Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Persetujuan Anton


__ADS_3

Bagas menelpon Bimo untuk meminta bantuan darinya. Bagaimana pun hatinya masih merasa tidak tenang di saat wanita yang dia inginkan pergi tanpa alasan. Bahkan sebelum dirinya membuktikan perasaan yang sesungguhnya pada Susan.


" Tolong cari tahu semua informasi tentang Anton Lesmana. Pemilik perusahaan Lesmana Grup serta putrinya yang bernama Susan " ucap Bagas di balik ponselnya.


Setelah itu Bagas mematikan ponselnya sepihak. " Aku harus cari tahu semuanya. Ku yakin,pasti ada sesuatu di antara mereka " gumam Bagas.


^


Sesuai perkataan Reza,bahwa siang ini mereka akan mengecek kandungan Via. Dan kini mereka sedang bersiap dan berganti baju.


" Sayang,seandainya kalau nanti kita pindah ke Amerika,kamu mau gak? " tanya Reza tiba - tiba.


Via menghentikan kegiatannya di saat dirinya memoleskan bedak tipis di wajah,beralih menatap Reza yang kini sedang memasangkan jam tangan di tangan kirinya.


" Memangnya kita akan pindah " kata Via pelan.


Sungguh,dalam hati kecilnya,Via merasa heran. Kenapa sampai Reza menanyakan itu secara tiba - tiba.


" Ini kan hanya perumpamaan,yang. Bagaimana menurutmu? "


" Aku sih gak masalah. Yang penting tetap bersama kamu. Namun, apa Papi dan Mami akan mengijinkan kita? " tanya Via yang kini melanjutkan kembali kegiatannya.


Reza tersenyum tipis,istrinya itu terlalu polos kalau menyangkut masalah pribadinya. Bagaimana pun Reza tahu,pasti Via merasa tidak enak kalau harus meninggalkan William dan Dina tanpa mereka.


" Sudah siap? " tanya Reza mengalihkan pembicaraan.


" Udah,ayok... " ajak Via membuat senyum Reza bertambah lebar.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, menuruni tangga. Sementara di sofa,Dina dan William tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya. Yang semakin hari semakin memperlihatkan rasa cinta mereka.


" Kalian mau kemana? " tanya Dina berdiri sambil mendekat.


" Kami ingin periksa kandungan Via,Mi. Buat persiapan nanti sore berangkat ke kota B " ucap Reza.


" Baiklah,Mami harap semoga tidak ada masalah apa pun lagi dengan kandungannya " kata Dina mengelus puncak kepala Via.


" Za,ingat !!. Jangan ngebut bawa mobilnya " timpal William.


" Iya,Pi... " katanya sambil berlalu menggenggam tangan Via,berjalan menuju mobil.


Tiga puluh menit pun berlalu. Reza dan Via tiba di rumah sakit. Mereka berjalan dan langsung memasuki ruangan dokter Julie.


" Apa kabar,Tuan dan Nona?. Silahkan duduk " ucap Dokter Julie menyambut kedatangan Reza dan Via. Setelah itu mereka berjabat tangan.


" Kami baik,Dok. Terimakasih " ucap Reza sambil duduk.


" Apa ada keluhan dengan kandungannya lagi,Nona? " tanya dokter Julie.


" Tidak,Dok. Hanya saja,kali ini saya ingin periksa kandungan karena akan melakukan perjalanan ke kota B untuk babymoon kami " ucap Via malu.


Sedangkan Reza dan dokter Julie tersenyum menanggapi perkataan Via.


" Baiklah,kalau begitu. Bisa kan Nona berdiri dan tidur di brankar sana. Kita periksa kandungan Nona " kata Dokter Julie.


Dengan cepat,Via pun berdiri di bantu Reza. Dia berjalan dan berbaring di brankar rumah sakit. Setelah itu, dokter Julie mengerjakan pekerjaannya.


" Bayinya sehat,Nona. Detak jantungnya juga normal.Lihatlah, " ujar dokter Julie sambil memperlihatkan gumpalan sebesar biji kacang di layar monitor pada Reza dan Via.


Reza dan Via tampak terlihat antusias. Bahkan ujung mata Reza dan Via terlihat sedikit genangan air. Merasa bahagia dengan apa yang telah di anugrahkan pada mereka. Tangis keduanya pun pecah.


" Apakah itu bayinya? " tanya Reza.


" Benar,Tuan. Itu calon bayi kalian " ucap Dokter Julie tersenyum.


Sementara Via memegang erat tangan Reza. Bahkan sesekali dia meremas tangan Reza. Setelah beberapa menit,barulah dokter Julie membersihkan kembali gel yang sempat ia gunakan agar lebih mudah menggunakan alat transduder di perut Via.


Dokter Julie juga mengatakan bahwa kandungan Via tidak masalah dan boleh bepergian dengan syarat harus meminum vitamin,serta penguat kandungan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


" Baiklah,Dok. Terimakasih " kata Reza sebelum keluar dari ruangan dokter Julie.


^


Sementara di lain tempat,Bagas menerima telpon dari Bimo tentang kesepakatan antara Susan dan Anton.


" Apa? , jadi dia meminta Susan untuk menjauhi keluarga William dan akan mengirimnya ke London? " teriak Bagas.


Kurang ajar kamu Anton. Beraninya kamu memanfaatkan Susan untuk kepentinganmu.Batin Bagas.

__ADS_1


" Cari tahu lagi sedetail mungkin apa saja yang di inginkan Anton " ucap Bagas.


Setelah itu dia menutup telponnya kembali.


" Jadi dia akan menikahkan Susan dengan pria beristri dua. Keterlaluan kamu Anton " geram Bagas.


Sedari tadi Bagas menahan kemarahannya. Dia tidak mengerti jika Anton begitu licik hanya untuk menjauhkan Susan darinya dan Vena ( Ibu kandung Susan ). Bahkan Anton tak segan menjual Susan hanya untuk kepuasannya.


Sedangkan di ujung sana,pria yang di ketahui Bagas mempunyai istri dua itu sedang tersenyum menyeringai. Sejak pertemuannya dengan Susan untuk pertama kali. Hatinya mulai tertarik dan berniat memilikinya.


Namun hatinya seakan teremas di saat dia mengetahui bukan hanya dirinya yang menginginkan Susan tapi ada dua pria lain yang mencintai Susan. Meskipun satu di antara dua pria itu lebih memilih mundur di saat dia tahu ada lelaki lain yang mencintai Susan melebihi cintanya.


Perjanjian yang di lakukan Anton dengannya membuat pria itu lebih leluasa untuk memiliki Susan. Dia juga membuat keinginan Anton terpenuhi meski baru berjalan setengahnya.


" Apa pun yang ku inginkan akan ku miliki. Meskipun aku harus menyerahkan ibuku untuk dia miliki " ucap lelaki tersebut.


Ya,dia merelakan Erie untuk Anton nikahi. Dan menjadikan Erie istri kedua Anton. Dengan syarat dirinya menikahi Susan sebagai tanda persetujuan pernikahan mereka.


" Aku sangat mencintaimu Susan. Dan kamu hanya milikku,milik Miko Adinegara " gumamnya,setelah itu tertawa layaknya orang gila.


Miko yang selama ini menginginkan Susan untuk menjadi istrinya. Istri satu satunya Miko. Dan sesuai keinginan Miko,bahwa dia akan membawa Susan pergi ke London setelah menikahinya.


Barulah setelah pernikahan Miko dan Susan terlaksana,maka pernikahan Anton dan Erie akan terlaksana. Meskipun Miko harus menceraikan kedua istri simpanannya,yang selama ini ia sembunyikan sejak dirinya tinggal di London. Tetapi,demi Susan dia akan melakukannya.


" Buang jauh - jauh dua wanita tidak berguna yang kini ada di rumahku. Aku gak mau kalau kedua wanita itu menjadi duri dalam rumah tanggaku bersama Susan " ucap Miko di balik telpon. " Dan satu hal lagi,bersihkan setiap sudut rumah yang di penuhi dengan fotoku dan mereka. Aku gak ingin istri baruku mengetahuinya " lanjutnya.


" Aku harus membuang kedua wanita murahan itu jauh dari rumahku " gumam Miko.


Miko menikahi kedua wanita tersebut di saat dirinya melarikan diri dari berita yang banyak memberitakan Erie dengan Anton. Dan tempat yang ia jadikan pelariannya adalah London.


^


Di tempat lain,..


Setelah Reza dan Via pulang dari Rumah sakit. Reza membawa Via mengunjungi panti asuhan Muara Bunda di mana Via selalu menghabiskan waktu kecilnya di sana bersama Ibu Sukma.


" Mas,ini kan bukan jalan pulang? " tanya Via.


" Memang bukan jalan pulang,Sayang. Ini jalan menuju tempat yang ingin aku tunjukkan kepadamu " jawab Reza.


Via memutar kepalanya,melirik bagian luar dari kaca mobilnya yang seakan tidak asing. Setelah beberapa saat dia termenung,akhirnya Via menyadari bahwa jalan yang kini dia lewati menuju tempat yang penuh kenangan indah untuk Via.


Reza tersenyum lalu mengangguk.


" Mau kan? " tanyanya sambil menoleh sesaat.


" Tentu,Mas. Aku mau banget " balas Via antusias.


Reza mendekat lalu mengecup kening Via sekilas,setelah itu dia melanjutkan perjalanannya kembali.


Setelah memakan waktu hampir tiga puluh menit,barulah Reza dan Via sampai di panti Asuhan Muara Bunda yang kini telah menjadi panti asuhan terbaik di kotanya.


Via keluar di bantu Reza,bagaimana pun Reza tidak akan membiarkan Via turun tanpa pengawasannya.


" Mas,aku bisa sendiri. Lagian aku ini bukan orang yang perlu bantuan " gerutu Via yang terdengar jelas di telinga Reza.


" Mas hanya melindungi kalian saja " kata Reza membuat Via merasa jengah.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Terkadang tangan nakal reza merangkul pinggang Via agar semakin mendekat dengannya.


" Nak,Via.. ? " tanya seorang perempuan paruh baya yang sangat Via kenali.


" Bik Sumi? " teriak Via sambil mendekat dan meluk erat badan wanita tersebut.


Wanita yang di kenal dengan nama Sumi tersebut membalas pelukan Via,bahkan dia mengelus sayang punggung Via sesekali.


" Apa kabar,Nak Via? " tanya Sumi.


" Aku baik-baik saja Bi,bibi apa kabar? " balas Via setelah melepas pelukannya.


" Bibi baik - baik saja,Nak. Bibi turut berduka cita atas meninggalnya ibu Sukma. Maaf,waktu itu bibi tidak sempat melayat,karena bibi sedang ada urusan mendadak dan membutuhkan waktu beberapa hari " kata Sumi dengan penuh penyesan.


" Tak apa bi,minta doanya saja untuk nenek " ujar Via manja.


" Tentu,Nak "


Ekhm..

__ADS_1


Suara batuk Reza menyadarkan ke dua wanita di depannya. Yang beberapa detik lalu masih menghiraukan keberadaannya.


" Siapa pemuda tampan ini,Nak ? " tanya Sumi.


Via tersenyum sambil berbalik menarik tangan Reza.


" Dia suamiku bi,dan kenalkan dia bi Sumi,Mas " kata Via memperkenalkan mereka.


" Senang bertemu anda,Tuan " ucap Sumi.


Terlihat dari style yang di kenakan Reza saat ini,bahwa lelaki tampan di depannya itu bukan lelaki biasa. Jadi dia memutuskan memanggil Reza dengan embel - embel " Tuan ".


" Reza saja bi. Gak perlu pake Tuan segala " kata Reza sambil mencium tangan Bi Sumi.


Untuk beberapa saat Sumi diam mematung. Dia merasa terharu dengan sikap yang Reza perlihatkan padanya. Meskipun dia bukan orang ternama,tetapi lelaki di depannya ini tidak ragu untuk mengulurkan tangan dan mencium tangannya.


" Selamat. Selamat,Sayang. Akhirnya kamu menemukan suami yang begitu mengagumkan,Nak " kata Sumi yang kini sudah menumpahkan air matanya.


Dia bahkan mendekat dan memeluk erat Via kembali. Senang rasanya melihat anak yang dia asuh bersama Sukma,kini bersanding dengan lelaki luar biasa. Lelaki yang sangat sopan santun dengan budi pekerti yang tidak di ragukan lagi.


" Mari,kita masuk. Anak-anak sudah pasti sangat merindukan mu " kata Bi Sumi menarik tangan Via dan Reza secara bersamaan.


Di saat mereka masuk,betapa terkejutnya Reza di saat melihat anak-anak panti yang begitu dekat dengan Via. Bahkan ada juga yang sampai memanggil Via dengan sebutan Bunda atau Mama.


Melihat itu Reza meneteskan air matanya. Dia kembali teringat dengan masa kecilnya yang penuh dengan kegelapan. Ingin rasanya dia mengulang kembali masa kecil yang membuat dia terpuruk. Namun dia juga merasa sangat bersyukur. Dengan keadaan yang tanpa melihat,dia dapat bertemu dengan ibu dari anak yang sedang di kandung wanita yang berstatus istrinya itu.


" Mas,sini. Mereka ingin bermain bersama " ucap Via menyadarkan lamunan Reza. Dan dengan cepat Reza mengusap kasar ujung matanya yang terlihat masih berair.


" Iya,Sayang " katanya sambil berdiri dan mendekati Via serta anak- anak tersebut.


Mereka bermain bersama Via dan Reza hingga pukul 02.30 siang. Setelah itu Reza dan Via izin pamit pada Sumi karena waktu mereka yang semakin terasa singkat.


dreet...dreet..dreet...


( Ponsel Reza berdering )


" Hallo "


" Maaf,Tuan. Anda sedang di mana?. Saya ingin menyerahkan berkas yang perlu anda tangani sekarang " ujar Bagas dari balik ponselnya.


" Tunggulah. Setengah jam lagi aku sampai " ucapnya sambil memutus telpon sepihak.


" Siapa,Mas? " tanya Via di saat Reza mulai mengemudikan mobilnya.


" Bagas. Dia meminta aku untuk cepat pulang,karena ada berkas yang harus aku tanda tangani " jawab Reza.


Selang tiga puluh menit,Reza dan Via tiba di rumah Kediaman William. Mereka keluar sambil bergandengan tangan. Membuat Murti dan Minah saling pandang sambil tersenyum melihat tingkah anak dan menantu majikannya itu.


" Naiklah duluan. Mas mau menemui Bagas dulu di ruang tamu " kata Reza yang di angguki Via.


Namun sebelum Via melangkah,Reza menahan tangan kanan Via. Setelah itu dia mencium kening Via dan perut rata Via.


" Jaga,Mommy dulu,Nak. Daddy mau bertemu Om Bagas dulu,jangan nakal sayang " bisiknya tepat di depan perut Via. Membuat Via menahan tawanya dengan aksi konyol Reza.


Setelah itu dia berdiri dan mempersilahkan Via menaiki tangga kembali.


Di ruang tamu terlihat Bagas sedang berbincang dengan Dina. Menunggu selama tiga puluh menit,membuat Bagas merasa bosan sendiri. Untung ada Dina yang menemaninya dengan senang hati.


" Mana berkasnya,Gas? " tanya Reza.


Dia duduk tepat di samping Dina. Membiat perempuan yang tidak muda lagi, terlonjak kaget.


" Kamu itu,Za. Sangat kebiasaan. Datang langsung bicara to the point " omel Dina.


Namun Reza hanya diam sambil mendengar ocehan Dina yang semakin lama semakin berisik. Bahkan dia mengiraukan Dina dan memilih menandatangani berkas yang Bagas bawa.


Sementara Bagas sendiri mengulum senyumnya agar tidak menimbulkan curiga. Rasanya ingin sekali Bagas tertawa melihat Dina yang masih mengomel dengan Reza yang diam tanpa merespon.


" Mami capek bicara sama kamu. Gak pernah kamu dengerin " ucap Dina " Mami pergi aja kalau gini " lanjutnya sambil berdiri,meninggalkan Bagas dan Reza yang masih sibuk dengan beberapa lembar kertas di atas meja.


◇◇◇◇


Kali ini aku up satu part lagi ya..,tapi kali ini aku panjangin ceritanya sampai 2000 kata. Untuk grazy up nya,saat ini mungkin aku belum bisa turuti. Maaf🙏🙏🙏😊😊


Tapi,ing sya Allah ke depan aku usahain biar bisa grazy up.💪💪💪


Selamat Membaca..

__ADS_1


Jangan lupa jempol,komen dan ( kalau ada yang iklas ) Vote nya juga 🤪🤪🤪😉


__ADS_2