
Kedua keluarga kini di selimuti rasa cemas. Bagaimana tidak,kini Via sampai harus terjatuh pingsan dan sedang di periksa. Mereka semua menyalahkan Robert yang terlalu terburu buru menyampaikan kabar yang mengejutkan untuk Via.
Terlihat raut wajah Reza yang berubah muram dan dingin. Bahkan Dina dan William tak ingin mengganggu Reza. Mereka sangat mengerti,bahwa kenyataan ini pun membuat pikiran reza terguncang.
" Bagaimana keadaan cucu saya,Dok " ucap Astrid tiba tiba,
Membuat mereka menoleh pada lelaki yang mengenakan balutan jas putih yang kini tengah tersenyum pada mereka semua.
" Dia baik-baik saja Nyonya. Hanya syok dan terlalu banyak beban pikiran yang ia pikirkan "jelas Dr.Irwan ( Dokter pribadi keluarga William)" Tolong jangan menambah beban pikiran nona Muda. Saya takut jika kesehatannya dapat bertambah buruk " lanjutnya.
Setelah mendengar penjelasan dokter,Reza berlari masuk ke kamar,menemui wanita yang sangat ia cintai.
" Sayang? " tanyanya. Reza duduk di pinggir lalu menarik Via dalam pelukannya.
" Kenapa dunia ini begitu kejam,Mas? Kenapa takdir ini selalu mempermainkanku? " ucapnya parau di tengah tengah tangisannya. Bahkan sesekali Via memukul dadanya yang terasa sangat sesak.
Reza terdiam,dirinya pun ikut merasakan kesedihan yang Via rasakan. Sejujurnya Reza juga tidak mengira bahwa istrinya itu adalah cucu seorang konglomerat Amerika yang berasal dari Islandia.
" Sabar sayang... Ini ujian dalam rumah tangga kita " ucap Reza,mencoba menenangkan Via.
Sedangkan keluarga yang lain merasa terharu dengan sepasang suami yang saling menguatkan itu.
" Apa kamu tidak akan membiarkan kami ikut memeluk adik kecil ? " ucap Elfredo tiba tiba sambil tersenyum menggoda.
Reza dan Via dengan cepat melepas pelukan mereka. Mereka juga dengan cepat menghapus air mata yang sempat mengalir dari ke dua ujung mata Reza dan Via.
Reza dan Via hanya diam sambil tertunduk.
" Kenapa semua ini harus kalian rahasiakan dari kami berdua? " tanya Reza.
Mereka menghela napas berat. Inilah yang akan mereka hadapi ketika mengatakan kebenaran itu.
" Kami hanya ingin melindungi kalian " ucap Robert santai.
" Lalu,siapa sebenarnya aku ini?. Jika memang aku terlahir dari rahim bunda Vera,lalu siap ayahku? " tanya Via parau sambil tertunduk yang kini sedang bersandar di sandaran tempat tidur.
__ADS_1
" Kamu anak Baron dan Vera " jawab Robert.
" Lalu bunda Lita? " tanya Via.
" Dia istri pertama ayah mu,dan Bundamu itu istri keduanya " jawab William membuat Via ternganga.
" Jadi Papi juga mengetahui semua ini? "tanya Reza dan William mengangguk " Astaga.... " terang Reza.
" Selamat,kalian berhasil membuat kejutan yang sangat mengejutkan untuk kami berdua "ucap Reza tersenyum mengejek.
" Jadi selama ini,Ayah memiliki dua istri? Lalu aku anak dari istri ke dua,pantas bunda Lita tak pernah menyukai dan menyayangiku " kata Via pelan, mampu menohok dan membuat mereka seakan merasakan sesak pada dadanya seperti tertikam benda tajam.
" Kamu atau ibumu tidak salah,Nak. Yang salah itu Ayah mu. Dia telah melakukan perbuatan keji hingga membuat ibumu mengandung kamu di saat dia melakukan perjalanan bisnis. Di saat itu juga,Ayah mu masih menjadi Direktur utama di perusahaan Kurnia Company yang kini telah tiada " jelas Robert.
Via menatap Robert dalam seakan mencari kebohongan dalam ucapan Robert. Namun tatapan penuh kebenaran yang Via lihat.
" Apakah itu benar? " tanya Via.
" Kami adalah saksinya " ucap Edward menimpali.
Pertanyaan Via yang penuh kepolosan membuat mereka ikut menitikan air matanya.
" Maafkan kami yang tidak mampu menjaga kamu dengan baik " ujar Astrid menimpali dengan mata yang sudah tidak mampu menampung air yang keluar.
" Dengar ,Nak... Ibumu itu wanita pintar,cantik dan baik. Dia rela meninggalkan perusahaan besarnya hanya untuk mengejar Ayah mu,namun keputusan itu adalah hal yang paling bodoh yang pernah ibumu lakukan " ucap Robert membuat Via menatap lekat lekat wajah Robert " Ayah mu mencampakkan Bundamu di saat Bunda mengandung kamu dan tiba di kediaman Kurnia. Bahkan dia selalu menelantarkan juga membiarkan Bundamu di siksa istri tua Ayah mu. Hanya karena mereka tahunya,Bundamu hanya wanita biasa yang tidak punya apa apa dan hanya menginginkan harta keluarga Kurnia " lanjutnya
" Aaarrggght... kenapa kalian sangat kejam.
" batin Via menjerit
" Dan satu hal yang harus kamu ketahui " ucap Robert lagi " Ibumu itu adalah pemilik Perusahaan Industrial and Commercial Bank of America ltd. " Ucap Robert membuat mereka terlonjak kaget.
Bahkan Edward dan Astrid yang selaku orang tua Vera tidak mengetahui perusahaan yang Vera kendalikan.
" Apa itu benar? " tanya Edward yang menatap Robert dengan tatapan yang sulit di artikan
__ADS_1
Sedangkan Keluarga William beserta Via dan Elfredo,dengan susah payah mereka menelan saliva mereka sendiri.
Perusahaan Industrial and Commercial Bank of America Ltd adalah perusahaan terbesar ke enam di dunia. Selama ini tak pernah ada yang mengetahui siapa pemilik dan pendiri perusahaan itu.
Namun hari ini akhirnya mereka tahu,bahwa seorang wanita yang telah melahirkan wanita cantik di hadapan mereka yang telah mendirikan perusahaan sebesar itu.
" Lalu,perusahaan itu selama ini di pegang siapa ? " tanya Edward tiba tiba.
" Di pegang olehku,selain perusahaan ayah. Sebelum pewaris tunggalnya menduduki kursi perusahaan itu " ucap Robert mampu membuat William menundukkan kepalanya lebih dalam lagi.
" Akhirnya waktu itu kini telah tiba. Semoga kalian tidak membenci keputusan sepihakku " batin William.
" Berarti hanya Via yang bisa menduduki kursi itu? " tanya Dina tiba tiba.
" Benar. Dan dengan berat hati,Via harus ikut denganku ke Amerika. Dia harus kuliah sambil belajar menjalankan perusahaannya " ujar Robert membuat Reza seketika menatap tajam Robert.
" Maksudnya? " tanya Reza dingin.
" Istrimu harus ikut denganku ke Amerika dengan atau tanpa kamu. Dan dia harus menjalankan perusahaannya. Satu lagi,kamu tidak bisa menolak ucapanku. Karena ini telah menjadi kesepakatan antara aku dan Papi mu " kata Robert membuat Reza marah. Bahkan Dina pun ikut menatap tajam William.
" Benarkah? " tanya Reza pada William dengan tatapan tajam.
" Maafkan Papi,Nak " Ucapnya pelan.
" Hebat... Kamu sukses menorehkan luka dalam hatiku " ucap Reza tersenyum kecut " Terserah kamu kalau gitu. Aku sudah gagal menjadi suami. Bahkan Papi ku sendiri telah memutuskan kepergian istriku dari sisiku sejak lama. Terimakasih " ucapnya dingin,sambil pergi melewati semua orang. Bahkan teriakan Via pun Reza hiraukan.
Sakit,
Sangat sakit Reza rasakan. Baru kemarin dia mengecap indahnya dunia bersama istri tercinta. Namun kini kebahagiaan itu terasa mimpi.
Kenyataan tentang siapa istrinya membuat Reza harus menahan rasa sesak bahkan sakit di dadanya. Reza tak sanggup jika harus di tinggal istri tercintanya. Dia sudah jatuh terlalu dalam dalam pesona istrinya.
" Aku tidak akan pergi tanpa suamiku "
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung....