koper yang mereka bawa. Bagas melesat menancap Gas dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, sampai di rumah Reza yang telah mereka sediakan jauh-jauh hari.


" Apa ini rumah kalian? " tanya Robert sedikit takjub melihat interior yang terlihat sangat memanjakan matanya.


Dengan senyum yang merekah,Reza membenarkan ucapan Robert. Sedangkan seorang perempuan yang keluar dari rumah tersebut tersenyum sumringah menatap kedatangan sahabat serta majikannya tersebut.


" Susan " ucap Via di saat melihat Susan tersenyum mendekatinya.

__ADS_1


Sementara di luar pagar mereka,dua lelaki yang sejak tadi mengikuti Via dan Reza tersenyum kecut.


Ternyata ke sini rupanya dia membawa calon istriku. Sialan kamu Bagas.


Susan dan Via berpelukan melepas rasa rindu mereka. Setelah itu mereka pergi masuk ke dalam rumah. Dan kedua lelaki itu pun berlalu pergi untuk merencanakan apa yang akan ia lakukan untuk mengambil anak dan calon istrinya.


^


Sementara tanpa di sengaja,di depan rumah yang berhadapan dengan rumah Reza. Seorang lelaki paruh baya telah menatap tetangga yang baru datang dengan tatapan rasa bersalah. Bahkan air mata yang selama ini dia tahan,keluar begitu saja tanpa permisi.


Dia sangat rindu ingin memeluk orang itu dan meminta permohonan maaf yang tulus dari hatinya. Dia sangat terkejut di saat tidak sengaja menangkap orang yang selama ini ia rindukan.


Entah dia harus bersyukur atau lebih dari itu. Yang pasti dia tidak akan menyia-nyiakan hal yang sudah tuhan tunjukkan padanya. Meskipun dia tahu,bahwa permintaan maafnya tidak akan begitu saja ia terima.


Aku tidak akan melakukan kesalahan ke dua yang akan membuat dia menjauhiku.Maafkan aku. Racau lelaki paruh baya tersebut.


Bahkan tubuh yang sedari tadi tegap kini melorot turun ke bawah. Hingga duduk memegang dada yang sakit akibat menahan tangis yang semakin lama semakin susah untuk di hentikannya.


^


Sementara di rumah Reza. Via sedang cemberut menatap bibi dan sahabatnya yang tak membiarkan dia ikut memasak.


" Kenapa cemberut? " tanya Reza tiba-tiba.


Dia heran,kenapa istri mungilnya itu sampai cemberut dan menatap tajam bibi serta Susan.


" Mereka gak bolehin aku ikut masak " ucapnya lemas membuat mereka tersenyum sambil geleng geleng kepala.


" Bibi hanya menjaga keselamatan calon anak yang kamu kandung. Apalagi kamu belum istirahat. Jakarta-Amerika itu bukan waktu yang sebentar " kata Cerrie.


" Lagian jadi bumil kok gak sayang baby Nya " timpal Susan.


Reza tersenyum sambil mengelus puncak kepala Via.


" Udah,jangan cemberut. Lebih baik kita nunggu mereka di ruang tamu saja. Gimana? " tanya Reza membuat Via tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah. Kalau gitu Via ke sana dulu ya... " pamitnya pada Cerrie dan Susan.


Setelah itu Via dan Reza berlalu meninggalkan Susan dan Cerrie yang semakin tersenyum melihat kemesraan Reza dan Via.


__ADS_2