Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Hukuman ll


__ADS_3

Reza berteriak memanggil suster,dia sangat takut kejadian waktu lalu terulang kembali. Bagaimana pun ingatan tentang Via tak sadarkan diri dan harus bed rest selama sebulan membuat ketakutan Reza bertambah. Apa lagi sekarang bukan hanya istrinya yang Reza pikirkan,melainkan ayah mertua yang sedang berjuang manahan sakit akibat menolong mereka.


Beberapa pengawal yang di tugaskan di depan rumah Via pun telah di bawa ke rumah sakit satu persatu. Mereka tidak mengira akan mendapatkan lawan yang sangat licik seperti Miko.


Sementara keluarga Moto,kini mereka sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit tempat Via,Baron dan Anton di rawat. Begitu pula dengan William dan Dina yang langsung terbang ke Amerika setelah mendapat kabar dari Robert.


Dan di sinilah Susan,Bagas,dan Reza. Di depan ruang UGD yang sedang menangani ke tiga orang tersebut.


Tubuh Susan bergetar hebat,di sisi lain dia sangat syok melihat Anton dengan luka hampir di sekujur tubuhnya. Dia juga harus menyaksikan sendiri bagaimana Miko dengan kejamnya menyiksa Anton. Apalagi di tambah sahabat yang sangat dia sayangi tidak sadarkan diri tepat di pangkuannya. Membuat Bagas dengan susah payah menenangkan Susan agar keadaannya tetap stabil.


Begitu pun dengan Reza,tak ada air mata lagi yang mengalir dari ujung matanya. Namun tatapan kosong dengan segala ketakutan dapat di lihat dari sana.


" Bagaimana keadaan Nata,Za? " tanya Robert.


Reza menoleh sekilas tanpa menjawab,dia kembali menatap lurus ke depan. Melihat hal itu membuat Carrie khawatir, setelah itu Cerrie memutuskan mendekat,lalu memeluk tubuh Reza. Bagaimana pun dia sudah menganggap Reza anaknya sendiri,sama seperti Elfredo.


" Dengar,Tante. Nata itu wanita kuat,Za. Istrimu itu wanita spesial. Dia pasti baik-baik saja " kata Cerrie membuat Reza menangis sejadi jadinya.


Ya,sedari tadi Reza menahan diri agar tidak menangis.Dia menekan semua gejolak itu sendirian.


" Reza takut,Om,Tante. Reza takut terjadi sesuatu lagi " kata Reza lirih.


" Gak akan terjadi apa-apa dengan Nata " kata Robert.


Selang 15 menit,seorang lelaki berjas putih keluar dari dalam ruang UGD di temani dua wanita di belakangnya.


Reza berdiri sambil menghapus air matanya kasar.


" Bagaimana keadaan mereka,Dok? " tanya Reza.


" Bisa ikut ke ruangan saya. Ada yang harus saya sampaikan pada keluarga pasien " ucap Dokter lelaki tersebut.


" Baiklah " kata Reza. " Om,tante. Titip mereka " kata Reza sambil berjalan mengikuti langkah Dokter tersebut.


Begitu pun dengan Susan yang berdiri dan berjalan mengikuti langkah Reza.


Di dalam ruangan yang serba putih dengan aroma obat-obatan yang menyeruak ke dalam hidung. Reza dan Susan serta Bagas duduk di depan Dokter Sean yang sedang menatap mereka sambil tersenyum.


" Bagaimana? " tanya Reza dengan perasaan campur aduk.

__ADS_1


Dokter Sean menghela napas panjang,dia juga bingung harus berbicara dan memulai dari mana.


" Begini, untuk Nona Via. Dia dan kandungannya baik-baik saja. Hanya perlu istirahat dan jangan sampai pikirannya terbebani. Dan untuk Tuan Anton.... " ucapnya menggantung.


Dan kabar tersebut membuat Reza bernapas lega. Tapi bagaimana dengan mertuanya?


" Bagaimana keadaan ayah saya,Dokter? " ucap Susan memotong.


" Dia mendapatkan luka yang sangat serius, dan harus di rawat di sini untuk beberapa hari,bahkan minggu. Karena selain luka yang serius,tangan beliau pun mengalami patah tulang " ucap Sean membuat tubuh Susan melorot. Air matanya pun semakin mengalir deras.


" Terus,ayah mertua saya? " tanya Reza.


" Untuk tuan Baron dia... "


^


Reza,Susan Dan Bagas berjalan dengan tubuh yang gemetar ketakutan. Mereka tidak menduga kalau kejadian ini menimbulkan banyak korban.


Sementara di kantor El,Miko di masukkan ke dalam jeruji besi. Dia mendapat beberapa pasal yang membuat Miko tidak akan keluar dalam waktu dekat bahkan Miko pun terancam di hukum mati.


Miko di jerat dengan beberapa pasal. Di sana menyebutkan bahwa Miko melakukan tindak kekerasan,percobaan penculikan , perencanaan pembunuhan dan melakukan pembunuhan atas ke dua istrinya yang sempat dia kucilkan.


Sementara Miko sendiri sudah sangat pasrah dengan hukuman apa yang akan dia dapatkan.


" Lebih baik kamu perbaiki diri sebelum semua terlambat " lanjut El berlalu meninggalkan Miko.


Miko tersenyum getir,setelah itu dia menangis sejadi jadinya. Tapi detik berikutnya,Miko tertawa dan menangis lagi.


^


Di ruang serba putih dan coklat,seorang wanita tengah berbaring tak berdaya. Dia tersenyum di saat melihat orang yang dia cintai dengan setia menemaninya.


" Apa ada yang sakit,Sayang? " tanya lelaki itu.


Wanita tersebut tersenyum lalu menggeleng.


" Tidak ada,hanya kepalaku sedikit pusing. Mana Susan,Mas " kata Via mencari keberadaan Susan. Kerena seingatnya dia tidak sadarkan diri di pelukan Susan. Dan..


Deg...

__ADS_1


Hati Via bergetar hebat,paru-parunya pun terasa sesak.


" Bagaimana keadaan,Ayah? " tanya Via gemetar dengan air mata yang sudah terjun di pipinya.


Reza diam mematung. Apa yang harus dia katakan pada istrinya.


" Ayah masih di periksa, Sayang " bohong Reza.


Sungguh dia tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Baron. Bagaimana pun,Reza juga memikirkan keadaan istri dan anak yang sedang berkembang di perut Via.


" Bolehkah aku melihat,Ayah? " tanya Via penuh harap.


" Tunggu dokter keluar dan kita akan menemuinya nanti atas seijin dokter " kata Reza.


Via tersenyum dan mengangguk. Untuk sesaat Reza bisa bernapas lega,bagaimana pun keadaan Baron,Via tidak boleh mengetahuinya untuk sekarang.


^


William dan Dina tiba di Rumah sakit tempat Via di rawat. Sesampainya di depan pintu ruang rawat Via,William dan Dina membuka handle pintu dengan cepat. Mereka sangat khawatir dengan keadaan menantu serta calon cucu mereka.


" Sayang.. Bagaimana keadaanmu,Nak " ucap Dina mengagetkan Via,dan Reza yang sedang menyuapi Via.


Dina mendekat lalu memeluk menantunya itu sambil sesekali mencium puncak kepala menantu kesayangannya,hal itu membuat William tersenyum melihat tingkah istrinya.


" Via baik-baik saja,Mi. Tinggal pemulihan " kata Via.


" Syukurlah. Mami sangat khawatir pas Robert menelpon dan mengatakan bahwa kamu tidak sadarkan diri lagi " kata Dina.


" Sebenarnya apa yang terjadi,Za? " tanya William.


Reza terdiam sejenak,setelah itu dia menceritakan semua yang terjadi pada Via. Bahkan Reza juga memberitahukan tentang Baron dan Anton yang telah menolong mereka.


" Terus bagaimana keadaan mereka? " tanya William.


" Udah deh Pi. Orang seperti mereka itu memang pantas mendapatkannya " ucap Dina menggebu-gebu.


" Hust,jaga ucapan Mami. Mereka itu besan kita " kata William.


Dina memberenggut kesal sambil memeluk Via. Mereka sangat paham kenapa Dina bersikap seperti itu. Karena dia tidak ingin sesuatu yang Dina takutkan terjadi. Apalagi sampai mengancam nyawa calon cucu yang Via kandung.

__ADS_1


__ADS_2