Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Anak Kecil Itu


__ADS_3

Sepasang suami istri bergandengan tangan keluar dari salah satu kamar keluarga William. Terlihat pancaran kebahagiaan di mata keduanya. Dan itu membuat keduanya menjadi pusat perhatian.


" Baru bangun,Za? " tanya Kia dengan senyum menggoda.


" Hem "


" Kenapa istri kamu jalannya begitu?,kamu sakit,Dek " tanya Kia ketika melihat Via berjalan perlahan seperti menahan rasa sakit.


Reza hanya tersenyum penuh arti,sedangkan Via sendiri,wajahnya sudah bersemu merah menahan malu. Tentu saja mereka selain Kia, sudah tahu apa yang telah terjadi dengan kedua mahluk berbeda kelamin tersebut.


Ada ada saja pertanyaan kakak iparnya itu? Batin Silvia


" Sudahlah,Kak. Jangan menggoda istriku lagi " pinta Reza.


" Memangnya kenapa?. Kakak hanya bertanya saja " jawab Kia dengan wajah polos membuat William,Dina dan Widya tertawa.


" Sudah,Kak. Kamu ini.... " ucap Dina menghentikan pertanyaan konyol Kia " Kalian makanlah " lanjutnya


" Baiklah. Apa kalian sudah makan? " tanya Reza.


" Kalau jam segini,tentu kami sudah makan " jawab Dina membuat Reza tersenyum.


" Ya sudah.. Ayo lah.. " Ajak Reza pada Via kemudian.


Setelah Via dan Reza berlalu pergi untuk mengisi perut mereka. Agar mengembalikan stamina Via dan Reza, yang sempat semalam dan tadi pagi terkuras.


" Mudah mudahan harapan kita cepat terkabul " ucap Widya tiba tiba. Dia yakin bahwa Reza dan Via telah terjadi sesuatu.


" Amin bu,biar rumah kita rame " jawab William antusias.


" Semoga saja " timpal Dina.


Kia yang tidak paham kemana arah orang tua dan nenek nya,memilih diam tak menanggapi.


◇◇◇◇


Hari ini Reza dan Via ingin meminta izin pada William untuk perpindahan mereka. Mereka berniat ingin tinggal di rumah yang sudah Reza siapkan beberapa tahun yang lalu.


Setelah sarapan versi makan siang. Reza dan Via menemui keluarganya yang masih berkumpul di ruang keluarga mereka.


" Sudah makan nya? " tanya Dina.

__ADS_1


" Sudah,Mi " jawab Reza sambil duduk disebuah kursi di ikuti oleh Via. " Kami ingin bicara dan meminta waktu kalian. Boleh " tanya Reza kemudian.


" Boleh,Bicaralah " jawab William


" Begini,Pi. Reza dan Via akan pindah rumah ke rumah yang Reza siapkan beberapa tahun yang lalu nanti sore. Kami ingin hidup mandiri,Agar kami memahami arti rumah tangga yang sesungguhnya." beber Reza mengagetkan semua orang.


" Apa sebaiknya kalian di sini dulu beberapa hari. Baru setelah itu kalian pindah " ucap William mencoba membujuk putra bungsunya itu.


" Iya,kasihan juga istrimu. Di sana dia harus sendiri,karena mulai besok kan kamu sudah mulai ngantor " ucap Widya menimpali.


" Bagaimana menurutmu,Baby ? " tanya Reza melirik Via yang duduk tepat di sampingnya itu.


" Aku sih,ikut gimana baiknya saja,Mas " jawab Via.


" Apa kamu tidak keberatan kalau kita pindah rumah? Tapi memang benar kata nenek. Kamu pasti kesepian di sana,karena besok aku mulai bekerja " ujar Reza bimbang.


" Sama sekali tidak,Mas " jawab Via.


" Kalau memang itu sudah keputusan kalian berdua. Kami bisa apa?. Pergilah,tapi ingat untuk datang kemari,menengok kami yang sudah sangat mendamba cucu ini " ucap William membuat Reza dan Via tertunduk malu.


" Iya,Pi " jawab pelan Reza.


Apalagi untuk Reza pribadi. Dia ingin cepat mempunyai anak kandungnya sendiri. Dia ingin membuat anak itu seperti Raja atau Ratu di hidupnya. Karena dia sendiri merasa sesak dengan kehidupan masa kecilnya.


Menjalani hari hari tanpa bisa melihat seperti apa orang sekitar dirinya. Tanpa bisa melihat mana yang baik dan buruk. Mana yang indah dan patut di syukuri dan patut untuk di hiraukan. Itu sangat menyesakkan dada Reza.


Apalagi ketika dia mengingat setiap hinaan dan makian dari orang di sekelilingnya. Maka hatinya tidak akan sanggup lagi untuk menahan. Fikirannya pun tak sanggup untuk berpikir. Hanya air mata yang menjadi pelarian akan perasaannya.


Berbeda dengan Via yang selalu tak di anggap oleh orang tuanya,di siksa bahkan di hiraukan. Dia tak ingin itu terjadi pada anaknya kelak. Itu janji Via secara pribadi. Sakit dalam hati,fikiran juga tubuhnya lebih kejam ketimbang yang di alami Reza sendiri.


[Cinta mereka di awali dengan drama menyakitkan di antara keduanya ]


◇◇◇◇


Setelah mendapat izin meninggalkan kediaman William,Reza dan Via bergegas naik ke lantai atas. Membereskan semua pakaian dan barang barang yang menurut mereka sangat berharga.


Namun ada satu barang yang menjadi perhatian mata indah Via. Dan barang itu sedang di mainkan oleh Reza dengan senyum yang merekah dari wajah tampannya.


Pesawat terbang kertas? Sepertinya aku pernah melihat pesawat terbang seperti itu " batin Via menebak.


" Apa kamu ingat sesuatu,Baby? " tanya Reza yang menyadari tatapan Via.

__ADS_1


" Tidak. Tapi kenapa aku merasa pernah melihat benda itu " ucap Via menghentikan kegiatannya.


Via mengingat ingat,di mana dia melihat pesawat terbang seperti itu. Dan seketika matanya berbinar sambil bangkit,lalu berlari menubruk dada bidang Reza lalu memeluknya.


Reza yang mendapatkan pelukan tiba tiba dari Via tersentak kaget. Bahkan tubuhnya hampir jatuh di saat Via menubruk dan memeluknya.


" Kenapa,Hm? " tanya Reza penasaran. Namun tak ayal,pelukan itu Reza balas sambil mengelus rambut panjang istrinya.


" Apa,Mas anak lelaki itu? " tanya Via sambil mendongakkan kepalanya.


" Apa istriku se- kepo itu? " tanya Reza tersenyum menggoda.


" Cepat jawablah,Mas " pinta Via memberenggut kesal. Pasalnya Reza memanfaatkan keadaan sekarang. Dia mengecup berkali kali kedua pipi Via.


" Iya,Aku anak lelaki buta yang kamu tolong itu,sayang " ujar Reza memberi tahu.


Setelah Via mengetahui fakta itu,dia mengeratkan pelukannya. Membuat Reza tersenyum gemas melihat istri mungilnya itu.


Ternyata kamu ada di depanku " batin Via berucap syukur.


◇◇◇◇


Di keluarga Diajie...


Hendri sangat marah mengetahui jika saham di perusahaan nya kian menurun dan membuat perusahaan nya jatuh bangkrut. Dia memutar otaknya,dan seketika idenya muncul. Dia berniat akan mengajukan proposal kerja sama antara perusahaan nya dan perusahaan RWB Grup.


" Siapkan proposal itu sekarang " pinta Hendri yang dengan segera menutup ponselnya kembali.


" Kenapa semua bisa terjadi " gumam Hendri.


Di saat dirinya memikirkan siapa dalang di balik kebangkrutan nya dan orang tua kedua sahabat Cleo.Hendri di kejutkan oleh seseorang yang mengirimkan amplop berwarna coklat. Di sana juga tidak tertulis siapa nama pengirimnya . Namun ada satu kaset yang akan menjelaskan apa maksud dan tujuan di dalamnya.


Di putarnya kaset itu,betapa terkejutnya ketika Hendri melihat anak gadisnya membully Via dengan segala macam hinaan dan cacian. Bahkan mereka juga dengan tega menghasut semua murid untuk melempar telur busuk kepada Via.


Di akhir video,dia juga membaca pesan yang tertera di layar laptop nya.


" INI HANYA PERMULAAN. SEMUA YANG ANAK ANDA LAKUKAN PADA ISTRIKU,MAKA AKAN KU PASTIKAN KALIAN SEKELUARGA YANG MEMBAYARNYA "


◇◇◇◇◇


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2