
Sore hari di kediaman William...
Dina dan Via sedang memasak bareng tanpa di bantu Minah, yang biasanya menyiapkan makanan. Mereka sangat akrab layaknya ibu dan anak. Bukan menantu dan mertua.
" Sepertinya Papi akan merindukan pemandangan seperti ini,Za " kata William di saat mereka masuk ke dalam rumah,setelah pulang dari kantor bersama dan melihat pemandangan yang menggetarkan hatinya.
" Bukankah pemandangan ini,Papi bisa merasakan kembali? Lagian aku gak akan mengajak Via pergi jauh dari pandangan kalian kok " jawab Reza membuat William tersenyum kecut.
" Kamu tidak tahu,Za. Bahwa detik detik itu mulai terhitung. Entah kapan Robert akan membawa istrimu dari hadapan ku. " batin William sedih.
Dalam hati kecilnya,William sedikit menyesal telah menyetujui kesepakatan itu. Sebenarnya dia ingin menantu kesayangannya tetap berada di depan pandangan nya. Menemaninya hingga tua dan memberi cucu yang akan meramaikan rumah kediaman William.
Namun,semua itu mungkin hanyalah mimpi yang tidak akan pernah terwujud. Karena, bagaimana pun juga,Via mempunyai hak untuk lebih mengenal keluarga intinya. Dia tidak ingin menjadi orang tua yang egois,yang hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri.
" Sayang... " Ucap Reza mengagetkan Dina dan Via.
" Loh,kamu sudah pulang,Za? Kok gak kedengaran suara mobil sih.. " kata Dina kaget.
Reza mendekat sambil tersenyum dan segera mencium tangan Dina. Setelah itu menghampiri Via yang kini mencium tangan Reza. Tak lama setelah itu,William datang dengan mata yang memerah.
Tampak dari kejauhan Dina tersenyum indah melihat William datang menghampirinya
" Apa kalian pulang bersama? " tanya Dina Setelah mencium tangan William.
" Tidak,hanya kebetulan datang bareng " kata William sambil mengulurkan tangannya ketika Via mendekat.
Setelah Via mencium tangan William,dia kembali mengerjakan kegiatannya. Bahkan sampai menghiraukan Reza yang kini ada di belakangnya. Membuat Reza merenggut kesal karena Via.
Sedangkan William lebih memilih meninggalkan dua wanita yang kini sedang sibuk tersebut.
" Ya sudahlah. Mas mau mandi dulu " katanya sambil berlalu pergi mengikuti William meninggalkan kedua wanita yang sangat berarti di hidupnya.
Tiga puluh menit pun berlalu,semua makanan telah siap dihidangkan di meja makan.
" Kamu panggilkan Reza,biar kita makan bersama " perintah Dina.
" Iya,Mi.. " jawabnya sambil berlalu menuju kamar Reza yang ada di kediaman William.
Sedangkan Reza telah selesai mandi dan kini telah selesai memakai pakaian santai nya.
ceklek
( pintu kamar Reza di buka Via )
" Mas, kita makan dulu.. Mami udah nunggu di bawah " kata Via ketika melihat Reza sedang merapikan rambutnya di depan cermin.
__ADS_1
Tanpa menjawab,Reza mendekat dan menarik Via dalam pelukannya. Setelah itu mendekatkan wajahnya.
Cupp..
Satu kecupan mendarat di bibir Via. Sesudah itu Reza memeluk erat Via.
" Sebentar saja. Aku kangen kamu,Sayang " bisiknya.
Via hanya tersenyum di saat Reza bersikap manja padanya. " Kita makan dulu,Mami sudah menunggu di bawah,Mas " ucap Via.
" Baiklah... Ayok.. " Ajaknya setelah melepas pelukannya.
Reza dan Via turun dari lantai atas menuju meja makan. Di sana Dina dan William sudah menunggu pasangan suami istri itu dengan bahagia.
" Akhirnya,Mami dan Papi bisa merasakan makan bareng kalian lagi " kata Dina di saat dia mengambil nasi untuk William.
" Kalau Mami ingin makan bareng,Reza akan minta Via untuk makan di sini menemani,Mami " kata Reza " Biar nanti Reza antar Via pagi-pagi dan setelah pulang ngantor,Reza jemput Via " lanjutnya kemudian.
" Gak perlu segitunya juga. Mami gak mau mantu Mami merasa capek karena harus bolak balik dari rumah kalian ke sini " jawab Dina. Sedangkan William hanya diam dengan pikiran yang entah kemana.
Setelah percakapan mereka selesai,kini mereka menikmati makan malam spesial hasil olahan tangan Dina dan Via.
Tidak ada percakapan di antara mereka. Hanya dentingan sendok dan piring yang kini menemani sunyinya keadaan di meja makan.
" Kayaknya gak deh,Pi. Soalnya Reza gak bawa baju ganti buat ke kantor besok " kata Reza.
" Hem.. baiklah... " kata William berubah sendu.
Via yang melihat perubahan di wajah William dan Dina menjadi merasa tidak enak hati. Dia mencoba memegang tangan kanan Reza untuk meminta pengertiannya.
Reza tersenyum pasrah melihat tatapan memohon Via. Akhirnya dia mengangguk mengerti dan memutuskan untuk menginap malam ini.
" Baiklah. Kami tidak jadi pulang dan akan menginap di sini " Ucap Reza mengembangkan senyum di wajah William dan Dina.
" Benarkah " kata Dina berbinar bahagia dan Reza segera menganggukkan kepalanya.
Dina dan William bahagia ketika mereka dapat menghabiskan waktu bersama anak dan menantunya. Sejak kepindahan Reza dan Via ke rumah mereka,serta Kia pulang kembali ke L.A. Kediaman William jadi sepi,tak ada warna.
Kini Reza dan Via sedang ada di kamar. Via menyandarkan kepalanya di dada bidang Reza. Sesekali melirik Reza yang sedang memainkan ponselnya. Dia melihat harga saham yang sedang turun di pasaran.
" Serius banget,Mas " tanya Via membuat Reza melirik Via sambil tersenyum.
" Lagi liat harga saham,Sayang. Kenapa? " tanya Reza.
Di taruhnya ponsel Reza di meja samping tempat tidurnya. Setelah itu menindih Via sambil menopang tubuhnya dengan ke dua tangan.
__ADS_1
" Mas mau ngapain? " kaget Via.
Reza tersenyum penuh arti saat menatap Via. Via yang sudah mengerti maksud Reza segera mendorong pelan tubuh Reza,membuat Reza heran seketika.
" Kenapa? " tanya Reza mengerutkan keningnya.
" Jangan sekarang ya... " Ucap Via pelan.
" Kenapa? " tanya Reza kembali.
" Aku lagi kedatangan tamu,Mas " kata Via pelan.
Seketika Reza duduk dan menatap tajam Via. " Siapa tamu itu? " tanya Reza dingin.
" aish..gimana Aku jelasin nya... " batin Via
" Aku lagi dapet... " lagi lagi Via berkata pelan membuat Reza kesal seketika.
Tadi tamu,sekarang dapet. Sebenarnya tamu dapet dari mana? pikir Reza.
" Jangan bercanda,Sayang. Aku lagi gak mau marah sama kamu " kata Reza membuat Via bertambah bingung.
" Aku lagi menstruasi,Mas " jawab Via membuat Reza melebarkan matanya.
" Kamu itu... " Ucap Reza.
" Ya sudahlah,Kita tidur saja " kata Reza sambil merebahkan tubuhnya di samping Via.
Sebelum terlelap Reza berbalik lalu memeluk Via. Dia tidak akan pernah bisa tidur tanpa memeluk tubuh sang istri.
◇◇◇◇
Author minta maaf karena masih banyak kekurangan dalam penulisan dan penyampaian nya. Tetapi Author lagi berusaha untuk merevisi dari awal novel ini. Takut ada yang kurang dan tidak di pahami,sekali lagi...Mohon maaf.
Satu lagi,cerita Via dan Reza ke depannya akan ada konflik yang sebenarnya.
Ini hanya konflik kecil untuk menambah bumbu dalam rumah tangga mereka.
So,ikuti terus ceritanya...
Jangan lupa klik ❤,Like,Vote serta sarannya.
Makasih🙏🙏
Bersambung...
__ADS_1