Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Di tunda lagi


__ADS_3

" Akh...Aku terlupakan " ucap Kia dengan wajah sendu yang di buat buat setelah Reza berlalu menemui Via yang sedang tertidur.


Melihat tingkah Kia yang merajuk, membuat orang di sekelilingnya tertawa. Lucu rasanya,melihat seorang wanita dewasa bersikap kekanakan macam Kia.


" Kamu ini,Kak. Masa sama adik sendiri cemburu? " tanya Dina sambil terkekeh geli.


" Aku juga mau di peluk,di cium kaya Reza "


" Aish,,,,anak gadisku bisa manja juga " kata William ikut tersenyum.


" Malu,Kak. Bentar lagi tunangan loh " tambah Dina membuat Kia semakin cemburut.


Serasa cukup untuk saling menggoda,Kia berubah jadi serius.


" Sudahlah aku hanya bercanda " ucap Kia kemudian " Oh,iya Gas, Om Dion! bagaimana dengan undangan nya. Apa sudah selesai di sebar? " lanjutnya.


" Sudah,Nona Kia " ucap Dion dan Bagas serempak


" Memangnya,kalian membuat berapa banyak kartu undangan? " tanya Dina penasaran.


" Sekitar 5000 kartu undangan yang tersebar untuk berbagai kalangan " ucap Kia membuat Dina dan William terlonjak kaget.


Mereka kira,Undangan ribuan itu hanya seribu atau dua ribu banyaknya. Ini mencapai lima ribu. Benar benar mengagetkan.


" Apa itu tidak berlebihan?" tanya William.


" Tidak,untuk acara sekaligus syukuran kesembuhan Reza " ucap Kia santai.


Dina yang mendengar perkataan anak sulungnya,ikut bersemangat. Dia juga akan membantu membuat acara yang telah di rencanakan kedua anaknya sukses besar.


" Mami akan bantu " ucap Dina bersemangat.


" Jadi orang yang sedang mengobrak ngabrik rumah Papi ini,orang kalian? " tanya William


" Iya, pemilik WO itu juga sahabatku kok,Pi. Mungkin dia akan datang nanti malam untuk menemui kita " beber Kia.


" Baiklah,sesukamu saja " pasrah Wiliam.


William tak pernah melarang apapun yang anaknya lakukan. Kalau yang mereka lakukan masih dalam hal yang wajar untuknya. Namun berbalik,jika yang mereka lakukan hal yang di luar batas aturan. Maka William tak segan untuk menegur mereka. Dengan arahan dan nasihat yang langsung di berikan olehnya.


◇◇◇◇


Sementara di kamar atas,Reza memandangi wajah Via dengan rasa kagum dan penuh kerinduan.


Ternyata dengan melihat,aku juga bisa melihat wajah cantik kamu,Baby. Tak sia sia rasanya,meskipun harus meluangkan waktu yang panjang dan merasakan ketakutan di saat akan melakukan operasi " Batin Reza bergumam.

__ADS_1


Di saat Reza menikmati pemandangan indah menurut pandangannya. Via terbangun dari tidurnya.


" Mas... " Panggil Via seraya menampilkan senyum indah untuk Reza.


" Kenapa bangun,Baby? " ucap Reza dengan penuh kelembutan.


Sejenak Via memperhatikan sekitar,dia terkejut dan dengan cepat bangun terus duduk.


" Kenapa aku di sini? " tanya Via merasa bingung.


" Kamu tadi ketiduran,dan aku gak tega bangunin kamu " jawab Reza.


" Maaf " ucap Via tertunduk


Reza menyerngitkan keningnya,lalu bangun dan duduk menghadap Via.


" Untuk? "


" Mas pasti kesusahan,harus menggendong aku ke sana sini "


Reza terkekeh melihat wajah Via yang menggemaskan.


" Aku malah seneng " kali ini ucapan Reza yang membingungkan untuk Via cerna.


" Di repotin kok seneng " ucap Kia.


Untuk beberapa saat tatapan mereka bertemu. Ada kerinduan yang mendalam, dalam sorot mata keduanya. Entah sadar atau tidak,Reza mendekatkan wajahnya ke wajah Via. Via yang menyadari itu sontak menajamkan mata. Dengan perlahan tapi pasti Reza menempelkan bibir sexy ke bibir sensual Via.


Cupp...


Kecupan itu hanya berlangsung beberapa saat tanpa lumatan,setelah Via tersadar dan mendorong pelan tubuh Reza.


" Kenapa? " tanya Reza heran.


Dengan malu malu Via berkata.


" Aku belum mandi. Aku mau mandi dulu"


Setelah mengatakan itu,Via bangun dan berlari menuju kamar mandi. Reza yang melihat kelakuan Via tersenyum senang.


Ada ada aja tingkah lucu istrinya itu.


Sementara Via di kamar mandi mencoba meredakan jantungnya yang berdetak lebih cepat.Tangan kanan yang menekan bagian jantung dan tak lupa tersenyum cerah dengan pipi yang merah merona.Sama seperti pertama kali mereka melakukan hal yang sama. Bahkan jantung Via kini berdetak lebih kencang lagi.


" Sepertinya aku benar benar telah larut dalam pesona suamiku sendiri " gumam Via.

__ADS_1


Setelah selesai mandi,Via tak segera keluar. Karena kelakuan nya tadi yang langsung berlari terburu buru tanpa membawa pakaian ganti akhirnya Via hanya memaki kecerobohannya sendiri. Bagaimana kini Via bisa keluar fikirnya.


Reza yang sedari tadi menunggu kehadiran Via sedikit terheran.


Kenapa lama sekali pikir Reza.


Dengan perlahan Reza turun dan berjalan mendekati pintu kamar mandi.


" Baby...apa kamu baik baik saja? " teriak Reza di balik pintu kamar mandi.


Via yang mendengar panggilan Reza jadi menegang. Takut kalau suaminya itu dengan tiba tiba membuka pintu.


" A..aku..aku baik baik aja,Mas " jawab Via terbata.


" Terus kenapa masih di dalam? "


Dengan ragu Via membuka pintu, di lihatnya Reza yang sedang menatap Via penuh selidik. Namun yang terlihat oleh Reza hanya kepala Via tanpa badan. Karena terhalang oleh daun pintu.


" Kenapa? "


" Boleh Via minta tolong?" tanya Via balik dengan polos.


" Katakanlah "


" Bisa gak,Mas keluar dulu dari kamar. Via mau ganti baju " ucapnya perlahan.


Reza yang mendengar ucapan polos istrinya tertawa terbahak.


" Aku kira kamu kenapa. Ya sudah..


. Aku akan ke luar " Ucap Reza setelah berhenti tertawa.


Setelah mengatakan itu,dengan cepat Reza meninggalkan kamar dan segera menutup pintu kamar kembali.


Dalam hati Via merasa tak enak. Dia harus mengusir suami hanya untuk berganti baju,padahal yang ada dalam diri Via sudah menjadi hak dan milik Reza.


Namun bagi Reza sendiri,dia tidak merasa keberatan dan gak akan melakukan kehendaknya sesuai keinginan nan nalurinya. Dia akan menunggu Via untuk lebih terbuka dan menerima Reza lebih lagi.


Karena segala yang di lakukan dengan hati akan terasa indah walau harus menunggu lebih lama lagi.


◇◇◇◇


Hari ini Author tambah up lagi. Sesuai janji Author ya...


Kalau ada waktu luang akan up lebih dari satu Chapter. Tapi kalau tidak,harap bersabar. Karena Author sendiri juga mempunyai kesibukan yang lain.

__ADS_1


Terimakasih tak henti Author ucapkan untuk para pembaca yang membaca karya Author ini.


Salam kenal and Happy Reading...


__ADS_2