Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Acara wisuda


__ADS_3

Reza dan Via tiba di rumahnya tepat pukul 22.30 waktu setempat. Selama dalam perjalanan Via tertidur sambil bersandar di bahu Reza. Sesekali Reza mengelus rambut Via sayang. Bahkan ketika mereka sampai di depan rumah,Reza tidak membangunkan Via. Dia menggendong istri mungilnya itu sambil menatap wajah Via penuh cinta.


Akhirnya aku bisa merasakan dan melihat cintamu. Aku bahagia karena kamu tlah membalas perasaanku. Aku gak akan melepaskanmu,Sayang...


Senyum di sudut bibir Reza tak pernah luntur sejak kejadian di restoran tadi. Dia tak mengira bahwa Via akan menampar Vega di depan semua orang.Namun senyuman itu terselip rasa khawatir. Dia takut jika suatu saat ada yang ingin memisahkan antara Via dan dirinya.


Sebenarnya,siapa orang yang menolong mu tadi?


Reza merasa seseorang selalu mengawasi Via,bahkan orang itu sangat melindungi Via. Sebenarnya siapa istri mungilnya itu?, sehingga banyak teka teki yang Reza sulit pecahkan.


◇◇◇◇


Pagi - pagi buta di rumah Reza sudah sangat ramai. Kemarin sore,sebelum Reza menjemput William di acara jamuan makan malam yang penuh drama,Reza menyuruh Dion ( asisten William) untuk mencarikan MUA terbaik untuk merias wajah cantik Via.


Dia juga berpesan agar mereka sekalian membawa baju untuk Via pakai. Baju yang sederhana dan nyaman untuk acara panjang yang akan Via hadiri.


" Ini sangat berlebihan,Mas " keluh Via.


" Tidak!!, untuk seorang istri Reza Briaguna William " tegas Reza.


" Tapi... aku gak nyaman. Kalau harus di rias begini " ucap Via membuat Reza membuang nafas kasar. Di dekatinya Via sambil memegang kedua pundak Via. Matanya menatap mata Via dengan penuh cinta.


" Dengar,Sayang. Mas gak mau jika nanti teman teman kamu memandang rendah istri,Mas ini. Sudah cukup,kamu di permalukan mereka waktu itu. Mas tidak ingin jika kejadian itu terulang kembali. Paham!! " jelas Reza lembut membuat VIA mengangguk pasrah.


Setelah perdebatan kecil di antara sepasang suami istri itu,akhirnya Via di rias dengan hati hati oleh perias yang di datangkan langsung oleh Dion dari salon ternama di kota ini.


◇◇◇◇


Satu jam pun berlalu,Reza telah siap dengan jas hitam,kemeja putih dan celana panjang hitam. Hari ini Reza akan menemani istrinya sampai acara selesai.


Via pun kini telah siap dengan dress nude tanpa lengan yang sangat pas di badan Via. Di tambah riasan natural yang kini menempel di wajah Via,menambah kadar kecantikan Via meningkat.


" Sudah selesai " ucap perias itu sambil menyemprotkan Setting Spray di wajah Via. Agar riasan Via mampu bertahan lama.


" Terimakasih " ucap Via tulus membuat perias itu mengembangkan senyuman.

__ADS_1


Sementara Reza menunggu Via sambil duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Mas...ayok " ajak Via ketika Via keluar dari kamar dan menghampiri Reza.


Reza mengangguk lalu menoleh,menatap istri mungilnya yang bertambah cantik dengan sentuhan tangan dari perias suruhannya.


" Cantiik" katanya, membuat Via tertunduk malu.


" Apa kita di rumah saja,gak usah datang di acara wisudamu? " ucap Reza membuat Via menyerngitkan dahinya. Merasa bingung dengan pertanyaan Reza. Lalu untuk apa dirinya di rias sedemikian rupa kalau Via hanya di rumah seharian?.


Reza bangun sambil menyimpan ponsel ke dalam saku celananya. Berjalan lalu menarik pinggang dan tengkuk Via agar semakin mempermudah ciumannya.


Ciuman itu berlangsung lama,namun tanpa ada gairah di dalamnya. Hanya ada kelembutan yang menyalurkan rasa kasih sayang.


Semakin lama ciuman itu semakin dalam. Menyapu setiap rongga yang ada di mulut Via sampai akhirnya Reza melepaskan ciumannya karena Via kehabisan napas.


" Mas mau bunuh,Via? " tanya kesal Via memberenggut kesal.


" Siapa yang mau bunuh kamu?.Mas,kan cuma nyicipin kesukaan Mas " jawab Reza santai sambil mengusap pelan bibir Via. membuat Via menggeleng kepala sambil tersenyum.


" Mau berangkat atau aku kunci di kamar seharian? " tanya Reza membuat Via melotot kesal. Sedangkan Reza hanya tersenyum menggoda.


" Gak mau. Mau berangkat aja " jawab Via ketus.


" Ulu ulu...cantiknya istri Mas,kalau lagi merajuk begini. Membuat Mas tambah ingin mengurung kamu di kamar seharian " goda Reza,kali ini sambil menaik turunkan alisnya, membuat wajah Via bersemu merah.


" Mas,ikh... Goda mulu. Jadi gak nih,antar Via? " ucap Via sambil memukul lengan Reza pelan. Sedangkan Reza tertawa terbahak.


Sangat senang rasanya menggoda Via. Ada kesan tersendiri untuk Reza di saat melihat istrinya menahan malu hanya untuk bebas dari godaan Reza.


" Ya Sudah,Ayok " ajak Reza sambil melingkarkan tangan kirinya di pinggang Via posesif,mengajak Via ke garasi lalu masuk mobil dan Reza mengemudikan mobilnya menuju sekolah Via.


Melihat sikap Reza yang posesif padanya,Via hanya tersenyum senang. Via yang sedari kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan hanya dapat kasih sayang dari sang nenek. Membuat Via sedih dan merasa tak di inginkan.


Namun kini dia dapat merasa sangat di inginkan dan di harapkan oleh Reza serta keluarganya. Keluarga yang menjadi impian masa lalu Via.

__ADS_1


◇◇◇◇


Ketika Reza dan Via sampai,mereka berjalan bergandengan tangan menuju aula sekolah, tempat acara wisuda Via di selenggarakan.


Semua orang memandang Reza dan Via dengan tatapan iri,namun ada juga yang memandang mereka dengan tatapan benci dan amarah yang membuncah.


Untuk sesaat Via menghela napas panjang untuk meredakan ritme detak jantungnya yang kian berdegup. Tangan Via pun mulai terasa dingin di genggaman Reza.


Seolah Reza tahu dengan kegugupan yang menyerang istrinya,dia menggenggam tangan kanan Via dengan kedua tangannya. Menyalurkan kekuatan dan kenyamanan untuk Via. Tak lupa senyuman indah terukir di sudut bibir Reza.


" Ada aku " bisiknya.


Via menoleh dan memandang Reza sambil tersenyum. Untuk sesaat kadua mata mereka bertemu. Seolah mereka berbicara antara satu sama lain. Membuat orang yang melihat keromantisan Via dan Reza menjerit histeris.


" Hebat ya,kalian ini... " ucap wanita berambut pendek itu sambil menatap tajam Via dan Reza. " Bermesraan di depan sahabat jomblo kayak aku " ucapnya lagi sambil berkacak pinggang.


Reza dan Via menoleh bersama. Ada rasa kesal dalam hati Reza di saat moment romantisnya dengan sang istri terganggu.


" Susan.... " teriak Via. Wajah yang sedari tadi murung kini berubah berbinar binar.


" Akhirnya... kau mengingatku " ucap Susan berpura pura merajuk.


" Mas,, aku sama Susan dulu ya.. " izinnya pada Reza,yang saat itu masih tersenyum melihat kelakuan istri dan sahabat istrinya.


" Pergilah. Aku tunggu di kursi sana ya.. " kata Reza sambil menunjuk kursi kosong yang masih tersedia di sana.


" Terima kasih,Tuan. Sudah meminjamkan istrimu padaku " ucap Susan tersenyum canggung.


" Tidak masalah " balas nya sambil berlalu menuju kursi yang di tunjuknya.


Via dan Susan berpelukan untuk melepas rasa rindu mereka. Sudah hampir dua pekan, Via dan Susan tidak saling bertemu,dan membuat Susan sangat merindukan Via. Begitupun dengan Via,sehingga membuat mereka menginginkan waktu untuk berbicara berdua.


" Selamat Silvia "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2