
Di kediaman Kurnia setelah pulang dari restoran.
" Dengar baik- baik Silvia. Besok kamu akan menikah dengan Tuan Reza Briaguna. Tanpa Penolakan!!! " seru Baron ketika semua berkumpul di ruang keluarga.
Duarrr!!!
Bagai di sambar petir di siang hari. Via sangat terkejut dengan ucapan Baron.
" Tapi,Ayah?. Via kan masih sekolah,gimana sama sekolah Via ? " Via berbicara sambil menunduk.
" Aku gak peduli. Keputusanku sudah bulat. Besok adalah hari pernikahanmu " ucap Baron dengan tatapan tajam sambil memegang secangkir Kopi lalu menyeruputnya.
" Sebaiknya kamu dengarkan perkataan Ayah mu,Via. Dan jangan berani macam-macam. Paham !!! " ucap Lita dengan nada mengancam.
" Satu hal lagi,setelah hari esok. Kamu sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi dengan keluarga Kurnia " kata Baron lagi. " Jangan pernah kembali menginjakkan kaki di rumah ini " lanjutnya.
Sreeet...
Bagaikan di sayat ribuan pisau di hati Silvia. Nyeri,sesak,dan perih. Bagaimana bisa mereka memperlakukan Via layaknya sebuah barang. Bahkan mungkin barangpun lebih berharga daripada Via.
Luka yang Via alami kini semakin menganga. Orangtua yang seharusnya melindungi serta menyayangi anaknya,tak pernah Via rasakan. Bahkan mereka dengan rasa senang mengucapkan Via tak boleh kembali. Bukankah itu sangatlah kejam?
" Baiklah. Namun ada satu yang harus kalian ingat. Aku tidak akan melupakan setiap kekejaman yang kalian berikan kepadaku " ucap Via tanpa menangis sambil berdiri dan berjalan pergi, kemudian menoleh dengan tatapan tajam " Dan kalian akan membayar semua yang kalian lakukan padaku " lanjutnya pergi meninggalkan ruang keluarga.
Di dalam kamar Via menangis sambil memeluk kedua kakinya.
Mengapa Tuhan memberikan ujian yang begitu berat untukku batin Via menjerit.
Tangisan yang sangat pilu,sampai dia kelelahan dan tertidur.
♡♡♡
Pagi ini cuaca sangat cerah,secerah hati anggota keluarga William.
Mereka sudah tidak sabar untuk menjemput Silvia dan menjadikannya putri di keluarga William.
Namun berbeda di dalam keluarga Kurnia. Seakan kabut hitam menyelimuti salah satu keluarga mereka. Dia Silvia,gadis ceria yang berubah menjadi pendiam sejak semalam itu sedang di rias oleh salah satu MUA di kotanya.
Tak ada kehidupan dalam tatapannya. Hanya kekecewaan dan rasa benci apalagi di kala ia mengingat kata-kata yang di lontarkan kakak perempuannya.
__ADS_1
Kamu seharusnya merasa beruntung,walau harus menikahi pemuda yang buta. Tetapi setidaknya kamu mempunyai suami. Dan kamu bisa membalas budi kebaikan Ayah dan Bunda yang sudah menampungmu selama ini.
Batin Silvia bergejolak,darahnya seakan mendidih secara tiba-tiba.
Apa benar,aku anak kandung kalian?
Kenapa kalian memperlakukanku seperti ini ?
Nenek,aku akan mengingat setiap perlakuan mereka pada kita. Walau kau selalu berkata sabar dan jangan pernah membalas. Tetapi ini sudah tidak bisa di biarkan. Silvia akan datang kembali dan membalas perlakuan mereka.
Batin Silvia bergejolak.
****
Berbeda dengan orang tua Silvia dan kakaknya. Mereka sedang berbahagia karena telah sukses membuat Via meninggalkan rumah.
" Bunda,Agnes bahagia banget. Akhirnya Via keluar dari rumah ini " ucap Agnes dalam pelukan Lita.
" Tentu. Bunda juga bahagia. Akhirnya kesayangan Bunda ini dapat tersenyum dan manja lagi sama Bunda " ucapnya sambil mengelus rambut Agnes.
" Sekarang kita harus menyambut kedatangan tuan William. Ayok " sambil melepas pelukan mereka.
****
Di ruang keluarga Kurnia tampak ramai dengan kehadiran keluarga William.
Pernikahan yang akan di adakan sepuluh menit lagi membuat hati Reza dag dig dug...
Flashback..
Di kamar Reza....
" Za, mami ingin bicara dengan Eza,boleh? "
" Tentu. Apa yang ingin di bicarakan,bicarakan saja. Eza akan dengarkan "
" Besok,kamu akan menikah dengan Silvia " Deg...hati Reza berdetak cepat,matanya berbinar bahkan senyuman pun terlihat di bibirnya. " Bagaimana,apa Eza tidak keberatan dengan pernikahan yang tiba- tiba ini? " lanjutnya.
" Tentu. Eza bahkan bahagia banget mami "
__ADS_1
" Syukurlah. Kamu harus siap-siap untuk hari esok. Kita jemput bidadari hati kamu " ucap Dina.
" Iya,Mi "
" Tidurlah...,Mami keluar ya... "
Setelah kepergian Dina,senyuman di bibir Reza tak pernah luntur. Bahkan sampai rasa kantuk menyerang kedua matanya.
_________ on
Acara pernikahan pun berjalan dengan khidmat. Sampai para saksi berucap " SAH " untuk hubungan baru untuk Reza dan Silvia.
" Sekarang kamu sudah menjadi putri kami,Sayang " ucap Dina pada Silvia.
Pelukan hangat yang Dina berikan membuat hati Silvia menghangat. Sedangkan Lita dan Agnes hanya tersenyum mengejek melihat kasih sayang yang Dina berikan pada Silvia.
" Sekarang kita ke bawah,anak mami menunggu mu " lanjutnya mengajak Silvia berdiri.
" Iya,Sayang... Mari kita ke bawah. Biar Bunda dan kakakmu yang Bantu " ucap Lita,sambil mengkode Agnes. Membuat Via memicingkan matanya. Heran dengan sikaf Lita yang tiba-tiba berubah. Namun Via mencoba untuk mengikuti permainan mereka.
" Iya,Adik. Kakak akan membantumu " tambah Agnes.
Lita dan Agnes menggandeng Via, berusaha untuk menyembunyikan rasa benci pada Via. Mereka tak ingin Dina mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Ketika Via turun,semua mata tertuju pada gadis cantik dengan balutan kebaya putih dengan langkah yang anggun.
" Wow... ternyata istrimu sangat cantik " bisik Zaskia terpana akan kecantikan adik iparnya,kakak Reza yang selama ini tinggal di Los Angeles.
" Seandainya aku melihatnya,kak. Kebahagiaan ini akan sempurna " ucap Reza dengan tatapan sendu namun senyumannya tak pernah memudar.
" Sttt...mulai sekarang kamu harus berusaha untuk melihatnya " bisik Kia lagi.
Reza terpaku dengan ucapan kakaknya. Dia mencoba menyerap kata-kata kakaknya. Sampai tangan seseorang memegang tangan Reza lalu menciumnya. Membuat Reza tersadar.
Tidak ada resepsi untuk pernikahan hari ini. Hanya pernikahan dan menjemput Silvia.
---------------------
Happy Reading...
__ADS_1