
Pagi itu Via terbangun dari tidurnya. Dia tersenyum di saat melihat orang yang telah menempati hatinya masih tertidur pulas.
' Dulu aku tidak mau menikah denganmu,Mas. Aku takut jika keluarga yang akan aku masuki sama seperti orang tuaku. Tapi semua ketakutan serasa mimpi di saat aku melihat betapa kamu mencintaiku. Aku beruntung memiliki mu ' batin Via.
Di seutuhnya rambut Reza yang sedikit menghalangi keningnya. Tidak berhenti di situ,kini Via mengelus pipi lembut Reza. Sehingga membuat Reza terbangun karena gerakan tangan nakal sang istri.
" Sudah bangun,Sayang " tanya Reza serak,di saat membuka matanya.
Terlihat tersenyum manis dari bibir Reza yang di sambut senyuman indah dari Via.
" Aku buatin Mas sarapan dulu,dan Mas,mandilah " kata Via. Lalu dirinya bangun dan mencepol rambut panjangnya.
" Baiklah kanjeng Ratuku " ucap Reza membuat pipi Via merona.
Tiga puluh menit,Reza sudah siap dengan kemeja berwarna grey di padukan dengan celana hitam panjang serta dasi senada dengan kemeja panjangnya.
Sedangkan Via telah selesai memasak nasi goreng komplit kesukaan Reza,dan telah tersusun rapi di atas meja makan.
Di saat Via hendak berbalik untuk memanggil Reza,sebuah tangan melingkar di perutnya membuat Via terhenti dan tersenyum senang.
" Mau kemana? hm.." tanya Reza di saat dirinya memeluk Via dari belakang. Bahkan kepala Reza sudah menyelusup di ceruk leher Via.
" Mas,ikh... kebiasaan banget. Udah tau Via belum mandi. Masih bau keringet ini... " keluh Via.
" Tapi,Mas suka bau tubuhmu yang alami. Membuat candu mas semakin menggila " bisik Reza membuat Via menggeliat geli.
" Mas... Hentikan. Makanlah,Via udah buatin nasi goreng kesukaan,Mas.. " kata Via mencoba menghentikan Reza.
" Baiklah.. Sini makan bareng,Mas " ucap Reza di saat dirinya melepas pelukannya.
Tak lupa menggeser satu kursi agar Via menemaninya makan.Setelah itu,barulah Reza duduk berhadapan dengan Via.
" Sini biar Via ambilkan dulu nasi gorengnya buat,Mas " kata Via dan Reza hanya mengangguk sambil tersenyum.
Selama makan,Reza tak henti menggoda Via. Ini sudah menjadi hobi baru buat Reza di saat mereka makan bersama.
" Mas.. boleh gak,nanti Via main ke rumah Mami. Via kangen Mami " izin Via di saat Reza sudah bersiap berangkat ke kantor.
__ADS_1
" Boleh,boleh banget malah. Temani Mami biar gak kesepian " ucap Reza mengembangkan senyum Via " Tapi ingat,hati hati di jalan. Dan kabari Mas sebelum berangkat " lanjutnya.
" Iya,Mas... " jawab Via.
Setelah itu Reza mencium kening Via dan sebaliknya,Via mencium tangan Reza. Bagi Via dan Reza itu sudah menjadi rutinitas keduanya sebelum Reza berlalu berangkat pergi ke kantor.
Setelah kepergian Reza,Via masuk ke dalam rumah kembali. Saat ini tubuhnya terasa lengket oleh keringat. Dan Via berniat untuk membersihkan tubuhnya.
Sepuluh menit pun berlalu, Via telah selesai memakai dress berwarna navy dengan rambut di gerai rapi. Dia ingin menemui mertuanya yang kini menjadi ibu ke dua bagi Via.
Semenjak di tendang dari keluarga Kurnia,Via sudah memutuskan untuk tidak ingin mengetahui baik atau buruknya keadaan Kurnia. Dia lebih memilih menutup diri dan membiarkan apa pun yang kini terjadi pada Keluarga Kurnia. Via sudah terlanjur kecewa,dan dia tidak akan mengulang kebodohannya kembali.
' Mas,Via berangkat ke rumah Mami sekarang '
Wife
' Iya.. hati hati di jalan. Nanti Mas jemput sepulang dari kantor '
Hubby
Setelah mengunci pintu,Via memesan taxy dari ponselnya. Sekitar lima menit menunggu,barulah taxy itu datang. Dan dengan segera Via masuk ke dalam taxy yang kini sudah melaju menuju rumah kediaman William.
" Mas,Reza-nya kemana,tan? " tanya gadis sexy itu.
" Dia sekarang lagi kerja,Grace.. " Ucap Dina mengagetkan Grace dan Salma.
" Apa? Kerja, Tan? . Bukannya Mas Reza tidak bisa melihat? " kata Grace pada Dina.
" Dia sudah sembuh.. tepatnya hampir lima bulan yang lalu " jelas Dina mengembangkan senyum Grace.
Akhirnya,Mas mau di operasi juga. Aku bahagia,Mas...Dengan ini aku bisa membuat Mas tertarik dengan kecantikanku.
Batin Grace senang.
" Benarkah,Din. Bukannya dia tidak mau di operasi? Kenapa tiba tiba berubah pikiran? " tanya Salma ( ibu Grace )
" Iya,itu benar. Dia ingin melihat karena seseorang " kata Dina membuat senyuman di bibir Grace bertambah lebar. Bahkan matanya pun berbinar binar.
__ADS_1
Mas Reza pasti ingin melihatku. Akh,aku jadi tak sabar ingin bertemu kembali denganmu,Mas. Batin Grace.
Berbeda dengan Salma,dia tersenyum penuh arti saat melihat senyum yang terbit di bibir anaknya. Dia tahu bahwa Grace mencintai Reza sejak satu tahun yang lalu,di saat mereka berkunjung ke rumah kediaman William untuk jamuan makan malam atas permintaan keluarga Putra ( suami Salma ).
Sedangkan di sisi lain,Via telah tiba di depan rumah kediaman William. Dia berjalan sambil membawa sekotak kue brownies yang sempat Via beli di toko kue langganan keluarga William.
" Seseorang itu sangat beruntung ya... Bagaimana jika seseorang itu adalah putriku. Apakah kita bisa mempersatukan anak anak kita,Din? " tanya Salma membuat amarah Dina bergejolak. Sedangkan Grace bertambah bahagia dengan keputusan ibunya.
Tepat di saat itu Via datang, dan tanpa sengaja dia menjatuhkan sekotak kue yang ia bawa membuat mereka bertiga menoleh menatap Via.
" Sayang... " kata Dina tersenyum sumringah.
Namun Via hanya tertunduk sedih.
Namun berbeda dengan Salma dan Grace. Terlihat jelas dari wajahnya bahwa mereka terkejut sekaligus tidak suka melihat keakraban Dina dan Via. Bahkan mereka semakin tidak suka di saat Dina berdiri dan memeluk Via.
" Siapa dia,Din? " tanya Salma penasaran.
" Kalian mau tahu siapa dia bukan? " tanya Dina balik membuat Salma mengerutkan keningnya.
" Apakah itu keponakan,Tante? " tanya Grace mencoba berpikir positif bahkan senyum itu belum luntur dari wajah Grace.
Pertanyaan Grace seketika membuat Dina tersenyum sinis. " Dia adalah menantuku,putriku " jawab Dina tegas.
" Menantu? Maksudnya... " kini Salma yang bertanya.
Grace yang sedari tadi tersenyum kini berubah sendu. ' Menantu...jangan- jangan dia ? ' banyak pertanyaan di otak Grace. Rasa takut kini menyerangnya. Dia tidak mau hal yang ia tidak ingin dengar terlontar dari mulut Dina.
" Dia adalah istri Reza anakku. Dan dia adalah seseorang yang membuat anakku melakukan jalur operasi untuk menyembuhkan matanya " kata Dina menekan setiap kata katanya. Membuat Salma dan Grace terlonjak kaget. " Dan jangan harap kalian mempunyai pikiran bisa bergabung dengan keluarga William kami. Karena keluarga kami tidak menerima orang yang hanya ingin menumpang tenar " sakras Dina membuat kedua wanita itu di selimuti amarah.
" Cih... mendapat menantu yang kampungan saja,sombongnya kebangetan " sinis Salma.
" Bagaimana pun menantuku,dia tidak pantas di bandingkan dengan Grace, anakmu " bentak Dina membuat kedua wanita itu berdiri seketika.
" Kamu akan menyesal karena telah menolak anakku,Dina " kata Salma.
" Justru aku akan lebih menyesal ketika anakmu menjadi menantuku " bentak Dina membuat kedua wanita itu pergi seketika. Mereka merasa terhina oleh kata kata Dina. Akan tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa. Mereka tahu bahwa keluarga William tidak mudah untuk di kalahkan dan di provokasi.
__ADS_1
◇◇◇◇
Bersambung...